MENGAPA MANUSIA MABUK BERKUASA DI QUR’AN
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM
Kenapa Manusia Mabuk Berkuasa?
Jawaban Al-Qur’an.
Yaitu karena:
1)
Merasa Paling Hebat
2)
Lupa bahwa Kekuasaan dari Allah
3)
Cinta Dunia dan Jabatan
4)
Merasa Aman dari Hukuman Allah
5)
Lingkungan yang Menjilat
A.
Merasa Paling Hebat
QS. Al-‘Alaq (96:6)
كَلَّا إِنَّ الْإِنْسَانَ لَيَطْغَىٰ
Ketahui! Sesungguhnya
manusia benar-benar melampaui batas.
Catatan.
1)
“Sekali-kali tidak! Sungguh manusia
benar-benar melampaui batas.”
2)
Saat punya pangkat dan jabatan.
3)
Manusia merasa dirinya paling kuat.
4)
Tak bisa salah.
B.
Lupa bahwa Kekuasaan dari Allah
QS. Ali Imran (3:26)
قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ
الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ ۖ
بِيَدِكَ الْخَيْرُ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Katakan (Muhammad):
"Wahai Tuhan Yang punya kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang
yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau
kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang
yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkau segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau
Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Catatan.
1)
“Katakan: Wahai Allah, Engkau memberi
kekuasaan kepada siapa yang Engkau kehendaki…”
2)
Jika lupa sumber kekuasaan.
3)
Maka manusia jadi sombong.
C.
Cinta Dunia dan Jabatan
QS. Al-Fajr (89:20)
وَتُحِبُّونَ الْمَالَ حُبًّا جَمًّا
dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan berlebihan.
Catatan.
1)
“Kamu cinta harta dengan cinta yang
berlebihan.”
2)
Jabatan dianggap segalanya.
3)
Bahkan lebih penting daripada
kebenaran.
D.
Merasa Aman dari Hukuman Allah
QS. Al-A’raf (7:99)
أَفَأَمِنُوا مَكْرَ اللَّهِ ۚ فَلَا يَأْمَنُ مَكْرَ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ
الْخَاسِرُونَ
99. Maka apakah mereka
merasa aman dari makar Allah? Tidak ada yang merasa aman dari makar Allah
kecuali orang-orang yang merugi.
1)
Makrullah (مكر الله)
2)
Makar Allah.
3)
Bukan tipu daya seperti manusia.
4)
Maknanya:
5)
Ketetapan Allah datang tak terduga.
6)
Balasan atas sombong manusia.
Tafsir Ibnu Katsir
1)
Ayat ini mencela orang yang:
a.
Hidup nyaman
b.
Mendapat nikmat
c.
Merasa aman dari azab Allah
2)
Allah bisa memberi azab tiba-tiba.
3)
Seperti umat terdahulu.
Tafsir Thabari
Mereka tertipu oleh:
1)
Kekayaan
2)
Kekuasaan
3)
Stabilitas hidup
Lalu mengira semua itu
1)
Tanda rida Allah.
2)
Padahal ujian
3)
Atau penundaan azab.
Analogi Sederhana (Versi Siswa)
Seperti:
1)
Siswa melanggar aturan terus-menerus
2)
Tapi belum dihukum
3)
Lalu ia merasa:
“Berarti aman, tidak apa-apa.”
4)
Padahal:
5)
Hukuman bisa datang sekaligus dan
tiba-tiba
Begitu pula makrullah:
1)
Allah membiarkan dulu.
2)
Tak berarti rida.
Catatan.
1)
“Apakah mereka merasa aman dari makar
Allah?”
2)
Merasa tak akan dihukum.
3)
Padahal Allah Maha Mengawasi.
E.
Lingkungan yang Menjilat
QS. Al-Kahfi (18:28)
وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ
يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ ۖ وَلَا
تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَلَا تُطِعْ
مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ
فُرُطًا
Dan bersabarlah kamu
bersama dengan orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan
mengharap rida-Nya; dan jangan kedua matamu berpaling dari mereka (karena)
mengharapkan perhiasan dunia ini; dan jangan kamu mengikuti orang yang hatinya
telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan keadaannya
melewati batas
Catatan.
1)
“Jangan kamu ikuti orang yang hatinya
Kami lalaikan dari mengingat Kami…”
2)
Pejabat sering dikelilingi orang yang
selalu memuji
3)
Selalu membenarkan.
Contoh dalam Al-Qur’an
Fir’aun
1)
“Aku tuhanmu yang paling tinggi.”
2)
QS. An-Nazi’at (79:24)
3)
Firuan pejabat mabuk kekuasaan
4)
Sampai mengaku tuhan.
Nabi Sulaiman
1)
“Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mengujiku…”
2)
QS. An-Naml (27: 40)
3)
Pejabat berkuasa, tapi tetap rendah
hati.
Kesimpulan
1)
Kekuasaan + lupa Allah = sombong
2)
Kekuasaan + iman = amanah
3)
Bukan kekuasaan yang merusak manusia.
4)
Tapi manusia yang lupa diri
KENAPA MANUSIA MABUK BERKUASA MENURUT
AL-QUR’AN
VERSI SISWA
1.
Merasa Paling Kuat
“Sesungguhnya manusia benar-benar
melampaui batas.”
(QS. Al-‘Alaq: 6)
1)
Saat punya kekuasaan.
2)
Merasa tidak butuh orang lain.
2.
Lupa pada Allah
“Allah memberi kekuasaan kepada siapa
yang Dia kehendaki.”
(QS. Ali Imran: 26)
1)
Kekuasaan dikira hasil usaha sendiri.
2)
Bukan dari Allah.
3.
Cinta Jabatan dan Dunia
“Kamu mencintai harta dengan kecintaan
berlebihan.”
(QS. Al-Fajr: 20)
1)
Jabatan lebih dicintai daripada jujur.
4.
Merasa Aman dari Hukuman
“Apakah mereka merasa aman dari azab
Allah?”
(QS. Al-A’raf: 99)
1)
Merasa aman.
2)
Tak diminta tanggung jawab.
5.
Dikelilingi Penjilat
“Jangan ikuti orang yang lalai dari
mengingat Allah.”
(QS. Al-Kahfi: 28)
1)
Selalu dipuji.
2)
Tak pernah diingatkan.
Contoh di Al-Qur’an
1)
Fir’aun
Mabuk kekuasaan, akhirnya binasa
2)
Nabi Sulaiman
Berkuasa tapi rendah hati
Kesimpulan (Mudah Diingat)
1)
Kekuasaan tanpa iman = sombong.
2)
Kekuasaan dengan iman = Amanah
3)
Jabatan itu ujian.
4)
Bukan kebanggaan
Sumber
1)
Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.
2)
ChatGPT.
3)
Copilot.
4)
Cici.
5)
Claude.
6)
Grok.
7)
Meta AI



