Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Monday, May 14, 2018

834. MURSALAT

SEJARAH GUA MURSALAT
Oleh: Drs. H. M.  Yusron Hadi, M.M.


      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang sejarah gua Mursalat di daerah Mina yang terletak di sebelah timur Mekah, Arab Saudi?” Berikut ini penjelasannya.
      Al-Quran surah Al-Bqarah, surah ke-2 ayat 203.

۞ وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَعْدُودَاتٍ ۚ فَمَنْ تَعَجَّلَ فِي يَوْمَيْنِ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ وَمَنْ تَأَخَّرَ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ ۚ لِمَنِ اتَّقَىٰ ۗ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّكُمْ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ

      “Dan berzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang berbilang. Barangsiapa yang ingin cepat berangkat (dari Mina) sesudah dua hari, maka tidak dosa baginya. Dan barangsiapa yang ingin menangguhkan (keberangkatannya dari dua hari itu), maka tidak ada dosa pula baginya bagi orang yang bertakwa. Dan bertakwalah kepada Allah, dan ketahuilah, bahwa kamu akan dikumpulkan kepada-Nya.”
      Mina adalah tempat Nabi Ibrahim melempar jumrah (kerikil) dan menyembelih domba sebagai ganti menyembelih Nabi Ismail, kemudian sunah ini diikuti oleh Nabi Muhammad dan semua umat Islam sampai akhir zaman.
      Mina juga tempat kaum Ansar berasal dari Madinah yang sudah masuk Islam berbaiat kepada Nabi Muhammad yang dikenal dengan Baiat Aqabah Pertama dan Baiat Aqabah Kedua.
      Nabi Muhammad berumur 51 tahun, terjadi Baiat Aqabah Pertama, ketika 6 orang penduduk Madinah yang telah masuk Islam berbaiat kepada Nabi Muhammad di Aqabah dan berjanji untuk berdakwah menyebarkan agama Islam di Madinah.
      Nabi bersabda kepada penduduk Madinah yang telah masuk Islam di Aqabah,”Kemarilah berbaitlah kepadaku untuk tidak menyekutukan Allah, tak mencuri, tak berzina, tak membunuh anak sendiri, tak berdusta, barangsiapa yang menepati janjinya pahalanya ada pada Allah, dan barangsiapa mengingkarinya dia akan disiksa di dunia sebagai ampunan dosa baginya. Kemudian terserah Allah apakah akan menyiksa atau mengampuninya.”
      Nabi Muhammad berumur 53 tahun, terjadi Baiat Aqabah Kedua, ketika lebih dari 70 umat Islam diikuti rombongan kaum musyrik Madinah mengunjungi Mekah untuk mengunjungi Kakbah di Mekah.
      Pada tengah malam, sambil bersembunyi Bani Aus dan Bani Khazraj yang berasal dari Madinah berbaiat kepada Nabi Muhammad yang didampingi Abbas bin Abdul Muththalib (belum masuk Islam) di bukit Aqabah.
      Nabi bersabda di Aqabah,”Aku membaiat kalian, agar kalian menyuruh amar makruf, mencegah kemungkaran, menafkahkan harta untuk agama Allah, melindungku dan melindungi umat Islam lainnya seperti melindungi diri, istri, dan anak-anak kalian, maka bagi kalian adalah surga.”
     Mina terletak sekitar 7 km di sebelah timur Masjidil Haram, Mekah dan Muzdalifah berjarak sekitar 5 km di sebelah timur Mina, sedangkan Arafah tempat wukuf ibadah haji berjarak 9 km di sebelah timur Muzdalifah.
            Wukuf adalah hadir di Arafah meskipun sejenak dalam waktu antara tergelincir matahari (Zuhur) tanggal 9 Zulhijah sampai terbit fajar (pagi) tanggal 10 Zulhijah, kemudian berpindah untuk mabit (istirahat) di Muzdalifah pada tanggal 10 Zulhijah, meskipun sesaat setelah lewat tengah malam.
.       Wukuf di Arafah adalah rukun dan puncak ibadah haji, sehinga jamaah yang tidak wukuf di Arafah maka hajinya tidak sah, oleh karena itu semua jamaah yang sakit akan dihadirkan di Arafah meskipun sebentar.
      Pada musim haji, para jamaah dari seluruh dunia berjalan kaki (jamaah Indonesia naik bis) melewati jalan raya selebar 30 meter dari Mekah ke Mina terus ke Muzdalifah lalu wukuf di Arafah dan sebaliknya.
      Di tepi rute sepanjang perjalanan telah disiapkan jalan yang bersih, jembatan, air minum zam-zam, tempat wudu, toilet, petugas keamanan, dan pelayanan kesehatan secara gratis oleh Kerajaan Arab Saudi.
      Dalam terowongan Mina telah disiapkan banyak kipas angin yang besar dilengkapi oksigen dan penyejuk udara untuk membantu para jamaah agar tetap segar selama berjalan di sepanjang jalan tembus pegunungan.
      Mina artinya tempat  “berkumpulnya manusia” dan para jamaah haji dari seluruh dunia mabit (bermalam) di Mina pada malam hari tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah untuk melaksanakan amalan ibadah haji.
     Mina adalah lokasi tempat melempar jumrah Ula (tugu pertama), Wusta (tugu kedua), dan Aqabah (tugu ketiga). Melontar jumrah adalah melontarkan batu kerikil sebesar kelereng sebanyak tujuh kali, dilemparkan satu persatu ke arah tugu.
      Pada tanggal 10 Zulhijah hanya melontar jumrah Aqabah (tugu ketiga) saja, sedangkan pada tanggal 11, 12,dan 13 Zulhijah melontar jumrah Ula (tugu pertama), Wusta (tugu kedua), dan Aqabah (tugu ketiga).
      Nafar adalah rombongan jamaah haji meninggalkan Mina pada hari Tasyrik,  Nafar awal adalah keberangkatan jamaah haji meninggalkan Mina menuju Mekah pada tanggal 12 Zulhijah setelah melontar jumrah Ula, Wusta, dan Aqabah.
      Nafar sani adalah keberangkatan jamaah haji meninggalkan Mina, yang penuh dengan tenda tahan api berwarna putih, pada tanggal 13 Zulhijah sesudah melontar jumrah Ula, Wusta, dan Aqabah menuju Mekah.
      Gua Mursalat (Ghar Mursalat) adalah sebuah gua tempat Nabi Muhammad menerima wahyu Al-Quran surah Al-Mursalat, yang terletak di kaki gunung antara Masjid Khaif di selatan Mina dengan gunung Shabih.
      Al-Quran surah Al-Mursalat, surah ke-77 ayat 1-7.
وَالْمُرْسَلَاتِ عُرْفًا فَالْعَاصِفَاتِ عَصْفًا وَالنَّاشِرَاتِ نَشْرًا فَالْفَارِقَاتِ فَرْقًا
فَالْمُلْقِيَاتِ ذِكْرًا عُذْرًا أَوْ نُذْرًا إِنَّمَا تُوعَدُونَ لَوَاقِعٌ

      “Demi malaikat-malaikat yang diutus untuk membawa kebaikan. Dan (malaikat-malaikat) yang terbang dengan kencangnya, dan (malaikat-malaikat) yang menyebarkan (rahmat Tuhannya) dengan seluas-luasnya. Dan (malaikat-malaikat) yang membedakan (antara yang hak dan yang bathil) dengan sejelas-jelasnya. Dan (malaikat-malaikat) yang menyampaikan wahyu, untuk menolak alasan-alasan atau memberi peringatan. Sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu itu pasti terjadi.

      Masjid Khaif adalah masjid di selatan Mina dekat dengan lokasi jumrah Ula (tugu pertama) yang pernah dipakai oleh Nabi Muhammad dengan para sahabat melaksanakan salat Subuh ketika musim haji.
      Masjid Khaif di selatan Mina dilengkapi dengan 4 menara yang menjulang tinggi, lebih dari 410 buah pendingin udara, 1.100 buah kipas angin, 1.000 kamar toilet, dan lebih dari 3.000 pancuran tempat wudu.
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Emoto, Masaru. Buku “The True Power of Water”.
6. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
7. Tafsirq.com online

833. MUZDA

SEJARAH MUZDALIFAH
Oleh: Drs. H. M.  Yusron Hadi, M.M.


      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang sejarah Muzdalifah yang terletak di sebelah timur Mekah, Arab Saudi?” Berikut ini penjelasannya.
      Mina, Muzadalifah, dan Arafah adalah tempat-tempat yang termasuk “masy’ar” dalam batas tanah suci, yaitu tempat-tempat yang diperintahkan dikunjungi dalam kegiatan ibadah haji.
      Al-Quran surah Al-Baqarah, surah ke-2 ayat 158.

۞ إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ ۖ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا ۚ وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ
   
      “Sesungguhnya Safa dan Marwa adalah sebagian dari syiar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sai antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui.”
      Al-Quran surah Al-Baqarah, surah ke-2 ayat 198.

لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَبْتَغُوا فَضْلًا مِنْ رَبِّكُمْ ۚ فَإِذَا أَفَضْتُمْ مِنْ عَرَفَاتٍ فَاذْكُرُوا اللَّهَ عِنْدَ الْمَشْعَرِ الْحَرَامِ ۖ وَاذْكُرُوهُ كَمَا هَدَاكُمْ وَإِنْ كُنْتُمْ مِنْ قَبْلِهِ لَمِنَ الضَّالِّينَ

      “Tidak ada dosa bagimu untuk mencari karunia (rezeki hasil perniagaan) dari Tuhanmu. Maka apabila kamu telah bertolak dari Arafah, berzikirlah kepada Allah di Masy’aril Haram. Dan berzikirlah (dengan menyebut) Allah sebagaimana yang ditunjukkan-Nya kepadamu; dan sesungguhnya kamu sebelum itu benar-benar termasuk orang-orang yang sesat.”
     Muzdalifah terletak 12 km di timur Masjidil Haram, Mina terletak sekitar 7 km di timur Masjidil Haram, Mekah dan Muzdalifah berjarak sekitar 5 km di sebelah timur Mina, sedangkan Arafah tempat wukuf haji berjarak 9 km di timur Muzdalifah.
     Muzdalifah terletak di antara Mina dan Arafah, disebut Muzdalifah karena manusia mendatanginya pada awal malam, tengah malam, atau karena manusia meninggalkannya secara serentak.
      Dinamakan Muzdalifah karena manusia jaraknya dekat dengan Mina, Nabi Adam dan Hawa pernah saling berkumpul di tempat ini, atau karena manusia juga berkumpul di Muzdalifah.
      Wilayah Muzdalifah mulai dari lembah Muhassir sampai Ma’zamain (dua gunung saling berhadapan yang dipisahkan sebuah jalan) dengan panjang lebih dari 4 km dan luasnya 12,25 km persegi yang diberi tanda batas masuk dan keluar wilayah Muzdalifah.
      Para ulama menjelaskan bahwa “Masy’aril Haram” adalah wilayah Muzdalifah seluruhnya, tempat Nabi Muhammad salat jamak Magrib dan Isya berjamaah serta mabit (bemalam) setelah wukuf di Arafah. 
      Nabi Muhammad dan para sahabat salat Magrib dan Isya jamak ta’khir berjamaah dengan satu kali azan dan dua kali ikamat, kemudian menuju Mina setelah salat Subuh berjamaah.
      Selama di Muzdalifah diizinkan mengambil 7 kerikil untuk melempar jumrah  Aqabah, ditambah 63 kerikil (3 tugu, 7 kerikil, selama 3 hari) kerikil untuk  melontar selama tiga hari, yaitu jumrah Ula (tugu pertama), Wusta (tugu kedua), dan Aqabah (tugu ketiga).
      Mina adalah lokasi tempat melempar jumrah Ula (tugu pertama), Wusta (tugu kedua), dan Aqabah (tugu ketiga). Melontar jumrah adalah melontarkan batu kerikil sebesar kelereng sebanyak tujuh kali, dilemparkan satu persatu ke arah tugu.
      Pada tanggal 10 Zulhijah hanya melontar jumrah Aqabah (tugu ketiga) saja, sedangkan pada tanggal 11, 12,dan 13 Zulhijah melontar jumrah Ula (tugu pertama), Wusta (tugu kedua), dan Aqabah (tugu ketiga).
      Nafar adalah rombongan jamaah haji meninggalkan Mina pada hari Tasyrik,  Nafar Awal adalah keberangkatan jamaah haji meninggalkan Mina menuju Mekah pada tanggal 12 Zulhijah setelah melontar jumrah Ula, Wusta, dan Aqabah.
      Nafar Sani adalah keberangkatan jamaah haji meninggalkan Mina, yang penuh dengan tenda tahan api berwarna putih, pada tanggal 13 Zulhijah sesudah melontar jumrah Ula, Wusta, dan Aqabah menuju Mekah.
            Wukuf adalah hadir di Arafah meskipun sejenak dalam waktu antara tergelincir matahari (Zuhur) tanggal 9 Zulhijah sampai terbit fajar (pagi) tanggal 10 Zulhijah, kemudian berpindah untuk mabit (istirahat) di Muzdalifah pada tanggal 10 Zulhijah, meskipun sesaat setelah lewat tengah malam.
.       Wukuf di Arafah adalah rukun dan puncak ibadah haji, sehinga jamaah yang tidak wukuf di Arafah maka hajinya tidak sah, oleh karena itu semua jamaah yang sakit akan dihadirkan di Arafah meskipun sebentar.
      Pada musim haji, para jamaah dari seluruh dunia berjalan kaki (jamaah Indonesia naik bis) melewati jalan raya selebar 30 meter dari Mekah ke Mina terus ke Muzdalifah lalu wukuf di Arafah dan sebaliknya.
      Di tepi rute sepanjang perjalanan telah disiapkan jalan yang bersih, jembatan, air minum zam-zam, tempat wudu, toilet, petugas keamanan, dan pelayanan kesehatan secara gratis oleh Kerajaan Arab Saudi.
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Emoto, Masaru. Buku “The True Power of Water”.
6. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
7. Tafsirq.com online

833. MUZDA

SEJARAH MUZDALIFAH
Oleh: Drs. H. M.  Yusron Hadi, M.M.


      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang sejarah Muzdalifah yang terletak di sebelah timur Mekah, Arab Saudi?” Berikut ini penjelasannya.
      Mina, Muzadalifah, dan Arafah adalah tempat-tempat yang termasuk “masy’ar” dalam batas tanah suci, yaitu tempat-tempat yang diperintahkan dikunjungi dalam kegiatan ibadah haji.
      Al-Quran surah Al-Baqarah, surah ke-2 ayat 158.

۞ إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ ۖ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا ۚ وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ
   
      “Sesungguhnya Safa dan Marwa adalah sebagian dari syiar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sai antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui.”
      Al-Quran surah Al-Baqarah, surah ke-2 ayat 198.

لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَبْتَغُوا فَضْلًا مِنْ رَبِّكُمْ ۚ فَإِذَا أَفَضْتُمْ مِنْ عَرَفَاتٍ فَاذْكُرُوا اللَّهَ عِنْدَ الْمَشْعَرِ الْحَرَامِ ۖ وَاذْكُرُوهُ كَمَا هَدَاكُمْ وَإِنْ كُنْتُمْ مِنْ قَبْلِهِ لَمِنَ الضَّالِّينَ

      “Tidak ada dosa bagimu untuk mencari karunia (rezeki hasil perniagaan) dari Tuhanmu. Maka apabila kamu telah bertolak dari Arafah, berzikirlah kepada Allah di Masy’aril Haram. Dan berzikirlah (dengan menyebut) Allah sebagaimana yang ditunjukkan-Nya kepadamu; dan sesungguhnya kamu sebelum itu benar-benar termasuk orang-orang yang sesat.”
     Muzdalifah terletak 12 km di timur Masjidil Haram, Mina terletak sekitar 7 km di timur Masjidil Haram, Mekah dan Muzdalifah berjarak sekitar 5 km di sebelah timur Mina, sedangkan Arafah tempat wukuf haji berjarak 9 km di timur Muzdalifah.
     Muzdalifah terletak di antara Mina dan Arafah, disebut Muzdalifah karena manusia mendatanginya pada awal malam, tengah malam, atau karena manusia meninggalkannya secara serentak.
      Dinamakan Muzdalifah karena manusia jaraknya dekat dengan Mina, Nabi Adam dan Hawa pernah saling berkumpul di tempat ini, atau karena manusia juga berkumpul di Muzdalifah.
      Wilayah Muzdalifah mulai dari lembah Muhassir sampai Ma’zamain (dua gunung saling berhadapan yang dipisahkan sebuah jalan) dengan panjang lebih dari 4 km dan luasnya 12,25 km persegi yang diberi tanda batas masuk dan keluar wilayah Muzdalifah.
      Para ulama menjelaskan bahwa “Masy’aril Haram” adalah wilayah Muzdalifah seluruhnya, tempat Nabi Muhammad salat jamak Magrib dan Isya berjamaah serta mabit (bemalam) setelah wukuf di Arafah. 
      Nabi Muhammad dan para sahabat salat Magrib dan Isya jamak ta’khir berjamaah dengan satu kali azan dan dua kali ikamat, kemudian menuju Mina setelah salat Subuh berjamaah.
      Selama di Muzdalifah diizinkan mengambil 7 kerikil untuk melempar jumrah  Aqabah, ditambah 63 kerikil (3 tugu, 7 kerikil, selama 3 hari) kerikil untuk  melontar selama tiga hari, yaitu jumrah Ula (tugu pertama), Wusta (tugu kedua), dan Aqabah (tugu ketiga).
      Mina adalah lokasi tempat melempar jumrah Ula (tugu pertama), Wusta (tugu kedua), dan Aqabah (tugu ketiga). Melontar jumrah adalah melontarkan batu kerikil sebesar kelereng sebanyak tujuh kali, dilemparkan satu persatu ke arah tugu.
      Pada tanggal 10 Zulhijah hanya melontar jumrah Aqabah (tugu ketiga) saja, sedangkan pada tanggal 11, 12,dan 13 Zulhijah melontar jumrah Ula (tugu pertama), Wusta (tugu kedua), dan Aqabah (tugu ketiga).
      Nafar adalah rombongan jamaah haji meninggalkan Mina pada hari Tasyrik,  Nafar Awal adalah keberangkatan jamaah haji meninggalkan Mina menuju Mekah pada tanggal 12 Zulhijah setelah melontar jumrah Ula, Wusta, dan Aqabah.
      Nafar Sani adalah keberangkatan jamaah haji meninggalkan Mina, yang penuh dengan tenda tahan api berwarna putih, pada tanggal 13 Zulhijah sesudah melontar jumrah Ula, Wusta, dan Aqabah menuju Mekah.
            Wukuf adalah hadir di Arafah meskipun sejenak dalam waktu antara tergelincir matahari (Zuhur) tanggal 9 Zulhijah sampai terbit fajar (pagi) tanggal 10 Zulhijah, kemudian berpindah untuk mabit (istirahat) di Muzdalifah pada tanggal 10 Zulhijah, meskipun sesaat setelah lewat tengah malam.
.       Wukuf di Arafah adalah rukun dan puncak ibadah haji, sehinga jamaah yang tidak wukuf di Arafah maka hajinya tidak sah, oleh karena itu semua jamaah yang sakit akan dihadirkan di Arafah meskipun sebentar.
      Pada musim haji, para jamaah dari seluruh dunia berjalan kaki (jamaah Indonesia naik bis) melewati jalan raya selebar 30 meter dari Mekah ke Mina terus ke Muzdalifah lalu wukuf di Arafah dan sebaliknya.
      Di tepi rute sepanjang perjalanan telah disiapkan jalan yang bersih, jembatan, air minum zam-zam, tempat wudu, toilet, petugas keamanan, dan pelayanan kesehatan secara gratis oleh Kerajaan Arab Saudi.
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Emoto, Masaru. Buku “The True Power of Water”.
6. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
7. Tafsirq.com online

833. MUZDA

SEJARAH MUZDALIFAH
Oleh: Drs. H. M.  Yusron Hadi, M.M.


      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang sejarah Muzdalifah yang terletak di sebelah timur Mekah, Arab Saudi?” Berikut ini penjelasannya.
      Mina, Muzadalifah, dan Arafah adalah tempat-tempat yang termasuk “masy’ar” dalam batas tanah suci, yaitu tempat-tempat yang diperintahkan dikunjungi dalam kegiatan ibadah haji.
      Al-Quran surah Al-Baqarah, surah ke-2 ayat 158.

۞ إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ ۖ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا ۚ وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ
   
      “Sesungguhnya Safa dan Marwa adalah sebagian dari syiar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sai antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui.”
      Al-Quran surah Al-Baqarah, surah ke-2 ayat 198.

لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَبْتَغُوا فَضْلًا مِنْ رَبِّكُمْ ۚ فَإِذَا أَفَضْتُمْ مِنْ عَرَفَاتٍ فَاذْكُرُوا اللَّهَ عِنْدَ الْمَشْعَرِ الْحَرَامِ ۖ وَاذْكُرُوهُ كَمَا هَدَاكُمْ وَإِنْ كُنْتُمْ مِنْ قَبْلِهِ لَمِنَ الضَّالِّينَ

      “Tidak ada dosa bagimu untuk mencari karunia (rezeki hasil perniagaan) dari Tuhanmu. Maka apabila kamu telah bertolak dari Arafah, berzikirlah kepada Allah di Masy’aril Haram. Dan berzikirlah (dengan menyebut) Allah sebagaimana yang ditunjukkan-Nya kepadamu; dan sesungguhnya kamu sebelum itu benar-benar termasuk orang-orang yang sesat.”
     Muzdalifah terletak 12 km di timur Masjidil Haram, Mina terletak sekitar 7 km di timur Masjidil Haram, Mekah dan Muzdalifah berjarak sekitar 5 km di sebelah timur Mina, sedangkan Arafah tempat wukuf haji berjarak 9 km di timur Muzdalifah.
     Muzdalifah terletak di antara Mina dan Arafah, disebut Muzdalifah karena manusia mendatanginya pada awal malam, tengah malam, atau karena manusia meninggalkannya secara serentak.
      Dinamakan Muzdalifah karena manusia jaraknya dekat dengan Mina, Nabi Adam dan Hawa pernah saling berkumpul di tempat ini, atau karena manusia juga berkumpul di Muzdalifah.
      Wilayah Muzdalifah mulai dari lembah Muhassir sampai Ma’zamain (dua gunung saling berhadapan yang dipisahkan sebuah jalan) dengan panjang lebih dari 4 km dan luasnya 12,25 km persegi yang diberi tanda batas masuk dan keluar wilayah Muzdalifah.
      Para ulama menjelaskan bahwa “Masy’aril Haram” adalah wilayah Muzdalifah seluruhnya, tempat Nabi Muhammad salat jamak Magrib dan Isya berjamaah serta mabit (bemalam) setelah wukuf di Arafah. 
      Nabi Muhammad dan para sahabat salat Magrib dan Isya jamak ta’khir berjamaah dengan satu kali azan dan dua kali ikamat, kemudian menuju Mina setelah salat Subuh berjamaah.
      Selama di Muzdalifah diizinkan mengambil 7 kerikil untuk melempar jumrah  Aqabah, ditambah 63 kerikil (3 tugu, 7 kerikil, selama 3 hari) kerikil untuk  melontar selama tiga hari, yaitu jumrah Ula (tugu pertama), Wusta (tugu kedua), dan Aqabah (tugu ketiga).
      Mina adalah lokasi tempat melempar jumrah Ula (tugu pertama), Wusta (tugu kedua), dan Aqabah (tugu ketiga). Melontar jumrah adalah melontarkan batu kerikil sebesar kelereng sebanyak tujuh kali, dilemparkan satu persatu ke arah tugu.
      Pada tanggal 10 Zulhijah hanya melontar jumrah Aqabah (tugu ketiga) saja, sedangkan pada tanggal 11, 12,dan 13 Zulhijah melontar jumrah Ula (tugu pertama), Wusta (tugu kedua), dan Aqabah (tugu ketiga).
      Nafar adalah rombongan jamaah haji meninggalkan Mina pada hari Tasyrik,  Nafar Awal adalah keberangkatan jamaah haji meninggalkan Mina menuju Mekah pada tanggal 12 Zulhijah setelah melontar jumrah Ula, Wusta, dan Aqabah.
      Nafar Sani adalah keberangkatan jamaah haji meninggalkan Mina, yang penuh dengan tenda tahan api berwarna putih, pada tanggal 13 Zulhijah sesudah melontar jumrah Ula, Wusta, dan Aqabah menuju Mekah.
            Wukuf adalah hadir di Arafah meskipun sejenak dalam waktu antara tergelincir matahari (Zuhur) tanggal 9 Zulhijah sampai terbit fajar (pagi) tanggal 10 Zulhijah, kemudian berpindah untuk mabit (istirahat) di Muzdalifah pada tanggal 10 Zulhijah, meskipun sesaat setelah lewat tengah malam.
.       Wukuf di Arafah adalah rukun dan puncak ibadah haji, sehinga jamaah yang tidak wukuf di Arafah maka hajinya tidak sah, oleh karena itu semua jamaah yang sakit akan dihadirkan di Arafah meskipun sebentar.
      Pada musim haji, para jamaah dari seluruh dunia berjalan kaki (jamaah Indonesia naik bis) melewati jalan raya selebar 30 meter dari Mekah ke Mina terus ke Muzdalifah lalu wukuf di Arafah dan sebaliknya.
      Di tepi rute sepanjang perjalanan telah disiapkan jalan yang bersih, jembatan, air minum zam-zam, tempat wudu, toilet, petugas keamanan, dan pelayanan kesehatan secara gratis oleh Kerajaan Arab Saudi.
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Emoto, Masaru. Buku “The True Power of Water”.
6. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
7. Tafsirq.com online

833. MUZDA

SEJARAH MUZDALIFAH
Oleh: Drs. H. M.  Yusron Hadi, M.M.


      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang sejarah Muzdalifah yang terletak di sebelah timur Mekah, Arab Saudi?” Berikut ini penjelasannya.
      Mina, Muzadalifah, dan Arafah adalah tempat-tempat yang termasuk “masy’ar” dalam batas tanah suci, yaitu tempat-tempat yang diperintahkan dikunjungi dalam kegiatan ibadah haji.
      Al-Quran surah Al-Baqarah, surah ke-2 ayat 158.

۞ إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ ۖ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا ۚ وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ
   
      “Sesungguhnya Safa dan Marwa adalah sebagian dari syiar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sai antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui.”
      Al-Quran surah Al-Baqarah, surah ke-2 ayat 198.

لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَبْتَغُوا فَضْلًا مِنْ رَبِّكُمْ ۚ فَإِذَا أَفَضْتُمْ مِنْ عَرَفَاتٍ فَاذْكُرُوا اللَّهَ عِنْدَ الْمَشْعَرِ الْحَرَامِ ۖ وَاذْكُرُوهُ كَمَا هَدَاكُمْ وَإِنْ كُنْتُمْ مِنْ قَبْلِهِ لَمِنَ الضَّالِّينَ

      “Tidak ada dosa bagimu untuk mencari karunia (rezeki hasil perniagaan) dari Tuhanmu. Maka apabila kamu telah bertolak dari Arafah, berzikirlah kepada Allah di Masy’aril Haram. Dan berzikirlah (dengan menyebut) Allah sebagaimana yang ditunjukkan-Nya kepadamu; dan sesungguhnya kamu sebelum itu benar-benar termasuk orang-orang yang sesat.”
     Muzdalifah terletak 12 km di timur Masjidil Haram, Mina terletak sekitar 7 km di timur Masjidil Haram, Mekah dan Muzdalifah berjarak sekitar 5 km di sebelah timur Mina, sedangkan Arafah tempat wukuf haji berjarak 9 km di timur Muzdalifah.
     Muzdalifah terletak di antara Mina dan Arafah, disebut Muzdalifah karena manusia mendatanginya pada awal malam, tengah malam, atau karena manusia meninggalkannya secara serentak.
      Dinamakan Muzdalifah karena manusia jaraknya dekat dengan Mina, Nabi Adam dan Hawa pernah saling berkumpul di tempat ini, atau karena manusia juga berkumpul di Muzdalifah.
      Wilayah Muzdalifah mulai dari lembah Muhassir sampai Ma’zamain (dua gunung saling berhadapan yang dipisahkan sebuah jalan) dengan panjang lebih dari 4 km dan luasnya 12,25 km persegi yang diberi tanda batas masuk dan keluar wilayah Muzdalifah.
      Para ulama menjelaskan bahwa “Masy’aril Haram” adalah wilayah Muzdalifah seluruhnya, tempat Nabi Muhammad salat jamak Magrib dan Isya berjamaah serta mabit (bemalam) setelah wukuf di Arafah. 
      Nabi Muhammad dan para sahabat salat Magrib dan Isya jamak ta’khir berjamaah dengan satu kali azan dan dua kali ikamat, kemudian menuju Mina setelah salat Subuh berjamaah.
      Selama di Muzdalifah diizinkan mengambil 7 kerikil untuk melempar jumrah  Aqabah, ditambah 63 kerikil (3 tugu, 7 kerikil, selama 3 hari) kerikil untuk  melontar selama tiga hari, yaitu jumrah Ula (tugu pertama), Wusta (tugu kedua), dan Aqabah (tugu ketiga).
      Mina adalah lokasi tempat melempar jumrah Ula (tugu pertama), Wusta (tugu kedua), dan Aqabah (tugu ketiga). Melontar jumrah adalah melontarkan batu kerikil sebesar kelereng sebanyak tujuh kali, dilemparkan satu persatu ke arah tugu.
      Pada tanggal 10 Zulhijah hanya melontar jumrah Aqabah (tugu ketiga) saja, sedangkan pada tanggal 11, 12,dan 13 Zulhijah melontar jumrah Ula (tugu pertama), Wusta (tugu kedua), dan Aqabah (tugu ketiga).
      Nafar adalah rombongan jamaah haji meninggalkan Mina pada hari Tasyrik,  Nafar Awal adalah keberangkatan jamaah haji meninggalkan Mina menuju Mekah pada tanggal 12 Zulhijah setelah melontar jumrah Ula, Wusta, dan Aqabah.
      Nafar Sani adalah keberangkatan jamaah haji meninggalkan Mina, yang penuh dengan tenda tahan api berwarna putih, pada tanggal 13 Zulhijah sesudah melontar jumrah Ula, Wusta, dan Aqabah menuju Mekah.
            Wukuf adalah hadir di Arafah meskipun sejenak dalam waktu antara tergelincir matahari (Zuhur) tanggal 9 Zulhijah sampai terbit fajar (pagi) tanggal 10 Zulhijah, kemudian berpindah untuk mabit (istirahat) di Muzdalifah pada tanggal 10 Zulhijah, meskipun sesaat setelah lewat tengah malam.
.       Wukuf di Arafah adalah rukun dan puncak ibadah haji, sehinga jamaah yang tidak wukuf di Arafah maka hajinya tidak sah, oleh karena itu semua jamaah yang sakit akan dihadirkan di Arafah meskipun sebentar.
      Pada musim haji, para jamaah dari seluruh dunia berjalan kaki (jamaah Indonesia naik bis) melewati jalan raya selebar 30 meter dari Mekah ke Mina terus ke Muzdalifah lalu wukuf di Arafah dan sebaliknya.
      Di tepi rute sepanjang perjalanan telah disiapkan jalan yang bersih, jembatan, air minum zam-zam, tempat wudu, toilet, petugas keamanan, dan pelayanan kesehatan secara gratis oleh Kerajaan Arab Saudi.
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Emoto, Masaru. Buku “The True Power of Water”.
6. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
7. Tafsirq.com online

833. MUZDA

SEJARAH MUZDALIFAH
Oleh: Drs. H. M.  Yusron Hadi, M.M.


      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang sejarah Muzdalifah yang terletak di sebelah timur Mekah, Arab Saudi?” Berikut ini penjelasannya.
      Mina, Muzadalifah, dan Arafah adalah tempat-tempat yang termasuk “masy’ar” dalam batas tanah suci, yaitu tempat-tempat yang diperintahkan dikunjungi dalam kegiatan ibadah haji.
      Al-Quran surah Al-Baqarah, surah ke-2 ayat 158.

۞ إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ ۖ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا ۚ وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ
   
      “Sesungguhnya Safa dan Marwa adalah sebagian dari syiar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sai antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui.”
      Al-Quran surah Al-Baqarah, surah ke-2 ayat 198.

لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَبْتَغُوا فَضْلًا مِنْ رَبِّكُمْ ۚ فَإِذَا أَفَضْتُمْ مِنْ عَرَفَاتٍ فَاذْكُرُوا اللَّهَ عِنْدَ الْمَشْعَرِ الْحَرَامِ ۖ وَاذْكُرُوهُ كَمَا هَدَاكُمْ وَإِنْ كُنْتُمْ مِنْ قَبْلِهِ لَمِنَ الضَّالِّينَ

      “Tidak ada dosa bagimu untuk mencari karunia (rezeki hasil perniagaan) dari Tuhanmu. Maka apabila kamu telah bertolak dari Arafah, berzikirlah kepada Allah di Masy’aril Haram. Dan berzikirlah (dengan menyebut) Allah sebagaimana yang ditunjukkan-Nya kepadamu; dan sesungguhnya kamu sebelum itu benar-benar termasuk orang-orang yang sesat.”
     Muzdalifah terletak 12 km di timur Masjidil Haram, Mina terletak sekitar 7 km di timur Masjidil Haram, Mekah dan Muzdalifah berjarak sekitar 5 km di sebelah timur Mina, sedangkan Arafah tempat wukuf haji berjarak 9 km di timur Muzdalifah.
     Muzdalifah terletak di antara Mina dan Arafah, disebut Muzdalifah karena manusia mendatanginya pada awal malam, tengah malam, atau karena manusia meninggalkannya secara serentak.
      Dinamakan Muzdalifah karena manusia jaraknya dekat dengan Mina, Nabi Adam dan Hawa pernah saling berkumpul di tempat ini, atau karena manusia juga berkumpul di Muzdalifah.
      Wilayah Muzdalifah mulai dari lembah Muhassir sampai Ma’zamain (dua gunung saling berhadapan yang dipisahkan sebuah jalan) dengan panjang lebih dari 4 km dan luasnya 12,25 km persegi yang diberi tanda batas masuk dan keluar wilayah Muzdalifah.
      Para ulama menjelaskan bahwa “Masy’aril Haram” adalah wilayah Muzdalifah seluruhnya, tempat Nabi Muhammad salat jamak Magrib dan Isya berjamaah serta mabit (bemalam) setelah wukuf di Arafah. 
      Nabi Muhammad dan para sahabat salat Magrib dan Isya jamak ta’khir berjamaah dengan satu kali azan dan dua kali ikamat, kemudian menuju Mina setelah salat Subuh berjamaah.
      Selama di Muzdalifah diizinkan mengambil 7 kerikil untuk melempar jumrah  Aqabah, ditambah 63 kerikil (3 tugu, 7 kerikil, selama 3 hari) kerikil untuk  melontar selama tiga hari, yaitu jumrah Ula (tugu pertama), Wusta (tugu kedua), dan Aqabah (tugu ketiga).
      Mina adalah lokasi tempat melempar jumrah Ula (tugu pertama), Wusta (tugu kedua), dan Aqabah (tugu ketiga). Melontar jumrah adalah melontarkan batu kerikil sebesar kelereng sebanyak tujuh kali, dilemparkan satu persatu ke arah tugu.
      Pada tanggal 10 Zulhijah hanya melontar jumrah Aqabah (tugu ketiga) saja, sedangkan pada tanggal 11, 12,dan 13 Zulhijah melontar jumrah Ula (tugu pertama), Wusta (tugu kedua), dan Aqabah (tugu ketiga).
      Nafar adalah rombongan jamaah haji meninggalkan Mina pada hari Tasyrik,  Nafar Awal adalah keberangkatan jamaah haji meninggalkan Mina menuju Mekah pada tanggal 12 Zulhijah setelah melontar jumrah Ula, Wusta, dan Aqabah.
      Nafar Sani adalah keberangkatan jamaah haji meninggalkan Mina, yang penuh dengan tenda tahan api berwarna putih, pada tanggal 13 Zulhijah sesudah melontar jumrah Ula, Wusta, dan Aqabah menuju Mekah.
            Wukuf adalah hadir di Arafah meskipun sejenak dalam waktu antara tergelincir matahari (Zuhur) tanggal 9 Zulhijah sampai terbit fajar (pagi) tanggal 10 Zulhijah, kemudian berpindah untuk mabit (istirahat) di Muzdalifah pada tanggal 10 Zulhijah, meskipun sesaat setelah lewat tengah malam.
.       Wukuf di Arafah adalah rukun dan puncak ibadah haji, sehinga jamaah yang tidak wukuf di Arafah maka hajinya tidak sah, oleh karena itu semua jamaah yang sakit akan dihadirkan di Arafah meskipun sebentar.
      Pada musim haji, para jamaah dari seluruh dunia berjalan kaki (jamaah Indonesia naik bis) melewati jalan raya selebar 30 meter dari Mekah ke Mina terus ke Muzdalifah lalu wukuf di Arafah dan sebaliknya.
      Di tepi rute sepanjang perjalanan telah disiapkan jalan yang bersih, jembatan, air minum zam-zam, tempat wudu, toilet, petugas keamanan, dan pelayanan kesehatan secara gratis oleh Kerajaan Arab Saudi.
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Emoto, Masaru. Buku “The True Power of Water”.
6. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
7. Tafsirq.com online

833. MUZDA

SEJARAH MUZDALIFAH
Oleh: Drs. H. M.  Yusron Hadi, M.M.


      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang sejarah Muzdalifah yang terletak di sebelah timur Mekah, Arab Saudi?” Berikut ini penjelasannya.
      Mina, Muzadalifah, dan Arafah adalah tempat-tempat yang termasuk “masy’ar” dalam batas tanah suci, yaitu tempat-tempat yang diperintahkan dikunjungi dalam kegiatan ibadah haji.
      Al-Quran surah Al-Baqarah, surah ke-2 ayat 158.

۞ إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ ۖ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا ۚ وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ
   
      “Sesungguhnya Safa dan Marwa adalah sebagian dari syiar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sai antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui.”
      Al-Quran surah Al-Baqarah, surah ke-2 ayat 198.

لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَبْتَغُوا فَضْلًا مِنْ رَبِّكُمْ ۚ فَإِذَا أَفَضْتُمْ مِنْ عَرَفَاتٍ فَاذْكُرُوا اللَّهَ عِنْدَ الْمَشْعَرِ الْحَرَامِ ۖ وَاذْكُرُوهُ كَمَا هَدَاكُمْ وَإِنْ كُنْتُمْ مِنْ قَبْلِهِ لَمِنَ الضَّالِّينَ

      “Tidak ada dosa bagimu untuk mencari karunia (rezeki hasil perniagaan) dari Tuhanmu. Maka apabila kamu telah bertolak dari Arafah, berzikirlah kepada Allah di Masy’aril Haram. Dan berzikirlah (dengan menyebut) Allah sebagaimana yang ditunjukkan-Nya kepadamu; dan sesungguhnya kamu sebelum itu benar-benar termasuk orang-orang yang sesat.”
     Muzdalifah terletak 12 km di timur Masjidil Haram, Mina terletak sekitar 7 km di timur Masjidil Haram, Mekah dan Muzdalifah berjarak sekitar 5 km di sebelah timur Mina, sedangkan Arafah tempat wukuf haji berjarak 9 km di timur Muzdalifah.
     Muzdalifah terletak di antara Mina dan Arafah, disebut Muzdalifah karena manusia mendatanginya pada awal malam, tengah malam, atau karena manusia meninggalkannya secara serentak.
      Dinamakan Muzdalifah karena manusia jaraknya dekat dengan Mina, Nabi Adam dan Hawa pernah saling berkumpul di tempat ini, atau karena manusia juga berkumpul di Muzdalifah.
      Wilayah Muzdalifah mulai dari lembah Muhassir sampai Ma’zamain (dua gunung saling berhadapan yang dipisahkan sebuah jalan) dengan panjang lebih dari 4 km dan luasnya 12,25 km persegi yang diberi tanda batas masuk dan keluar wilayah Muzdalifah.
      Para ulama menjelaskan bahwa “Masy’aril Haram” adalah wilayah Muzdalifah seluruhnya, tempat Nabi Muhammad salat jamak Magrib dan Isya berjamaah serta mabit (bemalam) setelah wukuf di Arafah. 
      Nabi Muhammad dan para sahabat salat Magrib dan Isya jamak ta’khir berjamaah dengan satu kali azan dan dua kali ikamat, kemudian menuju Mina setelah salat Subuh berjamaah.
      Selama di Muzdalifah diizinkan mengambil 7 kerikil untuk melempar jumrah  Aqabah, ditambah 63 kerikil (3 tugu, 7 kerikil, selama 3 hari) kerikil untuk  melontar selama tiga hari, yaitu jumrah Ula (tugu pertama), Wusta (tugu kedua), dan Aqabah (tugu ketiga).
      Mina adalah lokasi tempat melempar jumrah Ula (tugu pertama), Wusta (tugu kedua), dan Aqabah (tugu ketiga). Melontar jumrah adalah melontarkan batu kerikil sebesar kelereng sebanyak tujuh kali, dilemparkan satu persatu ke arah tugu.
      Pada tanggal 10 Zulhijah hanya melontar jumrah Aqabah (tugu ketiga) saja, sedangkan pada tanggal 11, 12,dan 13 Zulhijah melontar jumrah Ula (tugu pertama), Wusta (tugu kedua), dan Aqabah (tugu ketiga).
      Nafar adalah rombongan jamaah haji meninggalkan Mina pada hari Tasyrik,  Nafar Awal adalah keberangkatan jamaah haji meninggalkan Mina menuju Mekah pada tanggal 12 Zulhijah setelah melontar jumrah Ula, Wusta, dan Aqabah.
      Nafar Sani adalah keberangkatan jamaah haji meninggalkan Mina, yang penuh dengan tenda tahan api berwarna putih, pada tanggal 13 Zulhijah sesudah melontar jumrah Ula, Wusta, dan Aqabah menuju Mekah.
            Wukuf adalah hadir di Arafah meskipun sejenak dalam waktu antara tergelincir matahari (Zuhur) tanggal 9 Zulhijah sampai terbit fajar (pagi) tanggal 10 Zulhijah, kemudian berpindah untuk mabit (istirahat) di Muzdalifah pada tanggal 10 Zulhijah, meskipun sesaat setelah lewat tengah malam.
.       Wukuf di Arafah adalah rukun dan puncak ibadah haji, sehinga jamaah yang tidak wukuf di Arafah maka hajinya tidak sah, oleh karena itu semua jamaah yang sakit akan dihadirkan di Arafah meskipun sebentar.
      Pada musim haji, para jamaah dari seluruh dunia berjalan kaki (jamaah Indonesia naik bis) melewati jalan raya selebar 30 meter dari Mekah ke Mina terus ke Muzdalifah lalu wukuf di Arafah dan sebaliknya.
      Di tepi rute sepanjang perjalanan telah disiapkan jalan yang bersih, jembatan, air minum zam-zam, tempat wudu, toilet, petugas keamanan, dan pelayanan kesehatan secara gratis oleh Kerajaan Arab Saudi.
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Emoto, Masaru. Buku “The True Power of Water”.
6. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
7. Tafsirq.com online

833. MUZDA

SEJARAH MUZDALIFAH
Oleh: Drs. H. M.  Yusron Hadi, M.M.


      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang sejarah Muzdalifah yang terletak di sebelah timur Mekah, Arab Saudi?” Berikut ini penjelasannya.
      Mina, Muzadalifah, dan Arafah adalah tempat-tempat yang termasuk “masy’ar” dalam batas tanah suci, yaitu tempat-tempat yang diperintahkan dikunjungi dalam kegiatan ibadah haji.
      Al-Quran surah Al-Baqarah, surah ke-2 ayat 158.

۞ إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ ۖ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا ۚ وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ
   
      “Sesungguhnya Safa dan Marwa adalah sebagian dari syiar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sai antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui.”
      Al-Quran surah Al-Baqarah, surah ke-2 ayat 198.

لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَبْتَغُوا فَضْلًا مِنْ رَبِّكُمْ ۚ فَإِذَا أَفَضْتُمْ مِنْ عَرَفَاتٍ فَاذْكُرُوا اللَّهَ عِنْدَ الْمَشْعَرِ الْحَرَامِ ۖ وَاذْكُرُوهُ كَمَا هَدَاكُمْ وَإِنْ كُنْتُمْ مِنْ قَبْلِهِ لَمِنَ الضَّالِّينَ

      “Tidak ada dosa bagimu untuk mencari karunia (rezeki hasil perniagaan) dari Tuhanmu. Maka apabila kamu telah bertolak dari Arafah, berzikirlah kepada Allah di Masy’aril Haram. Dan berzikirlah (dengan menyebut) Allah sebagaimana yang ditunjukkan-Nya kepadamu; dan sesungguhnya kamu sebelum itu benar-benar termasuk orang-orang yang sesat.”
     Muzdalifah terletak 12 km di timur Masjidil Haram, Mina terletak sekitar 7 km di timur Masjidil Haram, Mekah dan Muzdalifah berjarak sekitar 5 km di sebelah timur Mina, sedangkan Arafah tempat wukuf haji berjarak 9 km di timur Muzdalifah.
     Muzdalifah terletak di antara Mina dan Arafah, disebut Muzdalifah karena manusia mendatanginya pada awal malam, tengah malam, atau karena manusia meninggalkannya secara serentak.
      Dinamakan Muzdalifah karena manusia jaraknya dekat dengan Mina, Nabi Adam dan Hawa pernah saling berkumpul di tempat ini, atau karena manusia juga berkumpul di Muzdalifah.
      Wilayah Muzdalifah mulai dari lembah Muhassir sampai Ma’zamain (dua gunung saling berhadapan yang dipisahkan sebuah jalan) dengan panjang lebih dari 4 km dan luasnya 12,25 km persegi yang diberi tanda batas masuk dan keluar wilayah Muzdalifah.
      Para ulama menjelaskan bahwa “Masy’aril Haram” adalah wilayah Muzdalifah seluruhnya, tempat Nabi Muhammad salat jamak Magrib dan Isya berjamaah serta mabit (bemalam) setelah wukuf di Arafah. 
      Nabi Muhammad dan para sahabat salat Magrib dan Isya jamak ta’khir berjamaah dengan satu kali azan dan dua kali ikamat, kemudian menuju Mina setelah salat Subuh berjamaah.
      Selama di Muzdalifah diizinkan mengambil 7 kerikil untuk melempar jumrah  Aqabah, ditambah 63 kerikil (3 tugu, 7 kerikil, selama 3 hari) kerikil untuk  melontar selama tiga hari, yaitu jumrah Ula (tugu pertama), Wusta (tugu kedua), dan Aqabah (tugu ketiga).
      Mina adalah lokasi tempat melempar jumrah Ula (tugu pertama), Wusta (tugu kedua), dan Aqabah (tugu ketiga). Melontar jumrah adalah melontarkan batu kerikil sebesar kelereng sebanyak tujuh kali, dilemparkan satu persatu ke arah tugu.
      Pada tanggal 10 Zulhijah hanya melontar jumrah Aqabah (tugu ketiga) saja, sedangkan pada tanggal 11, 12,dan 13 Zulhijah melontar jumrah Ula (tugu pertama), Wusta (tugu kedua), dan Aqabah (tugu ketiga).
      Nafar adalah rombongan jamaah haji meninggalkan Mina pada hari Tasyrik,  Nafar Awal adalah keberangkatan jamaah haji meninggalkan Mina menuju Mekah pada tanggal 12 Zulhijah setelah melontar jumrah Ula, Wusta, dan Aqabah.
      Nafar Sani adalah keberangkatan jamaah haji meninggalkan Mina, yang penuh dengan tenda tahan api berwarna putih, pada tanggal 13 Zulhijah sesudah melontar jumrah Ula, Wusta, dan Aqabah menuju Mekah.
            Wukuf adalah hadir di Arafah meskipun sejenak dalam waktu antara tergelincir matahari (Zuhur) tanggal 9 Zulhijah sampai terbit fajar (pagi) tanggal 10 Zulhijah, kemudian berpindah untuk mabit (istirahat) di Muzdalifah pada tanggal 10 Zulhijah, meskipun sesaat setelah lewat tengah malam.
.       Wukuf di Arafah adalah rukun dan puncak ibadah haji, sehinga jamaah yang tidak wukuf di Arafah maka hajinya tidak sah, oleh karena itu semua jamaah yang sakit akan dihadirkan di Arafah meskipun sebentar.
      Pada musim haji, para jamaah dari seluruh dunia berjalan kaki (jamaah Indonesia naik bis) melewati jalan raya selebar 30 meter dari Mekah ke Mina terus ke Muzdalifah lalu wukuf di Arafah dan sebaliknya.
      Di tepi rute sepanjang perjalanan telah disiapkan jalan yang bersih, jembatan, air minum zam-zam, tempat wudu, toilet, petugas keamanan, dan pelayanan kesehatan secara gratis oleh Kerajaan Arab Saudi.
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Emoto, Masaru. Buku “The True Power of Water”.
6. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
7. Tafsirq.com online

833. MUZDA

SEJARAH MUZDALIFAH
Oleh: Drs. H. M.  Yusron Hadi, M.M.


      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang sejarah Muzdalifah yang terletak di sebelah timur Mekah, Arab Saudi?” Berikut ini penjelasannya.
      Mina, Muzadalifah, dan Arafah adalah tempat-tempat yang termasuk “masy’ar” dalam batas tanah suci, yaitu tempat-tempat yang diperintahkan dikunjungi dalam kegiatan ibadah haji.
      Al-Quran surah Al-Baqarah, surah ke-2 ayat 158.

۞ إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ ۖ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا ۚ وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ
   
      “Sesungguhnya Safa dan Marwa adalah sebagian dari syiar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sai antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui.”
      Al-Quran surah Al-Baqarah, surah ke-2 ayat 198.

لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَبْتَغُوا فَضْلًا مِنْ رَبِّكُمْ ۚ فَإِذَا أَفَضْتُمْ مِنْ عَرَفَاتٍ فَاذْكُرُوا اللَّهَ عِنْدَ الْمَشْعَرِ الْحَرَامِ ۖ وَاذْكُرُوهُ كَمَا هَدَاكُمْ وَإِنْ كُنْتُمْ مِنْ قَبْلِهِ لَمِنَ الضَّالِّينَ

      “Tidak ada dosa bagimu untuk mencari karunia (rezeki hasil perniagaan) dari Tuhanmu. Maka apabila kamu telah bertolak dari Arafah, berzikirlah kepada Allah di Masy’aril Haram. Dan berzikirlah (dengan menyebut) Allah sebagaimana yang ditunjukkan-Nya kepadamu; dan sesungguhnya kamu sebelum itu benar-benar termasuk orang-orang yang sesat.”
     Muzdalifah terletak 12 km di timur Masjidil Haram, Mina terletak sekitar 7 km di timur Masjidil Haram, Mekah dan Muzdalifah berjarak sekitar 5 km di sebelah timur Mina, sedangkan Arafah tempat wukuf haji berjarak 9 km di timur Muzdalifah.
     Muzdalifah terletak di antara Mina dan Arafah, disebut Muzdalifah karena manusia mendatanginya pada awal malam, tengah malam, atau karena manusia meninggalkannya secara serentak.
      Dinamakan Muzdalifah karena manusia jaraknya dekat dengan Mina, Nabi Adam dan Hawa pernah saling berkumpul di tempat ini, atau karena manusia juga berkumpul di Muzdalifah.
      Wilayah Muzdalifah mulai dari lembah Muhassir sampai Ma’zamain (dua gunung saling berhadapan yang dipisahkan sebuah jalan) dengan panjang lebih dari 4 km dan luasnya 12,25 km persegi yang diberi tanda batas masuk dan keluar wilayah Muzdalifah.
      Para ulama menjelaskan bahwa “Masy’aril Haram” adalah wilayah Muzdalifah seluruhnya, tempat Nabi Muhammad salat jamak Magrib dan Isya berjamaah serta mabit (bemalam) setelah wukuf di Arafah. 
      Nabi Muhammad dan para sahabat salat Magrib dan Isya jamak ta’khir berjamaah dengan satu kali azan dan dua kali ikamat, kemudian menuju Mina setelah salat Subuh berjamaah.
      Selama di Muzdalifah diizinkan mengambil 7 kerikil untuk melempar jumrah  Aqabah, ditambah 63 kerikil (3 tugu, 7 kerikil, selama 3 hari) kerikil untuk  melontar selama tiga hari, yaitu jumrah Ula (tugu pertama), Wusta (tugu kedua), dan Aqabah (tugu ketiga).
      Mina adalah lokasi tempat melempar jumrah Ula (tugu pertama), Wusta (tugu kedua), dan Aqabah (tugu ketiga). Melontar jumrah adalah melontarkan batu kerikil sebesar kelereng sebanyak tujuh kali, dilemparkan satu persatu ke arah tugu.
      Pada tanggal 10 Zulhijah hanya melontar jumrah Aqabah (tugu ketiga) saja, sedangkan pada tanggal 11, 12,dan 13 Zulhijah melontar jumrah Ula (tugu pertama), Wusta (tugu kedua), dan Aqabah (tugu ketiga).
      Nafar adalah rombongan jamaah haji meninggalkan Mina pada hari Tasyrik,  Nafar Awal adalah keberangkatan jamaah haji meninggalkan Mina menuju Mekah pada tanggal 12 Zulhijah setelah melontar jumrah Ula, Wusta, dan Aqabah.
      Nafar Sani adalah keberangkatan jamaah haji meninggalkan Mina, yang penuh dengan tenda tahan api berwarna putih, pada tanggal 13 Zulhijah sesudah melontar jumrah Ula, Wusta, dan Aqabah menuju Mekah.
            Wukuf adalah hadir di Arafah meskipun sejenak dalam waktu antara tergelincir matahari (Zuhur) tanggal 9 Zulhijah sampai terbit fajar (pagi) tanggal 10 Zulhijah, kemudian berpindah untuk mabit (istirahat) di Muzdalifah pada tanggal 10 Zulhijah, meskipun sesaat setelah lewat tengah malam.
.       Wukuf di Arafah adalah rukun dan puncak ibadah haji, sehinga jamaah yang tidak wukuf di Arafah maka hajinya tidak sah, oleh karena itu semua jamaah yang sakit akan dihadirkan di Arafah meskipun sebentar.
      Pada musim haji, para jamaah dari seluruh dunia berjalan kaki (jamaah Indonesia naik bis) melewati jalan raya selebar 30 meter dari Mekah ke Mina terus ke Muzdalifah lalu wukuf di Arafah dan sebaliknya.
      Di tepi rute sepanjang perjalanan telah disiapkan jalan yang bersih, jembatan, air minum zam-zam, tempat wudu, toilet, petugas keamanan, dan pelayanan kesehatan secara gratis oleh Kerajaan Arab Saudi.
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Emoto, Masaru. Buku “The True Power of Water”.
6. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
7. Tafsirq.com online

833. MUZDA

SEJARAH MUZDALIFAH
Oleh: Drs. H. M.  Yusron Hadi, M.M.


      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang sejarah Muzdalifah yang terletak di sebelah timur Mekah, Arab Saudi?” Berikut ini penjelasannya.
      Mina, Muzadalifah, dan Arafah adalah tempat-tempat yang termasuk “masy’ar” dalam batas tanah suci, yaitu tempat-tempat yang diperintahkan dikunjungi dalam kegiatan ibadah haji.
      Al-Quran surah Al-Baqarah, surah ke-2 ayat 158.

۞ إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ ۖ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا ۚ وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ
   
      “Sesungguhnya Safa dan Marwa adalah sebagian dari syiar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sai antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui.”
      Al-Quran surah Al-Baqarah, surah ke-2 ayat 198.

لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَبْتَغُوا فَضْلًا مِنْ رَبِّكُمْ ۚ فَإِذَا أَفَضْتُمْ مِنْ عَرَفَاتٍ فَاذْكُرُوا اللَّهَ عِنْدَ الْمَشْعَرِ الْحَرَامِ ۖ وَاذْكُرُوهُ كَمَا هَدَاكُمْ وَإِنْ كُنْتُمْ مِنْ قَبْلِهِ لَمِنَ الضَّالِّينَ

      “Tidak ada dosa bagimu untuk mencari karunia (rezeki hasil perniagaan) dari Tuhanmu. Maka apabila kamu telah bertolak dari Arafah, berzikirlah kepada Allah di Masy’aril Haram. Dan berzikirlah (dengan menyebut) Allah sebagaimana yang ditunjukkan-Nya kepadamu; dan sesungguhnya kamu sebelum itu benar-benar termasuk orang-orang yang sesat.”
     Muzdalifah terletak 12 km di timur Masjidil Haram, Mina terletak sekitar 7 km di timur Masjidil Haram, Mekah dan Muzdalifah berjarak sekitar 5 km di sebelah timur Mina, sedangkan Arafah tempat wukuf haji berjarak 9 km di timur Muzdalifah.
     Muzdalifah terletak di antara Mina dan Arafah, disebut Muzdalifah karena manusia mendatanginya pada awal malam, tengah malam, atau karena manusia meninggalkannya secara serentak.
      Dinamakan Muzdalifah karena manusia jaraknya dekat dengan Mina, Nabi Adam dan Hawa pernah saling berkumpul di tempat ini, atau karena manusia juga berkumpul di Muzdalifah.
      Wilayah Muzdalifah mulai dari lembah Muhassir sampai Ma’zamain (dua gunung saling berhadapan yang dipisahkan sebuah jalan) dengan panjang lebih dari 4 km dan luasnya 12,25 km persegi yang diberi tanda batas masuk dan keluar wilayah Muzdalifah.
      Para ulama menjelaskan bahwa “Masy’aril Haram” adalah wilayah Muzdalifah seluruhnya, tempat Nabi Muhammad salat jamak Magrib dan Isya berjamaah serta mabit (bemalam) setelah wukuf di Arafah. 
      Nabi Muhammad dan para sahabat salat Magrib dan Isya jamak ta’khir berjamaah dengan satu kali azan dan dua kali ikamat, kemudian menuju Mina setelah salat Subuh berjamaah.
      Selama di Muzdalifah diizinkan mengambil 7 kerikil untuk melempar jumrah  Aqabah, ditambah 63 kerikil (3 tugu, 7 kerikil, selama 3 hari) kerikil untuk  melontar selama tiga hari, yaitu jumrah Ula (tugu pertama), Wusta (tugu kedua), dan Aqabah (tugu ketiga).
      Mina adalah lokasi tempat melempar jumrah Ula (tugu pertama), Wusta (tugu kedua), dan Aqabah (tugu ketiga). Melontar jumrah adalah melontarkan batu kerikil sebesar kelereng sebanyak tujuh kali, dilemparkan satu persatu ke arah tugu.
      Pada tanggal 10 Zulhijah hanya melontar jumrah Aqabah (tugu ketiga) saja, sedangkan pada tanggal 11, 12,dan 13 Zulhijah melontar jumrah Ula (tugu pertama), Wusta (tugu kedua), dan Aqabah (tugu ketiga).
      Nafar adalah rombongan jamaah haji meninggalkan Mina pada hari Tasyrik,  Nafar Awal adalah keberangkatan jamaah haji meninggalkan Mina menuju Mekah pada tanggal 12 Zulhijah setelah melontar jumrah Ula, Wusta, dan Aqabah.
      Nafar Sani adalah keberangkatan jamaah haji meninggalkan Mina, yang penuh dengan tenda tahan api berwarna putih, pada tanggal 13 Zulhijah sesudah melontar jumrah Ula, Wusta, dan Aqabah menuju Mekah.
            Wukuf adalah hadir di Arafah meskipun sejenak dalam waktu antara tergelincir matahari (Zuhur) tanggal 9 Zulhijah sampai terbit fajar (pagi) tanggal 10 Zulhijah, kemudian berpindah untuk mabit (istirahat) di Muzdalifah pada tanggal 10 Zulhijah, meskipun sesaat setelah lewat tengah malam.
.       Wukuf di Arafah adalah rukun dan puncak ibadah haji, sehinga jamaah yang tidak wukuf di Arafah maka hajinya tidak sah, oleh karena itu semua jamaah yang sakit akan dihadirkan di Arafah meskipun sebentar.
      Pada musim haji, para jamaah dari seluruh dunia berjalan kaki (jamaah Indonesia naik bis) melewati jalan raya selebar 30 meter dari Mekah ke Mina terus ke Muzdalifah lalu wukuf di Arafah dan sebaliknya.
      Di tepi rute sepanjang perjalanan telah disiapkan jalan yang bersih, jembatan, air minum zam-zam, tempat wudu, toilet, petugas keamanan, dan pelayanan kesehatan secara gratis oleh Kerajaan Arab Saudi.
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Emoto, Masaru. Buku “The True Power of Water”.
6. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
7. Tafsirq.com online

833. MUZDA

SEJARAH MUZDALIFAH
Oleh: Drs. H. M.  Yusron Hadi, M.M.


      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang sejarah Muzdalifah yang terletak di sebelah timur Mekah, Arab Saudi?” Berikut ini penjelasannya.
      Mina, Muzadalifah, dan Arafah adalah tempat-tempat yang termasuk “masy’ar” dalam batas tanah suci, yaitu tempat-tempat yang diperintahkan dikunjungi dalam kegiatan ibadah haji.
      Al-Quran surah Al-Baqarah, surah ke-2 ayat 158.

۞ إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ ۖ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا ۚ وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ
   
      “Sesungguhnya Safa dan Marwa adalah sebagian dari syiar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sai antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui.”
      Al-Quran surah Al-Baqarah, surah ke-2 ayat 198.

لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَبْتَغُوا فَضْلًا مِنْ رَبِّكُمْ ۚ فَإِذَا أَفَضْتُمْ مِنْ عَرَفَاتٍ فَاذْكُرُوا اللَّهَ عِنْدَ الْمَشْعَرِ الْحَرَامِ ۖ وَاذْكُرُوهُ كَمَا هَدَاكُمْ وَإِنْ كُنْتُمْ مِنْ قَبْلِهِ لَمِنَ الضَّالِّينَ

      “Tidak ada dosa bagimu untuk mencari karunia (rezeki hasil perniagaan) dari Tuhanmu. Maka apabila kamu telah bertolak dari Arafah, berzikirlah kepada Allah di Masy’aril Haram. Dan berzikirlah (dengan menyebut) Allah sebagaimana yang ditunjukkan-Nya kepadamu; dan sesungguhnya kamu sebelum itu benar-benar termasuk orang-orang yang sesat.”
     Muzdalifah terletak 12 km di timur Masjidil Haram, Mina terletak sekitar 7 km di timur Masjidil Haram, Mekah dan Muzdalifah berjarak sekitar 5 km di sebelah timur Mina, sedangkan Arafah tempat wukuf haji berjarak 9 km di timur Muzdalifah.
     Muzdalifah terletak di antara Mina dan Arafah, disebut Muzdalifah karena manusia mendatanginya pada awal malam, tengah malam, atau karena manusia meninggalkannya secara serentak.
      Dinamakan Muzdalifah karena manusia jaraknya dekat dengan Mina, Nabi Adam dan Hawa pernah saling berkumpul di tempat ini, atau karena manusia juga berkumpul di Muzdalifah.
      Wilayah Muzdalifah mulai dari lembah Muhassir sampai Ma’zamain (dua gunung saling berhadapan yang dipisahkan sebuah jalan) dengan panjang lebih dari 4 km dan luasnya 12,25 km persegi yang diberi tanda batas masuk dan keluar wilayah Muzdalifah.
      Para ulama menjelaskan bahwa “Masy’aril Haram” adalah wilayah Muzdalifah seluruhnya, tempat Nabi Muhammad salat jamak Magrib dan Isya berjamaah serta mabit (bemalam) setelah wukuf di Arafah. 
      Nabi Muhammad dan para sahabat salat Magrib dan Isya jamak ta’khir berjamaah dengan satu kali azan dan dua kali ikamat, kemudian menuju Mina setelah salat Subuh berjamaah.
      Selama di Muzdalifah diizinkan mengambil 7 kerikil untuk melempar jumrah  Aqabah, ditambah 63 kerikil (3 tugu, 7 kerikil, selama 3 hari) kerikil untuk  melontar selama tiga hari, yaitu jumrah Ula (tugu pertama), Wusta (tugu kedua), dan Aqabah (tugu ketiga).
      Mina adalah lokasi tempat melempar jumrah Ula (tugu pertama), Wusta (tugu kedua), dan Aqabah (tugu ketiga). Melontar jumrah adalah melontarkan batu kerikil sebesar kelereng sebanyak tujuh kali, dilemparkan satu persatu ke arah tugu.
      Pada tanggal 10 Zulhijah hanya melontar jumrah Aqabah (tugu ketiga) saja, sedangkan pada tanggal 11, 12,dan 13 Zulhijah melontar jumrah Ula (tugu pertama), Wusta (tugu kedua), dan Aqabah (tugu ketiga).
      Nafar adalah rombongan jamaah haji meninggalkan Mina pada hari Tasyrik,  Nafar Awal adalah keberangkatan jamaah haji meninggalkan Mina menuju Mekah pada tanggal 12 Zulhijah setelah melontar jumrah Ula, Wusta, dan Aqabah.
      Nafar Sani adalah keberangkatan jamaah haji meninggalkan Mina, yang penuh dengan tenda tahan api berwarna putih, pada tanggal 13 Zulhijah sesudah melontar jumrah Ula, Wusta, dan Aqabah menuju Mekah.
            Wukuf adalah hadir di Arafah meskipun sejenak dalam waktu antara tergelincir matahari (Zuhur) tanggal 9 Zulhijah sampai terbit fajar (pagi) tanggal 10 Zulhijah, kemudian berpindah untuk mabit (istirahat) di Muzdalifah pada tanggal 10 Zulhijah, meskipun sesaat setelah lewat tengah malam.
.       Wukuf di Arafah adalah rukun dan puncak ibadah haji, sehinga jamaah yang tidak wukuf di Arafah maka hajinya tidak sah, oleh karena itu semua jamaah yang sakit akan dihadirkan di Arafah meskipun sebentar.
      Pada musim haji, para jamaah dari seluruh dunia berjalan kaki (jamaah Indonesia naik bis) melewati jalan raya selebar 30 meter dari Mekah ke Mina terus ke Muzdalifah lalu wukuf di Arafah dan sebaliknya.
      Di tepi rute sepanjang perjalanan telah disiapkan jalan yang bersih, jembatan, air minum zam-zam, tempat wudu, toilet, petugas keamanan, dan pelayanan kesehatan secara gratis oleh Kerajaan Arab Saudi.
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Emoto, Masaru. Buku “The True Power of Water”.
6. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
7. Tafsirq.com online

Sunday, May 13, 2018

832. MINA

SEJARAH MINA
Oleh: Drs. H. M.  Yusron Hadi, M.M.


      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang sejarah Mina yang terletak di sebelar timur Mekah, Arab Saudi?” Berikut ini penjelasannya.
      Al-Quran surah Al-Bqarah, surah ke-2 ayat 203.

۞ وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَعْدُودَاتٍ ۚ فَمَنْ تَعَجَّلَ فِي يَوْمَيْنِ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ وَمَنْ تَأَخَّرَ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ ۚ لِمَنِ اتَّقَىٰ ۗ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّكُمْ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ

      “Dan berzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang berbilang. Barangsiapa yang ingin cepat berangkat (dari Mina) sesudah dua hari, maka tidak dosa baginya. Dan barangsiapa yang ingin menangguhkan (keberangkatannya dari dua hari itu), maka tidak ada dosa pula baginya bagi orang yang bertakwa. Dan bertakwalah kepada Allah, dan ketahuilah, bahwa kamu akan dikumpulkan kepada-Nya.”
      Mina adalah tempat Nabi Ibrahim melempar jumrah (kerikil) dan menyembelih domba sebagai ganti menyembelih Nabi Ismail, kemudian sunah ini diikuti oleh Nabi Muhammad dan semua umat Islam sampai akhir zaman.
      Mina juga tempat kaum Ansar berasal dari Madinah yang sudah masuk Islam berbaiat kepada Nabi Muhammad yang dikenal dengan Baiat Aqabah Pertama dan Baiat Aqabah Kedua.
      Nabi Muhammad berumur 51 tahun, terjadi Baiat Aqabah Pertama, ketika 6 orang penduduk Madinah yang telah masuk Islam berbaiat kepada Nabi Muhammad di Aqabah dan berjanji untuk berdakwah menyebarkan agama Islam di Madinah.
      Nabi bersabda kepada penduduk Madinah yang telah masuk Islam di Aqabah,”Kemarilah berbaitlah kepadaku untuk tidak menyekutukan Allah, tak mencuri, tak berzina, tak membunuh anak sendiri, tak berdusta, barangsiapa yang menepati janjinya pahalanya ada pada Allah, dan barangsiapa mengingkarinya dia akan disiksa di dunia sebagai ampunan dosa baginya. Kemudian terserah Allah apakah akan menyiksa atau mengampuninya.”
      Nabi Muhammad berumur 53 tahun, terjadi Baiat Aqabah Kedua, ketika lebih dari 70 umat Islam diikuti rombongan kaum musyrik Madinah mengunjungi Mekah untuk mengunjungi Kakbah di Mekah.
      Pada tengah malam, sambil bersembunyi Bani Aus dan Bani Khazraj yang berasal dari Madinah berbaiat kepada Nabi Muhammad yang didampingi Abbas bin Abdul Muththalib (belum masuk Islam) di bukit Aqabah.
      Nabi bersabda di Aqabah,”Aku membaiat kalian, agar kalian menyuruh amar makruf, mencegah kemungkaran, menafkahkan harta untuk agama Allah, melindungku dan melindungi umat Islam lainnya seperti melindungi diri, istri, dan anak-anak kalian, maka bagi kalian adalah surga.”
     Mina terletak sekitar 7 km di sebelah timur Masjidil Haram, Mekah dan Muzdalifah berjarak sekitar 5 km di sebelah timur Mina, sedangkan Arafah tempat wukuf ibadah haji berjarak 9 km di sebelah timur Muzdalifah.
            Wukuf adalah hadir di Arafah meskipun sejenak dalam waktu antara tergelincir matahari (Zuhur) tanggal 9 Zulhijah sampai terbit fajar (pagi) tanggal 10 Zulhijah, kemudian berpindah untuk mabit (istirahat) di Muzdalifah pada tanggal 10 Zulhijah, meskipun sesaat setelah lewat tengah malam.
.       Wukuf di Arafah adalah rukun dan puncak ibadah haji, sehinga jamaah yang tidak wukuf di Arafah maka hajinya tidak sah, oleh karena itu semua jamaah yang sakit akan dihadirkan di Arafah meskipun sebentar.
      Pada musim haji, para jamaah dari seluruh dunia berjalan kaki (jamaah Indonesia naik bis) melewati jalan raya selebar 30 meter dari Mekah ke Mina terus ke Muzdalifah lalu wukuf di Arafah dan sebaliknya.
      Di tepi rute sepanjang perjalanan telah disiapkan jalan yang bersih, jembatan, air minum zam-zam, tempat wudu, toilet, petugas keamanan, dan pelayanan kesehatan secara gratis oleh Kerajaan Arab Saudi.
      Dalam terowongan Mina telah disiapkan banyak kipas angin yang besar dilengkapi oksigen dan penyejuk udara untuk membantu para jamaah agar tetap segar selama berjalan di sepanjang jalan tembus pegunungan.
      Mina artinya tempat  “berkumpulnya manusia” dan para jamaah haji dari seluruh dunia mabit (bermalam) di Mina pada malam hari tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah untuk melaksanakan amalan ibadah haji.
     Mina adalah lokasi tempat melempar jumrah Ula (tugu pertama), Wusta (tugu kedua), dan Aqabah (tugu ketiga). Melontar jumrah adalah melontarkan batu kerikil sebesar kelereng sebanyak tujuh kali, dilemparkan satu persatu ke arah tugu.
      Pada tanggal 10 Zulhijah hanya melontar jumrah Aqabah (tugu ketiga) saja, sedangkan pada tanggal 11, 12,dan 13 Zulhijah melontar jumrah Ula (tugu pertama), Wusta (tugu kedua), dan Aqabah (tugu ketiga).
      Nafar adalah rombongan jamaah haji meninggalkan Mina pada hari Tasyrik,  Nafar awal adalah keberangkatan jamaah haji meninggalkan Mina menuju Mekah pada tanggal 12 Zulhijah setelah melontar jumrah Ula, Wusta, dan Aqabah.
      Nafar sani adalah keberangkatan jamaah haji meninggalkan Mina, yang penuh dengan tenda tahan api berwarna putih, pada tanggal 13 Zulhijah sesudah melontar jumrah Ula, Wusta, dan Aqabah menuju Mekah.
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Emoto, Masaru. Buku “The True Power of Water”.
6. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
7. Tafsirq.com online