Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Thursday, October 2, 2025

43592. JASA ARAB BAGI BANGSA INDONESIA

 

 





BANYAK JASA ARAB BAGI BANGSA INDONESIA

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

Bnyak jasa:

1)        Bangsa Arab.

2)        Keturunan Arab.

 

Bagi bangsa lndonesia.

Dalam bidang:

 

1)        Agama.

2)        Budaya.

3)        Ekonomi.

 

4)        Sosial.

5)        Politik.

 

 

A.       Agama & Dakwah

 

1)        Penyebaran Islam:

 

Pedagang dan ulama Arab.

Terutama dari Hadramaut (Yaman).

 

Menyebarkan Islam.

Di Nusantara.

 

Dengan damai.

Sejak abad ke-13.

 

Catatan

Bangsa Eropa menjajah seluruh dunia.

Membawa ajaran Kristen.

 

2)        Jaringan Ulama:

 

Banyak keturunan Arab.

Jadi tokoh agama dan guru ngaji.

 

Kuatkan tradisi Islam.

Di pesantren dan warga.

 

3)        Organisasi Keagamaan:

Perhimpunan Arab-Indonesia dan Rabithah Alawiyah.

Penguatan identitas Islam di Indonesia.

 

B.       Bidang Sosial & Budaya

 

1)        Pendidikan Islam:

Keturunan Arab mendirikan madrasah, pesantren, dan majelis taklim di berbagai kota.

 

2)        Budaya Islami:

Tradisi maulid Nabi, ziarah kubur wali, selawat, dan berbagai tradisi keagamaan diperkenalkan dan diperkaya oleh komunitas Arab.

 

3)        Bahasa:

Bahasa Arab berpengaruh besar pada kosa kata bahasa Indonesia (iman, dunia, akhirat, kitab, sekolah, dll.).

 

C.       Bidang Ekonomi

 

1)        Perdagangan:

Sejak masa kerajaan, pedagang Arab membawa jaringan dagang internasional yang menghubungkan Nusantara dengan Timur Tengah, India, dan Afrika.

 

2)        Usaha Lokal:

Banyak keturunan Arab di Indonesia berperan dalam perdagangan kain, rempah, parfum, hingga usaha modern (perbankan, properti, dll.).

 

D.       Politik & Nasionalisme

 

1)        Tokoh Pergerakan:

Beberapa tokoh keturunan Arab ikut berjuang melawan penjajah Belanda, misalnya:

 

a.        AR Baswedan:

Tokoh penting pergerakan, mendirikan Partai Arab Indonesia (1934), memperjuangkan agar keturunan Arab diakui sebagai bangsa Indonesia, bukan orang asing.

 

b.        Habib Ali Kwitang:

Ulama berpengaruh yang mendukung perjuangan kemerdekaan.

 

2)        Kontribusi pada Kemerdekaan:

Komunitas Arab ikut mendukung logistik, moral, dan diplomasi perjuangan kemerdekaan.

 

E.       Pendidikan & Intelektual

 

1)        Sekolah Islam modern:

Banyak didirikan komunitas Arab (misalnya Jamiat Khair di Batavia, berdiri 1901, sekolah modern pertama di Indonesia).

 

2)        Penerbitan:

Tokoh Arab mendirikan percetakan dan media yang menyebarkan gagasan Islam dan kebangsaan.

 

F.        Spiritual & Identitas Islam

 

1)        Habib keturunan Hadramaut seperti Habib Husein bin Abu Bakar Alaydrus (Luar Batang, Jakarta) atau Habib Ali bin Abdurrahman Alhabsyi (Kwitang) menjadi pusat spiritual umat.

 

2)        Penghubung dengan Dunia Islam:

 

Komunitas Arab menjadi jembatan intelektual antara Indonesia dengan Timur Tengah, baik dalam haji, pendidikan di Al-Azhar, dan gerakan Islam modern.

 

Kesimpulan

 

Bangsa Arab dan keturunannya.

Berjasa besar bagi Indonesia.

 

1)        Mengislamkan Nusantara.

2)        Menguatkan tradisi keilmuan dan pendidikan.

 

3)        Membawa jaringan perdagangan internasional.

4)        Mendukung perjuangan kemerdekaan.

 

5)        Memperkaya budaya dan bahasa Indonesia.

 

JASA ARAB PADA INDONESIA MERDEKA

 

A.       Perjuangan Politik & Nasionalisme

 

AR Baswedan

 

1)        Mendeklarasikan Sumpah Pemuda Arab (1934) lewat Partai Arab Indonesia (PAI).

 

2)        Menyatakan bahwa keturunan Arab bukan lagi orang asing, tapi bagian dari bangsa Indonesia.

 

3)        Aktif dalam diplomasi kemerdekaan, termasuk mencari pengakuan internasional untuk RI.

 

4)        Tokoh Arab lain ikut dalam pergerakan nasional di organisasi Islam, kebangsaan, dan pendidikan.

 

B.       Dukungan Perjuangan Kemerdekaan

 

1)        Logistik & Finansial:

Banyak pedagang keturunan Arab membantu dengan dana, makanan, dan perlengkapan untuk pejuang.

 

2)        Markas & Perlindungan:

Rumah ulama dan habib sering menjadi tempat rapat rahasia para pejuang dan tempat berlindung tokoh pergerakan.

 

3)        Gerakan Massa:

Ulama dan habaib menggerakkan rakyat untuk mendukung perjuangan melawan Belanda dan Jepang.

 

C.       Peran Ulama & Spiritualitas

 

1)        Habib Ali Kwitang (Jakarta), Habib Husein Luar Batang, dan ulama Arab lain memberi dukungan moral kepada pejuang dengan doa, pengajian, dan fatwa jihad melawan penjajah.

 

2)        Banyak habaib ikut langsung dalam barisan perjuangan bersenjata atau sebagai penyemangat rakyat.

 

D.       Kontribusi Diplomasi & Hubungan Internasional

 

1)                Keturunan Arab membantu menjalin komunikasi dengan Timur Tengah.

 

2)                Negara-negara Arab seperti Mesir, Arab Saudi, Yaman, dan Irak menjadi yang pertama mengakui kedaulatan Indonesia (1947–1950), karena diplomasi yang diperkuat oleh jaringan komunitas Arab di Indonesia.

 

E.       Pendidikan & Media

 

1)        Organisasi Arab seperti Jamiat Khair (1901) dan Al-Irsyad (1913) melahirkan kader-kader bangsa yang cerdas, modern, dan berjiwa nasionalis.

 

2)        Tokoh keturunan Arab juga aktif menulis di media pergerakan yang menyebarkan semangat kemerdekaan.

 

Kesimpulan:


Bangsa Arab dan keturunannya berjasa besar dalam:

 

1)        Menyatakan diri sebagai bagian dari bangsa Indonesia (bukan asing).

 

2)        Mendukung perjuangan fisik, moral, dan logistik.

 

3)        Memperkuat diplomasi internasional sehingga Indonesia diakui dunia.

 

4)        Memberikan pendidikan modern dan mencetak tokoh nasionalis.

 

 

Tokoh Ulama & Spiritualitas

 

Habib Ali bin Abdurrahman Al-Habsyi (Habib Ali Kwitang, Jakarta)

 

1)        Mendukung penuh perjuangan kemerdekaan lewat pengajian, fatwa jihad, dan dukungan moral kepada para pejuang.

 

2)        Rumahnya sering jadi tempat rapat tokoh pergerakan.

 

Habib Husein bin Abu Bakar Alaydrus (Habib Luar Batang, Jakarta)

 

1)        Menjadi pusat spiritual umat Islam dan penyemangat perjuangan.

 

2)        Banyak pejuang mencari restu dan doa sebelum bergerak.

 

Tokoh Politik & Pergerakan Nasional

 

AR Baswedan (1908–1986)

 

1)        Pendiri Partai Arab Indonesia (1934).

 

2)        Mencetuskan Sumpah Pemuda Arab untuk menyatakan kesetiaan penuh keturunan Arab kepada bangsa Indonesia.

 

3)        Anggota BPUPKI dan aktif dalam diplomasi mencari pengakuan luar negeri untuk Indonesia.

 

4)        Menjadi salah satu diplomat penting RI di Mesir dan negara Arab lainnya.

 

 

Abdurrahman Baswedan (tokoh nasionalis & wartawan)

 

1)        Menggerakkan komunitas Arab agar terjun ke perjuangan Indonesia, tidak terisolasi sebagai “golongan asing”.

 

2)        Aktif menyuarakan nasionalisme lewat media dan pergerakan politik.

 

Tokoh Diplomasi Internasional

 

Syeikh Ahmad Soorkati

(pendiri Al-Irsyad, meski lahir di Sudan, dekat dengan komunitas Arab Indonesia)

 

1)        Membangun pendidikan modern yang mencetak generasi nasionalis.

 

2)        Murid-muridnya banyak yang terlibat dalam pergerakan kemerdekaan.

 

Jaringan Habaib & Saudagar Arab

 

1)        Membantu diplomasi dengan Timur Tengah.

 

2)        Berperan penting dalam membuat Mesir (1947) menjadi negara pertama yang mengakui kemerdekaan RI, diikuti Arab Saudi, Suriah, Lebanon, dan Irak.

 

Tokoh Ekonomi & Dukungan Materiil

 

Saudagar Hadramaut di Jawa, Sumatra, dan Kalimantan

 

1)        Menyumbang dana, logistik, bahkan rumah mereka untuk tempat persembunyian pejuang.

 

2)        Peran ini jarang tercatat resmi, tapi sangat penting di lapangan.

 

Kesimpulan

 

1)        Keturunan Arab di Indonesia bukan hanya berperan dalam penyebaran Islam.

 

2)        Tapi juga ikut langsung mengangkat senjata, mendukung logistik, menggerakkan massa, dan memperjuangkan diplomasi.

 

Tokoh paling menonjol.

Yaitu AR Baswedan.

 

Perannya sangat nyata.

Dalam politik, nasionalisme, dan diplomasi internasional.

 

Kronologi jasa keturunan Arab.

Bagi Indonesia merdeka (1945–1949)

 

 

A.       Sebelum Proklamasi (Pra-1945)

 

1)        1901 – Jamiat Khair didirikan di Batavia oleh komunitas Arab, sekolah modern pertama yang melahirkan banyak tokoh nasionalis.

 

2)        1913 – Al-Irsyad berdiri (oleh Syeikh Ahmad Soorkati, dekat dengan komunitas Hadramaut). Mencetak generasi berpendidikan modern dan cinta tanah air.

 

3)        1934 – Sumpah Pemuda Arab dideklarasikan oleh AR Baswedan melalui Partai Arab Indonesia (PAI), menyatakan keturunan Arab adalah bagian dari bangsa Indonesia.

 

4)        1930–1940-an – Ulama habaib seperti Habib Ali Kwitang, Habib Husein Luar Batang, dan tokoh lain memberi dukungan moral kepada rakyat dan pergerakan nasional.

 

B.       Masa Proklamasi (1945)

 

1)        17 Agustus 1945 – Proklamasi Kemerdekaan

 

a.        Keturunan Arab ikut mendukung proklamasi dengan penggalangan massa dan logistik.

 

b.        Ulama dan habaib menyerukan doa, fatwa jihad, dan dukungan moral bagi kemerdekaan.

 

2)        Beberapa rumah saudagar Arab dijadikan tempat rapat dan persembunyian tokoh nasionalis.

 

Masa Revolusi Fisik (1945–1949)

 

Tahun 1945–1946

 

1)        Habib-habib di Jawa, Sumatra, dan Kalimantan ikut menggerakkan umat untuk melawan Belanda yang ingin kembali.

 

2)        Banyak pemuda keturunan Arab ikut angkat senjata di laskar rakyat.

 

3)        Saudagar Arab mendukung perjuangan dengan dana, senjata, dan logistik.

 

Tahun 1947 – Diplomasi Internasional

 

1)        AR Baswedan dikirim ke Mesir sebagai diplomat.

 

2)        Berkat jaringan keturunan Arab dan ulama, Mesir menjadi negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia (1947).

 

3)        Setelah itu disusul oleh Arab Saudi, Suriah, Lebanon, dan Irak. Dukungan negara Arab ini sangat penting karena membuka jalan pengakuan dunia internasional.

 

Tahun 1948–1949

 

1)        Ulama Arab-Indonesia terus memberi dukungan moral melalui khutbah, pengajian, dan fatwa jihad melawan Belanda.

 

2)        Dukungan finansial dari saudagar Arab tetap mengalir ke pejuang republik.

 

 

Pengakuan Kedaulatan (1949)

 

1)        Pada Konferensi Meja Bundar (KMB) 1949, dukungan diplomasi Arab sudah sangat menguat.

 

2)        Negara-negara Arab menekan Belanda dan mendukung posisi Indonesia di forum internasional.

 

3)        Akhirnya Belanda menyerahkan kedaulatan kepada Republik Indonesia Serikat pada 27 Desember 1949.

 

Kesimpulan Kronologi

 

1)        Pra-1945:

Membangun pendidikan & identitas nasional (Jamiat Khair, Al-Irsyad, Sumpah Pemuda Arab).

 

2)        1945:

Mendukung proklamasi lewat doa, logistik, dan dukungan moral.

 

3)        1945–1949:

Terlibat langsung dalam revolusi fisik & diplomasi internasional.

 

4)        1947–1949:

Diplomasi AR Baswedan membuat negara Arab jadi pengaku pertama RI, membuka pintu pengakuan dunia.

 

Sumber

1)        Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)        ChatGPT.

 

3)        Copilot.

4)        Cici.

 

5)        Claude.

6)        Grok.

 

 

43591. ANIES BASWEDAN HENTIKAN GENOZIDA GAZA

 

 


ANIES BASWEDAN HENTIKAN GENOCIDA GAZA

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

 

 

Anies Baswedan.

Tanggal 29-30 September 2025.

 

Berjudul “Ending Genocide, Enforcing Justice”.

 

🟦 English Version (Original Style)

 

Ending Genocide, Enforcing Justice

 

As long as the world continues to pretend that peace is possible under Netanyahu’s leadership, we are ignoring the bitter reality.

 

The Netanyahu regime is not seeking peace; it is carrying out a military campaign that goes far beyond humanity — a genocide against the people of Gaza.

 

Today, our priorities are not about another empty peace conference or hollow negotiations. Our priorities are clear:

 

Ending the genocide that is still ongoing.

Lifting the blockade that suffocates more than two million lives in Gaza.

 

Enforcing international accountability, bringing those responsible to justice, including at the International Criminal Court (ICC).

 

Only through such actions can the world restore a sense of justice. No nation should be left to face annihilation and suffering without the protection of law.

 

Once the genocide ends and the blockade is lifted, we must move further: Palestine must be recognized as a full member of the United Nations.

 

Only then will the rights of the Palestinian people gain stronger institutional protection.

 

The world must no longer remain as a passive spectator. It is time to stop pretending. It is time to act.

 

🟩 Terjemahan Bahasa Indonesia

 

Menghentikan Genosida, Menegakkan Keadilan

 

Selama dunia masih berpura-pura bahwa perdamaian mungkin tercapai di bawah kepemimpinan Netanyahu, kita sedang menutup mata terhadap kenyataan pahit.

 

Rezim Netanyahu tidak sedang mencari perdamaian; ia sedang menjalankan kampanye militer yang melampaui batas kemanusiaan — sebuah genosida terhadap rakyat Gaza.

 

Hari ini, prioritas kita bukan lagi konferensi damai kosong  atau negosiasi hampa.

Prioritas kita jelas:

 

Menghentikan genosida yang masih berlangsung.

 

Mencabut blokade yang mencekik lebih dari dua juta jiwa di Gaza.

 

Menegakkan pertanggungjawaban hukum internasional, membawa para pelaku ke pengadilan, termasuk di Mahkamah Pidana Internasional (ICC).

 

Hanya dengan langkah-langkah nyata ini dunia bisa memulihkan rasa keadilan.

 

Tidak ada bangsa yang boleh dibiarkan menghadapi kehancuran dan penderitaan semacam ini tanpa perlindungan hukum.

 

 

Setelah genosida dihentikan dan blokade dicabut, kita harus melangkah lebih jauh:

 

Palestina harus diakui sebagai anggota penuh PBB. Hanya dengan itu hak-hak rakyat Palestina akan memiliki perlindungan institusional yang lebih kokoh.

 

Dunia tidak boleh lagi hanya menjadi penonton pasif.

Saatnya berhenti berpura-pura. Saatnya bertindak.

 

 

Ringkasan poin utama.

 

Anies Baswedan “Ending Genocide, Enforcing Justice” (29–30 September 2025):

 

Poin Utama Tulisan Anies Baswedan

 

Kritik keras Netanyahu

 

Dunia tidak boleh berpura-pura masih ada jalan damai di bawah kepemimpinan Netanyahu.

 

Rezim Netanyahu dianggap melakukan genosida di Gaza.

 

Tiga Prioritas Mendesak

 

1)        Menghentikan genosida segera.

 

2)        Mencabut blokade yang mencekik lebih dari 2 juta rakyat Gaza.

 

3)        Menegakkan keadilan internasional, termasuk membawa pelaku ke Mahkamah Pidana Internasional (ICC).

 

 

Restorasi keadilan global

 

Dunia harus mengambil langkah nyata, bukan hanya retorika.

 

Tidak boleh ada bangsa yang dibiarkan menderita tanpa perlindungan hukum.

 

Langkah lanjutan

 

Setelah genosida dihentikan & blokade dicabut, dunia harus mendorong Palestina menjadi anggota penuh PBB.

 

Status ini akan memperkuat perlindungan hak-hak Palestina secara institusional.

 

Seruan akhir

 

Dunia tidak boleh lagi hanya menjadi penonton.

 

“It is time to stop pretending. It is time to act.”

(Saatnya berhenti berpura-pura. Saatnya bertindak).

 

Ringkasnya:

 

Anies menegaskan

 

1)        Dunia harus berhenti basa-basi.

2)        Hentikan genosida.

 

3)        Cabut blockade.

4)        Tegakkan hukum internasional.

 

5)        Akui Palestina sebagai anggota penuh PBB.

 

Sumber

1)        ChatGPT.

 

2)        Copilot.

3)        Cici.

 

4)        Claude.

5)        Grok.

 

 

 

43590. ANIES BASWEDAN STOP GENOZIDA GAZA

 

 


ANIES BASWEDAN STOP GENOCIDA GAZA HARUS ADIL

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

 

 

Anies Baswedan.

Tanggal 29-30 September 2025.

 

Berjudul “Ending Genocide, Enforcing Justice”.

 

🟦 English Version (Original Style)

 

Ending Genocide, Enforcing Justice

 

As long as the world continues to pretend that peace is possible under Netanyahu’s leadership, we are ignoring the bitter reality.

 

The Netanyahu regime is not seeking peace; it is carrying out a military campaign that goes far beyond humanity — a genocide against the people of Gaza.

 

Today, our priorities are not about another empty peace conference or hollow negotiations. Our priorities are clear:

 

Ending the genocide that is still ongoing.

Lifting the blockade that suffocates more than two million lives in Gaza.

 

Enforcing international accountability, bringing those responsible to justice, including at the International Criminal Court (ICC).

 

Only through such actions can the world restore a sense of justice. No nation should be left to face annihilation and suffering without the protection of law.

 

Once the genocide ends and the blockade is lifted, we must move further: Palestine must be recognized as a full member of the United Nations.

 

Only then will the rights of the Palestinian people gain stronger institutional protection.

 

The world must no longer remain as a passive spectator. It is time to stop pretending. It is time to act.

 

🟩 Terjemahan Bahasa Indonesia

 

Menghentikan Genosida, Menegakkan Keadilan

 

Selama dunia masih berpura-pura bahwa perdamaian mungkin tercapai di bawah kepemimpinan Netanyahu, kita sedang menutup mata terhadap kenyataan pahit.

 

Rezim Netanyahu tidak sedang mencari perdamaian; ia sedang menjalankan kampanye militer yang melampaui batas kemanusiaan — sebuah genosida terhadap rakyat Gaza.

 

Hari ini, prioritas kita bukan lagi konferensi damai kosong  atau negosiasi hampa.

Prioritas kita jelas:

 

Menghentikan genosida yang masih berlangsung.

 

Mencabut blokade yang mencekik lebih dari dua juta jiwa di Gaza.

 

Menegakkan pertanggungjawaban hukum internasional, membawa para pelaku ke pengadilan, termasuk di Mahkamah Pidana Internasional (ICC).

 

Hanya dengan langkah-langkah nyata ini dunia bisa memulihkan rasa keadilan.

 

Tidak ada bangsa yang boleh dibiarkan menghadapi kehancuran dan penderitaan semacam ini tanpa perlindungan hukum.

 

 

Setelah genosida dihentikan dan blokade dicabut, kita harus melangkah lebih jauh:

 

Palestina harus diakui sebagai anggota penuh PBB. Hanya dengan itu hak-hak rakyat Palestina akan memiliki perlindungan institusional yang lebih kokoh.

 

Dunia tidak boleh lagi hanya menjadi penonton pasif.

Saatnya berhenti berpura-pura. Saatnya bertindak.

 

 

Ringkasan poin utama.

 

Anies Baswedan “Ending Genocide, Enforcing Justice” (29–30 September 2025):

 

Poin Utama Tulisan Anies Baswedan

 

Kritik keras Netanyahu

 

Dunia tidak boleh berpura-pura masih ada jalan damai di bawah kepemimpinan Netanyahu.

 

Rezim Netanyahu dianggap melakukan genosida di Gaza.

 

Tiga Prioritas Mendesak

 

1)        Menghentikan genosida segera.

 

2)        Mencabut blokade yang mencekik lebih dari 2 juta rakyat Gaza.

 

3)        Menegakkan keadilan internasional, termasuk membawa pelaku ke Mahkamah Pidana Internasional (ICC).

 

 

Restorasi keadilan global

 

Dunia harus mengambil langkah nyata, bukan hanya retorika.

 

Tidak boleh ada bangsa yang dibiarkan menderita tanpa perlindungan hukum.

 

Langkah lanjutan

 

Setelah genosida dihentikan & blokade dicabut, dunia harus mendorong Palestina menjadi anggota penuh PBB.

 

Status ini akan memperkuat perlindungan hak-hak Palestina secara institusional.

 

Seruan akhir

 

Dunia tidak boleh lagi hanya menjadi penonton.

 

“It is time to stop pretending. It is time to act.”

(Saatnya berhenti berpura-pura. Saatnya bertindak).

 

Ringkasnya:

 

Anies menegaskan

 

1)        Dunia harus berhenti basa-basi.

2)        Hentikan genosida.

 

3)        Cabut blockade.

4)        Tegakkan hukum internasional.

 

5)        Akui Palestina sebagai anggota penuh PBB.

 

Sumber

1)        ChatGPT.

 

2)        Copilot.

3)        Cici.

 

4)        Claude.

5)        Grok.