SYARAT PEMIMPIN DI QURAN DAN KONDISI NYATA
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM
A.
Syarat Pemimpin Menurut Al-Qur’an
Yaitu:
1)
Amanah (jujur dan dapat dipercaya)
2)
Adil
3)
Berilmu & Kompeten
4)
Kuat & Mampu
5)
Takut kepada Allah (Integritas Moral)
6)
Mengutamakan Musyawarah
1.
Amanah (jujur dapat dipercaya)
QS. An-Nisā’(4:58)
۞ إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا
وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ ۚ إِنَّ اللَّهَ
نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا
Sesungguhnya Allah
menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh
kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan
adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya
Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
Catatan.
1)
“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan
amanah kepada yang berhak…”
2)
Maknanya:
3)
Pemimpin tak korupsi.
4)
Jujur.
5)
Tak salah gunakan jabatan.
2.
Adil
QS. Al-Māidah (5:8)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ
بِالْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ
اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ
خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
Hai orang-orang beriman
hendaklah kamu jadi orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah,
menjadi saksi dengan adil. Dan jangan sekali-kali kebencianmu pada suatu kaum,
mendorong kamu berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil lebih dekat
kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui
apa yang kamu kerjakan.
Catatan.
1)
“Berlaku adillah, karena adil lebih dekat
kepada takwa.”
2)
Maknanya:
3)
Pemimpin tak pilih kasih.
4)
Hukum berlaku sama untuk semua.
3.
Berilmu & Kompeten
QS. Az-Zumar (39:9)
أَمَّنْ هُوَ قَانِتٌ آنَاءَ اللَّيْلِ سَاجِدًا وَقَائِمًا يَحْذَرُ الْآخِرَةَ
وَيَرْجُو رَحْمَةَ رَبِّهِ ۗ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ
وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ ۗ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الْأَلْبَابِ
(Apakah kamu hai orang
musyrik yang lebih beruntung) atau orang yang beribadat di waktu malam dengan
sujud dan berdiri, sedangkan ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan
rahmat Tuhannya? Katakan (Muhammad): "Apakah sama orang yang tahu dengan
orang yang tidak tahu?" Sesungguhnya orang berakal yang dapat menerima
pelajaran.
Catatan.
1)
“Apakah sama orang yang mengetahui dengan yang
tidak mengetahui?”
2)
Maknanya:
3)
Pemimpin paham tugasnya.
4)
Paham tupoksinya
5)
Paham tugas pokok dan fungsi.
6)
Punya kemampuan memimpin.
4.
Kuat & Mampu
QS. Al-Qaṣaṣ (28:26)
قَالَتْ إِحْدَاهُمَا يَا أَبَتِ اسْتَأْجِرْهُ ۖ إِنَّ خَيْرَ مَنِ اسْتَأْجَرْتَ
الْقَوِيُّ الْأَمِينُ
Salah seorang dari dua
wanita itu berkata: "Ya bapakku ambil ia sebagai orang yang bekerja (pada
kita), karena sesungguhnya orang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja
(pada kita) ialah orang kuat lagi dapat dipercaya".
Catatan.
1)
“Sesungguhnya orang terbaik yang engkau ambil
bekerja adalah yang kuat dan terpercaya.”
2)
Maknanya:
3)
Pemimpin kuat fisik dan mental.
4)
Ahli manajemen.
5.
Takut kepada Allah (Integritas Moral)
QS. Al-Ḥujurāt (49:13)
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ
وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ
اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
Hai manusia,
sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan
dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal.
Sesungguhnya orang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang
paling takwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.
Catatan.
1)
“Sesungguhnya
orang yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertakwa.”
2)
Maknanya:
3)
Pemimpin
tak berbuat zalim.
4)
Meskipun
ada kesempatan.
6.
Mengutamakan Musyawarah
QS. Asy-Syūrā (42:38)
وَالَّذِينَ اسْتَجَابُوا لِرَبِّهِمْ
وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَمْرُهُمْ شُورَىٰ بَيْنَهُمْ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ
يُنْفِقُونَ
Dan (bagi) orang yang
menerima (mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan salat, sedangkan urusan
mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka; dan mereka menginfakkan
sebagian rezeki yang Kami berikan pada mereka.
Catatan.
1)
“Dan urusan mereka diputuskan dengan
musyawarah…”
2)
Maknanya:
3)
Pemimpin tak otoriter.
4)
Mau mendengar suara rakyat.
B.
Realita Pemimpin di Dunia Nyata
Yang Sering Terjadi:
1)
Pemimpin terpilih
2)
Karena popular, uang, atau dukungan
kelompok
3)
Janji kampanye bagus.
4)
Tapi tidak ditepati
5)
Kepentingan pribadi/partai didahulukan
Yang Kurang:
1)
Pemimpin amanah sering dilanggar
2)
Suka korupsi.
3)
Hukum tak adil
4)
Tak kompeten.
5)
Tapi tetap berkuasa
Kesimpulan (Versi Siswa)
1)
Al-Qur’an tetapkan standar pemimpin
2)
Yang sangat tinggi.
3)
Tak hanya pintar.
4)
Tapi juga jujur, adil, dan bertakwa.
Realitanya
1)
Tak semua memenuhi standar itu.
2)
Rakyat perlu cerdas memilih.
3)
Rakyat berani mengingatkan.
SYARAT PEMIMPIN MENURUT AL-QUR’AN
1.
Amanah (Jujur & Bisa Dipercaya)
1)
QS. An-Nisā’: 58
2)
Contoh: Tidak korupsi, tidak menipu
rakyat.
2.
Adil
1)
QS. Al-Māidah: 8
2)
Contoh: Hukum sama untuk semua, tidak
pilih kasih.
3.
Berilmu (Pintar & Paham Tugas)
1)
QS. Az-Zumar: 9
2)
Contoh: paham aturan, bisa ambil
keputusan.
4.
Kuat & Mampu
1)
QS. Al-Qaṣaṣ: 26
2)
Contoh: Kuat mental, tak mudah
menyerah, tegas.
5.
Takut kepada Allah
1)
QS. Al-Ḥujurāt: 13
2)
Contoh: Tak berbuat zalim, walau ada
kesempatan.
6.
Suka Musyawarah
1)
QS. Asy-Syūrā: 38
2)
Contoh: Mau mendengar pendapat rakyat.
REALITA PEMIMPIN SAAT INI
Yang Sering Terjadi:
1)
Dipilih karena uang atau popular
2)
Janji banyak, tapi tidak ditepati
3)
Lebih mementingkan diri sendiri
Dampaknya:
1)
Rakyat kecewa
2)
Tak adil
3)
Korupsi meluas.
KESIMPULAN (MUDAH DIHAFAL)
Pemimpin menurut Al-Qur’an
1)
Harus jujur.
2)
Adil.
3)
Pintar.
4)
Bertakwa.
Pemimpin dunia nyata.
1)
Belum tentu sesuai Al-Qur’an.
2)
Rakyat harus cerdas memilih.
Sumber
1)
Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.
2)
ChatGPT.
3)
Copilot.
4)
Cici.
5)
Claude.
6)
Grok.
7)
Meta AI




.jpeg)