Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Showing posts with label KENAPA ALLAH KIRIM WAHYU LEWAT BUTUSAN. Show all posts
Showing posts with label KENAPA ALLAH KIRIM WAHYU LEWAT BUTUSAN. Show all posts

Thursday, January 8, 2026

54600. KENAPA ALLAH KIRIM WAHYU LEWAT UTUSAN

 



KENAPA ALLAH KIRIM WAHYU PAKAI UTUSAN RASUL

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

 

Kenapa Allah mengirim wahyu

Lewat utusan (Nabi/Rasul)?

 

Jawaban.

 

1)        Agar pesan Allah bisa dipahami manusia

 

2)        Manusia tak kuat menerima wahyu langsung

 

3)        Agar wahyu bisa dicontoh dalam kehidupan nyata

 

4)        Agar manusia tak punya alasan menolak kebenaran

 

5)        Manusia lebih mudah menerima sesama manusia

 

6)        Membedakan yang taat dan yang menolak

 

A.         Supaya pesan Allah bisa dipahami manusia

 

 

QS. Ibrahim (14:4)


وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ رَسُولٍ إِلَّا بِلِسَانِ قَوْمِهِ لِيُبَيِّنَ لَهُمْ ۖ فَيُضِلُّ اللَّهُ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُ ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

 

Kami tidak mengutus seorang rasul, melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka. Maka Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki, dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Dia Tuhan Yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.

 

Catatan

1)        “Kami tak mengutus seorang rasul pun melainkan dengan bahasa kaumnya.”

 

2)        Maksudnya:

3)        Jika wahyu langsung tanpa perantara.

4)        Maka manusia tak paham.

 

5)        Nabi menjelaskan wahyu dengan bahasa manusia.

 

6)        Bukan bahasa langit.

 

 

B.         Manusia tak kuat terima wahyu langsung

 

QS. Al-Hasyr (59:21)


لَوْ أَنْزَلْنَا هَٰذَا الْقُرْآنَ عَلَىٰ جَبَلٍ لَرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُتَصَدِّعًا مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ ۚ وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ

 

Kalau sekiranya Kami turunkan Al-Quran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah sebab takut kepada Allah. Dan perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berpikir.

 

Catatan.

1)        “Sekiranya Kami turunkan Al-Qur’an ini kepada sebuah gunung, pasti gunung itu hancur.”

 

2)        Artinya:

3)        Gunung saja hancur, apalagi manusia.

 

4)        Maka Allah pilih utusan.

5)        Agar wahyu bisa diterima sedikit demi sedikit.

 

 

C.         Agar wahyu bisa dicontoh dalam kehidupan nyata

 

 

QS. Al-Ahzab (33:21)


لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

 

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.

 

Catatan.

 

1)        “Sungguh pada diri Rasulullah ada teladan yang baik.”

 

2)        Manusia butuh contoh hidup.

3)        Tak hanya perintah tertulis.

 

4)        Nabi tunjukkan cara salat, akhlak, jujur, sabar.

 

 

D.         Manusia tak punya alasan menolak kebenaran

 

 

QS. An-Nisa (4:165)


رُسُلًا مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ لِئَلَّا يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَى اللَّهِ حُجَّةٌ بَعْدَ الرُّسُلِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا

 

(Mereka Kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar supaya tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya rasul-rasul itu. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

 

Catatan.

1)        “Para rasul pembawa kabar gembira dan peringatan, agar manusia tak punya alasan di depan Allah.”

 

2)        Jika tak ada utusan.

 

 

3)        Maka manusia berkata:

“Kami tidak tahu.”

 

4)        Dengan adanya Nabi.

5)        Alasan itu gugur.

 

 

E.         Manusia lebih mudah menerima sesama manusia

 

QS. Yunus (10:2)


أَكَانَ لِلنَّاسِ عَجَبًا أَنْ أَوْحَيْنَا إِلَىٰ رَجُلٍ مِنْهُمْ أَنْ أَنْذِرِ النَّاسَ وَبَشِّرِ الَّذِينَ آمَنُوا أَنَّ لَهُمْ قَدَمَ صِدْقٍ عِنْدَ رَبِّهِمْ ۗ قَالَ الْكَافِرُونَ إِنَّ هَٰذَا لَسَاحِرٌ مُبِينٌ

 

Patutkah menjadi keheranan bagi manusia bahwa Kami mewahyukan kepada seorang laki-laki di antara mereka: "Berilah peringatan kepada manusia dan gembirakan orang-orang beriman bahwa mereka punya kedudukan tinggi di sisi Tuhan mereka". Orang-orang kafir berkata: "Sesungguhnya orang ini (Muhammad) benar-benar tukang sihir yang nyata".

 

Catatan.

1)        “Apakah manusia heran jika Kami wahyukan kepada seorang lelaki di antara mereka?”

 

2)        Utusan dari manusia.

3)        Membuat dakwah terasa dekat, nyata, dan masuk akal.

 

 

F.          Untuk membedakan yang taat dan  menolak

 

(QS. Al-Baqarah (2:143)


وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيدًا ۗ وَمَا جَعَلْنَا الْقِبْلَةَ الَّتِي كُنْتَ عَلَيْهَا إِلَّا لِنَعْلَمَ مَنْ يَتَّبِعُ الرَّسُولَ مِمَّنْ يَنْقَلِبُ عَلَىٰ عَقِبَيْهِ ۚ وَإِنْ كَانَتْ لَكَبِيرَةً إِلَّا عَلَى الَّذِينَ هَدَى اللَّهُ ۗ وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُضِيعَ إِيمَانَكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ بِالنَّاسِ لَرَءُوفٌ رَحِيمٌ

 

Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa ikut Rasul dan siapa membelot. Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah; dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia.

 

Catatan.

1)        “Agar Allah tahu siapa ikut rasul dan siapa berpaling.”

 

2)        Utusan jadi ujian iman.

 

3)        Siapa ikut kebenaran atau menolak

 

4)        Karena ego dan kepentingan dunia.

 

Kesimpulan

1)         Wahyu pakai utusan agar mudah dipahami

 

2)        Manusia tak sanggup terima wahyu langsung

 

3)        Nabi jadi contoh hidup, bukan teori

 

4)        Supaya manusia tidak punya alasan di akhirat

 

5)        Dakwah jadi dekat dan nyata

 

 

Kenapa Allah Mengirim Wahyu Pakai Utusan?

(Versi Siswa)

 

1)        Supaya manusia paham.

2)        Allah kirim nabi dari manusia.

 

3)        Pakai bahasa kaumnya.

4)        Agar wahyu bisa dipahami.

 

5)        Manusia tak kuat terima wahyu langsung

6)        Wahyu Allah sangat berat.

 

7)        Kalau turun langsung.

8)        Manusia tak sanggup menerimanya.

 

9)        Agar ada contoh nyata

10)  Nabi tak hanya sampaikan wahyu.

 

11)  Tapi juga contoh cara hidup yang benar.

12)  Agar manusia tak bisa alasan di akhirat

13)  Karena ada nabi yang menjelaskan.

 

14)  Manusia tak bisa berkata “kami tak tahu”.

15)  Manusia lebih mudah menerima sesama manusia

 

16)  Utusan dari manusia.

17)  Membuat ajaran Allah.

18)  Terasa dekat dan masuk akal.

 

Analogi teknologi

Kenapa Allah kirim wahyu

Lewat utusan (nabi/rasul)

 

1.        Server → Aplikasi Resmi → Pengguna

 

1)        Allah = server pusat (sumber kebenaran)

2)        Wahyu = data penting

 

3)        Nabi/Rasul = aplikasi resmi

4)        Manusia = pengguna

 

Data dari server

1)        Tak dikirim langsung mentah.

2)        Tapi lewat aplikasi resmi

 

3)        Agar:

  1. aman,
  2. tidak rusak,
  3. mudah dipahami.

 

1)        Tanpa aplikasi resmi

2)        Data error / salah tafsir.

 

2.        CEO → Manajer → Karyawan

 

1)        Allah = CEO

2)        Wahyu = kebijakan perusahaan

 

3)        Nabi/Rasul = manajer terpercaya

4)        Manusia = karyawan

 

CEO tak bicara

1)        Pada semua karyawan satu per satu.

2)        Tapi lewat orang paham, jujur, dan dipercaya

 

3)        Agar pesan:

  1. sama,
  2. tak simpang siur,
  3. bisa dilaksanakan.

 

3.        Sinyal Satelit → Receiver → TV

 

1)        Wahyu = sinyal sangat kuat

2)        Nabi = receiver/parabola

3)        Manusia = TV

 

Kalau TV terima sinyal satelit langsung:

1)        Rusak

2)        Tak terbaca

 

3)        Harus ada alat perantara

4)        Yang sesuai kapasitas.

 

4.        File Penting → Format → Dibuka

 

1)                Wahyu Allah = file besar & kompleks

2)                Nabi = converter/decoder

3)                Manusia = pengguna

 

Tanpa converter:

1)        file tidak bisa dibuka,

2)        salah baca,

3)        rusak.

 

5.        Bahasa Tinggi → Bahasa Manusia

 

Allah berfirman:

“Kami tidak mengutus seorang rasul pun melainkan dengan bahasa kaumnya.”
(QS. Ibrahim: 4)

 

1)        Artinya:

2)        Wahyu harus diterjemahkan ke bahasa manusia,

 

3)        Disampaikan dengan contoh nyata.

4)        Bukan teori kosong.

 

Kesimpulan

Allah kirim wahyu lewat utusan

Karena:

1)        Manusia terbatas

2)        Wahyu sangat agung

 

3)        Perlu contoh hidup

4)        Agar pesan tidak rusak

 

5)        Supaya bisa diamalkan.

6)        Tak hanya didengar


Ringkasnya:

1)        Seperti update sistem penting.

2)        Tak dikirim mentah.

 

3)        Tapi lewat aplikasi resmi

4)        Agar aman, jelas, dan bisa dipakai.

 

1️ Guru Kirim Materi Lewat Guru Kelas

 

1)        Allah = kepala sekolah

2)        Wahyu = aturan & pelajaran penting

 

3)        Nabi = guru kelas

4)        Manusia = siswa

 

Kepala sekolah

1)        Tak langsung ajar semua siswa.

2)        Tapi lewat guru

 

3)        Agar:

  1. pelajaran jelas,
  2. mudah dipahami,
  3. ada contoh langsung.

 

2️ HP Perlu Aplikasi

 

1)                Wahyu Allah = data penting

2)                Nabi = aplikasi resmi

3)                Manusia = pengguna HP

 

Kalau data dikirim tanpa aplikasi:

1)                tidak bisa dibuka

2)                bisa error

 

Nabi membuat wahyu

Agar dipahami dan dipraktikkan.

 

3️ Seperti Sinyal WiFi

 

1)        Allah = WiFi sangat kuat

2)        Nabi = router

3)        Manusia = HP

 

HP tak bisa menangkap sinyal kuat langsung

Tapi perlu router

 

Agar:

1)sinyal stabil,

2)tidak rusak,

3)bisa dipakai.

 

4️ Nabi Memberi Contoh Nyata

 

Nabi tak cuma bicara.

Tapi:

 

1)        salat → dicontohkan

2)        jujur → dipraktikkan

3)        sabar → diperlihatkan

 

Jadi manusia tidak bingung.

Kesimpulan

 

Allah kirim wahyu lewat utusan

Karena:

 

1)        Manusia punya batas kemampuan

2)        Wahyu sangat penting

 

3)        Perlu penjelasan & contoh

4)        Agar tak salah paham

5)        Supaya bisa diamalkan

 

Kalimat Mudah Diingat

1)        Aturan penting.

2)        Pasti disampaikan lewat orang yang paham dan bisa menjelaskan.

 

Sumber

1)        Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)        ChatGPT.

 

3)        Copilot.

4)        Cici.

 

5)        Claude.

6)        Grok.

7)        Meta AI