Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Friday, July 11, 2025

41192. KHUTBAH JUMAT DOSA LIDAH

 


Khotbah Jumat

“`MENJAGA LISAN DARI DOSA  

Khutbah-1

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين

إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِيْنُهُ وَ نَسْتَغْفِرُهُ وَ نَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْر

 أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَاِلنَا مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَ مَنْ يُضْلِلْ

 فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ

 وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ

 اَللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَى      مُحَمَّدٍ وَ عَلىَ اَلِهِ وَ أَصْحَابِهِ

وَ مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ

 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُون

 

Para jamaah yang berbahagia,

      Marilah kita selalu meningkatkan takwa kepada Allah swt. Menjalankan semua perintah-Nya. Menjauhi segala larangan-Nya.

Para jamaah yang berbahagia,  

Cara menjaga lidah dari dosa. Allah menciptakan manusia. Dengan anggota tubuh sempurna. Termasuk lisan.  Salah satu nikmat besar. Dari Allah bagi manusia. Yaitu lisan. Sehingga manusia bisa berbicara.

Tapi lisan bisa jadi sebab.  Orang masuk dalam neraka. Jika tidak dijaga.

Dosa berasal dari lisan manusia.

A.   Dilarang gibah (bergunjing)

Arti "Gibah" dalam Islam. Yaitu: Membicarakan keburukan orang lain. Membahas aib orang lain. Jika orangnya mendengar. Maka dia tak suka. Meskipun hal itu benar.

A.   Al-Quran melarang gibah.

Al-Quran surah Al-Hujurat (surah ke-49) ayat 12.


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ

Hai orang-orang beriman, jauhi kebanyakan prasangka (curiga), karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan jangan mencari keburukan orang dan jangan bergunjing satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentu kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang.

Catatan.

Gibah ibarat makan daging bangkai saudara sendiri. Gambaran kejinya perbuatan gibah. Gibah yaitu membahas hal yang benar tentang seseorang. Tapi dikatakan di belakangnya dan menyakitinya. Jika yang dikatakan tidak benar. Maka itu bukan gibah. Tapi fitnah dan dosanya lebih besar. Gibah dilarang dalam Islam. Sebab merusak ukhuwah. Menebar kebencian. Termasuk dosa besar.

B.   Dilarang adu domba.

Al-Quran surah Al-Qalam (surah ke-68) ayat 11.


هَمَّازٍ مَشَّاءٍ بِنَمِيمٍ

Yang suka mencela, yang kian ke mari menghambur fitnah.

Catatan. Adu domba menghancurkan ukhuwah. Merusak kepercayaan. Menyulut permusuhan.  Orang adu domba agar timbul pertikaian. ia berdosa besar.

C.   Dilarang dusta dan sumpah palsu

Al-Quran surah Ali Imran (surah ke-3) ayat 61.


فَمَنْ حَاجَّكَ فِيهِ مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ فَقُلْ تَعَالَوْا نَدْعُ أَبْنَاءَنَا وَأَبْنَاءَكُمْ وَنِسَاءَنَا وَنِسَاءَكُمْ وَأَنْفُسَنَا وَأَنْفُسَكُمْ ثُمَّ نَبْتَهِلْ فَنَجْعَلْ لَعْنَتَ اللَّهِ عَلَى الْكَاذِبِينَ

Siapa yang membantahmu tentang kisah Isa sesudah datang ilmu (yang meyakinkan kamu), maka katakan (padanya): "Mari kita memanggil anak kami dan anak kamu, isteri kami dan isteri kamu, diri kami dan diri kamu; kemudian mari kita bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya laknat Allah ditimpakan kepada orang yang dusta.

 

Al-Quran surah An-Nahl (surah ke-16) ayat 94.

وَلَا تَتَّخِذُوا أَيْمَانَكُمْ دَخَلًا بَيْنَكُمْ فَتَزِلَّ قَدَمٌ بَعْدَ ثُبُوتِهَا وَتَذُوقُوا السُّوءَ بِمَا صَدَدْتُمْ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ ۖ وَلَكُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ

Dan jangan kamu jadikan sumpahmu sebagai alat penipu di antaramu, yang menyebabkan tergelincir kaki(mu) sesudah kokoh tegaknya, dan kamu rasakan kemelaratan (di dunia) karena kamu menghalangi (manusia) dari jalan Allah; dan bagimu azab yang besar.

Catatan. Bohong dan bersumpah palsu. Merusak keadilan dan kepercayaan.  Nabi menyebut dusta. Salah satu ciri orang munafik.

B.   Dilarang mencela, menghina, dan sombong.

Al-Quraan surah Al-Hujurat (surah ke-49) ayat 11.


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ ۖ وَلَا تَلْمِزُوا أَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ ۖ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ ۚ وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

Hai orang-orang beriman, jangan sekumpulan pria menghina kumpulan lain, boleh jadi yang dihina lebih baik daripada mereka. Dan jangan pula sekumpulan wanita menghina kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan lebih baik. Dan jangan suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa tidak bertobat, maka mereka itu orang zalim.

Catatan. Islam ajarkan tutur kata lembut dan penuh adab. Tak menghina. Tak mengejek. Tak sombong dengan ucapan.

C.   Dilarang berkata kasar pada orang tua.

Al-Quran surah Al-lsra (surah ke-17) ayat 23.


۞ وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

Dan Tuhanmu memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau keduanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali jangan kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan jangan kamu membentak mereka dan ucapkan kepada mereka perkataan mulia.

Catatan. Penting menjaga lisan kita. Kepada orang tua kita sendiri. Ucapan kasar atau membentak. Termasuk durhaka. Meskipun hanya satu kata.

Mari kita atur dalam berucap.  Gunakan lisan untuk: Zikir kepada Allah Membaca Al-Qur’an. Mengajak kepada kebaikan Menasihati dengan hikmah Tak gibah. Tak dusta. Tak fitnah. Tak mencela. Tak menghina.

Para jamaah yang berbahagia,

Semua hal itu kita lakukan untuk dapat rida dan ampunan dari Allah. Agar dapat bahagia hidup dunia dan akhirat. Amin Ya Rabbal Alamin.

 

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ

وَ نَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلأَيَاتِ وَ ذِكْرِ الْحَكِيْمِ

وَ نَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلأَيَاتِ وَ ذِكْرِ الْحَكِيْم وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

ِ-------duduk-----

 

41191. KHOTBAH JUMAT DOSA LISAN

 


Khotbah Jumat

“`MENJAGA LISAN DARI DOSA  

Khutbah-1

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين

إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِيْنُهُ وَ نَسْتَغْفِرُهُ وَ نَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْر

 أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَاِلنَا مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَ مَنْ يُضْلِلْ

 فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ

 وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ

 اَللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَى      مُحَمَّدٍ وَ عَلىَ اَلِهِ وَ أَصْحَابِهِ

وَ مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ

 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُون

 

Para jamaah yang berbahagia,

      Marilah kita selalu meningkatkan takwa kepada Allah swt. Menjalankan semua perintah-Nya. Menjauhi segala larangan-Nya.

Para jamaah yang berbahagia,  

Cara menjaga lidah dari dosa. Allah menciptakan manusia. Dengan anggota tubuh sempurna. Termasuk lisan.  Salah satu nikmat besar. Dari Allah bagi manusia. Yaitu lisan. Sehingga manusia bisa berbicara.

Tapi lisan bisa jadi sebab.  Orang masuk dalam neraka. Jika tidak dijaga.

Dosa berasal dari lisan manusia.

A.   Dilarang gibah (bergunjing)

Arti "Gibah" dalam Islam. Yaitu: Membicarakan keburukan orang lain. Membahas aib orang lain. Jika orangnya mendengar. Maka dia tak suka. Meskipun hal itu benar.

A.   Al-Quran melarang gibah.

Al-Quran surah Al-Hujurat (surah ke-49) ayat 12.


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ

Hai orang-orang beriman, jauhi kebanyakan prasangka (curiga), karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan jangan mencari keburukan orang dan jangan bergunjing satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentu kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang.

Catatan.

Gibah ibarat makan daging bangkai saudara sendiri. Gambaran kejinya perbuatan gibah. Gibah yaitu membahas hal yang benar tentang seseorang. Tapi dikatakan di belakangnya dan menyakitinya. Jika yang dikatakan tidak benar. Maka itu bukan gibah. Tapi fitnah dan dosanya lebih besar. Gibah dilarang dalam Islam. Sebab merusak ukhuwah. Menebar kebencian. Termasuk dosa besar.

B.   Dilarang adu domba.

Al-Quran surah Al-Qalam (surah ke-68) ayat 11.


هَمَّازٍ مَشَّاءٍ بِنَمِيمٍ

Yang suka mencela, yang kian ke mari menghambur fitnah.

Catatan. Adu domba menghancurkan ukhuwah. Merusak kepercayaan. Menyulut permusuhan.  Orang adu domba agar timbul pertikaian. ia berdosa besar.

C.   Dilarang dusta dan sumpah palsu

Al-Quran surah Ali Imran (surah ke-3) ayat 61.


فَمَنْ حَاجَّكَ فِيهِ مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ فَقُلْ تَعَالَوْا نَدْعُ أَبْنَاءَنَا وَأَبْنَاءَكُمْ وَنِسَاءَنَا وَنِسَاءَكُمْ وَأَنْفُسَنَا وَأَنْفُسَكُمْ ثُمَّ نَبْتَهِلْ فَنَجْعَلْ لَعْنَتَ اللَّهِ عَلَى الْكَاذِبِينَ

Siapa yang membantahmu tentang kisah Isa sesudah datang ilmu (yang meyakinkan kamu), maka katakan (padanya): "Mari kita memanggil anak kami dan anak kamu, isteri kami dan isteri kamu, diri kami dan diri kamu; kemudian mari kita bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya laknat Allah ditimpakan kepada orang yang dusta.

 

Al-Quran surah An-Nahl (surah ke-16) ayat 94.

وَلَا تَتَّخِذُوا أَيْمَانَكُمْ دَخَلًا بَيْنَكُمْ فَتَزِلَّ قَدَمٌ بَعْدَ ثُبُوتِهَا وَتَذُوقُوا السُّوءَ بِمَا صَدَدْتُمْ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ ۖ وَلَكُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ

Dan jangan kamu jadikan sumpahmu sebagai alat penipu di antaramu, yang menyebabkan tergelincir kaki(mu) sesudah kokoh tegaknya, dan kamu rasakan kemelaratan (di dunia) karena kamu menghalangi (manusia) dari jalan Allah; dan bagimu azab yang besar.

Catatan. Bohong dan bersumpah palsu. Merusak keadilan dan kepercayaan.  Nabi menyebut dusta. Salah satu ciri orang munafik.

B.   Dilarang mencela, menghina, dan sombong.

Al-Quraan surah Al-Hujurat (surah ke-49) ayat 11.


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ ۖ وَلَا تَلْمِزُوا أَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ ۖ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ ۚ وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

Hai orang-orang beriman, jangan sekumpulan pria menghina kumpulan lain, boleh jadi yang dihina lebih baik daripada mereka. Dan jangan pula sekumpulan wanita menghina kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan lebih baik. Dan jangan suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa tidak bertobat, maka mereka itu orang zalim.

Catatan. Islam ajarkan tutur kata lembut dan penuh adab. Tak menghina. Tak mengejek. Tak sombong dengan ucapan.

C.   Dilarang berkata kasar pada orang tua.

Al-Quran surah Al-lsra (surah ke-17) ayat 23.


۞ وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

Dan Tuhanmu memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau keduanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali jangan kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan jangan kamu membentak mereka dan ucapkan kepada mereka perkataan mulia.

Catatan. Penting menjaga lisan kita. Kepada orang tua kita sendiri. Ucapan kasar atau membentak. Termasuk durhaka. Meskipun hanya satu kata.

Mari kita atur dalam berucap.  Gunakan lisan untuk: Zikir kepada Allah Membaca Al-Qur’an. Mengajak kepada kebaikan Menasihati dengan hikmah Tak gibah. Tak dusta. Tak fitnah. Tak mencela. Tak menghina.

Para jamaah yang berbahagia,

Semua hal itu kita lakukan untuk dapat rida dan ampunan dari Allah. Agar dapat bahagia hidup dunia dan akhirat. Amin Ya Rabbal Alamin.

 

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ

وَ نَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلأَيَاتِ وَ ذِكْرِ الْحَكِيْمِ

وَ نَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلأَيَاتِ وَ ذِكْرِ الْحَكِيْم وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

ِ-------duduk-----

 

41190. DISKUSI AGAMA DENGAN HIKMAH DI ALQURAN

 


 

 

DISKUSI AGAMA DENGAN HIKMAH VERSI ALQURAN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

 

Al-Qur'an mengajarkan bahwa.

Beda keyakinan dihadapi dengan:

 

1)        Adu argumen yang santun.

2)        Bijaksana.

 

3)        Beretika.

4)        Tak kasar.

 

5)        Tak memaksa.

6)        Tak emosi.

 

7)        Tak menghina.

8)        Diskusi sopan.

 

Al-Quran surah An-Nahl (surah ke-16) ayat 125.


ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ ۖ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

 

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dia Allah lebih tahu siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia Allah lebih tahu orang yang mendapat petunjuk.

 

Catatan.

 

1)        Hikmah:

Dengan argumentasi cerdas dan bijak.

 

2)        Mauidah hasanah.

Dengan nasihat menyentuh hati.

 

3)        Berdebat atau diskusi dengan cara terbaik.

 

4)        Tak menghina, tak mencaci, dan tak mengejek.

 

Al-Quran surah Al-‘Ankabut (surah ke-29) ayat 46.



۞ وَلَا تُجَادِلُوا أَهْلَ الْكِتَابِ إِلَّا بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِلَّا الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْهُمْ ۖ وَقُولُوا آمَنَّا بِالَّذِي أُنْزِلَ إِلَيْنَا وَأُنْزِلَ إِلَيْكُمْ وَإِلَٰهُنَا وَإِلَٰهُكُمْ وَاحِدٌ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ

 

Dan jangan kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara paling baik, kecuali dengan orang zalim di antara mereka, dan katakana (Muhammad): "Kami beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhanmu adalah satu; dan kami hanya kepada-Nya berserah diri".

 

Catatan.

 

1)        Dialog dengan non-Muslim.

2)        Agar dengan cara terbaik.

 

3)        Sikap santun.

4)        Tak menyerang pribadi.

 

5)        Tapi jika mereka zalim.

6)        Misalnya menghina agama.

 

7)        Maka dibolehkan tegas.

8)        Tapi tetap dalam batas.

 

 

Al-Quran surah Fussilat (surah ke-41) ayat 34.


وَلَا تَسْتَوِي الْحَسَنَةُ وَلَا السَّيِّئَةُ ۚ ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ فَإِذَا الَّذِي بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ كَأَنَّهُ وَلِيٌّ حَمِيمٌ

 

Dan tidak sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah menjadi teman sangat setia.

 

Catatan.

 

1)        Dakwah dan dialog agama.

2)        Bisa meluluhkan lawan.

 

3)        Asalkan dengan sikap luhur.

4)        Tak emosi.

 

Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 256.


لَا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ ۖ قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ ۚ فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَىٰ لَا انْفِصَامَ لَهَا ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

 

Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan sesat. Karena itu barang siapa ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia  berpegang kepada tali  amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

 

Catatan.

 

1)        "Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama...".

 

2)        Keyakinan tidak bisa dipaksakan.

 

3)        Bisa diskusi terbuka dan santun.

 

Al-Quran surah Al-Kahfi (surah ke-18) ayat 29.


وَقُلِ الْحَقُّ مِنْ رَبِّكُمْ ۖ فَمَنْ شَاءَ فَلْيُؤْمِنْ وَمَنْ شَاءَ فَلْيَكْفُرْ ۚ إِنَّا أَعْتَدْنَا لِلظَّالِمِينَ نَارًا أَحَاطَ بِهِمْ سُرَادِقُهَا ۚ وَإِنْ يَسْتَغِيثُوا يُغَاثُوا بِمَاءٍ كَالْمُهْلِ يَشْوِي الْوُجُوهَ ۚ بِئْسَ الشَّرَابُ وَسَاءَتْ مُرْتَفَقًا

 

Dan katakan (Muhammad): "Kebenaran  datangnya dari Tuhanmu; maka barang siapa  ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barang siapa ingin (kafir) biar ia kafir". Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek.

 

Catatan.

 

1)        Islam tidak memaksa.

 

2)        Kebenaran cukup disampaikan dengan hikmah dan argumen.

 

3)        Keputusan pada hati masing-masing.

 

Kesimpulan:

 

Menurut Al-Qur'an.

Keyakinan agama boleh diadu.

Boleh diskusi dan berdebat.

 

Tapi harus:

 

1)        Dengan hikmah.

2)        Pakai ilmu, akal sehat, dan dalil.

 

3)        Dengan santun.

4)        Cara terbaik.

 

5)        Tak mencaci.

6)        Tak menghuina.

 

7)        Tak dipaksa.

8)        Sebab iman tumbuh dari hati.

 

Sumber

1)        Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)        ChatGPT.

 

3)        Copilot.

4)        Cici.

 

5)        Claude.

6)        Grok.