Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Showing posts with label MENGAPA MANUSIA MABUK BERKUASA. Show all posts
Showing posts with label MENGAPA MANUSIA MABUK BERKUASA. Show all posts

Friday, January 9, 2026

54620. MENGAPA MANUSIA MABUK BERKUASA

 


MENGAPA MANUSIA MABUK BERKUASA DI QUR’AN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

 

 

Kenapa Manusia Mabuk Berkuasa?

Jawaban Al-Qur’an.

 

Yaitu karena:

 

1)                Merasa Paling Hebat

2)                Lupa bahwa Kekuasaan dari Allah

 

3)                Cinta Dunia dan Jabatan

4)                Merasa Aman dari Hukuman Allah

 

5)                Lingkungan yang Menjilat

 

A.       Merasa Paling Hebat

 

QS. Al-‘Alaq (96:6)


كَلَّا إِنَّ الْإِنْسَانَ لَيَطْغَىٰ

 

Ketahui! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas.

 

Catatan.

1)        “Sekali-kali tidak! Sungguh manusia benar-benar melampaui batas.”

 

2)        Saat punya pangkat dan jabatan.

 

3)        Manusia merasa dirinya paling kuat.

4)        Tak bisa salah.

 

 

B.       Lupa bahwa Kekuasaan dari Allah

 

QS. Ali Imran (3:26)


قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ ۖ بِيَدِكَ الْخَيْرُ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

 

Katakan (Muhammad): "Wahai Tuhan Yang punya kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkau segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.

 

Catatan.

1)        “Katakan: Wahai Allah, Engkau memberi kekuasaan kepada siapa yang Engkau kehendaki…”

 

2)        Jika lupa sumber kekuasaan.

3)        Maka manusia jadi sombong.

 

C.       Cinta Dunia dan Jabatan

 

QS. Al-Fajr (89:20)


وَتُحِبُّونَ الْمَالَ حُبًّا جَمًّا

 

dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan berlebihan.

 

Catatan.

1)        “Kamu cinta harta dengan cinta yang berlebihan.”

 

2)        Jabatan dianggap segalanya.

3)        Bahkan lebih penting daripada kebenaran.

 

 

D.       Merasa Aman dari Hukuman Allah

 

QS. Al-A’raf (7:99)


أَفَأَمِنُوا مَكْرَ اللَّهِ ۚ فَلَا يَأْمَنُ مَكْرَ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْخَاسِرُونَ

 

99. Maka apakah mereka merasa aman dari makar Allah? Tidak ada yang merasa aman dari makar Allah kecuali orang-orang yang merugi.

 

1)        Makrullah (مكر الله)

2)        Makar Allah.

 

3)        Bukan tipu daya seperti manusia.

 

 

4)        Maknanya:

5)        Ketetapan Allah datang tak terduga.

6)        Balasan atas sombong manusia.

 

Tafsir Ibnu Katsir

 

1)        Ayat ini mencela orang yang:

 

a.        Hidup nyaman

b.        Mendapat nikmat

c.        Merasa aman dari azab Allah

 

2)        Allah bisa memberi azab tiba-tiba.

3)        Seperti umat terdahulu.

 

Tafsir Thabari

Mereka tertipu oleh:

 

1)        Kekayaan

2)        Kekuasaan

3)        Stabilitas hidup

 

Lalu mengira semua itu

1)        Tanda rida Allah.

2)        Padahal ujian

3)        Atau penundaan azab.


Analogi Sederhana (Versi Siswa)

 

Seperti:

1)        Siswa melanggar aturan terus-menerus

2)        Tapi belum dihukum

 

3)        Lalu ia merasa:

“Berarti aman, tidak apa-apa.”

 

4)        Padahal:

5)        Hukuman bisa datang sekaligus dan tiba-tiba

Begitu pula makrullah:

1)        Allah membiarkan dulu.

2)        Tak berarti rida.

 

Catatan.

1)        “Apakah mereka merasa aman dari makar Allah?”

 

2)        Merasa tak akan dihukum.

3)        Padahal Allah Maha Mengawasi.

 

 

E.       Lingkungan yang Menjilat

 

QS. Al-Kahfi (18:28)

 

وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ ۖ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطًا

 

Dan bersabarlah kamu bersama dengan orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap rida-Nya; dan jangan kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan jangan kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan keadaannya melewati batas

 

Catatan.

1)        “Jangan kamu ikuti orang yang hatinya Kami lalaikan dari mengingat Kami…”

 

2)        Pejabat sering dikelilingi orang yang selalu memuji

 

3)        Selalu membenarkan.

 

Contoh dalam Al-Qur’an

Fir’aun

 

1)        “Aku tuhanmu yang paling tinggi.”

2)        QS. An-Nazi’at (79:24)

 

3)        Firuan pejabat mabuk kekuasaan

4)        Sampai mengaku tuhan.

 

Nabi Sulaiman

 

1)        “Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mengujiku…”

 

2)        QS. An-Naml (27: 40)

 

3)        Pejabat berkuasa, tapi tetap rendah hati.

 

Kesimpulan

1)        Kekuasaan + lupa Allah = sombong

2)        Kekuasaan + iman = amanah

 

3)        Bukan kekuasaan yang merusak manusia.

 

4)        Tapi manusia yang lupa diri

 

 

KENAPA MANUSIA MABUK BERKUASA MENURUT AL-QUR’AN

VERSI SISWA

 

1.        Merasa Paling Kuat

 

“Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas.”

(QS. Al-‘Alaq: 6)

 

1)        Saat punya kekuasaan.

2)        Merasa tidak butuh orang lain.

 

2.        Lupa pada Allah

 

“Allah memberi kekuasaan kepada siapa yang Dia kehendaki.”

(QS. Ali Imran: 26)

 

1)        Kekuasaan dikira hasil usaha sendiri.

2)        Bukan dari Allah.

 

3.        Cinta Jabatan dan Dunia

 

“Kamu mencintai harta dengan kecintaan berlebihan.”

(QS. Al-Fajr: 20)

 

1)        Jabatan lebih dicintai daripada jujur.

 

4.        Merasa Aman dari Hukuman

 

“Apakah mereka merasa aman dari azab Allah?”

(QS. Al-A’raf: 99)

 

1)        Merasa aman.

2)        Tak diminta tanggung jawab.

 

5.        Dikelilingi Penjilat

 

“Jangan ikuti orang yang lalai dari mengingat Allah.”
(QS. Al-Kahfi: 28)

 

1)        Selalu dipuji.

2)        Tak pernah diingatkan.

 

Contoh di Al-Qur’an

1)        Fir’aun

Mabuk kekuasaan, akhirnya binasa

 

2)        Nabi Sulaiman

Berkuasa tapi rendah hati

 

Kesimpulan (Mudah Diingat)

1)        Kekuasaan tanpa iman = sombong.

2)        Kekuasaan dengan iman = Amanah

 

3)        Jabatan itu ujian.

4)        Bukan kebanggaan

 

Sumber

1)        Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)        ChatGPT.

 

3)        Copilot.

4)        Cici.

 

5)        Claude.

6)        Grok.

7)        Meta AI

 

 

 

Bottom of Form