Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Friday, August 5, 2022

14296. RAKYAT KORSEL TAK PASANG GAMBAR PRESIDEN HANYA BENDERA

 

 


RAKYAT KORSEL TAK PASANG GAMBAR PRESIDEN HANYA BENDERA

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

 

 

Beda Tanggal.

Beda Nasib.

 

Korea Selatan dan Indonesia.

 

Indonesia dan Korea Selatan.

Merdeka pada hari berdekatan.


Korea  Selatan.

Merdeka 15 Agustus 1945.

 

Indonesia.

Merdeka 17 Agustus 1945.

 

Indonesia merdeka tanggal 17 Agustus 1945.

 

Korea Selatan merdeka pada tanggal 15 Agustus 1945.

 

Hanya beda 2 hari.

Korea Selatan.

Dulu lebih miskin daripada Indonesia.

 

Kini Korsel lebih maju.

Dan termasuk negara maju.

 

Herbeda 2 hari.

Tapi bisa berbeda segalanya.

 

Cara orang Korea Selatan.

Merayakan hari merdeka.

 

Orang Korea Selatan.

Tdak merayakan 15 Agustus-an.

Seperti orang Indonesia.

 

Penduduk Korea Selatan:

1.        Hanya mengibarkan bendara.

2.        Tak ada umbul-umbul.

 

3.        Tak ada spanduk.

4.        Tak ada lomba-lomba.

5.        Tak ada peringatan meriah.

 

Apakah tanpa semua itu.

Artinya orang Korea Selatan.

Tidak cinta negaranya?"

 

Jawabnya,

“Pasti, tidak!”

 

Semua orang Korea Selatan.

Pasti cinta negaraanya.

 

Karena Orang Korea, tidak ada yang tidak cinta negaranya.

 

Penduduk Korea Selatan.

1.        Tak pasang gambar Presiden dan Wakil Presiden.

2.        Tapi hanya pasang Bendera.

 

Tiap kantor di Indonesia.

1.        Dipasang gambar Presiden.

Dan Wakil Presiden.

 

Kantor di Korea Selatan.

1.        Hanya dipasang bendera negaranya.

2.        Tanpa gambar Presiden.

3.        Tanpa gambar Wakil Prsiden.

 

Bagi orang Korea Selatan.

"Siapa pun Presidennya.

Negaraku tetap Korea".

 

Korea merdeka dari Jepang.

Mereka masih harus lewat fase perang saudara.

 

Hingga akhirnya pecah.

Menjadi:

1.         Korea Utara.

2.        Korea Selatan.

 

Saat itu.

Penduduk Korea amat miskin.

Hingga untuk makan nasi saja susah.

 

Nasi kebutuhan pokok orang Korea.

Sehingga tiap bertemu orang lain.

Mereka saling bertanya:

 

 “밥을 먹었어요?”

(“Sudah makan nasi?”).

 

Jika belum makan.

Maka akan diajak makan.

 

Orang Korea Selatan.

Pekerja keras.

 

Kini tampak hasil nyata.

Kerja keras Korea Selatan.

 

Pesan dari Presiden Korea saat itu:

 

 *"Let’s work harder and harder.

Let’s work much harder not to make our sons and daughters sold to foreign countries.”*

 

(Mari kita bekerja lebih keras.

Dan lebih keras.

 

Mari kita bekerja lebih keras.

Agar tidak membuat anak-anak kita.

Dijual ke luar negeri).

 

Dan kemudian ditutup oleh quote:


 *"Now, we promise that we will hand over a good country to our sons and daughters, we will give you the country worthy to be proud as well.”*

 

("Sekarang, kita berjanji.

Bahwa kita akan menyerahkan negara yang baik.

 

Untuk putra putri kita.

Kita akan memberi negara yg layak.

Untuk dibanggakan.")

 

Dalam Muktamar Muhammadiyah.

Di Makasar.

Beberapa tahun silam.

 

Ada peninjau asal Korea Selatan.

Yaitu Prof Hyun Jun Kim.

 

Dia ahli tentang Indonesia.

 

Peserta muktamar bertanya.

Pada Prof Hyun Jun Kim.

 

“Apakah kesan Anda.

Tentang orang Indonesia?

 

Prof Hyun Jun Kim.

Menjawab sambil senyum,

 

“Orang Indonesia tak tulus dalam bersikap.

Elit dan rakyatnya.

Yang tinggal di kota dan di desa.

 

Saat melakukan suatu tindakan.

Orang lndonesia selalu punya pamrih.”

 

"Di depan semula tampak ramah.

Seolah ikhlas.

Dan berkata: Ya..Ya saja.

 

Tapi sebetulnya.

Dia punya tujuan tertentu.

Atau tak ikhlas,'' katanya.

 

Dia menemukan kata 'pamrih'.

Dalam  Inggris.

Yaitu : intention.

 

Semoga jadi renungan.

Merdeka!

 

(Sumber republika)

 

 

14294. MITOS SAKTI JALAN DI ATAS AIR HAMBAT BUAT KAPAL INDUK

 




MITOS SAKTI JALAN DI ATAS AIR HAMBAT BUAT KAPAL INDUK

Oleh Drs. HM Yusron Hadi,MM

 

  

Perbedaan FILSAFAT dan FILOSOF

 

Filosof adalah orang yang berpikir, merefleksikan, berkreasi, dan memproduksi ide.

  

Ahli filsafat adalah orang yang belajar dan pinter teori, tokoh, dan paradigma filsafat.

 

Bisa dikatakan bahwa tiap orang itu filosof.

 

Tapi tidak semua orang menjadi ahli filsafat.

 

Filsafat sebagai metodologi

Yaitu filsafat dipakai alat untuk berpikir.

 

Misalnya: empiris, idealis, dan lainnya.

Filsafat sebagai produk pikiran.

Yaitu hasil pikiran orang tertentu.

 

Misalnya: pikiran Nietche, lqbal, dan lainnya.

 

Filsafat adalah alat yang bisa membuat orang sangat anti agama.

 

Tapi, filsafat juga bisa membuat orang menjadi sangat relijius.

 

Biasanya orang anti filsafat.

 Karena melihat hasil produknya filsafat.

 

Bukan melihat filsafat sebagai alat berpikir yang benar.

 

Penyebab lahirnya filsafat

 

1.      Orang tak percaya dengan jawaban mistis untuk masalah hidupnya.

 

2.      Orang pindah dari mitos (dongeng) ke logos (rasio, nalar).

 

3.      Orang mulai berpikir dan mencari tahu.

 

Anak kecil biasanya sifat ingin tahunya tinggi.

 

Sehingga dia banyak bertanya.

 

Tapi lingkungannya secara sadar atau tidak.

 

Membunuh sifat ingin tahunya anak kecil.

  

Pintu gerbang filsafat

 

1.      Buka pikiran (rasional)

2.      Rasa ingin tahu (curios).

3.      Hikmah, kebijaksanaan (wisdom).

 

Pengertian logos

Yaitu menyelesaikan masalah dengan nalar pikiran sehat.

 

Pengertian mitos

Yaitu menyelesaikan masalah dengan jawaban legenda dan dongeng.

  

Islam zaman dahulu berhasil meraih kejayaannya.

 Karena bergeser dari mitos menjadi logos.

 

Contoh mitos

 

1.      Orang Jawa

 

1)     Saat udara terasa hawanya panas.

Maka jawabannya berupa mitos

 

Yaitu karena tak pernah memberi sesajen.

 

Sehingga yang “Mbau Rekso” marah.

 Dan sejenisnya.

 

2)     Merasa hidupnya sial terus.

 Maka mencari jawaban mitos.

 

Mungkin wetonnya tak cocok.

 Atau sebab mitos lainnya.

  

2.      Orang Yunani kuno

 

Saat ada masalah maka jawabannya berupa mitos.

 

Yaitu mereka butuh bantuan para dewa.

 Dewa Laut, Dewa Petir.

 

Dan Dewa lainnya.

 

Mitos tak selalu jelek.

 

Tapi mitos tak berlaku universal.

Mitos tak terbuka dan sistemnya tertutup.

 

Artinya, mitos tak bisa diterapkan di tempat lain.

 

Mitos lainnya tentang Nyi Roro Kidul atau Ratu Pantai Selatan.

 

Orang Jawa takut ke pantai selatan.

 

Tapi orang Barat tak takut ke pantai selatan.

 

Karena orang Barat tak punya mitos Nyi Roro Kidul.

 

Orang Jawa tak berani berbusana hijau saat ke pantai laut selatan.

 

Itu adalah mitos.

 Jika pakai logos.

 

Maka diteliti berapa orang meninggal di pantai selatan berbusana hijau.

 

Dan berapa jumlahnya orang meninggal yang pakai busana warna lain.

 

Selama orang masih suka mitos.

 

Maka sulit mendapat kemajuan dalam bidang sains dan teknologi.

  

Arti kebijaksanaan

Bijaksana itu tak selalu sama dengan kebenaran.

 

Filsafat itu tak hanya cinta kebenaran.

 

Tapi juga cinta kebijaksanaan.

 Bijaksana itu proporsional dan pas.

 

Orang memanggil temannya, “Hai, Keriting.”

 Karena temannya memang rambutnya kering.

 

Itu benar, tapi tidak bijaksana.

 

Atau  memanggil temannya, “Hai, Hitam.”

 Karena temannya memang berkulit hitam.

 

Itu benar, tapi tidak bijaksana.

 Atau,”Hai, Gendut.”,

 Itu benar, tapi tak bijaksana.

 

 

(Sumber Ngaji Filsafat Dr Fahrudin Faiz)