Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Wednesday, May 7, 2025

40571. MANUSIA TERTAWA DAN MENANGIS VERSI QURAN

 







MANUSIA TERTAWA DAN MENANGIS VERSI ALQURAN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

Tertawa

Yaitu melahirkan rasa gembira, senang, geli, dan sebagainya.

Dengan suara berderai.

 

Menangis.

Yaitu melahirkan perasaan sedih (kecewa, menyesal, dan sebagainya).

 

Dengan mencucurkan air mata.

Serta mengeluarkan suara (tersedu-sedu, mejerit-jerit).

 

Dalam Al-Qur'an.

Gambaran kenikmatan surga.

 

Sering disertai dengan kebahagiaan, tawa, dan kegembiraan para penghuninya.

 

Meskipun tak eksplisit disebutkan.

Bahwa "tertawa" adalah salah satu nikmat utama.

 

Tapi ekspresi Bahagia.

Seperti tersenyum dan tertawa.

Bisa dipahami dari konteks ayat tentang surga.

 

Yang menggambarkan wajah-wajah ceria.

Dan berseri-seri di surga.

 

Al-Quran surah Al-Mutaffifin (surah ke-83) ayat 22-24.


إِنَّ الْأَبْرَارَ لَفِي نَعِيمٍ

 

22. Sesungguhnya orang yang berbakti itu benar-benar berada dalam kenikmatan yang besar (surga),

 

عَلَى الْأَرَائِكِ يَنْظُرُونَ

 

23. mereka (duduk) di atas dipan-dipan sambil memandang.

 

تَعْرِفُ فِي وُجُوهِهِمْ نَضْرَةَ النَّعِيمِ

 

24. Kamu dapat mengetahui dari wajah mereka kesenangan mereka yang penuh kenikmatan.

 

Keterangan.

 

"Kamu dapat mengetahui dari wajah mereka kegembiraan hidup yang penuh kenikmatan."

 

Ayat ini menunjukkan.

Bahwa para penghuni surga.

 

Menikmati bahagia luar biasa.

Terlihat jelas dari wajah mereka.

 

Bisa mencakup senyuman.

Atau tertawa bahagia.

 

Al-Quran surah Yasin (surah ke-36) ayat 55-58.


إِنَّ أَصْحَابَ الْجَنَّةِ الْيَوْمَ فِي شُغُلٍ فَاكِهُونَ

 

55. Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka).

 

\هُمْ وَأَزْوَاجُهُمْ فِي ظِلَالٍ عَلَى الْأَرَائِكِ مُتَّكِئُونَ

 

56. Mereka dan isteri mereka berada dalam tempat teduh, bertelekan di atas dipan-dipan.

 

لَهُمْ فِيهَا فَاكِهَةٌ وَلَهُمْ مَا يَدَّعُونَ

 

57. Di surga itu mereka memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa yang mereka minta.

 

سَلَامٌ قَوْلًا مِنْ رَبٍّ رَحِيمٍ

 

58. (Kepada mereka dikatakan): "Salam", sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang.

 

 

Keterangan.

 

Ayat ini menggambarkan suasana penuh gembira dan nyaman.

 

Kondisi yang membuat orang tertawa bahagia.

 

Dalam Al-Qur’an.

Kata tertawa (ضحك - ḍaḥika).

 

Disebutkan beberapa kali.

Dalam konteks:

 

1)        Positif (bahagia) .

2)        Negatif (hinaan atau olokan).

 

Al-Quran surah An-Najm (surah ke-53) ayat 43.


وَأَنَّهُ هُوَ أَضْحَكَ وَأَبْكَىٰ

 

Dan bahwa Dia Allah yang menjadikan orang tertawa dan menangis.

 

Keterangan.

 

Allah menegaskan bahwa tertawa dan menangis.

 

Bagian fitrah manusia yang diciptakan-Nya.

Hal itu netral.

Bukti kekuasaan Allah atas emosi manusia.

 

Al-Quran surah Al-Mutaffifin (surah ke-83) ayat 29-31.


إِنَّ الَّذِينَ أَجْرَمُوا كَانُوا مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا يَضْحَكُونَ

 

29. Sesungguhnya orang-orang yang berdosa adalah mereka yang menertawakan orang-orang yang beriman.

 

وَإِذَا مَرُّوا بِهِمْ يَتَغَامَزُونَ

 

30. Dan jika orang-orang yang beriman lalu di depan mereka, mereka saling mengedip-ngedipkan matanya.

 

Keterangan.

 

Ayat ini mengkritik orang kafir.

Yang suka mengejek dan menertawakan orang-orang beriman.

 

Hal itu konteks tertawa sinis atau menghina.

Yang akan dibalas di akhirat.

 

Al-Quran surah Al-Mutaffifin (surah ke-83) ayat 34.

 


فَالْيَوْمَ الَّذِينَ آمَنُوا مِنَ الْكُفَّارِ يَضْحَكُونَ

 

Maka pada hari ini, orang-orang yang beriman menertawakan orang-orang kafir.

 

Keterangan.

 

Pada hari kiamat.

Keadaan berbalik.

 

Yaitu orang beriman akan tertawa.

Sebagai bentuk kemenangan.

Dan gembira atas keadilan Allah.

Kesimpulan.

 

1)        Tertawa di Al-Qur’an.

Bagian ekspresi manusia.

Yang diciptakan Allah.

 

2)        Terkadang dipakai dalam makna positif .

Seperti bahagia di akhirat.

 

3)        Terkadang dalam makna negatif.

Seperti mengejek.

 

4)        Di akhirat, orang beriman tertawa.

Tanda kemenangan dan nikmat.

 

Ayat Al-Qur’an yang menyebut tentang menangis (بكى / bawkā’)

 

Atau menggambarkan tangisan.

Karena:

1)        Takut kepada Allah.

2)        Tersentuh oleh ayat-ayat-Nya.

 

3)        Kesedihan.

4)        Penyesalan.

 

Al-Quran surah Al-Isra (surah ke-17) ayat 106-109.


وَقُرْآنًا فَرَقْنَاهُ لِتَقْرَأَهُ عَلَى النَّاسِ عَلَىٰ مُكْثٍ وَنَزَّلْنَاهُ تَنْزِيلًا

 

106. Dan Al Quran itu Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian.

 

قُلْ آمِنُوا بِهِ أَوْ لَا تُؤْمِنُوا ۚ إِنَّ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ مِنْ قَبْلِهِ إِذَا يُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ يَخِرُّونَ لِلْأَذْقَانِ سُجَّدًا

 

107. Katakan (Muhammada): "Berimanlah kamu kepadanya atau tidak usah beriman (sama saja bagi Allah). Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya apabila Al-Quran dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas muka mereka sambil bersujud,

 

وَيَقُولُونَ سُبْحَانَ رَبِّنَا إِنْ كَانَ وَعْدُ رَبِّنَا لَمَفْعُولًا

 

108. dan mereka berkata: "Maha Suci Tuhan kami, sesungguhnya janji Tuhan kami pasti dipenuhi".

 

وَيَخِرُّونَ لِلْأَذْقَانِ يَبْكُونَ وَيَزِيدُهُمْ خُشُوعًا ۩

 

109. Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyuk.

 

Keterangan.

Orang yang mendengar bacaan Al-Qur’an dengan hati yang tunduk.

 

Akan menangis tersentuh kebenaran.

Tangisan ini tanda takwa dan lembut hati.

 

Al-Quran surah Maryam (surah ke-19) ayat 58.


أُولَٰئِكَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ مِنْ ذُرِّيَّةِ آدَمَ وَمِمَّنْ حَمَلْنَا مَعَ نُوحٍ وَمِنْ ذُرِّيَّةِ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْرَائِيلَ وَمِمَّنْ هَدَيْنَا وَاجْتَبَيْنَا ۚ إِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ آيَاتُ الرَّحْمَٰنِ خَرُّوا سُجَّدًا وَبُكِيًّا ۩

 

Mereka itu orang-orang yang diberi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil, dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis.

 

Keterangan.

 

Ayat ini gambaran sifat orang pilihan Allah.

Yang merespon ayat-ayat-Nya.

 

Dengan sujud dan tangisan.

Bentuk cinta, takut, dan rendah hati.

 

Al-Quran surah Yusuf (surah ke-12) ayat 16.


وَجَاءُوا أَبَاهُمْ عِشَاءً يَبْكُونَ

 

Kemudian mereka datang kepada ayah mereka di sore hari sambil menangis.

 

 

Keterangan.

 

Hal itu tangisan pura-pura.

Oleh para saudara Nabi Yusuf.

 

 Mereka membuat skenario.

 Yusuf  dimakan serigala.

 

Al-Quran surah At-Taubah (surah ke-9) ayat 92.


وَلَا عَلَى الَّذِينَ إِذَا مَا أَتَوْكَ لِتَحْمِلَهُمْ قُلْتَ لَا أَجِدُ مَا أَحْمِلُكُمْ عَلَيْهِ تَوَلَّوْا وَأَعْيُنُهُمْ تَفِيضُ مِنَ الدَّمْعِ حَزَنًا أَلَّا يَجِدُوا مَا يُنْفِقُونَ

 

Dan tidak (pula) berdosa atas orang-orang yang apabila mereka datang kepadamu, supaya kamu memberi mereka kendaraan, lalu kamu berkata: "Aku tidak memperoleh kendaraan untuk membawamu". lalu mereka kembali, sedangkan mata mereka bercucuran air mata karena kesedihan, lantaran mereka tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan.

 

Keterangan.

 

Tangisan karena iman dan sedih.

Tak bisa ikut berjihad.

 

Sebab terbatas materi.

Hal itu tangisan ikhlas dan rindu.

Untuk berbuat kebaikan.

 

Kesimpulan:

 

Tangisan dalam Al-Qur’an bisa berarti:

 

1)        Takut kepada Allah.

2)        Khusyuk dan rendah hati.

 

3)        Penyesalan.

4)        Bohong atau pura-pura.

 

5)        Sedih karena terbatas dalam kebaikan

Sumber

1)        Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)        ChatGPT.

 

40569. KEGIATAN CALON JEMAAH HAJI DI PESAWAT TERBANG

 






KEGIATAN CALON JEMAAH HAJI DI PESAWAT TERBANG

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

 

 

Selama penerbangan ke Tanah Suci.

Para jemaah punya beberapa kegiatan.

 

Untuk menyiapkan diri:

 

1)        Secara spiritual.

2)        Menjaga kenyamanan fisik.

 

Kegiatan calon jemaah haji.

Dalam pesawat terbang.

 

Yaitu:

1)        Persiapan fisik dan mental.

2)        Memakai kain ihram.

 

3)        Berniat ihram.

4)        Membaca Talbiyah.

 

5)        Berdoa dan berzikir.

6)        Salat sambil duduk.

 

7)        Istirahat dan menjaga kesehatan.

8)        Mendengarkan arahan petugas.

 

1.        Persiapan fisik dan mental.

 

Banyak jemaah pakai waktu ini.

Untuk merenung, memantapkan niat.

Dan siap hati untuk ibadah haji.

 

Perjalanan ini bagian penting dari ibadah.

Menjaga tetap khusyuk dan sehat fisik.

 

Selama di pesawat terbang.

Sangat dianjurkan.

 

2.        Memakai kain Ihram.

 

Jika miqat (titik niat ihram) akan dilalui pesawat terbang.

 

Para jemaah pria sudah pakai kain ihram.

Sejak sebelum naik pesawat.

 

Atau memakai di dalam pesawat.

Sebelum mencapai miqat.

 

3.        Berniat Ihram.

Saat melewati miqat.

 

Para jemaah berniat haji atau umrah.

Sesuai jenis hajinya.

Yaitu:

 

1)        Haji Ifrad.

Hanya haji saja, tanpa umrah.

Tak wajib dam (denda).

 

2)        Haji Tamattu.

Umrah dulu, lalu haji dalam 1 musim.

Terkena dam (denda).

 

3)        Haji Qiran.

Haji dan umrah dalam 1 niat.

Terkena dam (denda).

 

Keterangan.

 

Jemaah haji lndonesia disarankan untuk HAJI TAMATTU.

 

Yaitu ibadah Umrah, lalu ibadah Haji.

Maka terkena DAM.

 

4.        Membaca Talbiyah

 

Membaca talbiyah.

"Labbaik Allahumma labbaik...".

 

5.        Berdoa dan Berzikir.

 

Selama perjalanan.

Para jemaah dianjurkan:

 

1)        Bedoa.

2)        Berzikir.

3)        Membaca Al-Qur'an.

 

Untuk mengisi waktu dengan ibadah.

 

6.        Mengrjakan salat sambil duduk.

 

Jika waktu salat tiba.

Saat dalam pesawat.

 

Jemaah melakukan salat.

Tetap duduk di kursi masing-masing.

 

Dengan tayamum (pengganti wudu).

Menghadap arah sesuai pesawat terbang.

 

7.        Istirahat dan Menjaga Kesehatan.

 

Penerbangan haji sekitar 10 jam.

Jemaah dianjurkan:

 

1)        Banyak minum air.

 

2)        Berjalan berkala di lorong pesawat.

Mencegah pembekuan darah.

 

3)        , dan menggunakan masker atau alat bantu pernapasan jika perlu.

 

 

8.        Mendengarkan Arahan Petugas Haji.

 

Kru pesawat atau petugas haji.

Sering memberi info penting.

 

Terkait:

 

1)        Waktu miqat.

2)        Prosedur dan kondisi penerbangan.

3)        Patuh pada semua aturan.

 

Catatan Haji 2018.

 

Oleh: HM Yusron Hadi

Bin HM Tauhid lsmail.

 

Sidoarjo Jawa Timur.

Jemaah mandiri non KBIH.

 

Ketua Regu 23.

Rombongan 7.

Kloter 71 SUB.