KENAPA
AGAMA BERUBAH TAK ASLI LAGI
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM
A. Kenapa
agama bisa berubah?
Jawaban.
1)
Faktor kekuasaan & kepentingan
2)
Faktor tradisi & ikut-ikutan
3)
Faktor berlebihan terhadap tokoh
Pola
umum perubahan agama
Yaitu
tahap:
1)
Murni.
2)
Penafsiran
3)
Distorsi
4)
Kompleks & jauh dari asal
Penjelasan
A. Faktor
kekuasaan & kepentingan
QS At-Taubah
(9:34)
۞ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ كَثِيرًا مِنَ الْأَحْبَارِ
وَالرُّهْبَانِ لَيَأْكُلُونَ أَمْوَالَ النَّاسِ بِالْبَاطِلِ وَيَصُدُّونَ عَنْ
سَبِيلِ اللَّهِ ۗ وَالَّذِينَ يَكْنِزُونَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلَا
يُنْفِقُونَهَا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ
Hai orang-orang beriman,
sesungguhnya sebagian besar orang alim Yahudi dan rahib Nasrani benar-benar
memakan harta orang dengan jalan batil dan mereka menghalangi (manusia) dari
jalan Allah. Dan orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya
pada jalan Allah, maka beritahukan kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat)
siksa yang pedih,
Catatan.
1)
Ada pemuka agama makan harta manusia
dengan cara batil
2)
Logika:
a.
Agama bisa jadi alat control
b.
Manusia mulai “mengedit” ajaran
c.
Dari tauhid sederhana
d.
Jadi sistem untungkan elite
B. Faktor
tradisi & ikut-ikutan
QS Al-Baqarah
(2:170)
وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اتَّبِعُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ قَالُوا بَلْ نَتَّبِعُ مَا
أَلْفَيْنَا عَلَيْهِ آبَاءَنَا ۗ أَوَلَوْ كَانَ آبَاؤُهُمْ لَا يَعْقِلُونَ
شَيْئًا وَلَا يَهْتَدُونَ
Dan apabila dikatakan
pada mereka: "Ikuti apa yang telah diturunkan Allah," mereka
menjawab: "(Tidak), tapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati
dari (perbuatan) nenek moyang kami". "(Apakah mereka akan mengikuti
juga), walaupun nenek moyang mereka tidak tahu suatu apapun, dan tidak mendapat
petunjuk?".
Catatan.
1)
“Kami hanya ikuti apa yang kami dapati
dari nenek moyang kami”
2)
Logika:
a.
Banyak orang tak mencari kebenaran
b.
Tapi hanya ikut warisan
c.
Lama-lama seiring waktu
d.
Yang salah dianggap benar
e.
Sebab “sudah biasa”
C. Faktor
berlebihan pada tokoh
QS An-Nisa
(4:171)
يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لَا تَغْلُوا فِي
دِينِكُمْ وَلَا تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ إِلَّا الْحَقَّ ۚ إِنَّمَا الْمَسِيحُ
عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ رَسُولُ اللَّهِ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَىٰ مَرْيَمَ
وَرُوحٌ مِنْهُ ۖ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ ۖ وَلَا تَقُولُوا ثَلَاثَةٌ ۚ
انْتَهُوا خَيْرًا لَكُمْ ۚ إِنَّمَا اللَّهُ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۖ سُبْحَانَهُ أَنْ
يَكُونَ لَهُ وَلَدٌ ۘ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ وَكَفَىٰ
بِاللَّهِ وَكِيلًا
Wahai Ahli Kitab, jangan kamu melampaui batas dalam agamamu,
dan jangan kamu mengatakan pada Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al
Masih, Isa putera Maryam adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan)
kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh
dari-Nya. Maka beriman kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan jangan kamu
mengatakan: "(Tuhan itu) tiga", berhentilah (dari ucapan itu). (Itu)
lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari
punya anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukup Allah
menjadi Pemelihara.
Catatan.
1)
Jangan berlebihan dalam agama
2)
Logika:
a.
Nabi awalnya manusia
b.
Dihormati
c.
Lalu diagungkan
d.
Akhirnya “dituhankan”
3)
Ini pola berulang
4)
Dalam sejarah manusia
B. Pola
umum perubahan agama
Hampir
semua agama
Mengalami
pola ini.
1.
Tahap 1: Murni
1)
Tauhid ( satu Tuhan)
2)
Ajaran sederhana
3)
Fokus moral & ibadah
Tahap
2: Penafsiran
1)
Muncul tokoh agama
2)
Mulai beda pendapat
Tahap
3: Distorsi
1)
Ajaran mulai berubah
2)
Masuk budaya & mitos
Distorsi
1)
Perubahan atau penyimpangan
2)
Dari bentuk, makna, atau kondisi
aslinya.
Distorsi terjadi:
1)
Ajaran asli diubah maknanya
2)
Ayat atau dalil dipotong-potong
3)
Agama untuk kepentingan tertentu
4)
Politik, kekuasaan, dll
5)
Tradisi manusia dicampur seolah bagian
agama
Bentuk distorsi agama
1.
Distorsi makna
a.
Ayat ditafsirkan tak sesuai konteks
b.
Ayat keras dipakai tanpa lihat situasi
2.
Distorsi tujuan
a.
Agama tujuannya Rahmat
b.
Dijadikan alat konflik
3.
Distorsi praktik
a.
Menambah ritual tanpa dasar kuat
b.
Kurangi ajaran penting
4.
Distorsi psikologis
a.
Anggap diri paling benar
b.
Yang lain pasti salah
C.
Versi logika modern
Distorsi agama sering terjadi
Karena:
1)
Bias manusia (emosi, ego, kelompok)
2)
Kurang ilmu
3)
Ikut tanpa berpikir
4)
Kepentingan kekuasaan
Kesimpulan
1)
Distorsi agama
2)
Bukan salah agamanya.
3)
Tapi:
a.
Cara manusia pahami dan pakai agama
b.
Yang bisa menyimpang
Tahap
4: Kompleks & jauh dari asal
1)
Banyak aturan tambahan
2)
Bahkan ubah konsep Tuhan
3)
Peringatan Qur’an:
QS Al-An'am
(6:116)
وَإِنْ تُطِعْ أَكْثَرَ مَنْ فِي
الْأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ ۚ إِنْ يَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ
وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَخْرُصُونَ
Dan jika kamu menuruti
kebanyakan orang di bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan
Allah. Mereka tidak lain hanya mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak
lain hanya berdusta (terhadap Allah).
Catatan.
1)
Jika ikut mayoritas manusia.
2)
Maka bisa tersesat
2.
Kenapa tauhid paling “masuk akal”? (logika
modern)
Jawaban.
1)
Alam semesta rapi, maka 1 pengatur
2)
Jika banyak Tuhan, maka konflik
3)
Tauhid sederhana dan konsisten.
4)
Tak bergantung manusia
1.
Satu sebab utama
1)
Alam semesta rapi dan presisi.
2)
Bukti hanya 1 pengatur
3)
Jika banyak Tuhan
4)
Maka rusak
QS Al-Anbiya
(21:22)
لَوْ كَانَ فِيهِمَا آلِهَةٌ إِلَّا اللَّهُ لَفَسَدَتَا ۚ فَسُبْحَانَ اللَّهِ
رَبِّ الْعَرْشِ عَمَّا يَصِفُونَ
Sekiranya ada di langit
dan di bumi tuhan-tuhan selain Allah, tentu keduanya telah rusak binasa. Maka
Maha Suci Allah yang mempunyai 'Arsy dari apa yang mereka sifatkan.
Catatan.
1)
Jika banyak Tuhan
2)
Maka langit dan bumi rusak
2.
Tauhid sederhana & konsisten
1)
Tauhid:
a.
1 Tuhan
b.
Tidak lahir, tidak mati
c.
Tidak tergantung
2)
Sesuai dengan:
Al-Ikhlas 1-4
3)
Secara logika:
a.
Konsep sederhana
b.
Lebih kuat & stabil
c.
Tidak kontradiksi
3.
Tidak bergantung manusia
Kesimpulan
Menurut
Qur’an:
1)
Semua agama
2)
Awalnya dari Allah (tauhid)
3)
Tapi banyak berubah
4)
Karena ulah manusia
5)
Kondisi agama sekarang
a.
ada
yang masih murni
b.
campuran
c.
jauh berubah
4.
Penutup tajam (Qur’an + logika)
Ar-Rum
30
1)
Agama yang lurus sesuai fitrah manusia
2)
Artinya:
a.
Kebenaran itu “natural”
b.
Tapi manusia merusaknya
1) Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.
2) Tafsirq.com
3) ChatGPT



%20-%20Copy.bmp)