AHY PEMIMPIN BERKAPASITAS TAPI KALAH DENGAN ISI
TAS
Oleh: Drs. HM. Yusron Hadi, M.M.
Kapasitas.
Yaitu kemampuan dan keahlian.
Isi tas.
Yaitu uang.
Ketum Partai Demokrat.
Agus
Harimurti Yudhoyono (AHY).
Bicara demokrasi di Indonesia.
AHY ingatkan.
Jangan pilih pemimpin.
Berdasar 'isi tas'.
Tapi pilih pemimpin.
Berdasar kapasitas.
Yaitu kemampuan dan keahlian.
Fisipol Leadership Forum UGM.
Kamis (20/7/2023).
AHY menilai.
Dalam memilih pemimpin.
Harus dilihat kapasitas.
Hingga integritas.
"Dalam logikanya.
Dalam memilih pemimpin.
Harus punya:
1)
Kapasitas intelektual.
2)
Kapasitas pemimpin.
3)
Integritas
yang baik.
4)
Kepribadian yang
baik.
5)
Karakter yang
baik.
6)
Jati diri
baik.
Baru dilihat lainnya.
AHY menilai.
Ada celah demokrasi.
Pemimpin
terbaik.
Malah tak terpilih.
AHY sebut.
Model pemilu.
Mulai popularitas.
Hingga 'isi tas'.
Atau politik uang.
AHY beri contoh.
Calon pemimpin.
Punya kapasitas dan integritas.
Bisa dikalahkan.
Oleh calon punya popularitas.
Dan 'isi tas'.
AHY ingatkan.
Jangan
lagi pilih pemimpin.
Berdasar
'isi tas'.
"Ada orang pintar dan baik.
Tapi tidak dikenal.
Bisa dikalahkan.
Oleh orang punya status social.
Sangat dikenal.
Atau profesi dicintai.
Warga di daerahnya.
Kita berharap ke depan.
Bangun kualitas SDM:
1)
Partai
politik.
2)
Calon pemimpin.
Agar dipilih orang punya kapasitas.
Bukan lihat isi tas," imbuhnya.
(sumber detik)
0 comments:
Post a Comment