Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Thursday, June 5, 2025

40866. NERAKA ANCAMAN AZAB SERIUS BUKAN GUYON

 


NERAKA ANCAMAN AZAB SERIUS BUKAN UNTUK GUYON

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

 

 

Dalam Al-Qur’an.

Neraka adalah hal yang:

 

1)        Sangat serius.

2)        Amat mengerikan.

 

3)        Tak pantas untuk candaan.

4)         Tak layak dibuat main-main.

 

Allah tegas mengingatkan.

 

1)        Mengolok-olok ayat-ayat-Nya.

2)        Menghina soal akhirat.

 

Termasuk dosa besar.

 

Al-Quran surah Al-An'am (surah ke-6) ayat 70.


وَذَرِ الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَهُمْ لَعِبًا وَلَهْوًا وَغَرَّتْهُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا ۚ وَذَكِّرْ بِهِ أَنْ تُبْسَلَ نَفْسٌ بِمَا كَسَبَتْ لَيْسَ لَهَا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلِيٌّ وَلَا شَفِيعٌ وَإِنْ تَعْدِلْ كُلَّ عَدْلٍ لَا يُؤْخَذْ مِنْهَا ۗ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ أُبْسِلُوا بِمَا كَسَبُوا ۖ لَهُمْ شَرَابٌ مِنْ حَمِيمٍ وَعَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْفُرُونَ

 

Dan tinggalkan orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan mereka ditipu kehidupan dunia. Peringatkan (mereka) dengan Al-Quran agar tiap diri tidak dijerumuskan dalam neraka, karena perbuatannya sendiri. Tidak akan ada baginya pelindung dan tidak pula pemberi syafaat selain dari Allah. Dan jika ia menebus dengan segala macam tebusan, niscaya tidak akan diterima darinya. Mereka itu orang yang dijerumuskan ke dalam neraka. Bagi mereka (disediakan) minuman dari air yang mendidih dan azab pedih sebab kekafiran mereka dahulu.

 

Keterangan.

 

1)        Dilarang keras menjadikan agama sebagai bahan lelucon atau hiburan.

 

2)         Dilarang bercanda tentang surga dan neraka.

 

Al-Quran surah At-Taubah (surah ke-9) ayat 65-66.


وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ ۚ قُلْ أَبِاللَّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ

 

65. Dan jika kamu tanyakan pada mereka (tentang apa yang mereka lakukan ), tentu mereka akan menjawab, "Sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan bermain-main saja". Katakan (Muhammad): "Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?"


لَا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ ۚ إِنْ نَعْفُ عَنْ طَائِفَةٍ مِنْكُمْ نُعَذِّبْ طَائِفَةً بِأَنَّهُمْ كَانُوا مُجْرِمِينَ

 

 

66. Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. Jika Kami memaafkan segolongan kamu (lantaran mereka tobat), niscaya Kami akan mengazab golongan (lain) sebab mereka orang yang selalu berbuat dosa.

 

Keterangan.

 

1)        Ayat ini turun saat ada orang mengejek Nabi dan ayat Al-Qur’an.

 

2)        Allah tegaskan bercanda hal yang suci.

Bisa keluar dari iman.

 

3)        Jika tak bertobat sungguh-sungguh, akan disiksa di neraka.

 

Al-Quran surah Al-Mutaffifin (surah ke-83) ayat 29-31.


إِنَّ الَّذِينَ أَجْرَمُوا كَانُوا مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا يَضْحَكُونَ

 

29. Sesungguhnya orang yang berdosa, adalah yang menertawakan orang-orang beriman.

 

وَإِذَا مَرُّوا بِهِمْ يَتَغَامَزُونَ

 

30. Dan jika orang-orang beriman lalu di hadapan mereka, mereka saling mengedipkan mata.


وَإِذَا انْقَلَبُوا إِلَىٰ أَهْلِهِمُ انْقَلَبُوا فَكِهِينَ


31. Dan jika orang berdosa itu kembali kepada kaumnya, mereka kembali dengan gembira.

 

Keterangan.

 

1)        Sindiran pada orang yang menjadikan iman dan akhirat jadi  bahan tertawaan.

 

2)        Mereka akan dihina dan dibalas di akhirat.

 

Kesimpulan.

 

1.        Neraka bukan bahan guyonan.

2.        Neraka tempat azab mengerikan sangat nyata.

 

3.        Agama bukan untuk ditertawakan.

4.        Agama bukan untuk guyon.

 

5.        Agama jalan keselamatan manusia di dunia dan akhirat.

 

6.        Allah melarang:

 

1)        Ayat-ayat-Nya.

2)        Surga.

 

3)        Neraka.

4)        Nabi.

5)        Nilai-nilai Islam.

 

Sebagai bahan:

 

1)        Bercanda.

2)        Humor.

 

3)        Meme.

4)        Lelucon.

 

Sikap yang benar.

 

1)        Takut pada ancaman neraka.

2)        Berharap rahmat Allah.

 

3)        Bicara akhirat dengan khusyuk dan hormat.

 

 

Sumber

1)        Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)        ChatGPT.

 

3)        Copilot.

4)        Cici.

 

5)        Claude.

6)        Grok.

 

 

 

 

40865. LOGIKA ATEIS DIJAWAB ALQURAN

 


LOGIKA ATEIS DIJAWAB OLEH ALQURAN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

Ateis

Yaitu orang yang:

 

1)        Tak percaya adanya Tuhan.

2)        Tak percaya ada surga dan neraka.

3)        Tak percaya ada hidup di akhirat.

 

 Al-Qur'an merespons pikiran ateis.

Dengan pendekatan beragam.

 

Al-Qur'an tak sebut "ateis" langsung.

Tapi membantah argumen ateis.

 

 

Cara Al-Qur’an menjawab pikiran ateis:

 

1)        Mengajak berfikir tentang penciptaan.

2)        Mengkritik anggapan hidup kebetulan.

 

3)        Menawarkan bukti lewat tanda alam.

4)        Menegaskan ilmu manusia  terbatas.

 

5)        Menggugah hati nurani dan fitrah.

 

A.       Mengajak Berpikir tentang Penciptaan.

 

Al-Quran surah At-Tur (surah ke-52) ayat 35.

 

مْ خُلِقُوا مِنْ غَيْرِ شَيْءٍ أَمْ هُمُ الْخَالِقُونَ

 

Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatupun atau mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)?

 

Keterangan.

 

Ada 3 kemungkinan logis:

 

1)        Apakah kita tercipta dari ketiadaan mutlak?

Tidak mungkin.

 

2)        Apakah kita menciptakan diri sendiri? Mustahil.

 

3)        Maka pasti ada yang menciptakan.

Yaitu Allah.

 

Logika ini.

Disebut argumen kausalitas.

Atau sebab-akibat.

 

Segala yang ada.

Pasti ada penyebabnya.

 

B.       Mengkritik Anggapan Hidup Itu Kebetulan

Al-Quran surah Al-Jasiyah (surah ke-45) ayat 24.


وَقَالُوا مَا هِيَ إِلَّا حَيَاتُنَا الدُّنْيَا نَمُوتُ وَنَحْيَا وَمَا يُهْلِكُنَا إِلَّا الدَّهْرُ ۚ وَمَا لَهُمْ بِذَٰلِكَ مِنْ عِلْمٍ ۖ إِنْ هُمْ إِلَّا يَظُنُّونَ

 

Dan mereka berkata: "Kehidupan ini tidak lain hanya hidup di dunia saja, kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang akan membinasakan kita selain masa", dan mereka sekali-kali tidak punya pengetahuan tentang itu, mereka tidak lain hanya menduga saja.

 

Keterangan.

 

Al-Qur'an menolak materialis.

Yang anggap hidup.

 

Hanya siklus biologis.

Tanpa makna.

 

Menyasar ateis ilmiah/materialis.

Menyamakan manusia dengan makhluk biologis biasa.

 

Tanpa jiwa.

Tanpa tujuan ilahi.

 

C.       Menawarkan bukti lewat tanda alam (ayat kauniah)

 

Al-Quran surah Ali lmran (surah ke-3) ayat 190.


إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ

 

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang ada tanda bagi orang yang berakal,

 

Keterangan.

 

Alam semesta penuh "tanda" (آيات).

Bukti yang bisa dibaca akal sehat.

Untuk mengenal Tuhan.

 

Ateis sering andalkan observasi ilmiah.

Al-Qur’an justru mendorong observasi.

 

Hasil observasi mestinya mengarah  pengakuan ada Tuhan.

 

D.       Menegaskan ilmu manusia terbatas.

 

Al-Quran surah Al-Jasiyah (surah ke-45) ayat 24.


وَقَالُوا مَا هِيَ إِلَّا حَيَاتُنَا الدُّنْيَا نَمُوتُ وَنَحْيَا وَمَا يُهْلِكُنَا إِلَّا الدَّهْرُ ۚ وَمَا لَهُمْ بِذَٰلِكَ مِنْ عِلْمٍ ۖ إِنْ هُمْ إِلَّا يَظُنُّونَ

 

Dan mereka berkata: "Kehidupan ini tidak lain hanya hidup di dunia saja, kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang akan membinasakan kita selain masa", dan mereka sekali-kali tidak punya pengetahuan tentang itu, mereka tidak lain hanya menduga saja.

 

Keterangan.

 

Al-Qur’an menyebut bahwa manusia yang menolak akhirat dan Tuhan.

 

Hanya bersandar dugaan.

Bukan kepastian ilmiah.

 

Kritik pada klaim ilmiah absolut.

Sering dipakai menyangkal hal gaib.

 

E.       Menggugah Hati Nurani dan Fitrah

 

Al-Quran nsurah Al-A’raf (surah ke-7) ayat 172.

 


وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنْ بَنِي آدَمَ مِنْ ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ ۖ قَالُوا بَلَىٰ ۛ شَهِدْنَا ۛ أَنْ تَقُولُوا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَٰذَا غَافِلِينَ

 

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)",

 

 

 

Ayat ini menantang logika ateis dengan mempertanyakan kemungkinan bahwa sesuatu bisa muncul tanpa sebab atau menciptakan dirinya sendiri, yang secara rasional sulit diterima.

 

 

Ayat ini menyoroti kelemahan argumen yang tidak didasarkan pada pengetahuan yang pasti, melainkan pada dugaan semata.

 

 

---

 

F.        Keberadaan Tuhan dan Keteraturan Alam

 

Al-Qur'an menunjukkan.

Bahwa alam semesta teratur dan seimbang.

 

Bukti keberadaan Tuhan.

 Jelas dan tidak diragukan.

 

 

Sumber

1)        Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)        ChatGPT.

 

3)        Copilot.

4)        Cici.

 

5)        Claude.

6)        Grok.