Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tuesday, August 5, 2025

41342. ALLAH NILAI USAHA TAK HASIL SUKSES GAGAL

 

 




ALLAH  MENILAI USAHA BUKAN HASIL SUKSES GAGAL

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

 

 

Al-Qur’an tegaskan.

Bahwa manusia dinilai.

 

Berdasarkan:

1)        Niat.

2)        Usaha.

 

Tak dinilai berdasar:

1)        Hasil akhir.

2)        Sukses atau gagal.

 

3)        Kaya atau miskin.

4)        Jabatan tinggi atau rendah.

 

5)        Terkenal atau tidak.

6)        Jumlahnya banyak atau sedikit.

 

Sebab hasil akhir

Terkadang di luar kendali manusia.



A.       Setiap orang dapat balasan sesuai usahanya.

 

Al-Quran surah An-Najm (surah ke-53) ayat 39-41.


وَأَنْ لَيْسَ لِلْإِنْسَانِ إِلَّا مَا سَعَىٰ

 

39. dan bahwa seorang manusia tidak mendapat selain apa yang telah diusahakannya,

 

وَأَنَّ سَعْيَهُ سَوْفَ يُرَىٰ

 

40. dan bahwa usaha itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya).


ثُمَّ يُجْزَاهُ الْجَزَاءَ الْأَوْفَىٰ


41. Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan paling sempurna.

 

Catatan.

 

1)        Allah menilai manusia berdasar usahanya.

 

2)        Tak sekadar hasilnya.

 

B.       Allah menilai niat Ikhlas dan kesungguhan.

 

Al-Quran surah At-Taubah (surah ke-9) ayat 91.

 


لَيْسَ عَلَى الضُّعَفَاءِ وَلَا عَلَى الْمَرْضَىٰ وَلَا عَلَى الَّذِينَ لَا يَجِدُونَ مَا يُنْفِقُونَ حَرَجٌ إِذَا نَصَحُوا لِلَّهِ وَرَسُولِهِ ۚ مَا عَلَى الْمُحْسِنِينَ مِنْ سَبِيلٍ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

 

91. Tidak berdosa (lantaran tidak pergi berjihad) atas orang lemah, orang sakit dan atas orang yang tidak mendapat apa yang akan mereka nafkahkan, jika mereka ikhlas kepada Allah dan Rasul-Nya. Tidak ada jalan sedikitpun untuk menyalahkan orang yang berbuat baik. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

 

Catatan.

1)        Orang tak mampu berperang.

2)        Tak mampu memberi infak besar.

 

3)        Jika sudah sungguh berniat.

4)        Maka tetap mendapat pahala.

 

C.       Pahala berlipat ganda, meskipun hasilnya kecil.

 

Al-Quran surah Al-An‘am (surah ke-6) ayat 160.


مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا ۖ وَمَنْ جَاءَ بِالسَّيِّئَةِ فَلَا يُجْزَىٰ إِلَّا مِثْلَهَا وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ

 

Barang siapa membawa amal baik, maka baginya (pahala) 10 kali lipat amalnya; dan barang siapa membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang kejahatannya, sedangkan mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).

 

Catatan.

 

1)        Suatu amal yang kecil.

2)        Dikerjakan sungguh-sungguh.

3)        Bernilai besar di sisi Allah.

 

D.       Hikmah yang diambil

 

1)        Tak minder, jika hasil usaha kecil.

2)        Allah menilai usaha kerja keras dan keikhlasan.

 

3)        Tak dengki pada orang hasilnya besar.

4)        Sebab tak tahu nilainya di sisi Allah.

 

5)        Tetap istikamah beramal.

6)        Meskipun hasilnya tak terlihat di dunia.

 

Penutup

 

1)        Kita luruskan niat.

2)        Hanya karena Allah.

 

3)        Tekun dalam ibadah.

4)        Serius dalam bekerja.

 

5)        Serahkan hasilnya pada Allah.

6)        Karena di akhirat kelak.

 

7)        Allah menilai niat Ikhlas karena Allah.

8)        Menilai usaha maksimal.

 

9)        Bukan sukses di dunia.

 

Sumber

1)        Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)        ChatGPT.

 

3)        Copilot.

4)        Cici.

 

5)        Claude.

6)        Grok.

 

41341. SAAT SALAT TAK MUNGKIN BERBUAT MAKSIAT

 



 

KETIKA SALAT TAK MUNGKIN BERBUAT MAKSIAT

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

 

Cara memupuk iman.

Dalam Al-Qur’an.

 

Yaitu dengan pendekatan:

 

1)        Keyakinan hati.

2)        Amal perbuatan.

3)        Lingkungan yang baik.

 

 

A.       Memperbanyak Tadabbur Al-Qur’an

 

Tadabbur.

Berasal dari bahasa Arab.

 

Artinya:

1)        Bagian belakang.

2)        Akhir sesuatu.

 

Dalam konteks Al-Qur’an.

Tadabbur,  berarti:

 

1)        Merenungi.

2)        Memikirkan.

 

3)        Mendalami maksud ayat Al-Qur’an.

4)        Hingga paham.

 

5)        Untuk kuatkan hati.

6)        Menggerakkan amal perbuatan.

 

Al-Quran surah Muhammad (surah ke-47) ayat 24.

 

أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلَىٰ قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا

 

Maka apakah mereka tidak memperhatikan (tadabbur)  Al-Quran atau hati mereka terkunci?

 

Catatan.

 

1)        Al-Qur’an adalah sumber iman.

 

2)        Tadabbur Quran.

Yaitu membaca, memahami, dan merenungkan.

Untuk menguatkan keyakinan.

 

Al-Quran surah Al-Anfal (surah ke-8) ayat 2.

 


إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

 

2. Sesungguhnya orang orang beriman ialah mereka yang jika disebut nama Allah gemetar hati mereka, dan jika dibacakan ayat-ayat-Nya bertambah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhan, mereka bertawakal.

 

B.       Mengingat Allah (banyak zikir)

 

Banyak mengingat Allah.

Membuat hati tenang.

Dan iman bertambah.

 

Al-Quran surah Ar-Ra’d (surah ke-13) ayat 28.

 

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

 

28. (yaitu) orang-orang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingat, hanya dengan mengingati Allah hati menjadi tenteram.

 

Catatan.

 

1)        "Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram."

 

C.       Menegakkan salat khusyuk.

 

1)        Salat tak hanya kewajiban.

2)        Tapi juga sarana memperkuat iman.

3)        Mencegah dari keburukan.

 

Al-Quran surah Al-Ankabut (surah ke-29) ayat 45.


اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ ۖ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

 

Baca apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab (Al-Quran) dan dirikan salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (salat) lebih besar (keutamaannya daripada ibadah lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

 

Catatan.

 

1)        "Sesungguhnya salat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar."

 

 

Tafsir Qurthubi.

Ada 2 macam pencegahan.

 

1)        Langsung.

Saat salat, orang tak mungkin berbuat maksiat.

 

2)        Tidak langsung.

Salat khusyuk tanamkan takut pada Allah.

 

Maka di luar salat .

Terhindar dari maksiat.

 

D.       Beramal saleh dan menjauhi dosa

 

1)                Iman bisa bertambah, dengan taat.

2)                Iman bisa berkurang, sebab maksiat.

 

Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 82.

 

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

 

Dan orang-orang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga; mereka kekal di dalamnya.

 

E.       Bersabar dalam ujian

 

Sabar yaitu tanda iman yang kuat.

 

Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 155-157.

 

لَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

 

155. Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikan berita gembira kepada orang yang sabar.

 

الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

 

156. (yaitu) orang yang jika ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun".

 

(Sungguh kita milik Allah, dan akan kembali pada Allah).

 

 

أُولَٰئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ

 

157. Mereka itu mendapat berkah  sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itu orang yang mendapat petunjuk.

 

F.        Bergaul dengan orang saleh.

 

1)        Lingkungan yang baik, akan menjaga iman.

2)        Menumbuhkan iman.

 

Al-Quran surah At-Taubah (surah ke-9) ayat 119.


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ

 

Hai orang-orang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang yang benar (sodikin).

 

Catatan.

Arti “Sodikin” yaitu:

 

1)        Jujur

2)        Dermawan.

 

3)        Bisa dipercaya.

4)        Cerdas.

 

5)        Sukses.

6)        Kreatif.

 

7)        Peduli social.

8)        Percaya diri.

 

G.      Mengingat mati dan akhirat.

 

Kesadaran akan akhirat

1)                Membuat iman lebih kuat.

2)                Hati lebih terkendali.

 

Al-Quran surah Ali Imran (surah ke-3) ayat 185.


كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۖ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

 

Setiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat saja disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan  dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanya kesenangan yang menipu.

 

Catatan.

 

1)        Iman adalah karunia Allah terbesar.

2)        Tanamkan iman dalam hati kita.

 

3)        Tetapi iman tidak statis.

4)        Iman bisa bertambah dan berkurang.

 

5)        Iman bertambah dengan ketaatan.

6)        Iman berkurang dengan maksiat.

 

7)        Kita harus memupuknya.

8)        Agar selalu hidup dan kuat.

 

 

Sumber

1)        Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)        ChatGPT.

 

3)        Copilot.

4)        Cici.

 

5)        Claude.

6)        Grok.