ARAB SAUDI NEGARA MONARKI BUKAN
DEMOKRASI
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.
Kata “Monarki”.
Berasal dari kata “monarch”.
Berarti “raja”.
Berkembang jadi “cara kerja negara”.
Sistem
monarki.
Kekuasaan dipegang Raja atau Ratu.
Disebut negara kerajaan.
Dalam sistem Monarki.
Kekuasaan dipegang 1 tangan.
Efektif buat stabilitas.
Dalam kebijakan.
Perbedaan pendapat dan debat.
Relatif terkurangi.
Karena hanya 1 kekuasaan dominan.
Ada 3 jenis sistem Monarki.
1)
Monarki
mutlak.
2)
Monarki
konstitusional.
3)
Monarki
perlementer.
1.
Monarki
mutlak.
Bentuk pemerintahan.
Seluruh kekuasaan.
Bersifat tak terbatas.
Atau mutlak.
2.
Monarki
konstitusional.
Kekuasaan Raja dibatasi konstitusi.
Tindakan raja harus sesuai konstitusi.
3. Monarki parlementer.
Sistem kerajaan.
Tapi dalam pemerintah.
Ada parlemen.
Atau dewan perwakilan rakyat.
Dalam monarki parlementer.
Raja lambang kesatuan negara.
Raja tak dapat diganggu gugat.
Raja tak pernah salah.
Contoh Negara Sistem Monarki.
1)
Inggris.
2)
Swedia.
3)
Denmark.
4)
Belanda.
5)
Norwegia.
6)
Belgia.
7)
Luxemburg.
8)
Jepang.
9)
Muangthai.
10) Spanyol.
11) Brunei.
Negara monarki era modern.
Tak absolut.
Tapi monarki konstitusional.
Kekuasaan Raja bersifat simbol.
Hanya sebagai kepala negara.
Dalam negara monarki.
Perdana Menteri.
Berkuasa dalam pemerintahan.
Sistem monarki Arab Saudi.
Raja sebagai Kepala Negara.
Juga Kepala Pemerintahan.
Kekuasaan raja.
Tak dibatasi konstitusi.
Tak ada partai politik.
Tak ada oposisi.
Sistem monarki Arab Saudi.
Dikenal sebagai dinasti.
Pewaris
raja.
Yaitu keturunannya.
Alasan Kuatnya Negara Monarki.
1)
Negara stabil.
2)
Raja simbol persatuan.
3)
Raja punya otoritas.
4)
Rakyat hormat pada Raja.
(Sumber detik)
0 comments:
Post a Comment