Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Monday, July 14, 2025

41221. BEDANYA ISLAM IMAN TAKWA DI QURAN

 


 

PERBEDAAN ISLAM IMAN DAN TAKWA DI ALQURAN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

Perbedaan:

1)        Islam.

2)        Iman.

3)        Takwa.

 

Jawab singkat.

1)                Islam

Yaitu tunduk dan patuh secara fisik.

 

2)                Iman

Yaitu yakin hati dan mengakui kebenaran.

 

3)                Takwa.

Yaitu berbuat baik, takut pada Allah, dan menjauhi dosa.

 

A.        Islam:

 Tunduk Lahiriah

 

Secara bahasa.

Islam berarti:

 

1)                Tunduk.

2)                Patuh.

3)                Menyerah diri pada Allah.

 

Al-Quraan surah Al-Hujurat (surah ke-49) ayat 14.

 


۞ قَالَتِ الْأَعْرَابُ آمَنَّا ۖ قُلْ لَمْ تُؤْمِنُوا وَلَٰكِنْ قُولُوا أَسْلَمْنَا وَلَمَّا يَدْخُلِ الْإِيمَانُ فِي قُلُوبِكُمْ ۖ وَإِنْ تُطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ لَا يَلِتْكُمْ مِنْ أَعْمَالِكُمْ شَيْئًا ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

 

Orang-orang Arab Badui berkata: "Kami telah beriman". Katakan (Muhammad): "Kamu belum beriman, tapi katakan 'kami telah lslam (tunduk)', karena iman belum masuk dalam hatimu; dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikitpun pahala amalanmu; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang

 

Catatan.

 

1)                Orang mengucap syahadat.

Disebut muslim.

 

2)                Tapi belum tentu beriman secara batin.

 

3)                Islam pada syariat lahiriah.

Seperti: salat, puasa, zakat, dll.

 

B.       Iman:

Keyakinan Batin

 

Iman berarti.

 

1)                Percaya sepenuh hati.

2)                Beriman pada Allah, malaikat, kitab, rasul, hari akhir, dan takdir.

 

Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 177.

 

 لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَٰكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ وَآتَى الْمَالَ عَلَىٰ حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَالسَّائِلِينَ وَفِي الرِّقَابِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَاهَدُوا ۖ وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ ۗ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ

 

Bukan menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat suatu kebajikan, tetapi sesungguhnya kebajikan ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak yatim, orang miskin, musafir (yang perlu pertolongan) dan orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) budak, mendirikan salat, dan menunaikan zakat; dan orang yang menepati janjinya jika ia berjanji, dan orang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam perang. Mereka orang yang benar (imannya); dan mereka orang bertakwa.

 

Al-Quran surah An-Nisa (surah ke-4) ayat 136.

                
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَىٰ رَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي أَنْزَلَ مِنْ قَبْلُ ۚ وَمَنْ يَكْفُرْ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا

 

Wahai orang-orang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barang siapa kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu sesat sejauh-jauhnya.

 

Al-Quran surah Al-Anfal (surah ke-8) ayat 2.


إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

 

Sesungguhnya orang-orang beriman ialah mereka yang jika disebut nama Allah gemetar hati mereka, dan jika dibacakan ayat-ayat-Nya bertambah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakkal.

 

Catatan.

 

1)                Iman terkait hati.

2)                Iman keyakinan batin.

 

3)                Tanda iman tampak pada tunduk dan peka spiritual.

 

C.       Takwa:

Tingkat Tertinggi

 

Takwa adalah.

 

1)                Sikap hati dan amal sadar penuh akan Allah.

 

2)                Menjalankan perintah Allah.

3)                Menjauhi larangan Allah.

 

 

Al-Quran surah Al-Hujurat (surah ke-49) ayat 13.


يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

 

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

 

Catatan.

 

1)                Takwa adalah puncak dari Islam dan Iman.

2)                Takwa melibatkan sadar spiritual, pengendalian diri.

3)                Konsisten amal saleh.

 

Penutup

 

1)        Islam adalah pintu masuk.

2)        Iman adalah penguat dari dalam.

 

3)        Takwa adalah tingkatan tertinggi.

Jadi ukuran mulia di sisi Allah.

 

 Islam.

Tunduk secara lahir.

Menjalankan salat, puasa, dan syahadat.

 

Muslim.

Mengucapkan syahadat.

Melakukan ibadah.

 

Iman

Keyakinan dalam hati.

Tak sekadar ucapan.

 

Iman melahirkan ketenangan.

Cinta pada Allah.

Dan takut kepada-Nya.

 

Orang beriman sejati.

Merasakan getaran hati.

Saat mendengar ayat Allah.

 

Takwa.

Rasa takut kepada Allah.

Menjauhi larangan.

Menjalankan perintah-Nya.

 

Takwa.

Tak hanya ibadah.

Tapi kendali diri dalam segala keadaan.

 

Islam: permulaan — tunduk secara lahiriah.

Iman: penguatan — keyakinan dalam hati.

 

Takwa: kesempurnaan — amal yang disertai kesadaran kepada Allah.

 

Sumber

1)        Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)        ChatGPT.

 

3)        Copilot.

4)        Cici.

 

5)        Claude.

6)        Grok.

 

Sunday, July 13, 2025

41220. AT-TAUBAH SURAH KE-9 TAK DIAWALI BASMALAH

 

 


AT-TAUBAH SURAH KE-9 TAK DIAWALI BASMALAH

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

 

 

 

Surah At-Taubah (Surah ke-9).

Tak diawali dengan basmalah.         

 

Hal itu satu-satunya surah Al-Qur’an .

Yang demikian.

 

Para ulama membahas sebabnya.

 

Al-Quran surah At-Taubah (surah ke-9) ayat 1.


بَرَاءَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ إِلَى الَّذِينَ عَاهَدْتُمْ مِنَ الْمُشْرِكِينَ

 

(Ini pernyataan) pemutusan hubungan dari Allah dan Rasul-Nya (yang dihadapkan) kepada orang musyrik yang kamu (kaum muslim) telah mengadakan perjanjian (dengan mereka).

 

Catatan.

 

A.       At-Taubah adalah surah "Perang".

 

1)        Surah At-Taubah.

Berisi kecaman pada kaum musyrik.

Yang melanggar perjanjian.

 

2)        Perintah memerangi kaum musryik.

3)        Kritik keras pada munafik.

 

4)        Berisi ancaman.

5)        Bukan kasih sayang.

 

6)        Basmalah bermakna rahmat dan damai.

7)        Tak cocok dibuka dengan basmalah.

 

Tafsir Imam Qurtubi.

 

1)        Basmalah adalah rahmat.

2)        At-Taubah diturunkan dengan pedang (perang).

 

B.                          Tak ditulis dalam Mushaf Usmani.

 

Riwayat Usman bin Affan.

Saat mushaf Al-Qur'an dikodifikasikan.

 

Para sahabat sepakat.

Tak menuliskan “basmalah”.

 

Pada awal surah At-Taubah.

Sebab Nabi Muhammad.

 

Tak pernah baca “basmalah”.

Pada awal surah itu.

 

Saat membacakan Al-Qur’an.

 

Riwayat Ibnu Abbas.

 

"Aku bertanya kepada Ali bin Abi Thalib:

Mengapa At-Taubah tak diawali basmalah?”

 

Beliau menjawab:

 

“Karena Bismillah untuk keamanan.

Tapi At-Taubah turun.        

 

Untuk membuka perjanjian.

Dan mengumumkan perang."

 

C.       Penegasan utusan perjanjian.

          

Surah At-Taubah mulai dengan:

 

“Pemutusan hubungan dari Allah dan Rasul-Nya terhadap kaum musyrik…”

(QS. At-Taubah (9:1)

 

Catatan.

1)        Allah tak ingin damai lagi dengan kaum musyrik.

 

2)         Yang mengkhianati perjanjian.

 

3)        Tak layak diawali kalimat penuh rahmat

4)        Seperti “basmalah”.

 

 

D.       At-Taubah dulu disatukan dengan Al-Anfal.

 

Ibnu Abbas berpendapat.    

 

Awalnya surah At-Taubah (surah ke-9).

Lanjutan surah Al-Anfal (surah ke-8).

 

Temanya dekat.

Yaitu perang dan penjarahan.

 

Maka tak ditulis “basmalah”.

Sebab bukan awal surah baru.

 

Tapi akhirnya sepakat.

Menjadi 2 surah berbeda.

 

Kesimpulan

 

Surah At-Taubah tak diawali “basmalah”.

Karena:

 

1)        Berisi ancaman dan kecaman pada kaum musyrik dan munafik.

 

2)        Bukan surah membawa kasih sayang.

Tapi peringatan keras.

 

3)        Sesuai praktik Nabi dan sahabat.

4)        Tak membaca “basmalah” di awalnya.

 

5)        Tak lupa, tapi sengaja.

6)        Sesuai petunjuk Nabi Muhammad.

 

 

Sumber

1)        Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)        ChatGPT.

 

3)        Copilot.

4)        Cici.

 

5)        Claude.

6)        Grok.