Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Friday, June 6, 2025

40870. ADA 5 INTI UTAMA AJARAN ALQURAN

 


ADA 5 INTI UTAMA AJARAN ALQURAN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

Ada 5 inti ajaran Al-Qur’an.

Yaitu:

1)        Tauhid.

2)        Risalah.

 

3)        Akhirat.

4)        Syariah.

5)        Akhlak.

 

A.        Tauhid

Beriman kepada Allah yang Maha Esa.

 

Al-Qur'an menekankan.

 

1)        Hanya Allah yang layak disembah.

2)        Tak ada sekutu bagi-Nya.

 

3)        Tauhid dasar seluruh ajaran Islam.

 

Al-Quran surah Al-lkhlas (surah ke-112) ayat 1-4.


قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ

 

1. Katakan (Muhammad): "Dia Allah, Yang Maha Esa.

 

اللَّهُ الصَّمَدُ

2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.

 

لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ

3. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan,

 

وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

4. dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia".

 

B.       Risalah.

Beriman pada para Nabi dan Kitab-kitab.

 

Allah mengutus para Nabi.

Termasuk Nabi Muhammad.

Sebagai penutup para Nabi.

 

Untuk menyampaikan wahyu.

Dan membimbing umat manusia.

 

Al-Quran surah Al-Ahzab (surah ke-33) ayat 40.


مَا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِنْ رِجَالِكُمْ وَلَٰكِنْ رَسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا


Muhammad sekali-kali bukan bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

 

C.       Akhirat

Beriman pada Hari Pembalasan.

 

Al-Qur’an menegaskan adanya:

1)        Kehidupan setelah mati.

2)        Hari perhitungan amal.

3)        Surga dan neraka.

 

Al-Quran surah Al-‘Ankabut (surah ke-29) ayat 57-58.

 


كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۖ ثُمَّ إِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

 

57. Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanya kepada Kami, kamu dikembalikan.

 

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَنُبَوِّئَنَّهُمْ مِنَ الْجَنَّةِ غُرَفًا تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ نِعْمَ أَجْرُ الْعَامِلِينَ

 

58. Dan orang-orang beriman dan mengerjakan amal saleh, sesungguhnya akan Kami tempatkan mereka pada tempat-tempat yang tinggi di dalam surga, yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya. Itu sebaik-baik pembalasan bagi orang yang beramal.

 

D.       Syariah

 

Hukum dan Aturan Hidup.

 

Al-Qur'an memberi aturan.

Dalam aspek:

 

1)        Ibadah.

2)        Muamalah (interaksi sosial dan ekonomi).

 

3)        Akhlak.

4)        Hukum pidana.

 

Al-Quran surah An-Nahl (surah ke-16) ayat 90.


۞ إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

 

Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.

 

E.       Akhlak Mulia

 

Al-Qur’an mengajarkan nilai moral.

Seperti:

 

1)                Jujur.

2)                Sabar.

 

3)                Kasih sayang.

4)                Adil.

 

Al-Quran surah Al-Hujurat (surah ke-49) ayat 10.

 


إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

 

Sesungguhnya orang-orang beriman  bersaudara. Sebab itu damaikan (perbaiki hubungan) antara kedua saudaramu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.

 

F.        Kebebasan berpikir dan tanggung jawab.

 

Al-Qur'an mendorong manusia untuk:

 

1)        Berpikir.

2)        Merenung.

 

3)        Mencari kebenaran.

4)        Tiap manusia tanggung jawab pilihannya.

 

Al-Quran surah At-Tariq (surah ke-86) ayat 5.

 


فَلْيَنْظُرِ الْإِنْسَانُ مِمَّ خُلِقَ

 

Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan?

 

G.      Keadilan Sosial

 

 Al-Qur’an beri pedoman:

 

1)        Menolak penindasan.

2)        Perhatikan hak kaum lemah.

 

3)        Distribusi kekayaan secara adil.

 

Al-Quran surah At-Taubah (surah ke-9) ayat  103.

 


خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Ambil zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

 

Kesimpulan:

Inti ajaran Al-Qur'an.

 

1)        Mengenal dan menyembah Allah.

2)        Ikut petunjuk Allah lewat para nabi.

 

3)        Menyiapkan diri untuk hidup akhirat.

4)        Menegakkan keadilan.

 

5)        Mewujudkan akhlak mulia dalam hidup pribadi dan sosial.

 

 

Sumber

1)        Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)        ChatGPT.

 

3)        Copilot.

4)        Cici.

 

5)        Claude.

6)        Grok.

 

 

 

 

Thursday, June 5, 2025

40867. SURGA DAN NERAKA SERIUS BUKAN GUYON

 


SURGA DAN NERAKA SERIUS BUKAN UNTUK GUYON

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

 

 

Dalam Al-Qur’an.

Neraka adalah hal yang:

 

1)        Sangat serius.

2)        Amat mengerikan.

 

3)        Tak pantas untuk candaan.

4)         Tak layak dibuat main-main.

 

Allah tegas mengingatkan.

 

1)        Mengolok-olok ayat-ayat-Nya.

2)        Menghina soal akhirat.

 

Termasuk dosa besar.

 

Al-Quran surah Al-An'am (surah ke-6) ayat 70.


وَذَرِ الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَهُمْ لَعِبًا وَلَهْوًا وَغَرَّتْهُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا ۚ وَذَكِّرْ بِهِ أَنْ تُبْسَلَ نَفْسٌ بِمَا كَسَبَتْ لَيْسَ لَهَا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلِيٌّ وَلَا شَفِيعٌ وَإِنْ تَعْدِلْ كُلَّ عَدْلٍ لَا يُؤْخَذْ مِنْهَا ۗ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ أُبْسِلُوا بِمَا كَسَبُوا ۖ لَهُمْ شَرَابٌ مِنْ حَمِيمٍ وَعَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْفُرُونَ

 

Dan tinggalkan orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan mereka ditipu kehidupan dunia. Peringatkan (mereka) dengan Al-Quran agar tiap diri tidak dijerumuskan dalam neraka, karena perbuatannya sendiri. Tidak akan ada baginya pelindung dan tidak pula pemberi syafaat selain dari Allah. Dan jika ia menebus dengan segala macam tebusan, niscaya tidak akan diterima darinya. Mereka itu orang yang dijerumuskan ke dalam neraka. Bagi mereka (disediakan) minuman dari air yang mendidih dan azab pedih sebab kekafiran mereka dahulu.

 

Keterangan.

 

1)        Dilarang keras menjadikan agama sebagai bahan lelucon atau hiburan.

 

2)         Dilarang bercanda tentang surga dan neraka.

 

Al-Quran surah At-Taubah (surah ke-9) ayat 65-66.


وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ ۚ قُلْ أَبِاللَّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ

 

65. Dan jika kamu tanyakan pada mereka (tentang apa yang mereka lakukan ), tentu mereka akan menjawab, "Sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan bermain-main saja". Katakan (Muhammad): "Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?"


لَا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ ۚ إِنْ نَعْفُ عَنْ طَائِفَةٍ مِنْكُمْ نُعَذِّبْ طَائِفَةً بِأَنَّهُمْ كَانُوا مُجْرِمِينَ

 

 

66. Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. Jika Kami memaafkan segolongan kamu (lantaran mereka tobat), niscaya Kami akan mengazab golongan (lain) sebab mereka orang yang selalu berbuat dosa.

 

Keterangan.

 

1)        Ayat ini turun saat ada orang mengejek Nabi dan ayat Al-Qur’an.

 

2)        Allah tegaskan bercanda hal yang suci.

Bisa keluar dari iman.

 

3)        Jika tak bertobat sungguh-sungguh, akan disiksa di neraka.

 

Al-Quran surah Al-Mutaffifin (surah ke-83) ayat 29-31.


إِنَّ الَّذِينَ أَجْرَمُوا كَانُوا مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا يَضْحَكُونَ

 

29. Sesungguhnya orang yang berdosa, adalah yang menertawakan orang-orang beriman.

 

وَإِذَا مَرُّوا بِهِمْ يَتَغَامَزُونَ

 

30. Dan jika orang-orang beriman lalu di hadapan mereka, mereka saling mengedipkan mata.


وَإِذَا انْقَلَبُوا إِلَىٰ أَهْلِهِمُ انْقَلَبُوا فَكِهِينَ


31. Dan jika orang berdosa itu kembali kepada kaumnya, mereka kembali dengan gembira.

 

Keterangan.

 

1)        Sindiran pada orang yang menjadikan iman dan akhirat jadi  bahan tertawaan.

 

2)        Mereka akan dihina dan dibalas di akhirat.

 

Kesimpulan.

 

1.        Neraka bukan bahan guyonan.

2.        Neraka tempat azab mengerikan sangat nyata.

 

3.        Agama bukan untuk ditertawakan.

4.        Agama bukan untuk guyon.

 

5.        Agama jalan keselamatan manusia di dunia dan akhirat.

 

6.        Allah melarang:

 

1)        Ayat-ayat-Nya.

2)        Surga.

 

3)        Neraka.

4)        Nabi.

5)        Nilai-nilai Islam.

 

Sebagai bahan:

 

1)        Bercanda.

2)        Humor.

 

3)        Meme.

4)        Lelucon.

 

Sikap yang benar.

 

1)        Takut pada ancaman neraka.

2)        Berharap rahmat Allah.

 

3)        Bicara akhirat dengan khusyuk dan hormat.

 

 

Sumber

1)        Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)        ChatGPT.

 

3)        Copilot.

4)        Cici.

 

5)        Claude.

6)        Grok.