Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Friday, April 11, 2025

40260. TAFSIR QURAN KLASIK MODERN MAKHLUK LUAR ANGKASA

 


TAFSIR QURAN KLASIK MODERN MAKHLUK LUAR ANGKASA

Oleh: Drs HM Yusron Hadi, MM

 

 

 

Dalam Al-Quran.

Tak disebutkan eksplisit.

 

Makhluk luar angkasa.

Seperti dalam konteks modern.

 

Misalnya:

 

1)                Alien.

2)                Kehidupan di planet lain.

 

Tapi beberapa ayat Quran.

Oleh mufassir atau pemikir modern.

 

Ditafsirkan indikasi mungkin.

Adanya kehidupan selain di bumi.

 

1.        Al-Quran surah Asy-Syura (surah ke-42) ayat 29.

 

وَمِنْ آيَاتِهِ خَلْقُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَثَّ فِيهِمَا مِنْ دَابَّةٍ ۚ وَهُوَ عَلَىٰ جَمْعِهِمْ إِذَا يَشَاءُ قَدِيرٌ

 

Di antara (ayat-ayat) tanda-tanda-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan makhluk-makhluk melata Yang Dia sebarkan pada keduanya. Dan Dia Maha Kuasa mengumpulkan semuanya jika dikehendaki-Nya.

 

Keterangan.

Ayat ini sering dikutip.

 

Bahwa Allah menciptakan makhluk di langit dan bumi.

 

Tak membatasi penciptaan hanya di bumi.

Hal itu mungkin.

 

Adanya makhluk lain.

Selain di bumi.

 

2.        Al-Quran surah Al-Fatihah (surah ke-1) ayat 2.


الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

 

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

 

Keterangan.

 

Kata "‘Alamin”.

Artinya: semesta alam .

 

Sering ditafsirkan mencakup segala bentuk kehidupan dan ciptaan Allah.

 

Yang bisa lebih luas.

Daripada sekadar dunia manusia.

 

3.        Al-Quran surah Al-Jin (surah ke-72) ayat 8-9.

 


وَأَنَّا لَمَسْنَا السَّمَاءَ فَوَجَدْنَاهَا مُلِئَتْ حَرَسًا شَدِيدًا وَشُهُبًا

8. dan sesungguhnya kami mencoba mengetahui (rahasia) langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api.

 

وَأَنَّا كُنَّا نَقْعُدُ مِنْهَا مَقَاعِدَ لِلسَّمْعِ ۖ فَمَنْ يَسْتَمِعِ الْآنَ يَجِدْ لَهُ شِهَابًا رَصَدًا

 

9. dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya). Tetapi sekarang barang siapa (mencoba) mendengar-dengarkan (seperti itu) tentu akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya).

 

Keterangan.

 

Ayat ini tentang jin.

Makhluk gaib yang bisa menjelajah langit.

 

Ada sistem penjagaan di langit.

Menunjukkan wilayah semesta tak kosong.

 

Tapi ada makhluk lain.

Yang bergerak di dalamnya.

 

Kesimpulan:

Tak ada ayat eksplisit.

 

Menyatakan adanya alien.

Atau makhluk luar angkasa.

Dalam bentuk seperti fiksi ilmiah.

 

Tapi beberapa ayat.

Menunjukkan luasnya ciptaan Allah.

 

Tak terbatas pada bumi.

Peluang adanya kehidupan lain.

Di luar bumi.

 

Penjelasan tafsir klasik dan modern.

Terkait ayat mungkin adanya makhluk.

Selain manusia di alam semesta.

 

 

1.        Tafsir QS (42:29)

 

"Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah penciptaan langit dan bumi dan makhluk-makhluk yang Dia sebarkan pada keduanya. Dan Dia Maha Kuasa mengumpulkan semuanya apabila dikehendaki-Nya."

 

Tafsir Klasik:

 

Ibnu Katsir menjelaskan.

Kebesaran dan kekuasaan Allah.

Dalam menciptakan langit dan bumi.

Serta makhluk yang tersebar pada keduanya.

 

Tafsir Modern:

 

Maulana Muhammad Shafi.

Dalam tafsirnya Ma'ariful Qur'an.

 

Soroti kata "dabbah".

Berarti makhluk hidup bergerak.

 

Bahwa Allah menciptakan banyak makhluk bergerak di bumi.

Mungkin juga di langit.

2.        Tafsir QS (1:2)

 

"Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam."

 

Tafsir Klasik:

 

Az-Zajjaj menyatakan.

Bahwa kata "‘Alamin".

 

Mencakup segala sesuatu yang diciptakan Allah.

Di dunia ini dan akhirat.

 

 

Tafsir Modern:

 

Syekh Muhammad Amin Shanqiti.

Bahwa "Rabbul ‘Alamin".

 

Allah pemelihara seluruh alam semesta.

Mencakup semua ciptaan-Nya.

Tanpa batasan.

 

3.        Tafsir QS (72:8-9)

 

"Dan sesungguhnya kami telah mencoba mengetahui (rahasia) langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api. Dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengarkan (berita-berita), tetapi sekarang siapa yang mencoba mendengarkan akan mendapati panah api yang mengintai."

 

Tafsir Klasik:

 

Ibnu Katsir menjelaskan.

Bahwa sebelumnya jin dapat naik ke langit .

Untuk mendengarkan berita.

Tapi setelah kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Maka langit dijaga ketat.

Jin dihalangi dengan panah api.

 

Tafsir Modern:

 

Maulana Muhammad Shafi.

Dalam Ma'ariful Qur'an menafsirkan.

 

Bahwa jin hanya dapat mencapai awan.

Atau atmosfer bumi.

 

Bukan langit yang sebenarnya.

 

Dan jin dihalangi penjagaan ketat serta panah-panah api.

 

Kesimpulan:

 

Tafsir klasik dan modern.

Pada ayat-ayat di atas.

 

Bahwa Al-Qur'an mengakui adanya makhluk lain.

Selain manusia.

 

Seperti jin dan mungkin makhluk lain.

Tak disebut spesifik.

 

Tak ada penegasan eksplisit.

Makhluk luar angkasa.

 

Seperti dibayangkan dalam konteks modern.

 

Penafsiran ini.

Bukti keluasan ciptaan Allah.

Melampaui paham manusia saat ini.

 

 

Sumber

1)        Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)        ChatGPT.

 

Thursday, April 10, 2025

40254. MERDEKA TAHUN 1945 KENAPA INDONESIA TAK MAKMUR

 


MERDEKA TAHUN 1945 KENAPA INDONESIA TIDAK MAKMUR

Oleh: Drs HM Yusron Hadi, MM

 

 

 

Indonesia merdeka tahun 1045.

Tapi kenapa Indonesia belum makmur.

 

Padahal alamnya kaya raya.

Dan potensinya luar biasa:

 

Penyebab lndonesia tak makmur.

Yaitu:

 

1)        Korupsi masih tinggi.

2)        Kesenjangan sosial dan ekonomi tinggi.

 

3)        Pendidilan belum merata dan tak bermutu.

4)        Tergantung pada sumber daya alam.

 

5)        Infrastruktur tak merata.

6)        Budaya komsumtif dan tak produktif.

 

7)        Politik tak fokus pada rakyat makmur.

8)        Pemimpin fokus agar terpilih lagi.

 

1.        Korupsi masih tinggi.

 

Banyak anggaran negara bocor.

Sebab korupsi.

Dari level atas sampai bawah.

 

Korupsi bikin program pembangunan.

Menjadi tak maksimal.

 

Hasil proyek pembangunan jelek.

Dan cepat rusak.

 

2.        Kesenjangan sosial ekonomi tinggi.

 

Orang kaya makin kaya.

Tapi orang miskin, susah naik kelas.

 

Akses pendidikan, kesehatan, dan lapangan kerja.

Tak merata.

 

3.        Pendidikan tak merata dan tak bermutu.

 

Banyak daerah terpencil masih minim fasilitas pendidikan.

 

Kurikulum sering berubah.

Guru tak dihargai.

 

Gaji guru rendah.

Sistem tak optimal.

 

4.        Tergantung pada sumber daya alam.

 

Ekonomi terlalu tergantung ekspor bahan mentah.

 

Tak banyak nilai tambah.

Industri pengelolaan masih minim.

 

5.        Infrastruktur tak merata.

 

Di kota besar mungkin sudah bagus.

Tapi banyak daerah terpencil.

 

Sulit listrik, sulit air berisih, dan tanpa internet.

 

6.        Budaya komsumsi dan tak produktif.

Gaya hidup komsumtif makin luas.

Tapi budaya kerja keras tak jadi gaya hidup mayoritas.

 

7.        Politik tak fokus rakyat makmur.

 

Banyak kebijakan jangka pendek agar popular.

Tak ingin rakyat makmur.

 

Pimpinan sibuk rebutan ingin berkuasa.

 

Cara atasi masalah.

 

1.        Pendidikan dan Generasi Muda.

 

Focus pendidikan  karakter.

Tak hanya akademik.

 

Kolaborasi sekolah dan dunia kerja.

Dengan magang dan pelatihan kerja sejak dini.

 

2.        Ekonomi dan Kemandirian Nasional.

 

Gerakan cinta produk dalam negeri.

Berdayakan UMKM.

Modal mudah dan akses digital.

 

Tak ekspor bahan mentah.

Tapi diolah lebih dulu.

Kembangkan alat tani modern.

 

3.        Politik dan Kepemimpinan

 

Edukasi pemilih.

Pilih pemimpin sebab visi.

 

Tak sebab diberi uang.

Dorong anak muda jujur dan idealis agar masuk politik.

 

Penguatan lembaga anti korupsi.

Sistem tranparansi public.

 

4.        Budaya dan mental warga.

 

Edukasi konten positif.

Kampanye budaya kerja keras, sabar dan produksitf.

 

Contoh tokoh panutan.

Bukan hanya selebriti.

 

5.        Spiritual dan moral bangsa.

 

Kembalikan pondasi moral.

Dalam pendidikan, keluarga, dan Masyarakat.

 

Bangun kesadaran.

Bahwa rezeki tak cuma soal materi.

Tapi keberkahan.

 

Tanamkan nilai jujur, sabar, ikhlas, tanggung jawab mulai dari rumah

 

 

(Sumber ChatGPT)