ORANG PINTAR TERPUJI DAN TERCELA DI
ALQURAN
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM
Penjelasan intelek (orang berilmu)
1)
TERPUJI
2)
TERCELA
Dalam Al-Qur’an
A.
INTELEK / ORANG BERILMU YANG TERPUJI
DI QUR’AN
Intelek terpuji
1)
Orang pintar.
2)
Ilmunya membuat takut pada Allah.
3)
Berbuat baik.
Ciri-ciri intelek terpuji.
1)
Ilmunya membuat rendah hati
2)
Semakin tahu, semakin taat
3)
Ilmunya bermanfaat bagi orang lain
4)
Tidak sombong dengan kepintaran
QS. Fāṭir (35:28)
وَمِنَ النَّاسِ وَالدَّوَابِّ وَالْأَنْعَامِ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ كَذَٰلِكَ ۗ
إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ
غَفُورٌ
Dan demikian (pula) di
antara manusia, binatang melata dan binatang ternak ada yang bermacam-macam
warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-Nya,
hanya ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.
Catatan.
1)
“Sesungguhnya yang paling takut kepada
Allah di antara hamba-Nya adalah orang yang berilmu.”
2)
Artinya sederhana:
3)
Orang pintar yang benar.
4)
Paling takut melanggar perintah Allah.
QS. Az-Zumar (39:9)
أَمَّنْ هُوَ قَانِتٌ آنَاءَ اللَّيْلِ سَاجِدًا وَقَائِمًا يَحْذَرُ الْآخِرَةَ
وَيَرْجُو رَحْمَةَ رَبِّهِ ۗ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ
وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ ۗ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الْأَلْبَابِ
(Apakah kamu hai orang
musyrik yang lebih beruntung) atau orang beribadah di waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedangkan ia
takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakan:
"Adakah sama orang yang tahu dengan orang yang tidak tahu?"
Sesungguhnya orang berakal yang dapat menerima pelajaran.
Catatan.
1)
“Apakah sama orang yang tahu dengan
yang tidak tahu?”
2)
Ilmu itu mulia.
3)
ika dipakai untuk kebenaran.
Contoh nyata:
1)
Guru yang mengajar dengan Ikhlas
2)
Ilmuwan jujur dan tak menipu data
3)
Orang pintar tapi tetap salat, jujur,
dan adil
B.
INTELEK / ORANG BERILMU YANG TERCELA
DI QUR’AN
Intelek tercela
1)
Orang pintar.
2)
Tapi ilmunya membuat sombong.
3)
Menolak kebenaran.
Ciri-ciri intelek tercela:
1)
Merasa paling benar
2)
Memakai ilmu untuk menipu, menindas,
atau membenarkan dosa
3)
Tidak mau taat pada Allah
4)
Ilmu yang baik, tapi tak diamalkan
QS. Al-Baqarah (2:44)
۞ أَتَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَتَنْسَوْنَ أَنْفُسَكُمْ وَأَنْتُمْ
تَتْلُونَ الْكِتَابَ ۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَ
Mengapa kamu suruh orang
lain (mengerjakan) kebaktian, sedangkan kamu melupakan diri (kewajiban)mu
sendiri, padahal kamu membaca Kitab (Taurat)? Maka tidaklah kamu berpikir?
Catatan.
1)
“Mengapa kamu menyuruh orang lain
berbuat baik, sedangkan kamu melupakan dirimu sendiri?”
2)
Pintar bicara, tapi tak melakukan.
QS. Al-Jātsiyah (45:23)
أَفَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَٰهَهُ هَوَاهُ وَأَضَلَّهُ اللَّهُ عَلَىٰ عِلْمٍ
وَخَتَمَ عَلَىٰ سَمْعِهِ وَقَلْبِهِ وَجَعَلَ عَلَىٰ بَصَرِهِ غِشَاوَةً فَمَنْ
يَهْدِيهِ مِنْ بَعْدِ اللَّهِ ۚ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ
Maka pernahkah kamu
melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah
membiarkannya berdasarkan ilmu-Nya dan Allah mengunci mati pendengaran dan
hatinya dan meletakkan tutup atas penglihatannya? Maka siapa yang akan
memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkan sesat). Maka mengapa kamu tidak
mengambil pelajaran?
Catatan
1)
“Dia menjadikan hawa nafsunya sebagai
tuhannya.”
2)
Ilmunya untuk membela keinginan
sendiri.
3)
Tak membela kebenaran.
Contoh ekstrem:
Iblis
1)
Sangat pintar
2)
Tahu Allah itu ada
3)
Tapi sombong.
4)
Menolak perintah sujud
5)
Ilmunya tak menyelamatkan
Contoh nyata:
1)
Orang pintar, tapi korupsi
2)
Tokoh intelek, membenarkan kezaliman
3)
Ilmuwan menolak Tuhan.
4)
Karena sombong
KESIMPULAN
1)
Qur’an tidak memusuhi orang pintar
2)
Qur’an memuji ilmu yang membawa iman
3)
Ilmu tanpa iman = berbahaya
4)
Ilmu + iman = Cahaya
Bukan seberapa pintar kita.
Tapi ke mana kepintaran itu
Membawa kita.
Sumber
1)
Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.
2)
ChatGPT.
3)
Copilot.
4)
Cici.
5)
Claude.
6)
Grok.
7)
Meta AI



