Saturday, January 10, 2026

54627. ORANG PINTAR TERPUJI DAN TERCELA DI QURAN

 


ORANG PINTAR TERPUJI DAN TERCELA DI ALQURAN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

 

Penjelasan intelek (orang berilmu)

1)        TERPUJI

2)        TERCELA

Dalam Al-Qur’an

 

A.       INTELEK / ORANG BERILMU YANG TERPUJI DI QUR’AN

 

Intelek terpuji

 

1)        Orang pintar.

2)        Ilmunya membuat takut pada Allah.

3)        Berbuat baik.

 

Ciri-ciri intelek terpuji.

 

1)        Ilmunya membuat rendah hati

2)        Semakin tahu, semakin taat

 

3)        Ilmunya bermanfaat bagi orang lain

4)        Tidak sombong dengan kepintaran

 

QS. Fāṭir (35:28)


وَمِنَ النَّاسِ وَالدَّوَابِّ وَالْأَنْعَامِ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ كَذَٰلِكَ ۗ إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ

 

Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang melata dan binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-Nya, hanya ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.

 

Catatan.

1)        “Sesungguhnya yang paling takut kepada Allah di antara hamba-Nya adalah orang yang berilmu.”

 

2)        Artinya sederhana:

 

3)        Orang pintar yang benar.

4)        Paling takut melanggar perintah Allah.

 

 

QS. Az-Zumar (39:9)


أَمَّنْ هُوَ قَانِتٌ آنَاءَ اللَّيْلِ سَاجِدًا وَقَائِمًا يَحْذَرُ الْآخِرَةَ وَيَرْجُو رَحْمَةَ رَبِّهِ ۗ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ ۗ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الْأَلْبَابِ

 

(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) atau orang beribadah di waktu  malam dengan sujud dan berdiri, sedangkan ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakan: "Adakah sama orang yang tahu dengan orang yang tidak tahu?" Sesungguhnya orang berakal yang dapat menerima pelajaran.

 

Catatan.

1)        “Apakah sama orang yang tahu dengan yang tidak tahu?”

 

2)        Ilmu itu mulia.

3)        ika dipakai untuk kebenaran.

 

Contoh nyata:

1)        Guru yang mengajar dengan Ikhlas

 

2)        Ilmuwan jujur dan tak menipu data

3)        Orang pintar tapi tetap salat, jujur, dan adil

 

B.       INTELEK / ORANG BERILMU YANG TERCELA DI QUR’AN

 

Intelek tercela

1)        Orang pintar.

2)        Tapi ilmunya membuat sombong.

3)        Menolak kebenaran.

 

 Ciri-ciri intelek tercela:

1)        Merasa paling benar

 

2)        Memakai ilmu untuk menipu, menindas, atau membenarkan dosa

 

 

3)        Tidak mau taat pada Allah

4)        Ilmu yang baik, tapi tak diamalkan

 

QS. Al-Baqarah (2:44)


۞ أَتَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَتَنْسَوْنَ أَنْفُسَكُمْ وَأَنْتُمْ تَتْلُونَ الْكِتَابَ ۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

 

Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian, sedangkan kamu melupakan diri (kewajiban)mu sendiri, padahal kamu membaca Kitab (Taurat)? Maka tidaklah kamu berpikir?

 

Catatan.

1)        “Mengapa kamu menyuruh orang lain berbuat baik, sedangkan kamu melupakan dirimu sendiri?”

 

2)        Pintar bicara, tapi tak melakukan.

 

 

QS. Al-Jātsiyah (45:23)


أَفَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَٰهَهُ هَوَاهُ وَأَضَلَّهُ اللَّهُ عَلَىٰ عِلْمٍ وَخَتَمَ عَلَىٰ سَمْعِهِ وَقَلْبِهِ وَجَعَلَ عَلَىٰ بَصَرِهِ غِشَاوَةً فَمَنْ يَهْدِيهِ مِنْ بَعْدِ اللَّهِ ۚ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ

 

Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya berdasarkan ilmu-Nya dan Allah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutup atas penglihatannya? Maka siapa yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkan sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?

 

Catatan

1)        “Dia menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya.”

 

2)        Ilmunya untuk membela keinginan sendiri.

 

3)        Tak membela kebenaran.

 

Contoh ekstrem:

Iblis

 

1)        Sangat pintar

2)        Tahu Allah itu ada

 

3)        Tapi sombong.

4)        Menolak perintah sujud

5)        Ilmunya tak menyelamatkan

 

Contoh nyata:

1)        Orang pintar, tapi korupsi

2)        Tokoh intelek, membenarkan kezaliman

 

3)        Ilmuwan menolak Tuhan.

4)        Karena sombong

 

 KESIMPULAN

1)        Qur’an tidak memusuhi orang pintar

2)        Qur’an memuji ilmu yang membawa iman

 

3)        Ilmu tanpa iman = berbahaya

4)        Ilmu + iman = Cahaya

 

Bukan seberapa pintar kita.

Tapi ke mana kepintaran itu

Membawa kita.

 

Sumber

1)        Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)        ChatGPT.

 

3)        Copilot.

4)        Cici.

 

5)        Claude.

6)        Grok.

7)        Meta AI

 

 

Bottom of Form

 

0 comments:

Post a Comment