Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Friday, April 11, 2025

40262. NAMA DAN TUGAS MALAIKAT DI QURAN

 


NAMA DAN TUGAS MALAIKAT DI ALQURAN

Oleh: Drs HM Yusron Hadi, MM

 

 

 

 

Dalam Al-Quran.

Malaikat adalah makhluk ciptaan Allah.

Yang sangat penting.

 

Para malaikat sebagai makhluk.

 

1)        Patuh sepenuhnya kepada Allah.

 

2)        Tak punya kehendak bebas.

Tak seperti manusia dan jin.

 

3)        Tak pernah bermaksiat.

 

1)        Asal penciptaan malaikat.

 

Al-Quranh surah Fatir (surah ke-35) ayat 1.


الْحَمْدُ لِلَّهِ فَاطِرِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ جَاعِلِ الْمَلَائِكَةِ رُسُلًا أُولِي أَجْنِحَةٍ مَثْنَىٰ وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ ۚ يَزِيدُ فِي الْخَلْقِ مَا يَشَاءُ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

 

Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang punya sayap, masing-masing (ada yang) 2, 3 dan 4. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

 

Keterangan.

Bahwa malaikat diciptakan berbeda dari manusia.

Dalam hadis disebutkan.

Bahwa malaikat diciptakan dari cahaya (nur).

 

2. Tugas-Tugas Malaikat

 

Al-Quran menyebut banyak tugas malaikat.

 

1)        Menyampaikan wahyu.

 

Jibril adalah malaikat yang menyampaikan wahyu kepada para nabi.

 

Al-Quran surah Asy-Syuara (surah ke-26) ayat 192-193.


وَإِنَّهُ لَتَنْزِيلُ رَبِّ الْعَالَمِينَ

 

192. Dan sesungguhnya Al Quran ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam,

 

نَزَلَ بِهِ الرُّوحُ الْأَمِينُ

 

193. dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril).

 

2)        Mencatat amal manusia.

 

Al-Quran surah Al-lnfitar (surah ke-82) ayat 10-11.

 

وَإِنَّ عَلَيْكُمْ لَحَافِظِينَ


10. Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu)


كِرَامًا كَاتِبِينَ


11. yang mulia (di sisi Allah) dan mencatat (pekerjaanmu).

 

3)        Mencabut nyawa.

 

Al-Quran surah As-Sajdah (surah ke-32) ayat 11.

 


۞ قُلْ يَتَوَفَّاكُمْ مَلَكُ الْمَوْتِ الَّذِي وُكِّلَ بِكُمْ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّكُمْ تُرْجَعُونَ


Katakan (Muhammad): "Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikanmu, kemudian hanya kepada Tuhanmu kamu akan dikembalikan".

 

4)        Penjaga surga dan neraka.

 

Al-Quran surah Ar-Ra’du (surah ke-13) ayat 23.

 

جَنَّاتُ عَدْنٍ يَدْخُلُونَهَا وَمَنْ صَلَحَ مِنْ آبَائِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ ۖ وَالْمَلَائِكَةُ يَدْخُلُونَ عَلَيْهِمْ مِنْ كُلِّ بَابٍ

 

(yaitu) surga 'Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama dengan orang saleh dari bapaknya, isterinya dan anak cucunya, sedangkan para malaikat masuk ke tempat mereka dari semua pintu.

 

Al-Quran surah At-Tahrim (surah ke-66) ayat 6.


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

 

Hai orang-orang yang beriman, jaga dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya para malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.

 

Sifat-sifat para malaikat

Yaitu:

 

1)        Tak pernah membangkang.

2)        Tak makan dan tak minum.

3)        Punya kecepatan tinggi dan kuat.

 

1)        Malaikat tak pernah membangkang.

 

Al-Quran surah At-Tahrim (surah ke-66) ayat 6.

 


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

 

Hai orang-orang yang beriman, pelihara dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.

 

2)        Malaikat tak makan dan tak minum.

 

Dalam kisah Nabi Ibrahim.

Para malaikat datang dalam rupa manusia.

Tapi tak menyentuh makanan.

 

Al-Quran surah Hud (surah ke-11) ayat 69-70.

 

وَلَقَدْ جَاءَتْ رُسُلُنَا إِبْرَاهِيمَ بِالْبُشْرَىٰ قَالُوا سَلَامًا ۖ قَالَ سَلَامٌ ۖ فَمَا لَبِثَ أَنْ جَاءَ بِعِجْلٍ حَنِيذٍ

 

69. Dan sesungguhnya utusan-utusan Kami (malaikat-malaikat) telah datang kepada lbrahim dengan membawa kabar gembira, mereka mengucapkan: "Selamat". Ibrahim menjawab: "Selamat," maka tidak lama kemudian Ibrahim menyuguhkan daging anak sapi yang dipanggang.

 

فَلَمَّا رَأَىٰ أَيْدِيَهُمْ لَا تَصِلُ إِلَيْهِ نَكِرَهُمْ وَأَوْجَسَ مِنْهُمْ خِيفَةً ۚ قَالُوا لَا تَخَفْ إِنَّا أُرْسِلْنَا إِلَىٰ قَوْمِ لُوطٍ

 

70. Maka tatkala dilihatnya tangan mereka tidak menjamahnya, Ibrahim memandang aneh perbuatan mereka, dan merasa takut kepada mereka. Malaikat itu berkata: "Jangan kamu takut, sesungguhnya kami adalah (malaikat-ma]aikat) yang diutus kepada kaum Luth".

 

3)        Berkecepatan tinggi dan kuat.

 

Al-Quran surah At-Takwir (surah ke-81) ayat 19-20.


إِنَّهُ لَقَوْلُ رَسُولٍ كَرِيمٍ

 

19. sesungguhnya Al-Quran itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril).

 

 

ذِي قُوَّةٍ عِنْدَ ذِي الْعَرْشِ مَكِينٍ

 

20. yang punya kekuatan, yang punya kedudukan tinggi di sisi Allah yang mempunyai 'Arsy.

 

Nama malaikat disebut Quran.

Yaitu:

 

1)        Jibril (Gabriel):

Pembawa wahyu

 

Surah Al-Baqarah: 97.


قُلْ مَنْ كَانَ عَدُوًّا لِجِبْرِيلَ فَإِنَّهُ نَزَّلَهُ عَلَىٰ قَلْبِكَ بِإِذْنِ اللَّهِ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَهُدًى وَبُشْرَىٰ لِلْمُؤْمِنِينَ

 

Katakan (Muhammad): "Barang siapa yang menjadi musuh Jibril, maka Jibril telah menurunkannya (Al Quran) ke dalam hatimu dengan izin Allah; membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman.

 

2)        Mikail (Michael):

Malaikat yang memberi rezeki.

 

Surah Al-Baqarah: 98.


مَنْ كَانَ عَدُوًّا لِلَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَرُسُلِهِ وَجِبْرِيلَ وَمِيكَالَ فَإِنَّ اللَّهَ عَدُوٌّ لِلْكَافِرِينَ

 

Barang siapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir.

 

3)        Malik.

Penjaga neraka.

 

Surah Az-Zukhruf: 77.


وَنَادَوْا يَا مَالِكُ لِيَقْضِ عَلَيْنَا رَبُّكَ ۖ قَالَ إِنَّكُمْ مَاكِثُونَ

 

Mereka berseru: "Hai Malik biarlah Tuhanmu membunuh kami saja". Dia menjawab: "Kamu akan tetap tinggal (di neraka ini)".

 

4)        Munkar dan Nakir.

 

Tidak disebut dalam Al-Quran.

Dalam hadis bertugas menanyai manusia di alam kubur.

 

 

Sumber

1)        Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)        ChatGPT.

 

40261. MAKHLUK LUAR ANGKASA DI ALQURAN

 



MAKHLUK LUAR ANGKASA DI ALQURAN

Oleh: Drs HM Yusron Hadi, MM

 

 

 

Dalam Al-Quran.

Tak disebutkan eksplisit.

 

Makhluk luar angkasa.

Seperti dalam konteks modern.

 

Misalnya:

 

1)                Alien.

2)                Kehidupan di planet lain.

 

Tapi beberapa ayat Quran.

Oleh mufassir atau pemikir modern.

 

Ditafsirkan indikasi mungkin.

Adanya kehidupan selain di bumi.

 

1.        Al-Quran surah Asy-Syura (surah ke-42) ayat 29.

 

وَمِنْ آيَاتِهِ خَلْقُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَثَّ فِيهِمَا مِنْ دَابَّةٍ ۚ وَهُوَ عَلَىٰ جَمْعِهِمْ إِذَا يَشَاءُ قَدِيرٌ

 

Di antara (ayat-ayat) tanda-tanda-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan makhluk-makhluk melata Yang Dia sebarkan pada keduanya. Dan Dia Maha Kuasa mengumpulkan semuanya jika dikehendaki-Nya.

 

Keterangan.

Ayat ini sering dikutip.

 

Bahwa Allah menciptakan makhluk di langit dan bumi.

 

Tak membatasi penciptaan hanya di bumi.

Hal itu mungkin.

 

Adanya makhluk lain.

Selain di bumi.

 

2.        Al-Quran surah Al-Fatihah (surah ke-1) ayat 2.


الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

 

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

 

Keterangan.

 

Kata "‘Alamin”.

Artinya: semesta alam .

 

Sering ditafsirkan mencakup segala bentuk kehidupan dan ciptaan Allah.

 

Yang bisa lebih luas.

Daripada sekadar dunia manusia.

 

3.        Al-Quran surah Al-Jin (surah ke-72) ayat 8-9.

 


وَأَنَّا لَمَسْنَا السَّمَاءَ فَوَجَدْنَاهَا مُلِئَتْ حَرَسًا شَدِيدًا وَشُهُبًا

8. dan sesungguhnya kami mencoba mengetahui (rahasia) langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api.

 

وَأَنَّا كُنَّا نَقْعُدُ مِنْهَا مَقَاعِدَ لِلسَّمْعِ ۖ فَمَنْ يَسْتَمِعِ الْآنَ يَجِدْ لَهُ شِهَابًا رَصَدًا

 

9. dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya). Tetapi sekarang barang siapa (mencoba) mendengar-dengarkan (seperti itu) tentu akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya).

 

Keterangan.

 

Ayat ini tentang jin.

Makhluk gaib yang bisa menjelajah langit.

 

Ada sistem penjagaan di langit.

Menunjukkan wilayah semesta tak kosong.

 

Tapi ada makhluk lain.

Yang bergerak di dalamnya.

 

Kesimpulan:

Tak ada ayat eksplisit.

 

Menyatakan adanya alien.

Atau makhluk luar angkasa.

Dalam bentuk seperti fiksi ilmiah.

 

Tapi beberapa ayat.

Menunjukkan luasnya ciptaan Allah.

 

Tak terbatas pada bumi.

Peluang adanya kehidupan lain.

Di luar bumi.

 

Penjelasan tafsir klasik dan modern.

Terkait ayat mungkin adanya makhluk.

Selain manusia di alam semesta.

 

 

1.        Tafsir QS (42:29)

 

"Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah penciptaan langit dan bumi dan makhluk-makhluk yang Dia sebarkan pada keduanya. Dan Dia Maha Kuasa mengumpulkan semuanya apabila dikehendaki-Nya."

 

Tafsir Klasik:

 

Ibnu Katsir menjelaskan.

Kebesaran dan kekuasaan Allah.

Dalam menciptakan langit dan bumi.

Serta makhluk yang tersebar pada keduanya.

 

Tafsir Modern:

 

Maulana Muhammad Shafi.

Dalam tafsirnya Ma'ariful Qur'an.

 

Soroti kata "dabbah".

Berarti makhluk hidup bergerak.

 

Bahwa Allah menciptakan banyak makhluk bergerak di bumi.

Mungkin juga di langit.

2.        Tafsir QS (1:2)

 

"Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam."

 

Tafsir Klasik:

 

Az-Zajjaj menyatakan.

Bahwa kata "‘Alamin".

 

Mencakup segala sesuatu yang diciptakan Allah.

Di dunia ini dan akhirat.

 

 

Tafsir Modern:

 

Syekh Muhammad Amin Shanqiti.

Bahwa "Rabbul ‘Alamin".

 

Allah pemelihara seluruh alam semesta.

Mencakup semua ciptaan-Nya.

Tanpa batasan.

 

3.        Tafsir QS (72:8-9)

 

"Dan sesungguhnya kami telah mencoba mengetahui (rahasia) langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api. Dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengarkan (berita-berita), tetapi sekarang siapa yang mencoba mendengarkan akan mendapati panah api yang mengintai."

 

Tafsir Klasik:

 

Ibnu Katsir menjelaskan.

Bahwa sebelumnya jin dapat naik ke langit .

Untuk mendengarkan berita.

Tapi setelah kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Maka langit dijaga ketat.

Jin dihalangi dengan panah api.

 

Tafsir Modern:

 

Maulana Muhammad Shafi.

Dalam Ma'ariful Qur'an menafsirkan.

 

Bahwa jin hanya dapat mencapai awan.

Atau atmosfer bumi.

 

Bukan langit yang sebenarnya.

 

Dan jin dihalangi penjagaan ketat serta panah-panah api.

 

Kesimpulan:

 

Tafsir klasik dan modern.

Pada ayat-ayat di atas.

 

Bahwa Al-Qur'an mengakui adanya makhluk lain.

Selain manusia.

 

Seperti jin dan mungkin makhluk lain.

Tak disebut spesifik.

 

Tak ada penegasan eksplisit.

Makhluk luar angkasa.

 

Seperti dibayangkan dalam konteks modern.

 

Penafsiran ini.

Bukti keluasan ciptaan Allah.

Melampaui paham manusia saat ini.

 

 

Sumber

1)        Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)        ChatGPT.