Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Friday, May 4, 2018

813.ISRA

Khutbah Jumat, 4-5-2018
“PERISTIWA ISRA MIKRAJ”
Khutbah-1

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين
إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِيْنُهُ وَ نَسْتَغْفِرُهُ وَ نَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْر
أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَاِلنَا مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَ مَنْ يُضْلِلْ
فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ
وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَى    سيد نا  مُحَمَّدٍ وَ عَلىَ اَلِهِ وَ أَصْحَابِهِ
وَ مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُون

Para jamaah yang berbahagia,
      Marilah kita selalu meningkatkan takwa kepada Allah dengan menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
Para jamaah yang berbahagia,
      Setiap tahun, umat Islam memperingati peristiwa Isra Mikraj Nabi Muhammad, yaitu perjalanan Nabi Muhammad pada malam hari dari Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsa di Palestina, kemudian dilanjutkan perjalanan mengarungi langit ke Sidratul Muntaha.
Para jamaah yang berbahagia,
      Isra Mikraj adalah peristiwa perjalanan Nabi Muhammad dari Masjidl Haram ke Masjidl Aqsa, langsung ke Sidratul Muntaha (langit ketujuh) pada malam hari untuk menerima perintah salat lima waktu.
      Sejak awal, peristiwa Isra Mikraj adalah peristiwa yang fenomenal dan kontroversial. Dikatakan peristiwa yang fenomenal karena peristiwa Isra Mikraj diyakini tidak pernah terjadi sebelumnya dan tidak akan terjadi lagi di masa depan.
      Disebut sebagai peristiwa yang kontroversial karena peristiwa Isra Mikraj Nabi Muhammad telah menimbulkan perdebatan yang sangat panjang sejak zaman dahulu sampai sekarang.

Para jamaah yang berbahagia,
      Peristiwa Isra Mikraj terjadi ketika Nabi Muhammad berusia 51 tahun. Pada malam 27 bulan Rajab, Nabi Muhammad berkisah tentang peristiwa Isra yaitu perjalanan pada malam hari dari Masjidil Haram di Mekah menuju Masjidil Aqsa di Palestina yang berjarak sekitar 1500 km, naik kendaraan yang bernama Buraq yang artinya kilat cahaya.

      Kemudian dilanjutkan dengan peristiwa Mikraj yaitu perjalanan mengarungi angkasa raya menuju ke Sidratul Muntaha. Nabi Muhammad bercerita bahwa perjalanan Isra dan Mikraj ditempuh hanya dalam semalam saja, bahkan hanya dalam beberapa jam saja, mulai tengah malam sampai sebelum Subuh.
      Peristiwa Isra Mikraj menggemparkan dan membingungkan, karena masyarakat menganggap peristiwa Isra Mikraj adalah mustahil dan tidak masuk akal, tetapi Nabi Muhammad dikenal sangat terpercaya yang sejak kecil tidak pernah berbohong.
      Nabi Muhammad dijuluki Al-Amin artinya orang yang sangat dipercaya, sehingga harta benda dan kekayaan mereka dititipkan kepada Nabi Muhammad karena mereka sangat yakin akan jaminan keamanannya, meskipun mereka masih kafir tetapi tetap menitipkan barang-barangnya dan hartanya kepada Nabi Muhammad.
     Dalam menghadapi peristiwa Isra mIkraj masyarakat Mekah terbagi dalam tiga kelompok besar.
      Pertama, golongan orang yang mengejek dan mencemooh Nabi Muhammad. Kebanyakan mereka adalah kaum kafir yang menganggap peristiwa Isra Mikraj adalah dongeng yang tidak masuk akal dan mustahil, karena pada zaman itu naik kuda tercepat dari Mekah ke Palestina, berangkat perlu waktu sebulan dan pulangnya juga sebulan.
      Untuk menghindari kontradiksi dan pertentangan pendapat bahwa Nabi Muhammad adalah orang yang sejak kecil tidak pernah berbohong dan sangat terpercaya, maka mereka mengatakan bahwa Nabi Muhammad telah gila.
      Kedua, golongan orang yang ragu-ragu dan bimbang. Mereka gabungan orang kafir dan orang Islam yang terbawa kontradiksi dan pertentangan pendapat yang berlawanan, mereka akan percaya tetapi berita itu tak masuk akal, tetapi jika tak percaya padahal Nabi Muhammad orang yang tak pernah berbohong.
      Ketiga, golongan orang yang sangat yakin kebenaran peristiwa Isra Mikraj. Yang sangat menonjol adalah Abu Bakar Sidiq, mereka sangat yakin bahwa apa pun yang dikisahkan oleh Nabi Muhammad pasti benar dan peristiwa Isra Mikraj menambah keyakinan bahwa Nabi Muhammad benar-benar utusan Aallah.

Para jamaah yang berbahagia,
      Al-Quran surah Al-Isra, surah ke-17 ayat 1.
سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

      “Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”
Para jamaah yang berbahagia,
      Marilah kita mencoba memahami peristiwa Isra Mikraj dengan delapan kalimat kunci.
      Ke-1, Maha Suci Allah. Dalam agama Islam diajarkan untuk mengucapkan “subhanallah” (Maha Suci Allah) apabila menjumpai sesuatu atau peristiwa yang menakjubkan dan mengherankan.
      Ayat Al-Quran ini dimulai dengan “Subhanallah”( Maha Suci Allah) yang menandakan bahwa yang dikisahkan adalah peristiwa yang sangat luar biasa dan menakjubkan.
      Ke-2, yang telah memperjalankan. Kalimat ini menjelaskan bahwa peristiwa Isra Mikraj bukan keinginan Nabi Muhammad, tetapi kehendak Allah. Artinya Nabi Muhammad tak mampu melakukan perjalanan tersebut, jika atas kemauan Nabi Muhammad sendiri.
      Ke-3, hamba-Nya. Makna “abdihi” menunjukkan bahwa Nabi Muhammad diperjalankan seutuhnya dengan jiwa dan raganya. Makna abdihi juga menunjukkan bahwa Nabi Mujammad sudah mencapai tingkatan hamba tertinggi.
      Ke-4, pada malam hari. Malam hari adalah suasana yang jernih, tenang, dan lancar, sehingga dapat fokus dan khusuk. Apalagi jika badan Nabi diubah menjadi gelombang cahaya maka tak terganggu radiasi sinar matahari.
      Ke-5, dari masjid ke masjid. Masjid adalah tempat yang banyak digunakan beribadah sehingga menyimpan energi positif yang terasa sejuk dan  menyenangkan, apalagi  Masjildil Haram dan Masjidil Aqsa yang berumur ribuan tahun.
      Ke-6, diberkahi sekelilingnya. Isra Mikraj adalah perjalanan luar biasa sehingga perlu disiapkan segala fasilitas agar semua berjalan lancar dan tak membahayakan tubuh Nabi Muhammad.
      Ke-7, diperlihatkan tanda kebesaran Allah. Salah satu tujuan Isra Mikraj adalah memantapkan hati Nabi Muhammad setelah Khadijah, istri Nabi, dan Abi Thalib, paman yang melindungi Nabi, wafat, ditambah boikot kaum Quraisy yang melarang keluarga Nabi bergaul dan berdagang, sehingga tahun itu penuh dengan kesulitan yang disebut tahun berduka.
      Ke-8, Allah Maha Mendengar dan Maha Melihat. Kalimat ini menegaskan bahwa peristiwa Isra Mikraj memang benar terjadi karena Allah Maha Mendengar dan Maha Melihat serta menjelaskan bahwa Nabi Muhammad dapat mendengar dan melihat dengan jelas selama perjalanan Isra Mikarj.
Para jamaah yang berbahagia,
      Nabi bersabda,”Salat adalah mikrajnya orang-orang yang beriman.”
      Al-Quran surah Al-Baqarah, surah ke-2 ayat 153.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

      “Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) salat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”
Para jamaah yang berbahagia,
      Semoga kita semua dan anak cucu kita termasuk orang-orang yang selalu diberikan kekuatan dan kemampuan oleh Allah untuk menegakkan salat di mana pun dan kapan pun sampai kita meninggal dunia dengan husnulkhatimah, sehingga kita dapat memperoleh kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat, amin
 
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ
وَ نَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلأَيَاتِ وَ ذِكْرِ الْحَكِيْم
وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

duduk
Khutbah-2
إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِيْنُهُ وَ نَسْتَغْفِرُهُ وَ نَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَاِلنَا مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَ مَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى   سيد نا  مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ  سيد نا  مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى     إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ    سيد نا إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْد
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُون  
. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَ الْمُؤْمِنَاتِ وَ الْمُسْلِمِيْنَ وَ الْمُسْلِمَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ
وَ الْأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ وَ قَاضِيَ الْحَاجَاتِ.
اَللَّهُمَّ رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ اِذْهَدَيْتَنَا وَ هَبْلَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً اِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُ. رَبَّنَا لَا تَجْعَلْ فِى قُلُوْبَنَا غِلًّا لِلَّذِيْنَ اَمَنُوْا رَبَّنَا اِنَّكَ رَؤُوْفٌ رَّحِيْمٌ. رَبَّنَا هَبْلَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَ ذُرِّيَّتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَ اجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا.

رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِى الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ.
وَ الْحَمْدُِ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ
واسئلوه من فضله يعتكم, ولذكر الله اكبر

----selesai----

812. SABUK 8

TULISAN DI BAWAH SABUK KISWAH
(Seri ke-4)
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang tulisan di bawah sabuk kiswah kain penutup  Kakbah di Masjidil Haram Mekah?” Berikut ini penjelasannya.
      Kiswah penutup Kakbah dibuat dari sutera murni diberi warna hitam dirajut dengan tulisan kaligrafi ayat-ayat Al-Quran terdiri atas 5 potong lembar, yang 4 lembar untuk menutup 4 sisi Kakbah, dan I lembar untuk menutup pintu Kakbah serta sepertiga bagian atas dipasang sabuk kiswah.
      Tinggi kiswah 24 meter; berat suteranya 670 kg; lebar bagian Hajar Asad ke Rukun Iraqi 11,67 meter; lebar bagian Hijir Ismail 9,9 meter; lebar bagian Hajar Aswad ke Rukun Yamani 10,18 meter; dan lebar Rukun Yamani ke Rukun Syami 12,04 meter.
      Setiap tahun pada 9 Zulhijah kain kiswah penutup Kakbah diganti, sehingga setiap tahun pada 10 Zulhijah Kakbah di Masjidil Haram Mekah dibungkus dengan kain kiswah baru.
      Sabuk kiswah berukuran panjang 45 meter dan lebarnya 90 cm yang ditulisi dengan kaligrafi ayat-ayat Al-Quran bercorak tsulusi (salah satu model kaligrafi) yang diberi ornamen benang perak timbul yang disepuh emas.
      Sabuk kiswah Kakbah pada tiap sisinya bertulisan 4 kelompok kaligrafi model tsulusi yang indah, karena Kakbah mempunyai 4 sisi maka semuanya berjumlah 16 kelompok berbentuk bulat lonjong.
      Di bawah sabuk kiswah pada 4 dinding Kakbah masing-masing terdapat 2 hiasan berbentuk persegi panjang dan 3 berbentuk gantungan lampu, selain di atas pintu Kakbah yang terdapat tulisan “ihda” (persembahan), sehingga semuanya terdapat 7 bentuk persegi panjang dan 12 bentuk gantungan lampu.
      Keempat, tulisan kaligrafi di bawah sabuk kiswah pada dinding Kakbah antara  Rukun Yamani dengan Rukun Syami di sisi barat Kakbah.
      Ke-1, pada dinding sudut Kakbah di atas Rukun Yamani dipasang hiasan berbentuk persegi bertulisan surah Al-Ikhlas, surah ke-112 ayat 1-4 yang disebut “Al-Shomadiyah”.

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ   اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ   يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ   وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

       “Katakan:’Dia Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak mempunyai anak dan tidak pula dilahirkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia’.”  
      Ke-2, pada dinding Kakbah di bawah sabuk kiswah antara Rukun Yamani dengan Rukun Syami di sisi barat Kakbah terdapat tulisan berbentuk tiga lampu gantung bertulisan “Alhamdulillahi Rabbil Alamin”, “Yahayyu, Ya Qayyum”, dan “Ya Rahman, Ya Rahim”.

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ   يَا حَىُّ يَا قَيُّومُ      يا رحمن يا رحمن

      “Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.” “Yang Maha Hidup, Yang Maha berdiri sendiri tak butuh segala sesuatu”, dan “Yang Maha Pengasih, Yang Maha Penyayang”.
      Ke-3, pada dinding antara Rukun Yamani dengan Rukun Syami di sisi barat  Kakbah dan di balik pintu Kakbah terdapat hiasan tulisan Al-Quran surah Al-Ahzab, surah ke-33 ayat 47.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ بِأَنَّ لَهُمْ مِنَ اللَّهِ فَضْلًا كَبِيرًا

      “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dan sampaikan berita gembira kepada orang-orang mukmin bahwa sesungguhnya bagi mereka karunia yang besar dari Allah.”
      Al-Quran surah An-Nisa, surah ke-4 ayat 110.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
وَمَنْ يَعْمَلْ سُوءًا أَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهُ ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ اللَّهَ يَجِدِ اللَّهَ غَفُورًا رَحِيمًا
 
   “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
      Ke-4, pada sudut Kakbah di atas Rukun Syami di atas Hijir Ismail dipasang hiasan berbentuk persegi bertulisan surah Al-Ikhlas, surah ke-112 ayat 1-4 yang disebut “Al-Shomadiyah”.

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ   اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ   يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ   وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

       “Katakanlah:’Dia Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak mempunyai anak dan tidak pula dilahirkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia’.”  
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
6. Tafsirq.com online

812. SABUK 8

TULISAN DI BAWAH SABUK KISWAH
(Seri ke-4)
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang tulisan di bawah sabuk kiswah kain penutup  Kakbah di Masjidil Haram Mekah?” Berikut ini penjelasannya.
      Kiswah penutup Kakbah dibuat dari sutera murni diberi warna hitam dirajut dengan tulisan kaligrafi ayat-ayat Al-Quran terdiri atas 5 potong lembar, yang 4 lembar untuk menutup 4 sisi Kakbah, dan I lembar untuk menutup pintu Kakbah serta sepertiga bagian atas dipasang sabuk kiswah.
      Tinggi kiswah 24 meter; berat suteranya 670 kg; lebar bagian Hajar Asad ke Rukun Iraqi 11,67 meter; lebar bagian Hijir Ismail 9,9 meter; lebar bagian Hajar Aswad ke Rukun Yamani 10,18 meter; dan lebar Rukun Yamani ke Rukun Syami 12,04 meter.
      Setiap tahun pada 9 Zulhijah kain kiswah penutup Kakbah diganti, sehingga setiap tahun pada 10 Zulhijah Kakbah di Masjidil Haram Mekah dibungkus dengan kain kiswah baru.
      Sabuk kiswah berukuran panjang 45 meter dan lebarnya 90 cm yang ditulisi dengan kaligrafi ayat-ayat Al-Quran bercorak tsulusi (salah satu model kaligrafi) yang diberi ornamen benang perak timbul yang disepuh emas.
      Sabuk kiswah Kakbah pada tiap sisinya bertulisan 4 kelompok kaligrafi model tsulusi yang indah, karena Kakbah mempunyai 4 sisi maka semuanya berjumlah 16 kelompok berbentuk bulat lonjong.
      Di bawah sabuk kiswah pada 4 dinding Kakbah masing-masing terdapat 2 hiasan berbentuk persegi panjang dan 3 berbentuk gantungan lampu, selain di atas pintu Kakbah yang terdapat tulisan “ihda” (persembahan), sehingga semuanya terdapat 7 bentuk persegi panjang dan 12 bentuk gantungan lampu.
      Keempat, tulisan kaligrafi di bawah sabuk kiswah pada dinding Kakbah antara  Rukun Yamani dengan Rukun Syami di sisi barat Kakbah.
      Ke-1, pada dinding sudut Kakbah di atas Rukun Yamani dipasang hiasan berbentuk persegi bertulisan surah Al-Ikhlas, surah ke-112 ayat 1-4 yang disebut “Al-Shomadiyah”.

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ   اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ   يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ   وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

       “Katakan:’Dia Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak mempunyai anak dan tidak pula dilahirkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia’.”  
      Ke-2, pada dinding Kakbah di bawah sabuk kiswah antara Rukun Yamani dengan Rukun Syami di sisi barat Kakbah terdapat tulisan berbentuk tiga lampu gantung bertulisan “Alhamdulillahi Rabbil Alamin”, “Yahayyu, Ya Qayyum”, dan “Ya Rahman, Ya Rahim”.

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ   يَا حَىُّ يَا قَيُّومُ      يا رحمن يا رحمن

      “Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.” “Yang Maha Hidup, Yang Maha berdiri sendiri tak butuh segala sesuatu”, dan “Yang Maha Pengasih, Yang Maha Penyayang”.
      Ke-3, pada dinding antara Rukun Yamani dengan Rukun Syami di sisi barat  Kakbah dan di balik pintu Kakbah terdapat hiasan tulisan Al-Quran surah Al-Ahzab, surah ke-33 ayat 47.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ بِأَنَّ لَهُمْ مِنَ اللَّهِ فَضْلًا كَبِيرًا

      “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dan sampaikan berita gembira kepada orang-orang mukmin bahwa sesungguhnya bagi mereka karunia yang besar dari Allah.”
      Al-Quran surah An-Nisa, surah ke-4 ayat 110.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
وَمَنْ يَعْمَلْ سُوءًا أَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهُ ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ اللَّهَ يَجِدِ اللَّهَ غَفُورًا رَحِيمًا
 
   “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
      Ke-4, pada sudut Kakbah di atas Rukun Syami di atas Hijir Ismail dipasang hiasan berbentuk persegi bertulisan surah Al-Ikhlas, surah ke-112 ayat 1-4 yang disebut “Al-Shomadiyah”.

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ   اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ   يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ   وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

       “Katakanlah:’Dia Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak mempunyai anak dan tidak pula dilahirkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia’.”  
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
6. Tafsirq.com online

812. SABUK 8

TULISAN DI BAWAH SABUK KISWAH
(Seri ke-4)
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang tulisan di bawah sabuk kiswah kain penutup  Kakbah di Masjidil Haram Mekah?” Berikut ini penjelasannya.
      Kiswah penutup Kakbah dibuat dari sutera murni diberi warna hitam dirajut dengan tulisan kaligrafi ayat-ayat Al-Quran terdiri atas 5 potong lembar, yang 4 lembar untuk menutup 4 sisi Kakbah, dan I lembar untuk menutup pintu Kakbah serta sepertiga bagian atas dipasang sabuk kiswah.
      Tinggi kiswah 24 meter; berat suteranya 670 kg; lebar bagian Hajar Asad ke Rukun Iraqi 11,67 meter; lebar bagian Hijir Ismail 9,9 meter; lebar bagian Hajar Aswad ke Rukun Yamani 10,18 meter; dan lebar Rukun Yamani ke Rukun Syami 12,04 meter.
      Setiap tahun pada 9 Zulhijah kain kiswah penutup Kakbah diganti, sehingga setiap tahun pada 10 Zulhijah Kakbah di Masjidil Haram Mekah dibungkus dengan kain kiswah baru.
      Sabuk kiswah berukuran panjang 45 meter dan lebarnya 90 cm yang ditulisi dengan kaligrafi ayat-ayat Al-Quran bercorak tsulusi (salah satu model kaligrafi) yang diberi ornamen benang perak timbul yang disepuh emas.
      Sabuk kiswah Kakbah pada tiap sisinya bertulisan 4 kelompok kaligrafi model tsulusi yang indah, karena Kakbah mempunyai 4 sisi maka semuanya berjumlah 16 kelompok berbentuk bulat lonjong.
      Di bawah sabuk kiswah pada 4 dinding Kakbah masing-masing terdapat 2 hiasan berbentuk persegi panjang dan 3 berbentuk gantungan lampu, selain di atas pintu Kakbah yang terdapat tulisan “ihda” (persembahan), sehingga semuanya terdapat 7 bentuk persegi panjang dan 12 bentuk gantungan lampu.
      Keempat, tulisan kaligrafi di bawah sabuk kiswah pada dinding Kakbah antara  Rukun Yamani dengan Rukun Syami di sisi barat Kakbah.
      Ke-1, pada dinding sudut Kakbah di atas Rukun Yamani dipasang hiasan berbentuk persegi bertulisan surah Al-Ikhlas, surah ke-112 ayat 1-4 yang disebut “Al-Shomadiyah”.

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ   اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ   يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ   وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

       “Katakan:’Dia Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak mempunyai anak dan tidak pula dilahirkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia’.”  
      Ke-2, pada dinding Kakbah di bawah sabuk kiswah antara Rukun Yamani dengan Rukun Syami di sisi barat Kakbah terdapat tulisan berbentuk tiga lampu gantung bertulisan “Alhamdulillahi Rabbil Alamin”, “Yahayyu, Ya Qayyum”, dan “Ya Rahman, Ya Rahim”.

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ   يَا حَىُّ يَا قَيُّومُ      يا رحمن يا رحمن

      “Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.” “Yang Maha Hidup, Yang Maha berdiri sendiri tak butuh segala sesuatu”, dan “Yang Maha Pengasih, Yang Maha Penyayang”.
      Ke-3, pada dinding antara Rukun Yamani dengan Rukun Syami di sisi barat  Kakbah dan di balik pintu Kakbah terdapat hiasan tulisan Al-Quran surah Al-Ahzab, surah ke-33 ayat 47.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ بِأَنَّ لَهُمْ مِنَ اللَّهِ فَضْلًا كَبِيرًا

      “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dan sampaikan berita gembira kepada orang-orang mukmin bahwa sesungguhnya bagi mereka karunia yang besar dari Allah.”
      Al-Quran surah An-Nisa, surah ke-4 ayat 110.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
وَمَنْ يَعْمَلْ سُوءًا أَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهُ ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ اللَّهَ يَجِدِ اللَّهَ غَفُورًا رَحِيمًا
 
   “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
      Ke-4, pada sudut Kakbah di atas Rukun Syami di atas Hijir Ismail dipasang hiasan berbentuk persegi bertulisan surah Al-Ikhlas, surah ke-112 ayat 1-4 yang disebut “Al-Shomadiyah”.

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ   اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ   يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ   وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

       “Katakanlah:’Dia Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak mempunyai anak dan tidak pula dilahirkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia’.”  
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
6. Tafsirq.com online

812. SABUK 8

TULISAN DI BAWAH SABUK KISWAH
(Seri ke-4)
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang tulisan di bawah sabuk kiswah kain penutup  Kakbah di Masjidil Haram Mekah?” Berikut ini penjelasannya.
      Kiswah penutup Kakbah dibuat dari sutera murni diberi warna hitam dirajut dengan tulisan kaligrafi ayat-ayat Al-Quran terdiri atas 5 potong lembar, yang 4 lembar untuk menutup 4 sisi Kakbah, dan I lembar untuk menutup pintu Kakbah serta sepertiga bagian atas dipasang sabuk kiswah.
      Tinggi kiswah 24 meter; berat suteranya 670 kg; lebar bagian Hajar Asad ke Rukun Iraqi 11,67 meter; lebar bagian Hijir Ismail 9,9 meter; lebar bagian Hajar Aswad ke Rukun Yamani 10,18 meter; dan lebar Rukun Yamani ke Rukun Syami 12,04 meter.
      Setiap tahun pada 9 Zulhijah kain kiswah penutup Kakbah diganti, sehingga setiap tahun pada 10 Zulhijah Kakbah di Masjidil Haram Mekah dibungkus dengan kain kiswah baru.
      Sabuk kiswah berukuran panjang 45 meter dan lebarnya 90 cm yang ditulisi dengan kaligrafi ayat-ayat Al-Quran bercorak tsulusi (salah satu model kaligrafi) yang diberi ornamen benang perak timbul yang disepuh emas.
      Sabuk kiswah Kakbah pada tiap sisinya bertulisan 4 kelompok kaligrafi model tsulusi yang indah, karena Kakbah mempunyai 4 sisi maka semuanya berjumlah 16 kelompok berbentuk bulat lonjong.
      Di bawah sabuk kiswah pada 4 dinding Kakbah masing-masing terdapat 2 hiasan berbentuk persegi panjang dan 3 berbentuk gantungan lampu, selain di atas pintu Kakbah yang terdapat tulisan “ihda” (persembahan), sehingga semuanya terdapat 7 bentuk persegi panjang dan 12 bentuk gantungan lampu.
      Keempat, tulisan kaligrafi di bawah sabuk kiswah pada dinding Kakbah antara  Rukun Yamani dengan Rukun Syami di sisi barat Kakbah.
      Ke-1, pada dinding sudut Kakbah di atas Rukun Yamani dipasang hiasan berbentuk persegi bertulisan surah Al-Ikhlas, surah ke-112 ayat 1-4 yang disebut “Al-Shomadiyah”.

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ   اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ   يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ   وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

       “Katakan:’Dia Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak mempunyai anak dan tidak pula dilahirkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia’.”  
      Ke-2, pada dinding Kakbah di bawah sabuk kiswah antara Rukun Yamani dengan Rukun Syami di sisi barat Kakbah terdapat tulisan berbentuk tiga lampu gantung bertulisan “Alhamdulillahi Rabbil Alamin”, “Yahayyu, Ya Qayyum”, dan “Ya Rahman, Ya Rahim”.

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ   يَا حَىُّ يَا قَيُّومُ      يا رحمن يا رحمن

      “Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.” “Yang Maha Hidup, Yang Maha berdiri sendiri tak butuh segala sesuatu”, dan “Yang Maha Pengasih, Yang Maha Penyayang”.
      Ke-3, pada dinding antara Rukun Yamani dengan Rukun Syami di sisi barat  Kakbah dan di balik pintu Kakbah terdapat hiasan tulisan Al-Quran surah Al-Ahzab, surah ke-33 ayat 47.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ بِأَنَّ لَهُمْ مِنَ اللَّهِ فَضْلًا كَبِيرًا

      “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dan sampaikan berita gembira kepada orang-orang mukmin bahwa sesungguhnya bagi mereka karunia yang besar dari Allah.”
      Al-Quran surah An-Nisa, surah ke-4 ayat 110.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
وَمَنْ يَعْمَلْ سُوءًا أَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهُ ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ اللَّهَ يَجِدِ اللَّهَ غَفُورًا رَحِيمًا
 
   “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
      Ke-4, pada sudut Kakbah di atas Rukun Syami di atas Hijir Ismail dipasang hiasan berbentuk persegi bertulisan surah Al-Ikhlas, surah ke-112 ayat 1-4 yang disebut “Al-Shomadiyah”.

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ   اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ   يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ   وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

       “Katakanlah:’Dia Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak mempunyai anak dan tidak pula dilahirkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia’.”  
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
6. Tafsirq.com online

812. SABUK 8

TULISAN DI BAWAH SABUK KISWAH
(Seri ke-4)
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang tulisan di bawah sabuk kiswah kain penutup  Kakbah di Masjidil Haram Mekah?” Berikut ini penjelasannya.
      Kiswah penutup Kakbah dibuat dari sutera murni diberi warna hitam dirajut dengan tulisan kaligrafi ayat-ayat Al-Quran terdiri atas 5 potong lembar, yang 4 lembar untuk menutup 4 sisi Kakbah, dan I lembar untuk menutup pintu Kakbah serta sepertiga bagian atas dipasang sabuk kiswah.
      Tinggi kiswah 24 meter; berat suteranya 670 kg; lebar bagian Hajar Asad ke Rukun Iraqi 11,67 meter; lebar bagian Hijir Ismail 9,9 meter; lebar bagian Hajar Aswad ke Rukun Yamani 10,18 meter; dan lebar Rukun Yamani ke Rukun Syami 12,04 meter.
      Setiap tahun pada 9 Zulhijah kain kiswah penutup Kakbah diganti, sehingga setiap tahun pada 10 Zulhijah Kakbah di Masjidil Haram Mekah dibungkus dengan kain kiswah baru.
      Sabuk kiswah berukuran panjang 45 meter dan lebarnya 90 cm yang ditulisi dengan kaligrafi ayat-ayat Al-Quran bercorak tsulusi (salah satu model kaligrafi) yang diberi ornamen benang perak timbul yang disepuh emas.
      Sabuk kiswah Kakbah pada tiap sisinya bertulisan 4 kelompok kaligrafi model tsulusi yang indah, karena Kakbah mempunyai 4 sisi maka semuanya berjumlah 16 kelompok berbentuk bulat lonjong.
      Di bawah sabuk kiswah pada 4 dinding Kakbah masing-masing terdapat 2 hiasan berbentuk persegi panjang dan 3 berbentuk gantungan lampu, selain di atas pintu Kakbah yang terdapat tulisan “ihda” (persembahan), sehingga semuanya terdapat 7 bentuk persegi panjang dan 12 bentuk gantungan lampu.
      Keempat, tulisan kaligrafi di bawah sabuk kiswah pada dinding Kakbah antara  Rukun Yamani dengan Rukun Syami di sisi barat Kakbah.
      Ke-1, pada dinding sudut Kakbah di atas Rukun Yamani dipasang hiasan berbentuk persegi bertulisan surah Al-Ikhlas, surah ke-112 ayat 1-4 yang disebut “Al-Shomadiyah”.

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ   اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ   يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ   وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

       “Katakan:’Dia Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak mempunyai anak dan tidak pula dilahirkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia’.”  
      Ke-2, pada dinding Kakbah di bawah sabuk kiswah antara Rukun Yamani dengan Rukun Syami di sisi barat Kakbah terdapat tulisan berbentuk tiga lampu gantung bertulisan “Alhamdulillahi Rabbil Alamin”, “Yahayyu, Ya Qayyum”, dan “Ya Rahman, Ya Rahim”.

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ   يَا حَىُّ يَا قَيُّومُ      يا رحمن يا رحمن

      “Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.” “Yang Maha Hidup, Yang Maha berdiri sendiri tak butuh segala sesuatu”, dan “Yang Maha Pengasih, Yang Maha Penyayang”.
      Ke-3, pada dinding antara Rukun Yamani dengan Rukun Syami di sisi barat  Kakbah dan di balik pintu Kakbah terdapat hiasan tulisan Al-Quran surah Al-Ahzab, surah ke-33 ayat 47.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ بِأَنَّ لَهُمْ مِنَ اللَّهِ فَضْلًا كَبِيرًا

      “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dan sampaikan berita gembira kepada orang-orang mukmin bahwa sesungguhnya bagi mereka karunia yang besar dari Allah.”
      Al-Quran surah An-Nisa, surah ke-4 ayat 110.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
وَمَنْ يَعْمَلْ سُوءًا أَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهُ ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ اللَّهَ يَجِدِ اللَّهَ غَفُورًا رَحِيمًا
 
   “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
      Ke-4, pada sudut Kakbah di atas Rukun Syami di atas Hijir Ismail dipasang hiasan berbentuk persegi bertulisan surah Al-Ikhlas, surah ke-112 ayat 1-4 yang disebut “Al-Shomadiyah”.

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ   اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ   يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ   وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

       “Katakanlah:’Dia Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak mempunyai anak dan tidak pula dilahirkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia’.”  
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
6. Tafsirq.com online

812. SABUK 8

TULISAN DI BAWAH SABUK KISWAH
(Seri ke-4)
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang tulisan di bawah sabuk kiswah kain penutup  Kakbah di Masjidil Haram Mekah?” Berikut ini penjelasannya.
      Kiswah penutup Kakbah dibuat dari sutera murni diberi warna hitam dirajut dengan tulisan kaligrafi ayat-ayat Al-Quran terdiri atas 5 potong lembar, yang 4 lembar untuk menutup 4 sisi Kakbah, dan I lembar untuk menutup pintu Kakbah serta sepertiga bagian atas dipasang sabuk kiswah.
      Tinggi kiswah 24 meter; berat suteranya 670 kg; lebar bagian Hajar Asad ke Rukun Iraqi 11,67 meter; lebar bagian Hijir Ismail 9,9 meter; lebar bagian Hajar Aswad ke Rukun Yamani 10,18 meter; dan lebar Rukun Yamani ke Rukun Syami 12,04 meter.
      Setiap tahun pada 9 Zulhijah kain kiswah penutup Kakbah diganti, sehingga setiap tahun pada 10 Zulhijah Kakbah di Masjidil Haram Mekah dibungkus dengan kain kiswah baru.
      Sabuk kiswah berukuran panjang 45 meter dan lebarnya 90 cm yang ditulisi dengan kaligrafi ayat-ayat Al-Quran bercorak tsulusi (salah satu model kaligrafi) yang diberi ornamen benang perak timbul yang disepuh emas.
      Sabuk kiswah Kakbah pada tiap sisinya bertulisan 4 kelompok kaligrafi model tsulusi yang indah, karena Kakbah mempunyai 4 sisi maka semuanya berjumlah 16 kelompok berbentuk bulat lonjong.
      Di bawah sabuk kiswah pada 4 dinding Kakbah masing-masing terdapat 2 hiasan berbentuk persegi panjang dan 3 berbentuk gantungan lampu, selain di atas pintu Kakbah yang terdapat tulisan “ihda” (persembahan), sehingga semuanya terdapat 7 bentuk persegi panjang dan 12 bentuk gantungan lampu.
      Keempat, tulisan kaligrafi di bawah sabuk kiswah pada dinding Kakbah antara  Rukun Yamani dengan Rukun Syami di sisi barat Kakbah.
      Ke-1, pada dinding sudut Kakbah di atas Rukun Yamani dipasang hiasan berbentuk persegi bertulisan surah Al-Ikhlas, surah ke-112 ayat 1-4 yang disebut “Al-Shomadiyah”.

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ   اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ   يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ   وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

       “Katakan:’Dia Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak mempunyai anak dan tidak pula dilahirkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia’.”  
      Ke-2, pada dinding Kakbah di bawah sabuk kiswah antara Rukun Yamani dengan Rukun Syami di sisi barat Kakbah terdapat tulisan berbentuk tiga lampu gantung bertulisan “Alhamdulillahi Rabbil Alamin”, “Yahayyu, Ya Qayyum”, dan “Ya Rahman, Ya Rahim”.

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ   يَا حَىُّ يَا قَيُّومُ      يا رحمن يا رحمن

      “Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.” “Yang Maha Hidup, Yang Maha berdiri sendiri tak butuh segala sesuatu”, dan “Yang Maha Pengasih, Yang Maha Penyayang”.
      Ke-3, pada dinding antara Rukun Yamani dengan Rukun Syami di sisi barat  Kakbah dan di balik pintu Kakbah terdapat hiasan tulisan Al-Quran surah Al-Ahzab, surah ke-33 ayat 47.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ بِأَنَّ لَهُمْ مِنَ اللَّهِ فَضْلًا كَبِيرًا

      “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dan sampaikan berita gembira kepada orang-orang mukmin bahwa sesungguhnya bagi mereka karunia yang besar dari Allah.”
      Al-Quran surah An-Nisa, surah ke-4 ayat 110.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
وَمَنْ يَعْمَلْ سُوءًا أَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهُ ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ اللَّهَ يَجِدِ اللَّهَ غَفُورًا رَحِيمًا
 
   “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
      Ke-4, pada sudut Kakbah di atas Rukun Syami di atas Hijir Ismail dipasang hiasan berbentuk persegi bertulisan surah Al-Ikhlas, surah ke-112 ayat 1-4 yang disebut “Al-Shomadiyah”.

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ   اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ   يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ   وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

       “Katakanlah:’Dia Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak mempunyai anak dan tidak pula dilahirkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia’.”  
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
6. Tafsirq.com online

812. SABUK 8

TULISAN DI BAWAH SABUK KISWAH
(Seri ke-4)
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang tulisan di bawah sabuk kiswah kain penutup  Kakbah di Masjidil Haram Mekah?” Berikut ini penjelasannya.
      Kiswah penutup Kakbah dibuat dari sutera murni diberi warna hitam dirajut dengan tulisan kaligrafi ayat-ayat Al-Quran terdiri atas 5 potong lembar, yang 4 lembar untuk menutup 4 sisi Kakbah, dan I lembar untuk menutup pintu Kakbah serta sepertiga bagian atas dipasang sabuk kiswah.
      Tinggi kiswah 24 meter; berat suteranya 670 kg; lebar bagian Hajar Asad ke Rukun Iraqi 11,67 meter; lebar bagian Hijir Ismail 9,9 meter; lebar bagian Hajar Aswad ke Rukun Yamani 10,18 meter; dan lebar Rukun Yamani ke Rukun Syami 12,04 meter.
      Setiap tahun pada 9 Zulhijah kain kiswah penutup Kakbah diganti, sehingga setiap tahun pada 10 Zulhijah Kakbah di Masjidil Haram Mekah dibungkus dengan kain kiswah baru.
      Sabuk kiswah berukuran panjang 45 meter dan lebarnya 90 cm yang ditulisi dengan kaligrafi ayat-ayat Al-Quran bercorak tsulusi (salah satu model kaligrafi) yang diberi ornamen benang perak timbul yang disepuh emas.
      Sabuk kiswah Kakbah pada tiap sisinya bertulisan 4 kelompok kaligrafi model tsulusi yang indah, karena Kakbah mempunyai 4 sisi maka semuanya berjumlah 16 kelompok berbentuk bulat lonjong.
      Di bawah sabuk kiswah pada 4 dinding Kakbah masing-masing terdapat 2 hiasan berbentuk persegi panjang dan 3 berbentuk gantungan lampu, selain di atas pintu Kakbah yang terdapat tulisan “ihda” (persembahan), sehingga semuanya terdapat 7 bentuk persegi panjang dan 12 bentuk gantungan lampu.
      Keempat, tulisan kaligrafi di bawah sabuk kiswah pada dinding Kakbah antara  Rukun Yamani dengan Rukun Syami di sisi barat Kakbah.
      Ke-1, pada dinding sudut Kakbah di atas Rukun Yamani dipasang hiasan berbentuk persegi bertulisan surah Al-Ikhlas, surah ke-112 ayat 1-4 yang disebut “Al-Shomadiyah”.

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ   اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ   يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ   وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

       “Katakan:’Dia Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak mempunyai anak dan tidak pula dilahirkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia’.”  
      Ke-2, pada dinding Kakbah di bawah sabuk kiswah antara Rukun Yamani dengan Rukun Syami di sisi barat Kakbah terdapat tulisan berbentuk tiga lampu gantung bertulisan “Alhamdulillahi Rabbil Alamin”, “Yahayyu, Ya Qayyum”, dan “Ya Rahman, Ya Rahim”.

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ   يَا حَىُّ يَا قَيُّومُ      يا رحمن يا رحمن

      “Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.” “Yang Maha Hidup, Yang Maha berdiri sendiri tak butuh segala sesuatu”, dan “Yang Maha Pengasih, Yang Maha Penyayang”.
      Ke-3, pada dinding antara Rukun Yamani dengan Rukun Syami di sisi barat  Kakbah dan di balik pintu Kakbah terdapat hiasan tulisan Al-Quran surah Al-Ahzab, surah ke-33 ayat 47.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ بِأَنَّ لَهُمْ مِنَ اللَّهِ فَضْلًا كَبِيرًا

      “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dan sampaikan berita gembira kepada orang-orang mukmin bahwa sesungguhnya bagi mereka karunia yang besar dari Allah.”
      Al-Quran surah An-Nisa, surah ke-4 ayat 110.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
وَمَنْ يَعْمَلْ سُوءًا أَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهُ ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ اللَّهَ يَجِدِ اللَّهَ غَفُورًا رَحِيمًا
 
   “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
      Ke-4, pada sudut Kakbah di atas Rukun Syami di atas Hijir Ismail dipasang hiasan berbentuk persegi bertulisan surah Al-Ikhlas, surah ke-112 ayat 1-4 yang disebut “Al-Shomadiyah”.

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ   اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ   يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ   وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

       “Katakanlah:’Dia Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak mempunyai anak dan tidak pula dilahirkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia’.”  
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
6. Tafsirq.com online

812. SABUK 8

TULISAN DI BAWAH SABUK KISWAH
(Seri ke-4)
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang tulisan di bawah sabuk kiswah kain penutup  Kakbah di Masjidil Haram Mekah?” Berikut ini penjelasannya.
      Kiswah penutup Kakbah dibuat dari sutera murni diberi warna hitam dirajut dengan tulisan kaligrafi ayat-ayat Al-Quran terdiri atas 5 potong lembar, yang 4 lembar untuk menutup 4 sisi Kakbah, dan I lembar untuk menutup pintu Kakbah serta sepertiga bagian atas dipasang sabuk kiswah.
      Tinggi kiswah 24 meter; berat suteranya 670 kg; lebar bagian Hajar Asad ke Rukun Iraqi 11,67 meter; lebar bagian Hijir Ismail 9,9 meter; lebar bagian Hajar Aswad ke Rukun Yamani 10,18 meter; dan lebar Rukun Yamani ke Rukun Syami 12,04 meter.
      Setiap tahun pada 9 Zulhijah kain kiswah penutup Kakbah diganti, sehingga setiap tahun pada 10 Zulhijah Kakbah di Masjidil Haram Mekah dibungkus dengan kain kiswah baru.
      Sabuk kiswah berukuran panjang 45 meter dan lebarnya 90 cm yang ditulisi dengan kaligrafi ayat-ayat Al-Quran bercorak tsulusi (salah satu model kaligrafi) yang diberi ornamen benang perak timbul yang disepuh emas.
      Sabuk kiswah Kakbah pada tiap sisinya bertulisan 4 kelompok kaligrafi model tsulusi yang indah, karena Kakbah mempunyai 4 sisi maka semuanya berjumlah 16 kelompok berbentuk bulat lonjong.
      Di bawah sabuk kiswah pada 4 dinding Kakbah masing-masing terdapat 2 hiasan berbentuk persegi panjang dan 3 berbentuk gantungan lampu, selain di atas pintu Kakbah yang terdapat tulisan “ihda” (persembahan), sehingga semuanya terdapat 7 bentuk persegi panjang dan 12 bentuk gantungan lampu.
      Keempat, tulisan kaligrafi di bawah sabuk kiswah pada dinding Kakbah antara  Rukun Yamani dengan Rukun Syami di sisi barat Kakbah.
      Ke-1, pada dinding sudut Kakbah di atas Rukun Yamani dipasang hiasan berbentuk persegi bertulisan surah Al-Ikhlas, surah ke-112 ayat 1-4 yang disebut “Al-Shomadiyah”.

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ   اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ   يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ   وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

       “Katakan:’Dia Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak mempunyai anak dan tidak pula dilahirkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia’.”  
      Ke-2, pada dinding Kakbah di bawah sabuk kiswah antara Rukun Yamani dengan Rukun Syami di sisi barat Kakbah terdapat tulisan berbentuk tiga lampu gantung bertulisan “Alhamdulillahi Rabbil Alamin”, “Yahayyu, Ya Qayyum”, dan “Ya Rahman, Ya Rahim”.

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ   يَا حَىُّ يَا قَيُّومُ      يا رحمن يا رحمن

      “Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.” “Yang Maha Hidup, Yang Maha berdiri sendiri tak butuh segala sesuatu”, dan “Yang Maha Pengasih, Yang Maha Penyayang”.
      Ke-3, pada dinding antara Rukun Yamani dengan Rukun Syami di sisi barat  Kakbah dan di balik pintu Kakbah terdapat hiasan tulisan Al-Quran surah Al-Ahzab, surah ke-33 ayat 47.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ بِأَنَّ لَهُمْ مِنَ اللَّهِ فَضْلًا كَبِيرًا

      “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dan sampaikan berita gembira kepada orang-orang mukmin bahwa sesungguhnya bagi mereka karunia yang besar dari Allah.”
      Al-Quran surah An-Nisa, surah ke-4 ayat 110.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
وَمَنْ يَعْمَلْ سُوءًا أَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهُ ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ اللَّهَ يَجِدِ اللَّهَ غَفُورًا رَحِيمًا
 
   “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
      Ke-4, pada sudut Kakbah di atas Rukun Syami di atas Hijir Ismail dipasang hiasan berbentuk persegi bertulisan surah Al-Ikhlas, surah ke-112 ayat 1-4 yang disebut “Al-Shomadiyah”.

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ   اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ   يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ   وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

       “Katakanlah:’Dia Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak mempunyai anak dan tidak pula dilahirkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia’.”  
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
6. Tafsirq.com online

812. SABUK 8

TULISAN DI BAWAH SABUK KISWAH
(Seri ke-4)
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang tulisan di bawah sabuk kiswah kain penutup  Kakbah di Masjidil Haram Mekah?” Berikut ini penjelasannya.
      Kiswah penutup Kakbah dibuat dari sutera murni diberi warna hitam dirajut dengan tulisan kaligrafi ayat-ayat Al-Quran terdiri atas 5 potong lembar, yang 4 lembar untuk menutup 4 sisi Kakbah, dan I lembar untuk menutup pintu Kakbah serta sepertiga bagian atas dipasang sabuk kiswah.
      Tinggi kiswah 24 meter; berat suteranya 670 kg; lebar bagian Hajar Asad ke Rukun Iraqi 11,67 meter; lebar bagian Hijir Ismail 9,9 meter; lebar bagian Hajar Aswad ke Rukun Yamani 10,18 meter; dan lebar Rukun Yamani ke Rukun Syami 12,04 meter.
      Setiap tahun pada 9 Zulhijah kain kiswah penutup Kakbah diganti, sehingga setiap tahun pada 10 Zulhijah Kakbah di Masjidil Haram Mekah dibungkus dengan kain kiswah baru.
      Sabuk kiswah berukuran panjang 45 meter dan lebarnya 90 cm yang ditulisi dengan kaligrafi ayat-ayat Al-Quran bercorak tsulusi (salah satu model kaligrafi) yang diberi ornamen benang perak timbul yang disepuh emas.
      Sabuk kiswah Kakbah pada tiap sisinya bertulisan 4 kelompok kaligrafi model tsulusi yang indah, karena Kakbah mempunyai 4 sisi maka semuanya berjumlah 16 kelompok berbentuk bulat lonjong.
      Di bawah sabuk kiswah pada 4 dinding Kakbah masing-masing terdapat 2 hiasan berbentuk persegi panjang dan 3 berbentuk gantungan lampu, selain di atas pintu Kakbah yang terdapat tulisan “ihda” (persembahan), sehingga semuanya terdapat 7 bentuk persegi panjang dan 12 bentuk gantungan lampu.
      Keempat, tulisan kaligrafi di bawah sabuk kiswah pada dinding Kakbah antara  Rukun Yamani dengan Rukun Syami di sisi barat Kakbah.
      Ke-1, pada dinding sudut Kakbah di atas Rukun Yamani dipasang hiasan berbentuk persegi bertulisan surah Al-Ikhlas, surah ke-112 ayat 1-4 yang disebut “Al-Shomadiyah”.

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ   اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ   يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ   وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

       “Katakan:’Dia Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak mempunyai anak dan tidak pula dilahirkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia’.”  
      Ke-2, pada dinding Kakbah di bawah sabuk kiswah antara Rukun Yamani dengan Rukun Syami di sisi barat Kakbah terdapat tulisan berbentuk tiga lampu gantung bertulisan “Alhamdulillahi Rabbil Alamin”, “Yahayyu, Ya Qayyum”, dan “Ya Rahman, Ya Rahim”.

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ   يَا حَىُّ يَا قَيُّومُ      يا رحمن يا رحمن

      “Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.” “Yang Maha Hidup, Yang Maha berdiri sendiri tak butuh segala sesuatu”, dan “Yang Maha Pengasih, Yang Maha Penyayang”.
      Ke-3, pada dinding antara Rukun Yamani dengan Rukun Syami di sisi barat  Kakbah dan di balik pintu Kakbah terdapat hiasan tulisan Al-Quran surah Al-Ahzab, surah ke-33 ayat 47.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ بِأَنَّ لَهُمْ مِنَ اللَّهِ فَضْلًا كَبِيرًا

      “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dan sampaikan berita gembira kepada orang-orang mukmin bahwa sesungguhnya bagi mereka karunia yang besar dari Allah.”
      Al-Quran surah An-Nisa, surah ke-4 ayat 110.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
وَمَنْ يَعْمَلْ سُوءًا أَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهُ ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ اللَّهَ يَجِدِ اللَّهَ غَفُورًا رَحِيمًا
 
   “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
      Ke-4, pada sudut Kakbah di atas Rukun Syami di atas Hijir Ismail dipasang hiasan berbentuk persegi bertulisan surah Al-Ikhlas, surah ke-112 ayat 1-4 yang disebut “Al-Shomadiyah”.

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ   اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ   يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ   وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

       “Katakanlah:’Dia Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak mempunyai anak dan tidak pula dilahirkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia’.”  
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
6. Tafsirq.com online

812. SABUK 8

TULISAN DI BAWAH SABUK KISWAH
(Seri ke-4)
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang tulisan di bawah sabuk kiswah kain penutup  Kakbah di Masjidil Haram Mekah?” Berikut ini penjelasannya.
      Kiswah penutup Kakbah dibuat dari sutera murni diberi warna hitam dirajut dengan tulisan kaligrafi ayat-ayat Al-Quran terdiri atas 5 potong lembar, yang 4 lembar untuk menutup 4 sisi Kakbah, dan I lembar untuk menutup pintu Kakbah serta sepertiga bagian atas dipasang sabuk kiswah.
      Tinggi kiswah 24 meter; berat suteranya 670 kg; lebar bagian Hajar Asad ke Rukun Iraqi 11,67 meter; lebar bagian Hijir Ismail 9,9 meter; lebar bagian Hajar Aswad ke Rukun Yamani 10,18 meter; dan lebar Rukun Yamani ke Rukun Syami 12,04 meter.
      Setiap tahun pada 9 Zulhijah kain kiswah penutup Kakbah diganti, sehingga setiap tahun pada 10 Zulhijah Kakbah di Masjidil Haram Mekah dibungkus dengan kain kiswah baru.
      Sabuk kiswah berukuran panjang 45 meter dan lebarnya 90 cm yang ditulisi dengan kaligrafi ayat-ayat Al-Quran bercorak tsulusi (salah satu model kaligrafi) yang diberi ornamen benang perak timbul yang disepuh emas.
      Sabuk kiswah Kakbah pada tiap sisinya bertulisan 4 kelompok kaligrafi model tsulusi yang indah, karena Kakbah mempunyai 4 sisi maka semuanya berjumlah 16 kelompok berbentuk bulat lonjong.
      Di bawah sabuk kiswah pada 4 dinding Kakbah masing-masing terdapat 2 hiasan berbentuk persegi panjang dan 3 berbentuk gantungan lampu, selain di atas pintu Kakbah yang terdapat tulisan “ihda” (persembahan), sehingga semuanya terdapat 7 bentuk persegi panjang dan 12 bentuk gantungan lampu.
      Keempat, tulisan kaligrafi di bawah sabuk kiswah pada dinding Kakbah antara  Rukun Yamani dengan Rukun Syami di sisi barat Kakbah.
      Ke-1, pada dinding sudut Kakbah di atas Rukun Yamani dipasang hiasan berbentuk persegi bertulisan surah Al-Ikhlas, surah ke-112 ayat 1-4 yang disebut “Al-Shomadiyah”.

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ   اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ   يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ   وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

       “Katakan:’Dia Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak mempunyai anak dan tidak pula dilahirkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia’.”  
      Ke-2, pada dinding Kakbah di bawah sabuk kiswah antara Rukun Yamani dengan Rukun Syami di sisi barat Kakbah terdapat tulisan berbentuk tiga lampu gantung bertulisan “Alhamdulillahi Rabbil Alamin”, “Yahayyu, Ya Qayyum”, dan “Ya Rahman, Ya Rahim”.

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ   يَا حَىُّ يَا قَيُّومُ      يا رحمن يا رحمن

      “Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.” “Yang Maha Hidup, Yang Maha berdiri sendiri tak butuh segala sesuatu”, dan “Yang Maha Pengasih, Yang Maha Penyayang”.
      Ke-3, pada dinding antara Rukun Yamani dengan Rukun Syami di sisi barat  Kakbah dan di balik pintu Kakbah terdapat hiasan tulisan Al-Quran surah Al-Ahzab, surah ke-33 ayat 47.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ بِأَنَّ لَهُمْ مِنَ اللَّهِ فَضْلًا كَبِيرًا

      “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dan sampaikan berita gembira kepada orang-orang mukmin bahwa sesungguhnya bagi mereka karunia yang besar dari Allah.”
      Al-Quran surah An-Nisa, surah ke-4 ayat 110.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
وَمَنْ يَعْمَلْ سُوءًا أَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهُ ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ اللَّهَ يَجِدِ اللَّهَ غَفُورًا رَحِيمًا
 
   “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
      Ke-4, pada sudut Kakbah di atas Rukun Syami di atas Hijir Ismail dipasang hiasan berbentuk persegi bertulisan surah Al-Ikhlas, surah ke-112 ayat 1-4 yang disebut “Al-Shomadiyah”.

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ   اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ   يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ   وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

       “Katakanlah:’Dia Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak mempunyai anak dan tidak pula dilahirkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia’.”  
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
6. Tafsirq.com online