LOGIKA ADANYA TUHAN IBNU SINA DAN
QURAN
Oleh:
Drs HM Yusron Hadi, MM
A.
Logika Adanya Tuhan
Versi Ibnu Sina
1)
Ibnu Sina membuktikan Tuhan.
2)
Dengan logika akal murni.
3)
Bukan dalil wahyu dulu.
4)
Konsep Kunci:
a.
Wajibul Wujud & Mumkinul Wujud
1.
Mumkinul Wujud (Yang Mungkin Ada)
1)
Contoh:
a.
Manusia
b.
Pohon
c.
Planet
d.
Alam semesta
2)
Semua ini:
a.
Bisa ada
b.
Bisa tidak ada
c.
Bergantung pada sebab
3)
Misalnya:
a.
Kita ada, karena orang tua.
b.
Orang tua ada, karena kakek-nenek.
c.
Terus mundur ke belakang.
4)
Jika semua bergantung.
5)
Maka muncul pertanyaan:
a.
Rantai sebab ini berhenti di mana?
b.
Jika tak ada ujungnya.
c.
Maka tak akan pernah ada sesuatu.
d.
Seperti sekarang.
6)
Karena faktanya sesuatu itu ada.
7)
Maka:
8)
Harus Ada Yang Tidak Bergantung
9)
Inilah yang disebut:
a.
Wajibul Wujud (Yang Pasti Ada)
b.
Tidak bergantung
c.
Tidak diciptakan
d.
Tidak butuh sebab
e.
Sumber segala sebab
f. Itulah Tuhan.
10) Ibnu Sina simpulkan:
a.
Sesuatu yang wajib ada
b.
Hanya 1.
c.
Tak berbilang.
d.
Tak bergantung.
e.
Tak berubah.
11) Secara logika.
12) Cocok dengan konsep tauhid.
B.
Logika Adanya Tuhan
Versi Al-Qur'an
1)
Al-Qur'an juga pakai logika.
2)
Tak sekadar perintah percaya.
Dalil Logika Al-Qur'an
Yaitu:
1)
Mustahil Ada Tanpa Sebab
2)
Keteraturan Alam
3)
Jika Tuhan Lebih dari Satu, Maka Semua
Rusak
1️⃣ Mustahil Ada Tanpa Sebab
QS At-Tur (52:35)
أَمْ خُلِقُوا مِنْ غَيْرِ شَيْءٍ أَمْ هُمُ الْخَالِقُونَ
Apakah mereka diciptakan
tanpa sesuatupun atau mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)?
Catatan.
1)
“Apakah mereka tercipta tanpa sesuatu?
Atau mereka yang menciptakan diri mereka sendiri?”
2)
Ini logika sederhana:
- Mustahil ada tanpa sebab.
- Mustahil menciptakan diri sendiri.
- Maka pasti ada Pencipta.
2️⃣ Keteraturan Alam
QS Al-Mulk (67:3)
الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ طِبَاقًا ۖ مَا تَرَىٰ فِي خَلْقِ الرَّحْمَٰنِ
مِنْ تَفَاوُتٍ ۖ فَارْجِعِ الْبَصَرَ هَلْ تَرَىٰ مِنْ فُطُورٍ
3. Yang telah menciptakan 7 langit berlapis-lapis. Kamu
sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang
tidak seimbang. Maka lihat berulang-ulang, apakah kamu lihat sesuatu yang tidak
seimbang?
Catatan.
1)
Semua ciptaan Allah seimbang.
2)
Alam semesta serba seimbang.
3)
Artinya:
- Alam semesta punya hukum.
- Teratur.
- Presisi.
1)
Hal yang teratur.
2)
Pasti ada perancang.
3️⃣ Jika Tuhan lebih dari satu, maka alam semesta rusak.
QS Al-Anbiya (21:22)
لَوْ كَانَ فِيهِمَا آلِهَةٌ إِلَّا اللَّهُ لَفَسَدَتَا ۚ فَسُبْحَانَ اللَّهِ
رَبِّ الْعَرْشِ عَمَّا يَصِفُونَ
Sekiranya ada di langit
dan di bumi tuhan-tuhan selain Allah, tentu keduanya telah rusak binasa. Maka
Maha Suci Allah yang mempunyai 'Arsy dari apa yang mereka sifatkan.
Catatan.
1)
Jika ada tuhan selain Allah.
2)
Maka pasti langit dan bumi rusak.
3)
Logikanya:
- Ada 2 penguasa absolut → konflik.
- Konflik absolut → kehancuran.
- Alam tak hancur → Tuhan satu.
Kesimpulan:
1)
Ibnu Sina membuktikan Tuhan lewat
akal.
2)
Al-Qur'an mengajak akal berpikir.
3)
Keduanya bertemu pada:
a.
Tuhan itu 1.
b.
Wajib ada.
c.
Tak bergantung.
d.
Sumber segala sesuatu.
4️⃣ Versi Sangat Sederhana
1)
Kalau semua butuh sebab…
2)
Maka harus ada:
a.
Sesuatu yang tak butuh sebab.
b.
Jika tidak, maka tiada apa-apa
sekarang.
3)
Dan karena sesuatu ada…
4)
Maka Yang Tidak Butuh Sebab itu ada.
5)
Itulah Tuhan.
Sumber
1) Tafsir
Quran Perkata DR M Hatta.
2) Tafsirq.com
3) ChatGPT
.jpeg)
0 comments:
Post a Comment