Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tuesday, August 6, 2024

35604. MANUSIA SAAT BAHAYA TULUS BERDOA PADA ALLAH

 


MANUSIA SAAT BAHAYA TULUS BERDOA PADA ALLAH

Oleh: Drs. HM. Yusron Hadi, M.M.

 

 

Ikhlas.

Yaitu bersih hati atau tulus hati.

 

Ikhlas beragama.

Yaitu tulus hati memeluk.

Dan ibadah menurut agamanya.

 

Al-Quran surah Yunus (surah ke-10) ayat 22.


هُوَ الَّذِي يُسَيِّرُكُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ ۖ حَتَّىٰ إِذَا كُنْتُمْ فِي الْفُلْكِ وَجَرَيْنَ بِهِمْ بِرِيحٍ طَيِّبَةٍ وَفَرِحُوا بِهَا جَاءَتْهَا رِيحٌ عَاصِفٌ وَجَاءَهُمُ الْمَوْجُ مِنْ كُلِّ مَكَانٍ وَظَنُّوا أَنَّهُمْ أُحِيطَ بِهِمْ ۙ دَعَوُا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ لَئِنْ أَنْجَيْتَنَا مِنْ هَٰذِهِ لَنَكُونَنَّ مِنَ الشَّاكِرِينَ

 

22. Dia Tuhan yang menjadikan kamu dapat berjalan di daratan, (berlayar) di lautan. Sehingga jika kamu dalam bahtera, dan meluncur bahtera itu membawa orang-orang di dalamnya dengan tiupan angin baik, dan mereka bergembira karenanya, datang angin badai, dan (apabila) gelombang dari segenap penjuru menimpanya, dan mereka yakin bahwa mereka telah terkepung (bahaya), maka mereka berdoa kepada Allah dengan ikhlas taat pada-Nya semata-mata. (Mereka berkata): "Sesungguhnya jika Engkau menyelamatkan kami dari bahaya ini, pasti kami termasuk orang yang bersyukur".

 

Al-Quran surah Yunus (surah ke-10) ayat 105.


وَأَنْ أَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا وَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُشْرِكِينَ

 

Dan (aku diperintah): "Hadapkan mukamu pada agama dengan tulus ikhlas dan kamu jangan termasuk orang musyrik.

 

Al-Quran surah Al-Ankabut (surah ke-29) ayat 65. 


فَإِذَا رَكِبُوا فِي الْفُلْكِ دَعَوُا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ فَلَمَّا نَجَّاهُمْ إِلَى الْبَرِّ إِذَا هُمْ يُشْرِكُونَ

 

Maka jika mereka naik kapal mereka berdoa pada Allah dengan memurnikan taat pada-Nya; maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai darat, tiba-tiba mereka (kembali) menyekutukan (Allah)

 

 Al-Quran surah Lukman (surah ke-31) ayat 32.

 


وَإِذَا غَشِيَهُمْ مَوْجٌ كَالظُّلَلِ دَعَوُا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ فَلَمَّا نَجَّاهُمْ إِلَى الْبَرِّ فَمِنْهُمْ مُقْتَصِدٌ ۚ وَمَا يَجْحَدُ بِآيَاتِنَا إِلَّا كُلُّ خَتَّارٍ كَفُورٍ

 

Dan jika mereka dilipiti ombak besar seperti gunung, mereka menyeru Allah dengan memurnikan taat pada-Nya maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai daratan, lalu sebagian mereka tetap menempuh jalan  lurus. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami selain orang yang tidak setia lagi ingkar.

 

Al-Quran surah Az-Zumar (surah ke-39) ayat 2-3.


إِنَّا أَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ فَاعْبُدِ اللَّهَ مُخْلِصًا لَهُ الدِّينَ

 

Sesunguhnya Kami menurunkan padamu Kitab (Al-Quran) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan taat pada-Nya.

 

أَلَا لِلَّهِ الدِّينُ الْخَالِصُ ۚ وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَىٰ إِنَّ اللَّهَ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ فِي مَا هُمْ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي مَنْ هُوَ كَاذِبٌ كَفَّارٌ

 

Ingatlah, hanya kepunyaan Allah agama yang bersih (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): "Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami pada Allah dengan sedekat-dekatnya". Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang pendusta dan sangat ingkar.

 

Al-Quran surah Az-Zumar (surah ke-39) ayat 11.


قُلْ إِنِّي أُمِرْتُ أَنْ أَعْبُدَ اللَّهَ مُخْلِصًا لَهُ الدِّينَ

 

Katakan: "Sesungguhnya aku diperintahkan supaya menyembah Allah dengan memurnikan taat pada-Nya dalam (menjalankan) agama.

 

Al-Quran surah Al-Mukmin (surah ke-40) ayat 41.


۞ وَيَا قَوْمِ مَا لِي أَدْعُوكُمْ إِلَى النَّجَاةِ وَتَدْعُونَنِي إِلَى النَّارِ

 

Hai kaumku, bagaimana kamu, aku menyeru kamu pada keselamatan, tapi kamu menyeru aku ke neraka?

 

 Al-Quran surah Al-Mukmin (surah ke-40) ayat 65.

 


هُوَ الْحَيُّ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ فَادْعُوهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ ۗ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

 

Dia Allah Yang hidup kekal, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia; maka sembahlah Dia dengan memurnikan ibadah pada-Nya. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.

 

Al-Quran surah Al-Bayinah (surah ke-98) ayat 5.


وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ

 

Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan taat pada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian agama yang lurus.

 

 

 

Daftar Pustaka

1.        Hatta, DR. Ahmad. Tafsir Quran Per Kata, Dilengkapi dengan Asbabun Nuzul dan Terjemah. Penerbit Pustaka Maghfirah, Jakarta 2011.

2.        Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

35603. AGUS MUSTOFA JIWA DAN ROH

35602. BEDA PENDAPAT NABI ISA DIANGKAT KE LANGIT

 


BEDA PENDAPAT NABI ISA DIANGKAT KE LANGIT

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

Al-Qur'an tak sebutkan.

Jumlah Nabi dan Rasul.

 

Yang dibunuh oleh kaum Yahudi Bani Israil.

 

Tapi ulama dan ahli sejarah.

Sebutkan 70 Nabi.

 

Dibunuh dan disiksa.

Oleh kaum Bani Israil.

 

Hadis Riwayat Abu Hurairah.

Rasulullah bersabda,

 

"Dulu Bani Israil.

Dipimpin banyak Nabi.

 

Tiap Nabi wafat.

Maka diganti Nabi baru."

 

(HR Bukhari dan Muslim)

 

Nama Nabi masyhur.

Dibunuh oleh kaum Yahudi.

 

Yaitu:

1)        Nabi Yesaya.

2)        Nabi Yahya.

 

3)        Nabi Zakaria.

4)        Nabi Uria.

 

5)        Nabi Yeremia.

 

 

6)        Nabi Isa akan dibunuh.

Tapi diselamatkan oleh Allah.


1. Nabi Yesaya (Isaiah).


Ibnu Katsir dalam Qashash Anbiya.

 

Setelah Nabi Sulaiman wafat.

Bani Israil durhaka lagi.

Pada Allah.

 

 Allah mengutus Nabi Yesaya bin Amos (Isaiah).


Nabi Yesaya dakwah.

Ajak Bani Israil kembali ke jalan Allah.

 

 Tidak lama setelah itu.

Kum Bani Israil mencari.

 

Nabi Yesaya.

Untuk dibunuh.

 

Nabi Yesaya melarikan diri.

Masuk pohon besar.

Yang terbelah untuknya.


Setan melihat kejadian itu.

Dia ambil ujung baju Nabi Yesaya.

Hingga terlihat dari luar.

 

Bani Israil datang

Membelah pohon pakai gergaji.

 

Nabi Yesaya terbelah.

Bersama pohon itu.

 

Nabi Yesaya dibunuh.

Atas perintah Manasye.

 

Raja Yehuda Yerusalem.

Tahun 687-643 SM.


2. Nabi Yahya.


Riwayat Ibnu Abbas.

Rasulullah Isra Mikraj.

 

Bertemu Nabi Zakaria.

Yaitu ayahnya Nabi Yahya.

 

Nabi bertanya,

"Wahai Abu Yahya.

 

Ceritakan kisah pembunuhanmu.

Mengapa Bani Israil membunuhmu?"

 

Zakaria menjawab,

 

"Yahya manusia terbaik.

Pada zamannya.

 

Dia ganteng rupawan.

Dan tidak butuh wanita.

 

Calon isteri Raja Bani Israil.

Suka menggoda kaum pria.

 

Dia suka terhadap Yahya.

Wanita itu menggoda Yahya.

 

Tapi Yahya menolak.

Tak mau melakukan hal tak terpuji.

 

Wanita itu dendam.

Bujuk Raja membunuh Yahya.

 

Jadi syarat dinikahi Raja.

Awalnya Raja menolak.

 

Tapi akhirnya setuju.

Raja kirim pasukan.

Bunuh Yahya bin Zakaria.

 

 Sore harinya.

Allah binasakan raja, keluarganya.

Dan seluruh tentara kaum Bani Israel.


3. Nabi Zakaria.


Hadis Riwayat Muslim.

Nabi Zakaria jadi tukang kayu.

 

Hidup dengan putranya.

Yaitu Nabi Yahya.

 

 Nabi Zakaria tahu kematian putranya.

Yaitu Nabi Yahya.

 

Dan tahu Allah mengubur hidup-hidup.

Orang yang membunuhnya.

 

Dia lari ke Baitul Maqdis.


Selain membunuh para Nabi.

Bani Israil coba bunuh Nabi Isa.

Tapi gagal.

 

Al-Quran surah An-Nisa (surah ke-4) ayat 155-159.

 


فَبِمَا نَقْضِهِمْ مِيثَاقَهُمْ وَكُفْرِهِمْ بِآيَاتِ اللَّهِ وَقَتْلِهِمُ الْأَنْبِيَاءَ بِغَيْرِ حَقٍّ وَقَوْلِهِمْ قُلُوبُنَا غُلْفٌ ۚ بَلْ طَبَعَ اللَّهُ عَلَيْهَا بِكُفْرِهِمْ فَلَا يُؤْمِنُونَ إِلَّا قَلِيلًا

 

Maka (Kami lakukan terhadap mereka beberapa tindakan), sebab mereka melanggar perjanjian, dan karena kekafiran mereka terhadap keterangan Allah dan mereka membunuh nabi-nabi tanpa (alasan) benar dan mengatakan: "Hati kami tertutup". Bahkan, sebenarnya Allah mengunci mati hati mereka karena kafir, karena itu mereka tak beriman kecuali sebagian kecil dari mereka.

 

وَبِكُفْرِهِمْ وَقَوْلِهِمْ عَلَىٰ مَرْيَمَ بُهْتَانًا عَظِيمًا

 

Dan karena kekafiran mereka (terhadap Isa) dan tuduhan mereka terhadap Maryam dengan kedustaan besar (zina).

 

وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللَّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَٰكِنْ شُبِّهَ لَهُمْ ۚ وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُوا فِيهِ لَفِي شَكٍّ مِنْهُ ۚ مَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِلَّا اتِّبَاعَ الظَّنِّ ۚ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِينًا

 

Dan karena ucapan mereka: "Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar ragu tentang yang dibunuh. Mereka tidak yakin siapa yang dibunuh, kecuali persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh adalah Isa.

 

بَلْ رَفَعَهُ اللَّهُ إِلَيْهِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا

 

Tapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

 

وَإِنْ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ إِلَّا لَيُؤْمِنَنَّ بِهِ قَبْلَ مَوْتِهِ ۖ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكُونُ عَلَيْهِمْ شَهِيدًا

 

Tidak ada seorang pun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum matinya. Dan di hari kiamat nanti Isa akan jadi saksi terhadap mereka.

 

Nabi Isa diangkat ke langit.

Timbul beda pendapat.

 

1)        Pendapat ke-1.

 

Nabi lsa diangkat ke langit.

Dengan jasmani dan rohaninya.

Kondisi hidup sebagai mukjizat.

 

2)        Pendapat ke-2.

 

Nabi lsa dinaikkan ke langit.

Artinya ditinggikan derajatnya.

 

Perbedaan itu.

Bukan masalah tauhid.

 

Tak merusak iman.

Bukan soal iman.

 

 

(Dari berbagai sumber)