Saturday, February 21, 2026

54998. BENTUK UJIAN BAGI ORANG BERIMAN DI QURAN

 


BENTUK UJIAN BAGI ORANG BERIMAN DI QURAN

Oleh: Drs HM Yusron Hadi, MM

 

 

 

Dalam Al-Qur’an

 

1)        Ujian (fitnah, bala’, ibtilā’)

2)        Sunatullah bagi orang beriman.

 

3)        Allah tegaskan

4)        Bahwa iman pasti diuji.

 

5)        Agar terlihat kualitasnya.

6)        QS Al-‘Ankabut: 2–3.

 

Bentuk ujian bagi orang beriman.

Dalam Al-Qur’an.

 

Yaitu ujian:

1)        Ketakutan & Ancaman

2)        Kelaparan & Kekurangan Ekonomi

 

3)        Kehilangan Harta & Jiwa

4)        Kesehatan & Penyakit

 

5)        Kekuasaan & Jabatan

6)        Kekayaan & Kenikmatan

 

7)        Anak & Keluarga

8)        Fitnah Ideologi & Kesyirikan

 

9)        Perintah yang Berat

10)  Kemenangan & Kesuksesan

 

11)  Penundaan Doa

 

1️ Ujian Ketakutan & Ancaman

QS Al-Baqarah (2:155)


وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

 

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikan berita gembira kepada orang yang sabar.

 

Catatan.

 

1)        Ujian berupa:

 

a.        Rasa takut perang

b.        Ancaman musuh

 

c.        Teror.

d.        Tekanan politik

 

2)        Contoh:

 

a.        Kaum Muslim diuji Perang Badar dan Uhud

 

b.        Bani Israil diuji Fir’aun (kisah Nabi Musa)

 

3)        Tujuan:

 

a.        Melatih tawakal.

b.        Keberanian iman.

 

2️ Ujian Kelaparan & Kekurangan Ekonomi

 

QS Al-Baqarah (2:155)

 

1)        Ujian berupa:

a.                Krisis pangan

b.                Kemiskinan

c.                Kekurangan harta

 

1)        Contoh:

a.        Tahun paceklik zaman Nabi Yusuf

 

2)        Tujuan: Melatih sabar dan syukur.

 

3️ Ujian Kehilangan Harta & Jiwa

 

QS Al-Baqarah (2:155)

 

1)                Ujian:

 

a.        Bangkrut

b.        Kematian keluarga

c.        Kehilangan orang tercinta

2)                Contoh:

 

a.                Nabi Ayub kehilangan harta dan keluarga

 

3)                Tujuan: Menguatkan keteguhan iman.

 

4️ Ujian Kesehatan & Penyakit

 

QS Al-Anbiya(21:83-84)

 

وَأَيُّوبَ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

 

83. dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya: "(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang".

 

فَاسْتَجَبْنَا لَهُ فَكَشَفْنَا مَا بِهِ مِنْ ضُرٍّ ۖ وَآتَيْنَاهُ أَهْلَهُ وَمِثْلَهُمْ مَعَهُمْ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِنَا وَذِكْرَىٰ لِلْعَابِدِينَ

 

84. Maka Kami memperkenankan seruannya, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah.

 

Catatan.

1)        Ujian berupa:

 

a.        Sakit berat

b.        Cacat

c.        Lemah fisik

 

2)        Contoh:

a.        Penyakit panjang Nabi Ayub

 

3)        Tujuan:

 

a.        Membersihkan dosa.

b.        Menaikkan derajat.

 

5️ Ujian Kekuasaan & Jabatan

 

QS Sad (38:34)


وَلَقَدْ فَتَنَّا سُلَيْمَانَ وَأَلْقَيْنَا عَلَىٰ كُرْسِيِّهِ جَسَدًا ثُمَّ أَنَابَ

 

Dan sesungguhnya Kami telah menguji Sulaiman dan Kami jadikan (dia) tergeletak di atas kursinya sebagai tubuh (yang lemah karena sakit), kemudian ia bertobat.

 

Catatan.

1)        Ujian berupa:

 

a.        Kekuasaan besar

b.        Pengaruh

c.        Otoritas politik

 

2)        Contoh:

a.        Nabi Sulaiman dengan kerajaan besar

 

3)        Bahaya:

a.        Lupa diri

b.        Zalim.

 

4)        Tujuan: Menguji amanah.

 

6️ Ujian Kekayaan & Kenikmatan

 

QS Al-Fajr (89:15-16)


فَأَمَّا الْإِنْسَانُ إِذَا مَا ابْتَلَاهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَكْرَمَنِ

 

15. Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia akan berkata: "Tuhanku telah memuliakanku".

 

وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلَاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِ

 

16. Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezekinya maka dia berkata: "Tuhanku menghinaku".

 

Catatan.

1)        Ujian berupa:

 

a.        Harta melimpah

b.        Popularitas

c.        Kemudahan hidup

 

2)        Contoh negatif:

a.        Qarun (kisah Nabi Musa)

 

3)        Catatan penting:

 

a.        Nikmat juga ujian.

b.        Tak selalu tanda cinta Allah.

 

7️ Ujian Anak & Keluarga

 

QS Al-Anfal (8:28)


وَاعْلَمُوا أَنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ

 

Dan ketahuil bahwa hartamu dan anak-anakmu hanya sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah pahala yang besar.

 

Catatan.

 

1)        Ujian berupa:

 

a.        Anak sebagai cobaan

b.        Keluarga yang menentang iman

 

2)        Contoh:

a.        Nabi Ibrahim diperintah menyembelih putranya

 

3)        Tujuan:

Menguji prioritas cinta pada Allah.

 

8️ Ujian Fitnah Ideologi & Kesyirikan

 

QS Al-Ankabut (29:10)


وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ آمَنَّا بِاللَّهِ فَإِذَا أُوذِيَ فِي اللَّهِ جَعَلَ فِتْنَةَ النَّاسِ كَعَذَابِ اللَّهِ وَلَئِنْ جَاءَ نَصْرٌ مِنْ رَبِّكَ لَيَقُولُنَّ إِنَّا كُنَّا مَعَكُمْ ۚ أَوَلَيْسَ اللَّهُ بِأَعْلَمَ بِمَا فِي صُدُورِ الْعَالَمِينَ

 

Dan di antara manusia ada orang berkata: "Kami beriman kepada Allah", maka apabila ia disakiti (karena ia beriman) kepada Allah, ia menganggap fitnah manusia sebagai azab Allah. Dan sungguh jika datang pertolongan dari Tuhanmu, mereka pasti akan berkata: "Sesungguhnya kami besertamu". Bukankah Allah lebih mengetahui apa yang ada dalam dada semua manusia?

 

Catatan.

1)        Ujian berupa:

 

a.        Tekanan agar tinggalkan iman

b.        Propaganda sesat

c.        Ancaman social

 

1)        Contoh:

a.        Tekanan pada Nabi Muhammad di Mekah

 

2)        Tujuan: Menguji istiqamah tauhid.

 

9️ Ujian Perintah yang Berat

 

QS Al-Baqarah (2:216)


كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

 

Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.

 

Catatan.

1)        Ujian berupa:

 

a.        Perintah jihad

b.        Puasa

c.        Perintah tak sesuai hawa nafsu

 

2)        Tujuan: Menguji ketaatan.

 

🔟 Ujian Kemenangan & Kesuksesan

 

QS Ali Imran (3:152)


وَلَقَدْ صَدَقَكُمُ اللَّهُ وَعْدَهُ إِذْ تَحُسُّونَهُمْ بِإِذْنِهِ ۖ حَتَّىٰ إِذَا فَشِلْتُمْ وَتَنَازَعْتُمْ فِي الْأَمْرِ وَعَصَيْتُمْ مِنْ بَعْدِ مَا أَرَاكُمْ مَا تُحِبُّونَ ۚ مِنْكُمْ مَنْ يُرِيدُ الدُّنْيَا وَمِنْكُمْ مَنْ يُرِيدُ الْآخِرَةَ ۚ ثُمَّ صَرَفَكُمْ عَنْهُمْ لِيَبْتَلِيَكُمْ ۖ وَلَقَدْ عَفَا عَنْكُمْ ۗ وَاللَّهُ ذُو فَضْلٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ

 

Dan sesungguhnya Allah telah memenuhi janji-Nya kepada kamu, ketika kamu membunuh mereka dengan izin-Nya sampai pada saat kamu lemah dan berselisih dalam urusan itu dan mendurhakai perintah (Rasul) sesudah Allah memperlihatkan kepadamu apa yang kamu sukai. Di antaramu ada orang yang menghendaki dunia dan ada orang yang menghendaki akhirat. Kemudian Allah memalingkan kamu dari mereka untuk menguji kamu, dan sesunguhnya Allah telah memaafkan kamu. Dan Allah mempunyai karunia (yang dilimpahkan) atas orang orang yang beriman.

Catatan.

1)        Ujian berupa:

 

a.        Menang perang

b.        Sukses dakwah

c.        Banyak pengikut

 

2)        Contoh:

a.        Menang Perang Uhud

 

3)        Bahaya:

 

a.        Lalai dan sombong.

b.        Setelah menang.

 

1️1️⃣ Ujian Penundaan Doa

 

QS Al-Baqarah (2:214)


أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ ۖ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَاءُ وَالضَّرَّاءُ وَزُلْزِلُوا حَتَّىٰ يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ مَتَىٰ نَصْرُ اللَّهِ ۗ أَلَا إِنَّ نَصْرَ اللَّهِ قَرِيبٌ

 

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang padamu (cobaan) seperti halnya orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa  malapetaka dan sengsara, serta digoncangkan (dengan bermacam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang beriman bersamanya: "Kapan datangnya pertolongan Allah?" Ingat, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.

 

Catatan.

1)                Orang beriman diuji.

 

2)                Sampai berkata:

“Kapan pertolongan Allah?”

 

3)                Tujuan: Menguatkan kesabaran jangka panjang.

 

1️2️⃣ Ujian Perpecahan & Konflik Internal

 

QS Ali Imran (3:179)


مَا كَانَ اللَّهُ لِيَذَرَ الْمُؤْمِنِينَ عَلَىٰ مَا أَنْتُمْ عَلَيْهِ حَتَّىٰ يَمِيزَ الْخَبِيثَ مِنَ الطَّيِّبِ ۗ وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُطْلِعَكُمْ عَلَى الْغَيْبِ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَجْتَبِي مِنْ رُسُلِهِ مَنْ يَشَاءُ ۖ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ ۚ وَإِنْ تُؤْمِنُوا وَتَتَّقُوا فَلَكُمْ أَجْرٌ عَظِيمٌ

 

Allah sekali-kali tidak akan membiarkan orang-orang beriman dalam keadaan kamu sekarang ini, sehingga Dia menyisihkan yang buruk (munafik) dari yang baik (mukmin). Dan Allah sekali-kali tidak akan memperlihatkan kepada kamu hal yang gaib, tetapi Allah memilih siapa yang dikehendaki-Nya di antara rasul-rasul-Nya. Karena itu berimanlah kepada Allah dan rasul-rasul-Nya; dan jika kamu beriman dan bertakwa, maka bagimu pahala yang besar.

 

Catatan.

1)        Ujian berupa:

 

a.        Munculnya munafik

b.        Perbedaan pendapat

c.        Fitnah dalam barisan sendiri

 

2)        Contoh:

a.        Kaum munafik Madinah zaman Nabi Muhammad

 

Kesimpulan

Menurut Al-Qur’an:

Ujian:

 

1)        Bukan tanda Allah benci

2)        Tak selalu musibah

 

3)        Bisa berupa nikmat

4)        Bertujuan memurnikan iman

 

QS Al-Mulk (67:2)


الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ

 

Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun,

 

Catatan.

1)        “Hidup dan mati untuk menguji siapa yang terbaik amalnya.”

 

 

Sumber

 

1) Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2) Tafsirq.com

3) ChatGPT

 

0 comments:

Post a Comment