Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Friday, May 6, 2022

13124. HARUS OBJEKTIF MENILAI PEMIMPIN

 




HARUS OBJEKTIF MENILAI PEMIMPIN

 

 

 

Anies Gak Tegas?

 

Tony Rosyid

Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

 

Beberapa hari lalu, ada keributan di Thamrin City.

 

Antara pedagang pemilik kios dengan pengelola (PPPSRS).

Dalam konteks ini, pengelola mewakili pengembang.

Karena Thamrin City masih dikelola oleh orang-orang utusan pengembang.

 

Keributan dipicu oleh masalah pengambilan barang.

Pemilik kios, karena aturan PSBB, tidak boleh dagang di kios. It's right.

 

Karena itu, mereka mau ambil barang dan jualan online dari rumah.

 

Tapi, dilarang oleh pengelola.

Alasannya?

Karena belum bayar iuran listrik dan air.

 

Bagaimana bisa bayar listrik dan air, untuk makan saja susah, kata mereka.

Justru dengan jualan online, agar ada pemasukan.

 

Dengan pemasukan itu, nanti baru bisa bayar listrik dan air, kata para pedagang itu. Pengelola gak mau tahu.

 

Tutup telinga dan gak peduli.

Security dipasang di depan kios untuk hadang mereka.

 

Ribut? Pasti.

 

Para pedagang gak kuasa melawan.

Diantara pedagang itu, ada yang lapor ke Gubernur DKI, Anies Baswedan.

 

Tepat tanggal 28 April, ba'da sahur, Gubernur dapat japrian.

 

Di infokan terkait peristiwa itu kepada Gubernur.

 

Dikirim juga video penghadangan pedagang oleh security.

 

 

Apa jawab gubernur? TL. Apa artinya? Tindak Lanjuti

 

Paginya, gubernur kirim petugas dari dinas perumahan.

Dikawal beberapa mobil satpol PP.

 

Meminta kepada pengelola Thamrin City:

Pertama, agar memberikan kelonggaran waktu bagi para pedagang terkait iuran listrik dan air.

 

Kedua, memberi ijin kepada para pedagang untuk ambil barang di kiosnya, supaya mereka bisa jualan online. Clear!

 

Pengelola pun gak bisa berkutik.

Apalagi, posisi pengelola sangat lemah.

 

Sebab, sesuai dengan pergub No 33 Tahun 2019, pengembang tak lagi berhak untuk menjadi pengelola Thamrin City.

 

Harus diserahkan kepada pemilik apartemen dan kios.

 

Posisi saat ini, PPPSRS Thamrin City sudah dibekukan oleh Pemprov DKI.

 

Hanya tunggu waktu untuk diganti oleh warga Thamrin City.

 

Kasus ini mengingatkan peristiwa di salah satu apartemen di Kemayoran.

 

Hampir mirip.

Saat itu, gubernur dapat laporan bahwa listrik dan air di apartemen tersebut dimatikan oleh pengelola.

 

Lagi-lagi, alasannya gak jauh-jauh dari iuran.

 

Dapat laporan itu, Anies telpon CEO apartemen.

 

Anies bilang: "air dan listrik bagi warga apartemen ibarat nyawa. Kalau anda matikan, sama saja anda bunuh mereka.

 

Sekarang, anda hidupkan air dan listrik itu, atau semua ijin Usaha anda di Jakarta saya matikan (alias dicabut)."

 

Hari itu juga air dan listrik di apartemen itu hidup.

 

Begitulah seharusnya seorang pemimpin bersikap.

 

Pro wong cilik.

 

Mengayomi warganya yang lemah.

 

Berani ambil risiko dengan menghadapi siapapun, termasuk para kapitalis kakap.

 

Mafia pengembang!

Soal ketegasan tidak diukur dari tingginya volume suara dan atraksi di depan media.

 

 Tapi, dengan sikap dan keputusan.

 

Jika ini yang jadi ukuran, maka siapa yang masih bisa mengatakan Anies tidak tegas?

 

Penyegelan reklamasi itu fakta, bukan sandiwara.

 

Hingga hari ini, 13 pulau yang rencananya akan menghasilkan ratusan triliun itu gak bisa dibangun.

 

Sogokan oleh oknum tertentu kepada Anies, mulai 50 miliar hingga 10 triliun, rupanya tak berhasil menjebol semangat nasionalisme dan idealisme Anies.

 

Jika informasi ini benar, sikap Anies ini layak diapresiasi.

Ketegasan itu bukan hanya diukur dari keberanian mengambil keputusan berisiko.

 

Tapi juga harus berani menolak kompromi dan suap terhadap setiap keputusan yang berisiko itu.

 

Saatnya bangsa ini obyektif di setiap memberi penilaian terhadap para pemimpinnya.

 

Katakan salah jika ada data untuk menyatakan salah.

 

Kritik dan beri masukan yang konstruktif kepada mereka.

 

Dan berani untuk mengakui kebenaran.

Kalau faktanya memang benar.

 

 

Jakarta, 1 Mei 2020

TONY RASYID.

 

13123. SHAHNAZ PAKISTAN PILOT MUSLIMAH BERCADAR PERTAMA DI DUNIA

 

 




 

SHAHNAZ PAKISTAN PILOT MUSLIMAH BERCADAR PERTAMA DI DUNIA  

 

 

Salam Prof. Ir. Budi Santosa Purwokartiko, Ph.D

Oleh: Irene Radjiman

 

Perkenalkan saya Irene Radjiman.

Saya baru mulai belajar Islam pada th 2010.

Masih dini mengenal Islam baru 12 tahun.

 

Saya mengawali karier menjadi pramugari hajji di th 2001.

Kemudian menjadi pramugari reguler di th 2003 hingga 2013.

Masih bergelut di dunia penerbangan hingga th 2014.

Kemudian pada th 2015 saya menjadi trainer disebuah perusahaan konsultan otomotif yang berpusat di Australi.

 

Th 2016 hingga th 2020.

Saya kembali lagi ke dunia penerbangan.

Sebagai Training Facilitator di Sekolah Pilot Aero Flyer Institute.

 

Di sekolah pilot tersebut.

Saya mengajar materi CRM (Crew Resources Management).

Di mana pelatihan ini adalah mandatory bagi pilot dan pramugari.

Di semua maskapai penerbangan.

Baik luar maupun dalam negeri.

 

Sesuai perintah CASR (Civil Aviation Safety Regulation).

Para pilot dan pramugari harus memperbarui lisence CRM mereka.

Sebelum batas waktu 12 bulan kalender.

Ini dinamakan recurrent.

 

Saya bukan mau SKSD (Sok Kenal Sok Dekat).

Memperkenalkan diri saya pada Anda.

Tentang latar belakang saya.

 

Saya hanya mau mengatakan.

Bahwa sejak th 2011.

Saya sudah mengenakan jilbab.

Yang Anda sebut sebagai pakaian manusia gurun.

 

Namun pakaian gurun itu.

Tidak membuat sekolah pilot itu.

Menolak saya mengajar disana.

 

Karena mereka sudah tahu.

Kapabilitas saya di dunia penerbangan.

 

Anda bisa cek dokumentasi kegiatan saya.

Saat masih mengajar para siswa pilot itu.

 

 Di antara mereka banyak.

Yang sudah berkarya di maskapai.

Dalam dan luar negeri.

 

Anda mungkin juga perlu tahu.

Shahnaz Laghari dari Pakistan.

 

Namanya masuk dalam Guinness Book of World Record.

 

Karena menjadi perempuan pertama.

Yang menerbangkan pesawat.

Dengan mengenakan jilbab dan bercadar.

 

 Laghari adalah seorang pilot terlatih.

Dan benar-benar dapat menerbangkan pesawat.

 

Ini semua menunjukkan.

Bahwa setiap pekerjaan.

Dapat dilakukan dalam batas agama dan budaya.

 

Kami tetap bisa bermanfaat dan berkarya.

Dengan tetap patuh pada perintah Allah, Tuhan yang kami sembah.

 

Bila anda adalah seorang muslim.

 

Harusnya Anda tahu.

Bahwa soal berhijab.

Bukan soal pakaian gurun.

Atau pakaian Arab.

 

Itu adalah pakaian yg WAJIB.

Digunakan oleh wanita muslim.

 

 Sekali lagi WAJIB.

Digunakan oleh wanita muslim.

 

Kalau anda bukan muslim.

Baiknya jangan lompat pagar.

Sok tahu mengomentari hal ini.

 

Dulu saat saya masih Katolik.

Saya selalu memakai kalung Rosario.

Atau kalung dg liontin salib.

Atau liontin bunda Maria.

 

Kalung ini bukan kalungnya orang Vatikan.

 

Orang Katolik.

Yang bukan warga negara Vatikan.

Boleh saja pakai.

 

Jangan saat ada orang Kristen atau Katolik.

Yang pakai kalung salib.

 

Atau kalung bunda Maria.

Dikatai pakai aksesoris Vatikan.

Atau manusia sok Eropa.

 

Ini kan pandangan konyol.

Jauh dari openmind.

 

Oh ya.

Anda tahu ga kalau bunda Maria.

Ibundanya Yesus Kristus.

Sang juru selamat.

Dalam keyakinan Kristen dan Katolik.

Juga berkerudung.

 

Apakah Anda akan mengatakan ibunda Yesus Kristus.

Memakai pakaian gurun?

 

 Atau akan melabelinya kadrun?

 

Suatu saat.

Saya pernah memberi materi kisi-kisi interview.

 

Di penerbangan pada siswa pilot saya.

 

Mulai dari penampilan, cara jalan, sikap duduk, pandangan mata, dsb.

 

Saat itu ada siswa saya dari Bali.

Pakai gelang berbentuk anyaman.

 

Saya katakan padanya.

 

"Kalau bisa.

Gelang ini jangan dipakai saat interview.

Karena termasuk aksesoris.

Yg bisa membuat interviewer berbeda penilaian."

 

 

Siswa itu menjawab,

 

"Maaf Bu, ini gelang keagamaan.

Gelang sembahyang yg sudah disucikan di Pura."

 

Oh, saya paham.

 

Kemudian saya katakan pada siswa saya,

 

"Kalau begitu nanti, diawal interview saat kamu memperkenalkan dirimu.

Sambil say sorry.

Jelaskan bahwa gelang yg kamu pakai adalah gelang keagamaan.

 

Agar para interviewer tahu.

Bahwa itu bukan gelang untuk gaya-gayaan."

 

That's open mind!

 

Rasanya aneh.

Anda berteriak open mind.

Katanya menghargai perbedaan.

 

Tapi sinis dg yg berbeda menurut opini anda.

 

Seperti penjajah yang mengaku diri cinta damai.

 

Hahahaha lucuuuu....

 

Banten, 30 April 2022

Irene Radjiman