Wednesday, February 25, 2026

55033. KRISIS RUMAH TANGGA NABI DI QURAN

 


KRISIS RUMAH TANGGA NABI MUHAMMAD DI QURAN

Oleh: Drs HM Yusron Hadi, MM

 

 

 

Masalah rumah tangga

Nabi Muhammad dan istrinya.

 

Dalam Al-Qur’an.

Yaitu:

 

1)        Nabi menikahi Zainab binti Jahsy

Mantan istri anak angkatnya.

 

2)        Aisyah, istri Nabi, dituduh selingkuh.

 

3)        Istri Nabi minta tambahan nafkah.

Nabi tawarkan cerai.

 

 

4)        Istri Nabi saling cemburu.

 

5)        Nabi Muhammad ditegur Allah

Sebab halalkan yang haram

Untuk senangkan istri.

 

Penjelasan.

 

1️ Nabi menikahi Zainab binti Jahsy

 

1)                Tahun 5 Hijriah

2)                Nabi umur 58 tahun.

 

3)                Nabi menikahi Zainab binti Jahsy.

4)                Mantan istri Zaib bin Harisah

 

5)                Budak dan anak angkat Nabi.

QS. Al-Ahzab (33:37)


وَإِذْ تَقُولُ لِلَّذِي أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَأَنْعَمْتَ عَلَيْهِ أَمْسِكْ عَلَيْكَ زَوْجَكَ وَاتَّقِ اللَّهَ وَتُخْفِي فِي نَفْسِكَ مَا اللَّهُ مُبْدِيهِ وَتَخْشَى النَّاسَ وَاللَّهُ أَحَقُّ أَنْ تَخْشَاهُ ۖ فَلَمَّا قَضَىٰ زَيْدٌ مِنْهَا وَطَرًا زَوَّجْنَاكَهَا لِكَيْ لَا يَكُونَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ حَرَجٌ فِي أَزْوَاجِ أَدْعِيَائِهِمْ إِذَا قَضَوْا مِنْهُنَّ وَطَرًا ۚ وَكَانَ أَمْرُ اللَّهِ مَفْعُولًا

 

Dan (ingatlah), ketika kamu berkata kepada orang yang Allah telah melimpahkan nikmat kepadanya dan kamu (juga) telah memberi nikmat kepadanya: "Pertahanlah terus isterimu dan bertakwalah kepada Allah", sedangkan kamu menyembunyikan di dalam hatimu apa yang Allah akan menyatakannya, dan kamu takut kepada manusia, sedangkan Allah yang lebih berhak untuk kamu takuti. Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya (menceraikannya), Kami kawinkan kamu dengan dia supaya tidak ada keberatan bagi orang mukmin untuk (mengawini) isteri anak angkat mereka, apabila anak angkat itu telah selesai keperluannya dari isterinya. Dan ketetapan Allah pasti terjadi.

 

Masalahnya apa?

 

1)        Orang Arab saat itu

2)        Anggap anak angkat seperti anak kandung.

 

3)        Mereka anggap tabu

4)        Jika ayah angkat menikahi mantan istri anak angkatnya.

 

Jawaban Al-Qur’an:

 

1)        QS Al-Ahzab 37.

2)        Allah tegaskan anak angkat bukan anak kandung.

 

3)        Aturan lama (tradisi jahiliah) diluruskan.

4)        Ini bukan konflik cemburu.

 

5)        Tapi koreksi hukum sosial.

 

 

2️ Aisyah, istri Nabi Muhammad, dituduh berzina.

 

1)        Tahun 5–6 H

2)        Tuduhan pada Aisyah

 

QS. An-Nur (24:11-26)

 

إِنَّ الَّذِينَ جَاءُوا بِالْإِفْكِ عُصْبَةٌ مِنْكُمْ ۚ لَا تَحْسَبُوهُ شَرًّا لَكُمْ ۖ بَلْ هُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۚ لِكُلِّ امْرِئٍ مِنْهُمْ مَا اكْتَسَبَ مِنَ الْإِثْمِ ۚ وَالَّذِي تَوَلَّىٰ كِبْرَهُ مِنْهُمْ لَهُ عَذَابٌ عَظِيمٌ

 

11. Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong adalah golongan kamu juga. Jangan kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia baik bagi kamu. Tiap-tiap orang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bagian terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar.

 

Catatan.

 

1)        Istri Nabi, Aisyah, difitnah berselingkuh.

2)        Saat tertinggal dari rombongan perang.

 

3)        Masalahnya apa?

 

4)        Isu ini mengguncang rumah tangga Nabi dan masyarakat Madinah.

 

Jawaban Al-Qur’an:

 

1)        Dalam Surah An-Nur.

2)        Allah menyatakan Aisyah tak bersalah.

 

3)        Allah buat aturan tegas

4)        Tentang tuduhan zina

 

5)        Yaitu harus ada 4 saksi.

6)        Ini ujian berat.

 

7)        Allah membersihkan nama keluarganya.

 

3️ istri Nabi minta tambahan nafkah.

 

QS. Al-Ahzab (33:28-29)


يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ إِنْ كُنْتُنَّ تُرِدْنَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا فَتَعَالَيْنَ أُمَتِّعْكُنَّ وَأُسَرِّحْكُنَّ سَرَاحًا جَمِيلًا

 

28. Hai Nabi, katakan kepada isteri-isterimu: "Jika kamu sekalian ingin kehidupan dunia dan perhiasannya, maka mari kuberikan kepadamu mut'ah dan aku ceraikan kamu dengan cara baik.

 

 

وَإِنْ كُنْتُنَّ تُرِدْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَالدَّارَ الْآخِرَةَ فَإِنَّ اللَّهَ أَعَدَّ لِلْمُحْسِنَاتِ مِنْكُنَّ أَجْرًا عَظِيمًا

 

29. Dan jika kamu sekalian menghendaki (rida) Allah dan Rasul-Nya serta (kesenangan) di negeri akhirat, maka sesungguhnya Allah menyediakan bagi siapa yang berbuat baik di antaramu pahala yang besar.

 

Catatan.

 

1)        QS. Al-Ahzab 28–29

2)        Beberapa istri Nabi minta nafkah dan fasilitas lebih.

 

Masalahnya apa?

1)        Ada kecemburuan.

2)        Permintaan hidup lebih nyaman.

 

Jawaban Al-Qur’an:


Allah perintahkan Nabi beri pilihan:

 

1)        Tetap bersama Nabi.

2)        Tapi hidup sederhana.

 

3)        Atau berpisah secara baik.

4)        Semua istri pilih tetap bersama Nabi.

 

3)        Bukti rumah tangga Nabi

4)        Dibangun di atas iman.

5)        Bukan materi.

 

4️ Cemburu Istri-istri Nabi

 

1)        Peristiwa “Rahasia”.

2)        Teguran untuk Istri Nabi

 

3)        Nabi juga ditegur Allah

4)        Sebab yang halal diharamkan.

5)        Agar istrinya senang.

 

QS. At-Tahrim (66:1-5)


يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ لِمَ تُحَرِّمُ مَا أَحَلَّ اللَّهُ لَكَ ۖ تَبْتَغِي مَرْضَاتَ أَزْوَاجِكَ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

 

1. Hai Nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah halalkan bagimu; kamu mencari kesenangan hati isteri-isterimu? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang

 

قَدْ فَرَضَ اللَّهُ لَكُمْ تَحِلَّةَ أَيْمَانِكُمْ ۚ وَاللَّهُ مَوْلَاكُمْ ۖ وَهُوَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ

 

2. Sesungguhnya Allah telah mewajibkan kepadamu sekalian membebaskan diri dari sumpahmu dan Allah adalah Pelindungmu dan Dia Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

 

وَإِذْ أَسَرَّ النَّبِيُّ إِلَىٰ بَعْضِ أَزْوَاجِهِ حَدِيثًا فَلَمَّا نَبَّأَتْ بِهِ وَأَظْهَرَهُ اللَّهُ عَلَيْهِ عَرَّفَ بَعْضَهُ وَأَعْرَضَ عَنْ بَعْضٍ ۖ فَلَمَّا نَبَّأَهَا بِهِ قَالَتْ مَنْ أَنْبَأَكَ هَٰذَا ۖ قَالَ نَبَّأَنِيَ الْعَلِيمُ الْخَبِيرُ

 

3. Dan ingatlah ketika Nabi membicarakan secara rahasia kepada salah seorang isterinya (Hafsah) suatu peristiwa. Maka tatkala (Hafsah) menceritakan peristiwa itu (kepada Aisyah) dan Allah memberitahukan hal itu (pembicaraan Hafsah dan Aisyah) kepada Muhammad lalu Muhammad memberitahukan sebagian (yang diberitakan Allah kepadanya) dan menyembunyikan sebagian lain (kepada Hafsah). Maka tatkala (Muhammad) memberitahukan pembicaraan (antara Hafsah dan Aisyah) lalu (Hafsah) bertanya: "Siapakah yang telah memberitahukan hal ini kepadamu?" Nabi menjawab: "Telah diberitahukan kepadaku oleh Allah yang Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal".

 

إِنْ تَتُوبَا إِلَى اللَّهِ فَقَدْ صَغَتْ قُلُوبُكُمَا ۖ وَإِنْ تَظَاهَرَا عَلَيْهِ فَإِنَّ اللَّهَ هُوَ مَوْلَاهُ وَجِبْرِيلُ وَصَالِحُ الْمُؤْمِنِينَ ۖ وَالْمَلَائِكَةُ بَعْدَ ذَٰلِكَ ظَهِيرٌ

 

4. Jika kamu berdua bertobat kepada Allah, maka sesungguhnya hati kamu berdua telah condong (untuk menerima kebaikan); dan jika kamu berdua bantu-membantu menyusahkan Nabi, maka sesungguhnya Allah adalah Pelindungnya dan (begitu pula) Jibril dan orang-orang mukmin yang baik; dan selain dari itu malaikat-malaikat adalah penolongnya pula.

 

عَسَىٰ رَبُّهُ إِنْ طَلَّقَكُنَّ أَنْ يُبْدِلَهُ أَزْوَاجًا خَيْرًا مِنْكُنَّ مُسْلِمَاتٍ مُؤْمِنَاتٍ قَانِتَاتٍ تَائِبَاتٍ عَابِدَاتٍ سَائِحَاتٍ ثَيِّبَاتٍ وَأَبْكَارًا

 

5. Jika Nabi menceraikan kamu, boleh jadi Tuhannya akan memberi ganti kepadanya dengan isteri yang lebih baik daripada kamu, yang patuh, yang beriman, yang taat, yang bertobat, yang mengerjakan ibadat, yang berpuasa, yang janda dan yang perawan.

 

Catatan.

 

1)        Nabi pernah merahasiakan sesuatu kepada salah satu istrinya

2)        Riwayat sebut terkait madu atau Mariah Qibti.

 

3)        Rahasia itu tersebar karena cemburu.

4)        Istri yang terlibat menurut riwayat

 

5)        Yaitu Hafshah dan Aisyah.

 

 

Masalahnya apa?

 

1)        Kecemburuan istri.

2)        Membuat Nabi mengharamkan sesuatu untuk dirinya.

 

3)        Demi menyenangkan hati mereka.

 

 

Jawaban Al-Qur’an:

 

1)        Dalam Surah At-Tahrim.

2)        Allah menegur Nabi

3)        Agar tak haramkan yang halal bagi dirinya.

 

4)        Allah juga menegur istri-istri Nabi

5)        Agar bertobat.

 

6)        Bukti Nabi tetap manusia.

7)        Alami dinamika rumah tangga biasa.

 

Kesimpulan

 

Urutan kronologis:

 

1)        Tahun 5 H

Pernikahan Zainab (koreksi hukum sosial)

 

2)        Tahun 5–6 H

Fitnah terhadap Aisyah (ujian kehormatan keluarga)

 

3)        Tahun 7 H

Permintaan nafkah & pilihan hidup sederhana

 

4)        Tahun 9 H

Peristiwa kecemburuan & Surah At-Tahrim

 

Hikmah Penting

 

1)        Rumah tangga Nabi alami ujian.

2)        Al-Qur’an tak menutup masalah.

 

3)        Tapi bimbing solusinya.

 

 

4)        Konflik diselesaikan dengan wahyu, sabar, dan jujur.

 

5)        Tidak ada rumah tangga sempurna tanpa ujian.

 

 

Sumber

 

1) Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2) Tafsirq.com

3) ChatGPT

 

 

0 comments:

Post a Comment