Saturday, February 21, 2026

55000. CARA MENAGIH JANJI KAMPANYE

 


CARA MENAGIH JANJI KAMPANYE PEMIMPIN

Oleh: Drs HM Yusron Hadi, MM

 

 

 

Dalam perspektif Qur’an.

 

1)        Jabatan adalah Amanah.

2)        Janji publik bagian amanah.

 

3)        Maka rakyat berhak mengingatkan.

4)        Dengan adil dan bermartabat.

 

Cara Menagih Janji Kampanye Pemimpin Menurut Al-Qur’an

 

Yaitu:

1)        Ingatkan Bahwa Jabatan Itu Amanah

2)        Tegaskan Kewajiban Menepati Janji

 

3)        Gunakan Musyawarah (Bukan Kekacauan)

 

4)        Kritik dengan Adil

5)        Teladan Para Nabi dalam Mengingatkan Kekuasaan

 

1️ Ingatkan Bahwa Jabatan Itu Amanah

 

QS. An-Nisa (4:58)


۞ إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ ۚ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا

 

Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

 

Catatan.

1)        “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak…”

 

2)        Janji kampanye = amanah publik.

 

3)        Cara menagih:

 

a.        Sampaikan bahwa pemimpin akan dimintai tanggung jawab.

 

b.        Tak hanya di dunia.

 

c.        Tapi juga di akhirat.

 

2️ Tegaskan Kewajiban Menepati Janji

 

QS. Al-Ma’idah (5:1)


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَوْفُوا بِالْعُقُودِ ۚ أُحِلَّتْ لَكُمْ بَهِيمَةُ الْأَنْعَامِ إِلَّا مَا يُتْلَىٰ عَلَيْكُمْ غَيْرَ مُحِلِّي الصَّيْدِ وَأَنْتُمْ حُرُمٌ ۗ إِنَّ اللَّهَ يَحْكُمُ مَا يُرِيدُ

 

Hai orang-orang beriman, penuhi aqad-aqad itu. Dihalalkan bagimu binatang ternak, kecuali yang akan dibacakan kepadamu. (Yang demikian) dengan tidak menghalalkan berburu ketika kamu sedang mengerjakan haji. Sesungguhnya Allah menetapkan hukum menurut yang dikehendaki-Nya.

 

Catatan.

1)        “Wahai orang-orang beriman, penuhi janji-janji.”

 

QS. As-Saf (61:2-3)


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ

 

2. Wahai orang-orang beriman, kenapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?

 

كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ

 

3. Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan hal yang tidak kamu kerjakan.

 

Catatan.

1)        “Mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?”

 

2)        Cara menagih:

 

 

a.        Bandingkan janji dengan realisasi  objektif

 

b.        Tanyakan progres secara terbuka

c.        Tanyakan kemajuan

 

d.        Perkembangan ke arah yang lebih baik

e.        Proses menuju peningkatan

 

f.  Gunakan data.

g.        Bukan emosi

 

3️ Gunakan Musyawarah (Bukan Kekacauan)

 

QS. Asy-Syura (42:38)

 

وَالَّذِينَ اسْتَجَابُوا لِرَبِّهِمْ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَمْرُهُمْ شُورَىٰ بَيْنَهُمْ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ

 

Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan salat, sedangkan urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarat antara mereka; dan mereka menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka.

 

Catatatn.

1)        Allah memuji orang yang bermusyawarah.

 

2)        Cara Qur’ani:

 

 

  1. Sampaikan aspirasi lewat forum resmi
  2. Gunakan dialog public

 

  1. Ajukan audiensi atau surat terbuka
  2. Hindari fitnah dan hoaks

 

4️ Kritik dengan Adil

 

QS. Al-Ma’idah (5:8)

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

 

Hai orang-orang beriman hendaklah kamu jadi orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan jangan sekali-kali kebencianmu pada suatu kaum, mendorong kamu berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

 

Catatan.

1)        “Jangan kebencian suatu kaum membuat kamu tidak adil.”

 

2)         Artinya:

 

3)        Kritik harus fokus pada kebijakan.

4)        Bukan menyerang pribadi.

 

5️ Teladan Para Nabi dalam Mengingatkan Kekuasaan

 

 

1)        Nabi Musa berdialog tegas dengan Firaun.

 

2)        Nabi Muhammad tetap menyampaikan kebenaran kepada elite Mekah.

 

3)        Tanpa kekerasan.

 

4)         Pelajaran:

 

a.        Menegur penguasa bagian tanggung jawab moral.

 

b.        Tapi dilakukan dengan sopan dan akhlak.

 

Langkah Praktis

Versi Qur’ani

 

1)        Catat janji yang pernah diucapkan

2)        Kumpulkan data realisasi

 

3)        Sampaikan  tertulis atau forum dialog

 

4)        Gunakan bahasa santun dan argumentative

 

5)        Jika tidak ditanggapi.

6)        Maka gunakan mekanisme hukum.

 

7)        Lewat kontrol publik yang sah

 

Kesimpulan

 

Menagih janji kampanye

Dalam Islam:

 

1)        Bukan makar

2)        Bukan kebencian

 

3)        Tapi amar makruf nahi mungkar

4)        Harus adil, objektif, dan beradab

 

Contoh

 

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Yang Terhormat Bapak/Ibu ___________,
Pemimpin ___________

 

Semoga Allah senantiasa memberikan kekuatan, keikhlasan, dan petunjuk dalam menjalankan amanah kepemimpinan.

 

Perkenankan kami sebagai bagian dari masyarakat yang dahulu memberikan kepercayaan, menyampaikan pengingat dengan penuh hormat.

 

Dalam masa kampanye, telah disampaikan beberapa janji dan komitmen mulia demi kesejahteraan rakyat, keadilan sosial, serta kemajuan bersama.

 

Janji tersebut bukan sekadar kata-kata, melainkan amanah publik yang bernilai besar di sisi Allah dan masyarakat.

 

Sebagaimana firman Allah: “Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah janji-janji.”

 

Dan juga peringatan-Nya: “Mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?”

Kami meyakini bahwa jabatan adalah titipan, dan setiap titipan akan dimintai pertanggungjawaban.

 

Oleh karena itu, melalui surat ini kami memohon dengan hormat:

 

1.        Penjelasan terbuka mengenai progres realisasi janji-janji yang telah disampaikan.

 

2.        Timeline atau langkah konkret yang sedang dan akan dilakukan.

 

3.        Ruang dialog agar masyarakat dapat memahami tantangan dan solusi yang diupayakan.

 

 

Kami menyampaikan ini bukan dalam semangat permusuhan, melainkan dalam semangat musyawarah dan amar ma’ruf nahi munkar.

 

Kritik yang kami sampaikan adalah bentuk kepedulian, bukan kebencian.

 

Harapan kami sederhana: agar kepercayaan rakyat dijaga dengan integritas dan transparansi.

 

Semoga Allah memudahkan setiap langkah yang berpihak kepada keadilan dan kemaslahatan, serta menjauhkan dari kelalaian terhadap amanah.

 

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Hormat kami,

Yusron Hadi Tauhid

 

Sumber

 

1) Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2) Tafsirq.com

3) ChatGPT

 

 

0 comments:

Post a Comment