Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Saturday, December 7, 2024

38272. MOBIL MEKAH SETIR KIRI LEWAT JALUR KANAN

 


SETIR MOBIL MEKAH DI KIRI LEWAT JALUR KANAN

Oleh: Drs HM Yusron Hadi, MM

 

 

 

Jalan raya di Arab Saudi.

Semua sangat lebar, mulus, dan cenderung sepi.

 

Kendaraan yang lewat jalan raya.

Semua produksi terbaru.

Masih mulus dengan ukuran mesin yang relatif besar.

 

Para sopir di Arab Saudi.

Mengendarai mobil.

Senang ngebut dengan kecepatan tinggi.

 

Peraturan arus lalu lintas di Indonesia.

Berbeda dengan peraturan arus lalu lintas  di Arab Saudi.

 

Setir kemudi kendaraan di Indonesia.

Berada di sebelah kanan.

 

Tapi setir kendaraan di Arab Saudi.

Terletak di sebelah kiri.

 

Kendaraan di Indonesia.

Berjalan di jalur kiri.

 

Tapi  kendaraan di Arab Saudi.

Berjalan di jalur kanan.

 

Di Indonesia.

Orang akan menyeberang jalan raya.

 

Biasanya akan MENENGOK ke sebelah KANAN terlebih dahulu.

Baru menengok ke arah sebelah kiri.

 

Sebab kendaraan berjalan.

Di sebelah kiri jalan raya.

 

Di Arab Saudi.

Orang akan menyeberang jalan raya.

 

Harus MENENGOK  ke arah sebelah KIRI terlebih dahulu.

Baru menegok ke arah sebelah kanan.

 

Sebab kendaraan berjalan di sebelah kanan jalan raya.

 

Perbedaan aturan arus lalu lintas jalan raya.

Indonesia dengan Arab Saudi.

 

Bisa MEMBAHAYAKAN keselamatan jamaah haji Indonesia.

Selama berada di Arab Saudi.

 

Semua jemaah haji Indonesia.

Harus HATI-HATI dan WASPADA.

 

Saat akan menyeberang jalan raya di Arab Saudi.

Agar tetap selamat.

 

 

Catatan Haji 2018

 

Oleh HM Yusron Hadi Tauhid

Bin HM Tauhid lsmail.

 

Sidoarjo Jawa Timur

Jemaah mandiri non KBIH.

 

Ketua regu 23.

Rombongan 6.

Kloter 71 SUB.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

38271. CARA MENYEBERANG JALAN DI MEKAH

 


CARA MENYEBERANG JALAN RAYA DI MEKAH

Oleh: Drs HM Yusron Hadi, MM

 

 

 

Jalan raya di Arab Saudi.

Semua sangat lebar, mulus, dan cenderung sepi.

 

Kendaraan yang lewat jalan raya.

Semua produksi terbaru.

Masih mulus dengan ukuran mesin yang relatif besar.

 

Para sopir di Arab Saudi.

Mengendarai mobil.

Senang ngebut dengan kecepatan tinggi.

 

Peraturan arus lalu lintas di Indonesia.

Berbeda dengan peraturan arus lalu lintas  di Arab Saudi.

 

Setir kemudi kendaraan di Indonesia.

Berada di sebelah kanan.

 

Tapi setir kendaraan di Arab Saudi.

Terletak di sebelah kiri.

 

Kendaraan di Indonesia.

Berjalan di jalur kiri.

 

Tapi  kendaraan di Arab Saudi.

Berjalan di jalur kanan.

 

Di Indonesia.

Orang akan menyeberang jalan raya.

 

Biasanya akan MENENGOK ke sebelah KANAN terlebih dahulu.

Baru menengok ke arah sebelah kiri.

 

Sebab kendaraan berjalan.

Di sebelah kiri jalan raya.

 

Di Arab Saudi.

Orang akan menyeberang jalan raya.

 

Harus MENENGOK  ke arah sebelah KIRI terlebih dahulu.

Baru menegok ke arah sebelah kanan.

 

Sebab kendaraan berjalan di sebelah kanan jalan raya.

 

Perbedaan aturan arus lalu lintas jalan raya.

Indonesia dengan Arab Saudi.

 

Bisa MEMBAHAYAKAN keselamatan jamaah haji Indonesia.

Selama berada di Arab Saudi.

 

Semua jemaah haji Indonesia.

Harus HATI-HATI dan WASPADA.

 

Saat akan menyeberang jalan raya di Arab Saudi.

Agar tetap selamat.

 

 

Catatan Haji 2018

 

Oleh HM Yusron Hadi Tauhid

Bin HM Tauhid lsmail.

 

Sidoarjo Jawa Timur

Jemaah mandiri non KBIH.

 

Ketua regu 23.

Rombongan 6.

Kloter 71 SUB.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

38267. WAHYU KE- 1 IQRA MEMBACA AMAT PENTING

 


WAHYU KE-1 IQRA MEMBACA AMAT PENTING

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

      Bulan Ramadan disebut bulan iqra, karena diturunkan wahyu pertama dari Allah kepada Nabi Muhamad melalui malaikat Jibril adalah iqra (perintah membaca), dan perintah membaca adalah perintah yang sangat penting sehingga sampai diulangi dua kali dalam rangkaian wahyu pertama.

 

      Al-Quran surah Al-Alaq (surah ke-96) ayat 1-5.

 

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ  خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ

 

      Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmu Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

 

      Kata “iqra” diambil dari “qara’a” yang pada awalnya bermakna “menghimpun” dan kata “Iqra” dapat diartikan “menyampaikan, menelaah, membaca, mendalami, meneliti, dan mengetahui ciri sesuatu.”

 

      Malaikat Jibril turun menjumpai Nabi Muhammad untuk menyampaikan wahyu dari Allah.

 

Malaikat Jibril berkata, ”Iqra (bacalah)!”.

Nabi Muhammad menjawab,”Ma, aqra (Apakah yang harus saya baca?”

 

 Tapi, tidak ada penjelasan tentang objek atau sesuatu yang dibaca dalam perintah itu.

 

Artinya perintah membaca itu tidak dikaitkan dengan objek tertentu.

Sehingga dapat disimpulkan objeknya bersifat umum yang mencakup segala sesuatu yang dapat dibaca.

 

     Perintah “iqra” dapat diartikan “membaca, menghimpun, menyampaikan, menelaah, meneliti, mendalami, mengetahui ciri segala sesuatu”.

 

Termasuk membaca kitab suci, buku, koran, majalah, alam semesta, masyarakat, dan apa pun yang dapat dibaca.

 

Tapi, semua harus dikaitkan dengan “bismi rabbika (demi Allah)”.

 

      Perintah “Iqra (bacalah)” yang kedua dirangkai dengan “warabbuka al-akram (Tuhanmu Yang Maha Pemurah)”.

 

Siapa pun membaca karena Allah akan memperoleh anugerah kemurahan berupa pengetahuan, pemahaman, dan wawasan baru, meskipun objeknya sama.

 

      Dengan membaca Al-Quran selalu ada penafsiran dan pengembangan baru.

 

Meskipun ayat Al-Quran yang dibaca tetap sama.

Termasuk membaca alam semesta  akan selalu bermunculan ilmu pengetahuan dan penemuan terbaru.

 

    Perintah membaca adalah perintah yang sangat berharga yang pernah diterima oleh umat manusia.

Membaca adalah syarat utama dalam membangun peradaban,

Suatu saat mungkin muncul istilah manusia adalah makhluk membaca.

Di samping makhluk sosial dan makhluk berpikir.

 

       Akhirnya, kembali kepada diri kita pribadi masing-masing.

 

Termasuk keluarga kita.

Bagaimana minat baca dalam diri kita?

 Apakah sudah tersedia bacaan yang baik, bagus, dan bermutu?

 

Apakah kita masih sempat membaca?

 

     Sebaiknya kita membiasakan untuk banyak membaca segala sesuatu.

Yang tersurat (tertulis eksplisit) maupun tersirat (tersimpul di dalamnya) yang bermanfaat untuk hidup manusia di dunia dan akhirat.

 

 

Daftar Pustaka

1.Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.

2.Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.

3.Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.

4.Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.

5.Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004

6.Al-Kandahlawi, Maulana Muhammad Zakaria. Himpunan Fadhilah Amal. Penebit Ash-Shaff. Jogyakarta. 2000.

7.Hisyam, Ibnu. Sirah Nabawiyah. Sejarah Lengkap Kehidupan Rasulullah.

8.Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.

9.Tafsirq.com online

38266. PERINTAH IQRA MEMBACA AMAT PENTING

 


PERINTAH IQRA MEMBACA SANGAT PENTING

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

      Bulan Ramadan disebut bulan iqra, karena diturunkan wahyu pertama dari Allah kepada Nabi Muhamad melalui malaikat Jibril adalah iqra (perintah membaca), dan perintah membaca adalah perintah yang sangat penting sehingga sampai diulangi dua kali dalam rangkaian wahyu pertama.

 

      Al-Quran surah Al-Alaq (surah ke-96) ayat 1-5.

 

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ  خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ

 

      Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmu Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

 

      Kata “iqra” diambil dari “qara’a” yang pada awalnya bermakna “menghimpun” dan kata “Iqra” dapat diartikan “menyampaikan, menelaah, membaca, mendalami, meneliti, dan mengetahui ciri sesuatu.”

 

      Malaikat Jibril turun menjumpai Nabi Muhammad untuk menyampaikan wahyu dari Allah.

 

Malaikat Jibril berkata, ”Iqra (bacalah)!”.

Nabi Muhammad menjawab,”Ma, aqra (Apakah yang harus saya baca?”

 

 Tapi, tidak ada penjelasan tentang objek atau sesuatu yang dibaca dalam perintah itu.

 

Artinya perintah membaca itu tidak dikaitkan dengan objek tertentu.

Sehingga dapat disimpulkan objeknya bersifat umum yang mencakup segala sesuatu yang dapat dibaca.

 

     Perintah “iqra” dapat diartikan “membaca, menghimpun, menyampaikan, menelaah, meneliti, mendalami, mengetahui ciri segala sesuatu”.

 

Termasuk membaca kitab suci, buku, koran, majalah, alam semesta, masyarakat, dan apa pun yang dapat dibaca.

 

Tapi, semua harus dikaitkan dengan “bismi rabbika (demi Allah)”.

 

      Perintah “Iqra (bacalah)” yang kedua dirangkai dengan “warabbuka al-akram (Tuhanmu Yang Maha Pemurah)”.

 

Siapa pun membaca karena Allah akan memperoleh anugerah kemurahan berupa pengetahuan, pemahaman, dan wawasan baru, meskipun objeknya sama.

 

      Dengan membaca Al-Quran selalu ada penafsiran dan pengembangan baru.

 

Meskipun ayat Al-Quran yang dibaca tetap sama.

Termasuk membaca alam semesta  akan selalu bermunculan ilmu pengetahuan dan penemuan terbaru.

 

    Perintah membaca adalah perintah yang sangat berharga yang pernah diterima oleh umat manusia.

Membaca adalah syarat utama dalam membangun peradaban,

Suatu saat mungkin muncul istilah manusia adalah makhluk membaca.

Di samping makhluk sosial dan makhluk berpikir.

 

       Akhirnya, kembali kepada diri kita pribadi masing-masing.

 

Termasuk keluarga kita.

Bagaimana minat baca dalam diri kita?

 Apakah sudah tersedia bacaan yang baik, bagus, dan bermutu?

 

Apakah kita masih sempat membaca?

 

     Sebaiknya kita membiasakan untuk banyak membaca segala sesuatu.

Yang tersurat (tertulis eksplisit) maupun tersirat (tersimpul di dalamnya) yang bermanfaat untuk hidup manusia di dunia dan akhirat.

 

 

Daftar Pustaka

1.Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.

2.Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.

3.Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.

4.Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.

5.Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004

6.Al-Kandahlawi, Maulana Muhammad Zakaria. Himpunan Fadhilah Amal. Penebit Ash-Shaff. Jogyakarta. 2000.

7.Hisyam, Ibnu. Sirah Nabawiyah. Sejarah Lengkap Kehidupan Rasulullah.

8.Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.

9.Tafsirq.com online

38265. MATEMATIKA JERMAN