Monday, February 23, 2026

55018. BEDA BENDA HARAM DAN TINDAKAN HARAM

 


BEDANYA BENDA HARAM DAN PERBUATAN HARAM

Oleh: Drs HM Yusron Hadi, MM

 

 

 

 

Cara membedakan

 

1)        Benda haram.

2)        Perbuatan haram

Dalam Al-Quran

 

Dalam Al-Qur’an.

Konsep haram (yang dilarang).

 

Dibagi 2 bentuk besar:

Yaitu:

 

1)        Benda/Zat haram

2)        Perbuatan haram.

 

Penjelasan.

 

A.       Benda Haram

(Objek yang zatnya diharamkan)

 

Ciri-cirinya:

 

1)        Biasanya disebut dalam bentuk kata benda (isim).

 

2)        Diharamkan karena zatnya sendiri.

3)        Bukan cara memperolehnya.

 

4)        Berlaku umum kondisi normal .

5)        Kecuali darurat.

  •  

QS Al-Mā’idah (5:3)


حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ وَالْمُنْخَنِقَةُ وَالْمَوْقُوذَةُ وَالْمُتَرَدِّيَةُ وَالنَّطِيحَةُ وَمَا أَكَلَ السَّبُعُ إِلَّا مَا ذَكَّيْتُمْ وَمَا ذُبِحَ عَلَى النُّصُبِ وَأَنْ تَسْتَقْسِمُوا بِالْأَزْلَامِ ۚ ذَٰلِكُمْ فِسْقٌ ۗ الْيَوْمَ يَئِسَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ دِينِكُمْ فَلَا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِ ۚ الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا ۚ فَمَنِ اضْطُرَّ فِي مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍ لِإِثْمٍ ۙ فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

 

Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu jangan kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam jadi agama bagimu. Maka barangsiapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

 

Catatan.

1)        “Diharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi…”

 

2)        Al-Qur'an sebut eksplisit beberapa benda haram secara zat.

 

3)        Seperti:

 

  1. Bangkai
  2. Darah

 

  1. Daging babi
  2. Hewan disembelih bukan atas nama Allah

 

1)        Ini benda haram secara substansi.

 

Contoh lain:

1)        Khamr (minuman memabukkan)

 

QS Al-Mā’idah (5:90)

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

 

Hai orang-orang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah termasuk perbuatan setan. Maka jauhi perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.

 

2)        Minuman khamr harus dijauhi.

3)        Sebab zatnya membawa kerusakan.

 

B.       Perbuatan Haram

(Tindakan yang dilarang)

 

Ciri-cirinya:

 

1)        Biasanya berbentuk kata kerja (fi’il).

 

2)        Larangan dalam bentuk kalimat:

 

a.        “Jangan kamu…”

b.        “Diharamkan atas kamu…”

c.        Terkait tindakan.

 

3)        Yang haram adalah aksi atau perilakunya.

4)        Bukan bendanya.

 

Larangan berzina.

QS Al-Isra (17:32)


وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

 

Dan jangan kamu mendekati zina; sesungguhnya zina adalah perbuatan keji. Dan suatu jalan yang buruk.

 

Catatan.

1)        “Dan jangan kamu mendekati zina…”

 

Larangan riba

QS Al-Baqarah (2:275)

 

الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا إِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبَا ۗ وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا ۚ فَمَنْ جَاءَهُ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّهِ فَانْتَهَىٰ فَلَهُ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُ إِلَى اللَّهِ ۖ وَمَنْ عَادَ فَأُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

 

Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian sebab mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

 

Larangan membunuh tanpa hak

QS Al-Mā’idah (5:32)


مِنْ أَجْلِ ذَٰلِكَ كَتَبْنَا عَلَىٰ بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنَّهُ مَنْ قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا ۚ وَلَقَدْ جَاءَتْهُمْ رُسُلُنَا بِالْبَيِّنَاتِ ثُمَّ إِنَّ كَثِيرًا مِنْهُمْ بَعْدَ ذَٰلِكَ فِي الْأَرْضِ لَمُسْرِفُونَ

 

Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: barangsiapa membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan jelas, kemudian banyak di antara mereka sesudah itu sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan di bumi.

 

Larangan berbuat zalim

 

1)        Dalam banyak ayat.

2)        Di sini yang haram perbuatannya.

Pendalaman Konsep

 

Dalam ilmu fikih.

Ulama membagi:

 

1)        Haram li-dzātih

 

a.        Haram karena hakikatnya sendiri.

b.        Seperti babi.

 

2)        Haram li-ghairih

a.        Haram karena faktor luar.

b.        Misalnya jual beli menipu.

 

Contoh:

1)        Jual beli itu halal.

2)        Tapi jika mengandung riba

 

3)        Maka jadi haram

4)        Karena caranya.

 

Kesimpulan

 

1)        Al-Qur’an haramkan sesuatu.

2)        Sebab 2 sebab utama:

a.        Merusak tubuh/jiwa secara langsung

Seperti benda haram.

 

b.        Merusak moral, sosial, atau keadilan.

Termasuk perbuatan haram.

 

Prinsip Al-Qur’an:

1)        Menjaga agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta.

 

2)        Ayat sebut nama benda

Biasanya benda haram.

 

3)        Ayat berbunyi “jangan kamu…”

4)         Maka perbuatan haram.

 

Intinya untuk Siswa

 

Allah melarang sesuatu

Karena:

1)        Merusak tubuh

Seperti khamr

 

2)        Merusak akhlak dan Masyarakat

Seperti zina dan riba

 

3)        Tujuannya agar manusia hidup:

 

a.      sehat,

b.     aman,

c.      bermoral.

 

1️ Benda Haram dalam Al-Qur’an

(Yang zatnya dilarang)

 

1)        Bangkai

Hewan mati tanpa disembelih

(Al-Mā’idah 3)

 

2)        Darah

Termasuk darah hewan

(Al-Mā’idah 3)

 

3)        Daging babi

(Al-Mā’idah 3)

 

4)        Hewan disembelih selain atas nama Allah

(Al-Mā’idah 3)

 

5)        Hewan mati jatuh, dipukul, atau digigit binatang buas

(Al-Mā’idah 3)

 

6)        Minuman memabukkan atau khamr

(Al-Mā’idah 90)

7)        Judi atau hasil dari taruhan

(Al-Mā’idah 90)

 

8)        Hewan disembelih untuk berhala atau syirik

(Al-An’am 121)

 

Cara mudah mengingat:

 

1)        Benda merusak tubuh atau akal.

2)        Biasanya haram.

 

2️ Perbuatan Haram (Fi’il) dalam Al-Qur’an

 

1)        Perbuatan haram adalah aksi manusia yang dilarang.

 

2)        Biasanya ayat berbunyi “jangan” atau “tidak boleh”:

 

Misalnya.

 

1)        Zina atau hubungan seks di luar nikah (Al-Isra 32)

 

2)        Mencuri atau mengambil harta orang lain secara tidak sah

(Al-Mā’idah 38)

 

3)        Membunuh tanpa hak

(Al-Mā’idah 32)

 

4)        Berbohong atau menipu

(Al-Baqarah 42)

 

5)        Riba atau memakan bunga uang secara zalim

(Al-Baqarah 275–279)

 

6)        Menyembah selain Allah atau syirik

(Al-An’am 151)

 

7)        Mengambil harta orang lain dengan  curang seperti korupsi atau penipuan

(Al-Baqarah 188)

 

8)        Minum khamr atau berjudi

(Al-Mā’idah 90)

 

9)        Zalim atau menindas orang lain

(Al-Hajj 30)

 

10)  Menyakiti orang tua atau durhaka

(Al-Isra 23)

11)  Mengikuti hawa nafsu dan meninggalkan perintah Allah

(Al-Jatsiyah 23)

 

12)  Memfitnah atau menuduh tanpa bukti (An-Nur 4)

 

13)  Sihir atau perdukunan

(Al-Baqarah 102)

 

14)  Menyebarkan kerusakan di bumi, merusak masyarakat atau lingkungan

(Al-Baqarah 11–12)

 

15)  Mengingkari janji dan amanah

(Al-Mu’minun 8)

 

16)  Menghina orang lain atau bersikap sombong

(Al-Qasas 83)

 

17)  Mengambil hak anak yatim secara tidak sah

(An-Nisa 10)

 

18)  Menyakiti orang miskin atau tidak memberi hak fakir miskin

(Al-Baqarah 177)

 

19)  Merusak masjid atau tempat ibadah

(Al-Baqarah 114)

 

20)  Menipu dalam timbangan atau takaran saat jual beli

(Al-Mutaffifin 1–3)

 

Cara mudah mengingat:

 

1)        Ayatnya menyuruh “jangan” melakukan sesuatu.

 

2)        Atau perbuatannya merusak diri sendiri, orang lain, atau Masyarakat

 

3)        Maka itu perbuatan haram.

 

Intinya:

 

1)        Benda haram

Fokus pada barangnya (misal babi, darah, khamr).

 

2)        Perbuatan haram

Fokus pada aksi manusia (misal zina, riba, mencuri).

 

3)        Semua larangan Qur’an.

4)        Untuk menjaga tubuh, akal, moral, dan masyarakat.

 

 

Sumber

 

1) Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2) Tafsirq.com

3) ChatGPT

 

 

0 comments:

Post a Comment