Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tuesday, June 7, 2022

13481. PANCASILA DAN ORANG MADURA

 

 


PANCASILA DAN ORANG MADURA

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

Pancasila dan “Orang Madura”

 

Suatu ketika.

Seorang pria membeli Sate Madura.

 

Dia mencoba mengetes nasionalismenya.

Si penjual sate.

 

Pembeli :

“Cak. Sampeyan hafal Pancasila”

 

Cak sate :

“Ya happal luar kepala saya.

Masak Pancasila saja nggak hapal.”

 

Pembeli :

“Coba sebutkan!”

 

Cak sate :

 

1.Bersyahadat.  

2.Menegakkan salat 5 waktu.

 

3.Membayar zakat.       

4.Berpuasa ramadan.

 

5.Naik haji ke Mekah Madinah”.

 

Pembeli :

“Lho.  Itu kan rukun Islam, Cak.

Bukan Pancasila”.

 

Cak sate :

“Lhooo. Sampeyan belum tahu.

Kalo inni sumbernya sumber.

Di atasnya Pancasila”.

 

Pembeli :

“Maksudnya bagaimna, Cak..?”

 

Cak sate :

“Lhoo. Gimana sampeyan ini.

Kok malah belum tahu.

 

1. Orang bisa beE

 itu.

 kalau

     sudah bersyahadat.

Yaitu  _Laa

     ilaha illallah

     Muhammadur

     Rasulullah_.

 

2. Orang bisa menjadi

      manusia yang adil

      beradab.

 

Jika  dia

      sudah benar-benar

      menegakkan salat.

 

3.  Persatuan Indonesia

      akan terwujud.

 

Jika yang kaya tidak makin

      Kaya.

Dan yang miskin

      tidak makin miskin.

Itu kan zakat namanya.

 

4. Para pejabat bisa

     memimpin dengan

     hikmah.

Mengutamakan

     kepentingan rakyat.

Tidak

     seenak perutnya sendiri.

Jika kalau mereka itu mau

     berpuasa.

 

5. Dan keadilan sosial bagi

     semua rakyat.

 

Jika kita

     bisa bertemu dan bersatu.  

Meskipun berbeda-beda .

 

Seperti orang berhaji di

      Mekah.

 

Pembeli :

“Ooo jadi gitu ya, Cak.

Sampeyan kok pinter, Cak”.

 

Cak sate :

“Looo bagimanna sampeyan ini.

 

Saya ini meskipun penjual sate kan orang  Islam.

 

Orang Islam pasti Pancasilais.

Karena Pancasila itu turunannya Islam”.

 

(Sumber FB)

13480. ANTI ARAB ITU ANTI ISLAM SEBAB ISLAM DARI ARAB

 

 



 

ANTI ARAB ITU ANTI ISLAM SEBAB ISLAM DARI ARAB

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

JANGAN KE-ARAB-ARABAN

 

A : "Bro, aku heran sama orang-orang yang kearab-araban !!

 

Ngapain sih, pakai ngomong:

1.        Akhi.

2.        Ukhti.

3.        Ana.

4.        Antum ??!!

 

Islam ya Islam saja.

Gak usah bawa-bawa budaya Arab !!! "

 

B. : "Ya, gak papa.

Toh ya gak nabrak syari'at.

 

Gak ngelanggar hukum negara.

Gak ada yang dirugikan"

 

A : "Risih aja lihatnya !!! "

 

B :  (senyum)

 

A : "Bro, Si Boim itu sekarang tajir loh.

Usaha jual ikan laut laris manis"

 

B : "Jangan bilang TAJIR.

Itu budaya bahasa Arab.

Bilang aja sugih"

 

A : "Eh, iya. Maksudnya kaya raya.

Aku ketemu dia hari Selasa lalu"

 

B : "Jangan bilang SELASA.

Itu budaya dari Arab juga.

 

Asal katanya Tsulatsa'u.

Artinya Hari ketiga"

 

A : (garuk-garuk kepala). "Iya iya.

Tuesday Tuesday Udah, ah.

Aku mau istirahat dulu, capek"

 

B : "Jangan bilang ISTIRAHAT.

Itu juga berasal dari budaya bahasa Arab.

 

Istaroha - Yastarihu - Istirohat.

Artinya santai, rileks"

 

A : "Tau, ah. Sudah gak usah bahas-bahas itu lagi.

Buat mati gaya aja"

 

B : "Jangan bilang MATI.

Itu bahasa Arab juga.

 

Dari kata Maata - Yamuutu – Maut.

Artinya, lawan dari hidup.

 

Bilang aja mampus, modar, tewas, atau sekarat.

 

Eh, jangan SEKARAT ding.

Itu juga kata dari Arab soalnya"

 

A : "Ehhhh…. sudah, maklumi saja.

Gitu aja kok repot !! "

 

B : "Hmm….. maklum.

Itu dari bahasa Arab lho.

 

Artinya sesuatu yang sudah diketahui"

 

A : "Aaaahhhh….. ini negara hukum.

Aku punya hak asasi yang dilindungi pengadilan"

 

B : "Tanpa kamu sadari.

Kata HUKUM, HAK, ASASI dan ADIL.

Itu juga dari bahasa Arab"

 

A : (pergi tanpa pamit)

 

(Sumber FB)

Monday, June 6, 2022

13473. DEKAT PEMILU DAN KAMPANYE SERING PAKAI SIMBOL AGAMA

 

 


 

DEKAT PEMILU DAN KAMPANYE SERING PAKAI SIMBOL AGAMA

Oleh Drs. HM Yusron Hadi, MM

 

 

Simbol

Yaitu lambang atau tanda pengenal.

 

 Tahun 2004.

Rakyat memilih Presiden dan Wakil Presiden.

Secara langsung.

 

Pendekatan agama dan politik uang.

Sering dipakai untuk kampanye.

 

Tahun 2004.

Hasil penelitian menunjukkan hasil, yaitu:

 

1.        Hampir semua partai politik (parpol).

Memakai simbol agama.

Saat kampanye.

 

2.        Penggunaan simbol agama.

Dilakukan dengan cara berbeda.

 

1)      Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

2)      Partai Damai Sejahtera (PDS).

3)      Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Cenderung memakai simbol agama.

Secara terang dan vulgar.

 

 

1)        Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

2)        Partai Golkar.

Memperhatikan tuntutan situasi.

 

 

 Tapi penggunaan simbol agama.

Dalam kampanye.

 

Tidak selalu efektif.

Untuk memenangkan Pemilu.

 

Misalnya.

Terpilihnya Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Jusuf Kalla.

 

Cenderung kampanye mengusung.

Perubahan dan figur pribadi.

 

(Sumber kemenag)