KENAPA ALLAH KIRIM WAHYU PAKAI UTUSAN
RASUL
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM
Kenapa Allah mengirim wahyu
Lewat utusan (Nabi/Rasul)?
Jawaban.
1)
Agar pesan Allah bisa dipahami manusia
2)
Manusia tak kuat menerima wahyu
langsung
3)
Agar wahyu bisa dicontoh dalam
kehidupan nyata
4)
Agar manusia tak punya alasan menolak
kebenaran
5)
Manusia lebih mudah menerima sesama
manusia
6)
Membedakan yang taat dan yang menolak
A.
Supaya pesan Allah bisa dipahami
manusia
QS. Ibrahim (14:4)
وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ رَسُولٍ إِلَّا بِلِسَانِ قَوْمِهِ لِيُبَيِّنَ لَهُمْ ۖ
فَيُضِلُّ اللَّهُ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُ ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ
الْحَكِيمُ
Kami tidak mengutus
seorang rasul, melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya ia dapat memberi
penjelasan dengan terang kepada mereka. Maka Allah menyesatkan siapa yang Dia
kehendaki, dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Dia Tuhan
Yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.
Catatan
1)
“Kami tak mengutus seorang rasul pun
melainkan dengan bahasa kaumnya.”
2)
Maksudnya:
3)
Jika wahyu langsung tanpa perantara.
4)
Maka manusia tak paham.
5)
Nabi menjelaskan wahyu dengan bahasa
manusia.
6)
Bukan bahasa langit.
B.
Manusia tak kuat terima wahyu langsung
QS. Al-Hasyr (59:21)
لَوْ أَنْزَلْنَا هَٰذَا الْقُرْآنَ عَلَىٰ جَبَلٍ لَرَأَيْتَهُ خَاشِعًا
مُتَصَدِّعًا مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ ۚ وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا
لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ
Kalau sekiranya Kami turunkan Al-Quran ini kepada sebuah
gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah sebab takut kepada
Allah. Dan perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berpikir.
Catatan.
1)
“Sekiranya Kami turunkan Al-Qur’an ini
kepada sebuah gunung, pasti gunung itu hancur.”
2)
Artinya:
3)
Gunung saja hancur, apalagi manusia.
4)
Maka Allah pilih utusan.
5)
Agar wahyu bisa diterima sedikit demi
sedikit.
C.
Agar wahyu bisa dicontoh dalam
kehidupan nyata
QS. Al-Ahzab (33:21)
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو
اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
Sesungguhnya telah ada
pada (diri) Rasulullah suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang
mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut
Allah.
Catatan.
1)
“Sungguh pada diri Rasulullah ada
teladan yang baik.”
2)
Manusia butuh contoh hidup.
3)
Tak hanya perintah tertulis.
4)
Nabi tunjukkan cara salat, akhlak, jujur,
sabar.
D.
Manusia tak punya alasan menolak
kebenaran
QS. An-Nisa (4:165)
رُسُلًا مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ لِئَلَّا يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَى اللَّهِ
حُجَّةٌ بَعْدَ الرُّسُلِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا
(Mereka Kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan
pemberi peringatan agar supaya tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah
sesudah diutusnya rasul-rasul itu. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Catatan.
1)
“Para rasul pembawa kabar gembira dan
peringatan, agar manusia tak punya alasan di depan Allah.”
2)
Jika tak ada utusan.
3)
Maka manusia berkata:
“Kami tidak tahu.”
4)
Dengan adanya Nabi.
5)
Alasan itu gugur.
E.
Manusia lebih mudah menerima sesama
manusia
QS. Yunus (10:2)
أَكَانَ لِلنَّاسِ عَجَبًا أَنْ أَوْحَيْنَا إِلَىٰ رَجُلٍ مِنْهُمْ أَنْ أَنْذِرِ
النَّاسَ وَبَشِّرِ الَّذِينَ آمَنُوا أَنَّ لَهُمْ قَدَمَ صِدْقٍ عِنْدَ
رَبِّهِمْ ۗ قَالَ الْكَافِرُونَ إِنَّ هَٰذَا لَسَاحِرٌ مُبِينٌ
Patutkah menjadi
keheranan bagi manusia bahwa Kami mewahyukan kepada seorang laki-laki di antara
mereka: "Berilah peringatan kepada manusia dan gembirakan orang-orang
beriman bahwa mereka punya kedudukan tinggi di sisi Tuhan mereka".
Orang-orang kafir berkata: "Sesungguhnya orang ini (Muhammad) benar-benar tukang
sihir yang nyata".
Catatan.
1)
“Apakah manusia heran jika Kami
wahyukan kepada seorang lelaki di antara mereka?”
2)
Utusan dari manusia.
3)
Membuat dakwah terasa dekat, nyata,
dan masuk akal.
F.
Untuk membedakan yang taat dan menolak
(QS. Al-Baqarah (2:143)
وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ
وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيدًا ۗ وَمَا جَعَلْنَا الْقِبْلَةَ الَّتِي
كُنْتَ عَلَيْهَا إِلَّا لِنَعْلَمَ مَنْ يَتَّبِعُ الرَّسُولَ مِمَّنْ يَنْقَلِبُ
عَلَىٰ عَقِبَيْهِ ۚ وَإِنْ كَانَتْ لَكَبِيرَةً إِلَّا عَلَى الَّذِينَ هَدَى
اللَّهُ ۗ وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُضِيعَ إِيمَانَكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ بِالنَّاسِ
لَرَءُوفٌ رَحِيمٌ
Dan demikian (pula) Kami
telah menjadikan kamu (umat Islam), umat adil dan pilihan agar kamu menjadi
saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas
(perbuatan) kamu. Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu
(sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa ikut Rasul dan
siapa membelot. Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali
bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah; dan Allah tidak akan
menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
kepada manusia.
Catatan.
1)
“Agar Allah tahu siapa ikut rasul dan
siapa berpaling.”
2)
Utusan jadi ujian iman.
3)
Siapa ikut kebenaran atau menolak
4)
Karena ego dan kepentingan dunia.
Kesimpulan
1)
Wahyu pakai utusan agar mudah dipahami
2)
Manusia tak sanggup terima wahyu langsung
3)
Nabi jadi contoh hidup, bukan teori
4)
Supaya manusia tidak punya alasan di
akhirat
5)
Dakwah jadi dekat dan nyata
Kenapa Allah Mengirim Wahyu Pakai Utusan?
(Versi Siswa)
1)
Supaya manusia paham.
2)
Allah kirim nabi dari manusia.
3)
Pakai bahasa kaumnya.
4)
Agar wahyu bisa dipahami.
5)
Manusia tak kuat terima wahyu langsung
6)
Wahyu Allah sangat berat.
7)
Kalau turun langsung.
8)
Manusia tak sanggup menerimanya.
9)
Agar ada contoh nyata
10) Nabi tak hanya sampaikan wahyu.
11) Tapi juga contoh cara hidup yang benar.
12) Agar manusia tak bisa alasan di akhirat
13) Karena ada nabi yang menjelaskan.
14) Manusia tak bisa berkata “kami tak tahu”.
15) Manusia lebih mudah menerima sesama manusia
16) Utusan dari manusia.
17) Membuat ajaran Allah.
18) Terasa dekat dan masuk akal.
Analogi teknologi
Kenapa Allah kirim wahyu
Lewat utusan (nabi/rasul)
1.
Server → Aplikasi Resmi → Pengguna
1)
Allah = server pusat (sumber
kebenaran)
2)
Wahyu = data penting
3)
Nabi/Rasul = aplikasi resmi
4)
Manusia = pengguna
Data dari server
1)
Tak dikirim langsung mentah.
2)
Tapi lewat aplikasi resmi
3)
Agar:
- aman,
- tidak rusak,
- mudah dipahami.
1)
Tanpa aplikasi resmi
2)
Data error / salah tafsir.
2.
CEO → Manajer → Karyawan
1)
Allah = CEO
2)
Wahyu = kebijakan perusahaan
3)
Nabi/Rasul = manajer terpercaya
4)
Manusia = karyawan
CEO tak bicara
1)
Pada semua karyawan satu per satu.
2)
Tapi lewat orang paham, jujur, dan
dipercaya
3)
Agar pesan:
- sama,
- tak simpang siur,
- bisa dilaksanakan.
3.
Sinyal Satelit → Receiver → TV
1)
Wahyu = sinyal sangat kuat
2)
Nabi = receiver/parabola
3)
Manusia = TV
Kalau TV terima sinyal satelit
langsung:
1)
Rusak
2)
Tak terbaca
3)
Harus ada alat perantara
4)
Yang sesuai kapasitas.
4.
File Penting → Format → Dibuka
1)
Wahyu Allah = file besar &
kompleks
2)
Nabi = converter/decoder
3)
Manusia = pengguna
Tanpa converter:
1)
file tidak bisa dibuka,
2)
salah baca,
3)
rusak.
5.
Bahasa Tinggi → Bahasa Manusia
Allah berfirman:
“Kami tidak mengutus seorang rasul pun
melainkan dengan bahasa kaumnya.”
(QS. Ibrahim: 4)
1)
Artinya:
2)
Wahyu harus diterjemahkan ke bahasa
manusia,
3)
Disampaikan dengan contoh nyata.
4)
Bukan teori kosong.
✅ Kesimpulan
Allah kirim wahyu lewat utusan
Karena:
1)
Manusia terbatas
2)
Wahyu sangat agung
3)
Perlu contoh hidup
4)
Agar pesan tidak rusak
5)
Supaya bisa diamalkan.
6)
Tak hanya didengar
Ringkasnya:
1)
Seperti update sistem penting.
2)
Tak dikirim mentah.
3)
Tapi lewat aplikasi resmi
4)
Agar aman, jelas, dan bisa dipakai.
1️⃣ Guru Kirim Materi Lewat Guru Kelas
1)
Allah = kepala sekolah
2)
Wahyu = aturan & pelajaran penting
3)
Nabi = guru kelas
4)
Manusia = siswa
Kepala sekolah
1)
Tak langsung ajar semua siswa.
2)
Tapi lewat guru
3)
Agar:
- pelajaran jelas,
- mudah dipahami,
- ada contoh langsung.
2️⃣ HP Perlu Aplikasi
1)
Wahyu Allah = data penting
2)
Nabi = aplikasi resmi
3)
Manusia = pengguna HP
Kalau data dikirim tanpa aplikasi:
1)
tidak bisa dibuka
2)
bisa error
Nabi membuat wahyu
Agar dipahami dan dipraktikkan.
3️⃣ Seperti Sinyal WiFi
1)
Allah = WiFi sangat kuat
2)
Nabi = router
3)
Manusia = HP
HP tak bisa menangkap sinyal kuat
langsung
Tapi perlu router
Agar:
1)sinyal stabil,
2)tidak rusak,
3)bisa dipakai.
4️⃣ Nabi Memberi Contoh Nyata
Nabi tak cuma bicara.
Tapi:
1)
salat → dicontohkan
2)
jujur → dipraktikkan
3)
sabar → diperlihatkan
Jadi manusia tidak bingung.
✅ Kesimpulan
Allah kirim wahyu lewat utusan
Karena:
1)
Manusia punya batas kemampuan
2)
Wahyu sangat penting
3)
Perlu penjelasan & contoh
4)
Agar tak salah paham
5)
Supaya bisa diamalkan
Kalimat Mudah Diingat
1)
Aturan penting.
2)
Pasti disampaikan lewat orang yang
paham dan bisa menjelaskan.
Sumber
1)
Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.
2)
ChatGPT.
3)
Copilot.
4)
Cici.
5)
Claude.
6)
Grok.
7)
Meta AI
.bmp)
.bmp)
0 comments:
Post a Comment