Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Sunday, August 20, 2017

217. DAKWAH

BERDAKWAH KEPADA ALLAH,
ADALAH TUGAS SETIAP ORANG ISLAM
Oleh: Drs. H. Yusron Hadi, M.M.
Kepala SMP Negeri 1 Balongbendo, Sidoarjo

      Beberapa orang bertanya,”Bagaimana dalil Al-Quran tentang berdakwah kepada Allah? Mohon dijelaskan tentang tugas berdakwah bagi setiap orang Islam dan ancaman untuk orang Islam yang tidak berdakwah? Berikut ini penjelasannya.
      Al-Quran surah An-Nahl, surah ke-16 ayat 90.
      “Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Allah memberikan pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran”.
      Al-Quran surah Maryam, surah ke-19 ayat 55. “Dan dia menyuruh ahlinya untuk bersalat dan menunaikan zakat, dan dia adalah seorang yang diridai di sisi Tuhannya”.
      Al-Quran surah Al-Baqarah, surah ke-2 ayat 174.
      “Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah, yaitu Al-Kitab dan menjualnya dengan harga yang sedikit (murah), mereka  sebenarnya tidak memakan (tidak menelan) ke dalam perutnya melainkan api, dan Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada hari kiamat dan tidak akan menyucikan mereka dan bagi mereka siksa yang amat pedih”.
      Al-Quran surah Ali Imran, surah ke-3 ayat 187.
     “Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil janji orang-orang yang telah diberi kitab (yaitu), “Hendaklah kamu menerangkan isi kitab kepada manusia, dan jangan kamu menyembunyikannya”. Lalu mereka melemparkan janji itu ke belakang punggung mereka dan mereka menukarnya dengan harga yang sedikit. Amatlah buruk tukaran yang mereka terima”.
   Al-Quran surah An-Nahl, surah ke-16 ayat 44.
      “Keterangan-keterangan (mukjizat) dan kitab-kitab. Dan Kami turunkan kepadamu Al-Quran, agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan.“
      Al-Quran surah Al-Ahzab, surah ke-33 ayat 4.
      “Allah sekali-kali tidak menjadikan bagi seseorang dua buah hati dalam rongganya, dan Allah tidak menjadikan istri-istrimu yang kamu zhihar itu sebagai ibumu, dan Allah tidak menjadikan anak angkatmu sebagai anak kandungmu (sendiri). Yang demikian hanya perkataanmu di mulutmu saja. Allah mengatakan yang sebenarnya dan Allah menunjukkan jalan (yang benar)”.
        Al-Quran surah An-Nur, surah ke-24 ayat 54.
      “Katakan, “Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada rasul, dan jika kamu berpaling maka sesungguhnya kewajiban rasul adalah apa yang dibebankan kepadanya, dan kewajiban kamu sekalian adalah semata-mata apa yang dibebankan kepadamu. Dan jika kamu taat kepadanya, niscaya kamu mendapat petunjuk. Dan tidak lain kewajiban rasul itu melainkan menyampaikan (amanah Allah) dengan terang.”
        Al-Quran surah Al-Ankabut surah ke-29 ayat 18.
      “Dan jika kamu (orang kafir) mendustakan, maka umat yang sebelum kamu juga telah mendustakan. Dan kewajiban rasul hanya menyampaikan (agama Allah) dengan seterang-terangnya.”
Daftar Pustaka
1.    Hatta, DR. Ahmad. Tafsir Quran Per Kata, Dilengkapi dengan Asbabun Nuzul dan Terjemah. Penerbit Pustaka Maghfirah, Jakarta 2011.

2.    Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

217. DAKWAH

BERDAKWAH KEPADA ALLAH,
ADALAH TUGAS SETIAP ORANG ISLAM
Oleh: Drs. H. Yusron Hadi, M.M.
Kepala SMP Negeri 1 Balongbendo, Sidoarjo

      Beberapa orang bertanya,”Bagaimana dalil Al-Quran tentang berdakwah kepada Allah? Mohon dijelaskan tentang tugas berdakwah bagi setiap orang Islam dan ancaman untuk orang Islam yang tidak berdakwah? Berikut ini penjelasannya.
      Al-Quran surah An-Nahl, surah ke-16 ayat 90.
      “Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Allah memberikan pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran”.
      Al-Quran surah Maryam, surah ke-19 ayat 55. “Dan dia menyuruh ahlinya untuk bersalat dan menunaikan zakat, dan dia adalah seorang yang diridai di sisi Tuhannya”.
      Al-Quran surah Al-Baqarah, surah ke-2 ayat 174.
      “Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah, yaitu Al-Kitab dan menjualnya dengan harga yang sedikit (murah), mereka  sebenarnya tidak memakan (tidak menelan) ke dalam perutnya melainkan api, dan Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada hari kiamat dan tidak akan menyucikan mereka dan bagi mereka siksa yang amat pedih”.
      Al-Quran surah Ali Imran, surah ke-3 ayat 187.
     “Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil janji orang-orang yang telah diberi kitab (yaitu), “Hendaklah kamu menerangkan isi kitab kepada manusia, dan jangan kamu menyembunyikannya”. Lalu mereka melemparkan janji itu ke belakang punggung mereka dan mereka menukarnya dengan harga yang sedikit. Amatlah buruk tukaran yang mereka terima”.
   Al-Quran surah An-Nahl, surah ke-16 ayat 44.
      “Keterangan-keterangan (mukjizat) dan kitab-kitab. Dan Kami turunkan kepadamu Al-Quran, agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan.“
      Al-Quran surah Al-Ahzab, surah ke-33 ayat 4.
      “Allah sekali-kali tidak menjadikan bagi seseorang dua buah hati dalam rongganya, dan Allah tidak menjadikan istri-istrimu yang kamu zhihar itu sebagai ibumu, dan Allah tidak menjadikan anak angkatmu sebagai anak kandungmu (sendiri). Yang demikian hanya perkataanmu di mulutmu saja. Allah mengatakan yang sebenarnya dan Allah menunjukkan jalan (yang benar)”.
        Al-Quran surah An-Nur, surah ke-24 ayat 54.
      “Katakan, “Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada rasul, dan jika kamu berpaling maka sesungguhnya kewajiban rasul adalah apa yang dibebankan kepadanya, dan kewajiban kamu sekalian adalah semata-mata apa yang dibebankan kepadamu. Dan jika kamu taat kepadanya, niscaya kamu mendapat petunjuk. Dan tidak lain kewajiban rasul itu melainkan menyampaikan (amanah Allah) dengan terang.”
        Al-Quran surah Al-Ankabut surah ke-29 ayat 18.
      “Dan jika kamu (orang kafir) mendustakan, maka umat yang sebelum kamu juga telah mendustakan. Dan kewajiban rasul hanya menyampaikan (agama Allah) dengan seterang-terangnya.”
Daftar Pustaka
1.    Hatta, DR. Ahmad. Tafsir Quran Per Kata, Dilengkapi dengan Asbabun Nuzul dan Terjemah. Penerbit Pustaka Maghfirah, Jakarta 2011.

2.    Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

217. DAKWAH

BERDAKWAH KEPADA ALLAH,
ADALAH TUGAS SETIAP ORANG ISLAM
Oleh: Drs. H. Yusron Hadi, M.M.
Kepala SMP Negeri 1 Balongbendo, Sidoarjo

      Beberapa orang bertanya,”Bagaimana dalil Al-Quran tentang berdakwah kepada Allah? Mohon dijelaskan tentang tugas berdakwah bagi setiap orang Islam dan ancaman untuk orang Islam yang tidak berdakwah? Berikut ini penjelasannya.
      Al-Quran surah An-Nahl, surah ke-16 ayat 90.
      “Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Allah memberikan pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran”.
      Al-Quran surah Maryam, surah ke-19 ayat 55. “Dan dia menyuruh ahlinya untuk bersalat dan menunaikan zakat, dan dia adalah seorang yang diridai di sisi Tuhannya”.
      Al-Quran surah Al-Baqarah, surah ke-2 ayat 174.
      “Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah, yaitu Al-Kitab dan menjualnya dengan harga yang sedikit (murah), mereka  sebenarnya tidak memakan (tidak menelan) ke dalam perutnya melainkan api, dan Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada hari kiamat dan tidak akan menyucikan mereka dan bagi mereka siksa yang amat pedih”.
      Al-Quran surah Ali Imran, surah ke-3 ayat 187.
     “Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil janji orang-orang yang telah diberi kitab (yaitu), “Hendaklah kamu menerangkan isi kitab kepada manusia, dan jangan kamu menyembunyikannya”. Lalu mereka melemparkan janji itu ke belakang punggung mereka dan mereka menukarnya dengan harga yang sedikit. Amatlah buruk tukaran yang mereka terima”.
   Al-Quran surah An-Nahl, surah ke-16 ayat 44.
      “Keterangan-keterangan (mukjizat) dan kitab-kitab. Dan Kami turunkan kepadamu Al-Quran, agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan.“
      Al-Quran surah Al-Ahzab, surah ke-33 ayat 4.
      “Allah sekali-kali tidak menjadikan bagi seseorang dua buah hati dalam rongganya, dan Allah tidak menjadikan istri-istrimu yang kamu zhihar itu sebagai ibumu, dan Allah tidak menjadikan anak angkatmu sebagai anak kandungmu (sendiri). Yang demikian hanya perkataanmu di mulutmu saja. Allah mengatakan yang sebenarnya dan Allah menunjukkan jalan (yang benar)”.
        Al-Quran surah An-Nur, surah ke-24 ayat 54.
      “Katakan, “Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada rasul, dan jika kamu berpaling maka sesungguhnya kewajiban rasul adalah apa yang dibebankan kepadanya, dan kewajiban kamu sekalian adalah semata-mata apa yang dibebankan kepadamu. Dan jika kamu taat kepadanya, niscaya kamu mendapat petunjuk. Dan tidak lain kewajiban rasul itu melainkan menyampaikan (amanah Allah) dengan terang.”
        Al-Quran surah Al-Ankabut surah ke-29 ayat 18.
      “Dan jika kamu (orang kafir) mendustakan, maka umat yang sebelum kamu juga telah mendustakan. Dan kewajiban rasul hanya menyampaikan (agama Allah) dengan seterang-terangnya.”
Daftar Pustaka
1.    Hatta, DR. Ahmad. Tafsir Quran Per Kata, Dilengkapi dengan Asbabun Nuzul dan Terjemah. Penerbit Pustaka Maghfirah, Jakarta 2011.

2.    Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

217. DAKWAH

BERDAKWAH KEPADA ALLAH,
ADALAH TUGAS SETIAP ORANG ISLAM
Oleh: Drs. H. Yusron Hadi, M.M.
Kepala SMP Negeri 1 Balongbendo, Sidoarjo

      Beberapa orang bertanya,”Bagaimana dalil Al-Quran tentang berdakwah kepada Allah? Mohon dijelaskan tentang tugas berdakwah bagi setiap orang Islam dan ancaman untuk orang Islam yang tidak berdakwah? Berikut ini penjelasannya.
      Al-Quran surah An-Nahl, surah ke-16 ayat 90.
      “Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Allah memberikan pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran”.
      Al-Quran surah Maryam, surah ke-19 ayat 55. “Dan dia menyuruh ahlinya untuk bersalat dan menunaikan zakat, dan dia adalah seorang yang diridai di sisi Tuhannya”.
      Al-Quran surah Al-Baqarah, surah ke-2 ayat 174.
      “Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah, yaitu Al-Kitab dan menjualnya dengan harga yang sedikit (murah), mereka  sebenarnya tidak memakan (tidak menelan) ke dalam perutnya melainkan api, dan Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada hari kiamat dan tidak akan menyucikan mereka dan bagi mereka siksa yang amat pedih”.
      Al-Quran surah Ali Imran, surah ke-3 ayat 187.
     “Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil janji orang-orang yang telah diberi kitab (yaitu), “Hendaklah kamu menerangkan isi kitab kepada manusia, dan jangan kamu menyembunyikannya”. Lalu mereka melemparkan janji itu ke belakang punggung mereka dan mereka menukarnya dengan harga yang sedikit. Amatlah buruk tukaran yang mereka terima”.
   Al-Quran surah An-Nahl, surah ke-16 ayat 44.
      “Keterangan-keterangan (mukjizat) dan kitab-kitab. Dan Kami turunkan kepadamu Al-Quran, agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan.“
      Al-Quran surah Al-Ahzab, surah ke-33 ayat 4.
      “Allah sekali-kali tidak menjadikan bagi seseorang dua buah hati dalam rongganya, dan Allah tidak menjadikan istri-istrimu yang kamu zhihar itu sebagai ibumu, dan Allah tidak menjadikan anak angkatmu sebagai anak kandungmu (sendiri). Yang demikian hanya perkataanmu di mulutmu saja. Allah mengatakan yang sebenarnya dan Allah menunjukkan jalan (yang benar)”.
        Al-Quran surah An-Nur, surah ke-24 ayat 54.
      “Katakan, “Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada rasul, dan jika kamu berpaling maka sesungguhnya kewajiban rasul adalah apa yang dibebankan kepadanya, dan kewajiban kamu sekalian adalah semata-mata apa yang dibebankan kepadamu. Dan jika kamu taat kepadanya, niscaya kamu mendapat petunjuk. Dan tidak lain kewajiban rasul itu melainkan menyampaikan (amanah Allah) dengan terang.”
        Al-Quran surah Al-Ankabut surah ke-29 ayat 18.
      “Dan jika kamu (orang kafir) mendustakan, maka umat yang sebelum kamu juga telah mendustakan. Dan kewajiban rasul hanya menyampaikan (agama Allah) dengan seterang-terangnya.”
Daftar Pustaka
1.    Hatta, DR. Ahmad. Tafsir Quran Per Kata, Dilengkapi dengan Asbabun Nuzul dan Terjemah. Penerbit Pustaka Maghfirah, Jakarta 2011.

2.    Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

217. DAKWAH

BERDAKWAH KEPADA ALLAH,
ADALAH TUGAS SETIAP ORANG ISLAM
Oleh: Drs. H. Yusron Hadi, M.M.
Kepala SMP Negeri 1 Balongbendo, Sidoarjo

      Beberapa orang bertanya,”Bagaimana dalil Al-Quran tentang berdakwah kepada Allah? Mohon dijelaskan tentang tugas berdakwah bagi setiap orang Islam dan ancaman untuk orang Islam yang tidak berdakwah? Berikut ini penjelasannya.
      Al-Quran surah An-Nahl, surah ke-16 ayat 90.
      “Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Allah memberikan pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran”.
      Al-Quran surah Maryam, surah ke-19 ayat 55. “Dan dia menyuruh ahlinya untuk bersalat dan menunaikan zakat, dan dia adalah seorang yang diridai di sisi Tuhannya”.
      Al-Quran surah Al-Baqarah, surah ke-2 ayat 174.
      “Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah, yaitu Al-Kitab dan menjualnya dengan harga yang sedikit (murah), mereka  sebenarnya tidak memakan (tidak menelan) ke dalam perutnya melainkan api, dan Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada hari kiamat dan tidak akan menyucikan mereka dan bagi mereka siksa yang amat pedih”.
      Al-Quran surah Ali Imran, surah ke-3 ayat 187.
     “Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil janji orang-orang yang telah diberi kitab (yaitu), “Hendaklah kamu menerangkan isi kitab kepada manusia, dan jangan kamu menyembunyikannya”. Lalu mereka melemparkan janji itu ke belakang punggung mereka dan mereka menukarnya dengan harga yang sedikit. Amatlah buruk tukaran yang mereka terima”.
   Al-Quran surah An-Nahl, surah ke-16 ayat 44.
      “Keterangan-keterangan (mukjizat) dan kitab-kitab. Dan Kami turunkan kepadamu Al-Quran, agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan.“
      Al-Quran surah Al-Ahzab, surah ke-33 ayat 4.
      “Allah sekali-kali tidak menjadikan bagi seseorang dua buah hati dalam rongganya, dan Allah tidak menjadikan istri-istrimu yang kamu zhihar itu sebagai ibumu, dan Allah tidak menjadikan anak angkatmu sebagai anak kandungmu (sendiri). Yang demikian hanya perkataanmu di mulutmu saja. Allah mengatakan yang sebenarnya dan Allah menunjukkan jalan (yang benar)”.
        Al-Quran surah An-Nur, surah ke-24 ayat 54.
      “Katakan, “Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada rasul, dan jika kamu berpaling maka sesungguhnya kewajiban rasul adalah apa yang dibebankan kepadanya, dan kewajiban kamu sekalian adalah semata-mata apa yang dibebankan kepadamu. Dan jika kamu taat kepadanya, niscaya kamu mendapat petunjuk. Dan tidak lain kewajiban rasul itu melainkan menyampaikan (amanah Allah) dengan terang.”
        Al-Quran surah Al-Ankabut surah ke-29 ayat 18.
      “Dan jika kamu (orang kafir) mendustakan, maka umat yang sebelum kamu juga telah mendustakan. Dan kewajiban rasul hanya menyampaikan (agama Allah) dengan seterang-terangnya.”
Daftar Pustaka
1.    Hatta, DR. Ahmad. Tafsir Quran Per Kata, Dilengkapi dengan Asbabun Nuzul dan Terjemah. Penerbit Pustaka Maghfirah, Jakarta 2011.

2.    Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

217.DAKWAH

BERDAKWAH KEPADA ALLAH,
ADALAH TUGAS SETIAP ORANG ISLAM
Oleh: Drs. H. Yusron Hadi, M.M.
Kepala SMP Negeri 1 Balongbendo, Sidoarjo

      Beberapa orang bertanya,”Bagaimana dalil Al-Quran tentang berdakwah kepada Allah? Mohon dijelaskan tentang tugas berdakwah bagi setiap orang Islam dan ancaman untuk orang Islam yang tidak berdakwah? Berikut ini penjelasannya.
      Al-Quran surah An-Nahl, surah ke-16 ayat 90.
      “Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Allah memberikan pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran”.
      Al-Quran surah Maryam, surah ke-19 ayat 55. “Dan dia menyuruh ahlinya untuk bersalat dan menunaikan zakat, dan dia adalah seorang yang diridai di sisi Tuhannya”.
      Al-Quran surah Al-Baqarah, surah ke-2 ayat 174.
      “Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah, yaitu Al-Kitab dan menjualnya dengan harga yang sedikit (murah), mereka  sebenarnya tidak memakan (tidak menelan) ke dalam perutnya melainkan api, dan Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada hari kiamat dan tidak akan menyucikan mereka dan bagi mereka siksa yang amat pedih”.
      Al-Quran surah Ali Imran, surah ke-3 ayat 187.
     “Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil janji orang-orang yang telah diberi kitab (yaitu), “Hendaklah kamu menerangkan isi kitab kepada manusia, dan jangan kamu menyembunyikannya”. Lalu mereka melemparkan janji itu ke belakang punggung mereka dan mereka menukarnya dengan harga yang sedikit. Amatlah buruk tukaran yang mereka terima”.
   Al-Quran surah An-Nahl, surah ke-16 ayat 44.
      “Keterangan-keterangan (mukjizat) dan kitab-kitab. Dan Kami turunkan kepadamu Al-Quran, agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan.“
      Al-Quran surah Al-Ahzab, surah ke-33 ayat 4.
      “Allah sekali-kali tidak menjadikan bagi seseorang dua buah hati dalam rongganya, dan Allah tidak menjadikan istri-istrimu yang kamu zhihar itu sebagai ibumu, dan Allah tidak menjadikan anak angkatmu sebagai anak kandungmu (sendiri). Yang demikian hanya perkataanmu di mulutmu saja. Allah mengatakan yang sebenarnya dan Allah menunjukkan jalan (yang benar)”.
        Al-Quran surah An-Nur, surah ke-24 ayat 54.
      “Katakan, “Taatlah kepada Allah dan taatlah kepada rasul, dan jika kamu berpaling maka sesungguhnya kewajiban rasul adalah apa yang dibebankan kepadanya, dan kewajiban kamu sekalian adalah semata-mata apa yang dibebankan kepadamu. Dan jika kamu taat kepadanya, niscaya kamu mendapat petunjuk. Dan tidak lain kewajiban rasul itu melainkan menyampaikan (amanah Allah) dengan terang.”
        Al-Quran surah Al-Ankabut surah ke-29 ayat 18.
      “Dan jika kamu (orang kafir) mendustakan, maka umat yang sebelum kamu juga telah mendustakan. Dan kewajiban rasul hanya menyampaikan (agama Allah) dengan seterang-terangnya.”
Daftar Pustaka
1.    Hatta, DR. Ahmad. Tafsir Quran Per Kata, Dilengkapi dengan Asbabun Nuzul dan Terjemah. Penerbit Pustaka Maghfirah, Jakarta 2011.

2.    Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

Saturday, August 19, 2017

216. SALMAN

SALMAN AL-FARISI,
MENCARI KEBENARAN DARI PERSIA HINGGA MADINAH
oleh: Drs. H. Yusron Hadi, M.M.
Kepala SMP Negeri 1 Balongbendo, Sidoarjo

      Salman Al-Farisi lahir tahun 568 Masehi di Persia, Iran dan meninggal tahun 657 Masehi di Irak, sewaktu tinggal di Madinah dia dipanggil Abu Abdullah.
      Salman Al-Farisi bercerita tentang riwayat perjalanan hidupnya. Dia dilahirkan di desa Jayyu, Asfahah di Persia, Iran. Salman seorang anak kesayangan pemimpin  beragama Majusi yang menyembah api.
      Ketika Salman Al-Farisi masih remaja, dia bertugas menjaga api agar selalu menyala. Sewaktu Salman dalam perjalanan menuju ladang, dia mendengar suara kebaktian di gereja, lalu Salman tertarik belajar agama Kristen.
      Beberapa saat kemudian rombongan Kristen dari negeri Syam mengunjungi rumah orang tua Salman. Kemudian ayahnya melarang Salman bergaul dengan mereka dan  Salman Al-Farisi dikurung di rumah.
     Kemudian Salman Al-Farisi “minggat” dari rumah mengikuti rombongan pedagang Syam kembali ke negeri mereka. Salman Al-Farisi menempati “kompleks” gereja di Syam sebagai pelayan jemaat gereja mendampingi seorang uskup.
      Ternyata, uskup orang jahat yang menyalahgunakan jabatannya. Uskup memerintahkan orang bersedekah, tetapi hasilnya untuk kekayaan pribadi uskup sendiri.
    Ketika Uskup meninggal, maka masyarakat melakukan “prosesi pemakaman”. Salman Al-Farisi membuka rahasia bahwa Uskup orang yang jahat. Salman menunjukkan tempat penyimpanan perhiasan yang tersembunyi.
     Sewaktu penduduk menemukan 7 kotak emas dan perak, maka mereka marah, lalu jenazah uskup dilempari batu, dan mereka menunjuk uskup baru.
    Uskup baru orang yang baik, dan tekun beribadah. Uskup berpesan kepada Salman jika dia meninggal, maka Salman agar  menjumpai seorang uskup di Al-Maushil. Ketika Uskup meninggal, maka Salman  mendatangi uskup yang ditunjuk untuk menjelaskan masalahnya.
     Uskup di Al-Maushil mempunyai sikap dan perilku terpuji. Sebelum Uskup meninggal dunia, dia memberikan rekomendasi agar Salman menjumpai seorang uskup di Nashibin.
     Uskup di Nashibin orangnya baik. Sebelum Uskup meninggal, dia menyarankan agar Salman menemui seorang uskup di Ammuriyah, Romawi.
     Kemudian Salman Al-Farisi datang ke Romawi menjumpai uskup yang ditunjuk. Ketika Uskup meninggal dunia, Salman Al-Farisi sudah memiliki sejumlah sapi dan kambing. Sebelum meninggal Uskup sudah berpesan akan munculnya seorang  “Nabi Baru” yang membawa ajaran agama Ibrahim di negeri Arab.
    Uskup memberikan ciri-ciri “topografi” atau keadaan muka bumi pada suatu kawasan atau daerah tertentu tempat lokasi hijrah nabi baru. Yaitu berada di wilayah Arab yang diapit gunung berbatu hitam yang banyak ditumbuhi pohon kurma. Uskup berkata, “Jika kamu sanggup, pergilah ke sana.”
     Uskup menyampaikan tanda kenabian, yaitu berupa tanda “yang tampak dari luar”, yang bisa dilihat dan disaksikan dengan indra manusia.
     Beberapa tanda “khusus” nabi baru. Pertama, dia tidak mau menerima sedekah. Kedua, dia mau menerima hadiah. Ketiga,  terdapat “stempel kenabian”, yaitu berupa “benjolan kecil” di punggung belakang di antara kedua bahunya.
     Beberapa waktu kemudian rombongan pedagang dari Arab datang.  Salman Al-Farisi menjumpai mereka dan menyampaikan maksudnya untuk ikut ke negeri Arab.   Rombongan bersedia membawa Salman ke negeri Arab dengan imbalan beberapa sapi dan kambing.
     Ternyata rombongan pedagang Arab berbuat jahat, Salam Al-Farisi dijual sebagai budak dan di jual di pasar “perbudakan’. Salman Al-Farisi dibeli orang Madinah, lalu dibawa ikut ke Madinah. Salman menyaksikan Madinah banyak tumbuhan pohon kurma. Tetapi, Salman Al-Farisi masih belum yakin benarkah itu wilayah nabi baru?
     Kemudian Salman Al-Farisi dibeli seorang Yahudi Bani Quraizah dan dibawa ke daerah Bani Quraizah di Madinah. Salman mulai yakin itulah  daerah yang dituju, karena wilayahnya seperti yang disampaikan uskup di Ammuriyah.
   . Salman Al-Farisi bekerja sebagai budak untuk majikannya, ketika Nabi Muhammad dalam perjalanan hijrah dari Mekah Nabi ke Madinah, lalu Nabi beristirahat di Quba.
      Ketika Salman Al-Farisi berada di atas sebuah pohon kurma, seseorang berteriak kepada temannya,“Orang-orang sedang berkumpul di Quba, mereka menyambut kedatangan orang dari Mekah, katanya orang tersebut adalah nabi.” Salman Al-Farisi hampir terjatuh mendengarkan teriakan tersebut. 
     Pada sore hari, Salman Al-Farisi mendatangi Nabi di Quba dengan membawa beberapa  makanan. Salman Al-Farisi berkata,“Aku mendengar kabar, engkau orang yang baik dan memiliki sahabat yang membutuhkan bantuan, maka aku membawa sedekah untuk kalian.”
      Nabi menerimanya, lalu sedekah itu diberikan kepada para sahabat. Ketika para sahabat memakannya,  Nabi tidak ikut makan sedikit pun.
      Salam Al-Farisi bergumam, “Ini adalah bukti pertama, yaitu Nabi tidak mau makan harta sedekah.” Lalu Salman Al-Farisi izin pulang untuk kembali ke rumah majikannya.
       Pada saat Nabi Muhammad sudah berada di Madinah, Salman Al-Farisi mendatangi Nabi dengan membawa beberapa makanan. Salman Al-Farisi berkata, “Saya melihat engkau tidak makan harta sedekah, maka saya datang membawa hadiah untukmu, maka terimalah hadiah khusus dariku untukmu.”
      Nabi menerima hadiah tersebut, dan ikut makan bersama para sahabat. Salman Al-Farisi bergumam,”Ini adalah bukti kedua, yaitu Nabi mau makan harta hadiah.” 
      Pertemuan berikutnya, ketika Nabi mengantar jenazah sahabatnya yang meninggal di pemakaman Baqi, Madinah. Nabi sedang duduk bersama para sahabat, maka Salman Al-Farisi memilih duduk di belakang Nabi. 
      Salman Al-Farisi ingin melihat punggung Nabi, dan Nabi menyadarinya, maka  Nabi melepaskan baju dari punggungnya, ketika itu Salman Al-Farisi melihat “stempel” tanda kenabian yang berada di antara punggung Nabi, seperti yang disampaikan uskup di Ammuriyah.
     Salman Al-Farisi langsung menangis dan mendekat ke arah Nabi lalu merangkulnya.  Nabi bersabda,“Berbaliklah kamu menghadap kepadaku, dan ceritakan semuanya.”
     Salman Al-Farisi bercerita riwayat hidupnya, tentang kisah perjalanannya “mencari” kebenaran. Dia berangkat dari Persia, Iran hingga di Madinah, Arab Saudi, Nabi dan para sahabat mendengarkan dengan seksama.
      Kemudian Salman Al-Farisi pamit kembali bekerja sebagai seorang budak, maka  Salman Al-Farisi tidak ikut dalam Perang Badar dan Perang Uhud.
      Nabi bersabda,”Wahai Salman tulislah sebuah perjanjian dengan majikanmu agar kamu bisa bebas.” Salman Al-Farisi menulis perjanjian dengan majikannya agar terlepas dari status budak, yaitu Salman harus membayar dengan menanam 300 pohon kurma dan 40 ons emas.
     Nabi bersabda,“Wahai para sahabat, bantulah saudaramu Salman untuk membebaskan dirinya.” Semua para sahabat berebut membantu Salman, Nabi ikut menanam pohon kurma dengan tangan beliau sendiri.
     Nabi membawa emas sebesar telur ayam.yang beratnya 40 ons, lalu diberikan kepada Salman untuk ongkos membayar kebebasan dirinya.
    Sejak saat itu, Salman Al-Farisi menjadi orang merdeka dan langsung mengikuti  Perang Khandaq membela Islam. Salman Al-Farisi mengusulkan ide yang cemerlang, yaitu membuat parit mengelilingi Madinah untuk menghambat pergerakan musuh.
     Dalam Perang Parit atau Khandaq, pasukan musuh frustasi. Karena berjumlah lebih banyak, tetapi tidak bisa menyerang, mereka hanya bisa berputar-putar saja. Ketika itu, pasukan Islam hanya bertahan.
     Pengepungan dalam Perang Parit berlangsung lebih dari sebulan, tetapi tidak menghasilkan apa-apa. Tiba-tiba muncul angin topan yang menghancurkan tenda dan perbekalan pasukan kafir.
  Pasukan kafir kocar-kacir, lalu mereka kembali ke tempat asal masing-masing. Umat Islam yang berada di Madinah selamat. Sejak saat itu, Salman Al-Farisi  selalu terlibat dalam peperangan membela Islam.
Daftar Pustaka
1. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
2. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
4. Al-Kandahlawi, Maulana Muhammad Zakaria. Himpunan Fadhilah Amal. Penebit Ash-Shaff. Jogyakarta. 2000.
5. Hisjam, Ibnu. Sirah Nabawiyah. Sejarah Lengkap Kehidupan Rasulullah.

216. SALMAN

SALMAN AL-FARISI,
MENCARI KEBENARAN DARI PERSIA HINGGA MADINAH
oleh: Drs. H. Yusron Hadi, M.M.
Kepala SMP Negeri 1 Balongbendo, Sidoarjo

      Salman Al-Farisi lahir tahun 568 Masehi di Persia, Iran dan meninggal tahun 657 Masehi di Irak, sewaktu tinggal di Madinah dia dipanggil Abu Abdullah.
      Salman Al-Farisi bercerita tentang riwayat perjalanan hidupnya. Dia dilahirkan di desa Jayyu, Asfahah di Persia, Iran. Salman seorang anak kesayangan pemimpin  beragama Majusi yang menyembah api.
      Ketika Salman Al-Farisi masih remaja, dia bertugas menjaga api agar selalu menyala. Sewaktu Salman dalam perjalanan menuju ladang, dia mendengar suara kebaktian di gereja, lalu Salman tertarik belajar agama Kristen.
      Beberapa saat kemudian rombongan Kristen dari negeri Syam mengunjungi rumah orang tua Salman. Kemudian ayahnya melarang Salman bergaul dengan mereka dan  Salman Al-Farisi dikurung di rumah.
     Kemudian Salman Al-Farisi “minggat” dari rumah mengikuti rombongan pedagang Syam kembali ke negeri mereka. Salman Al-Farisi menempati “kompleks” gereja di Syam sebagai pelayan jemaat gereja mendampingi seorang uskup.
      Ternyata, uskup orang jahat yang menyalahgunakan jabatannya. Uskup memerintahkan orang bersedekah, tetapi hasilnya untuk kekayaan pribadi uskup sendiri.
    Ketika Uskup meninggal, maka masyarakat melakukan “prosesi pemakaman”. Salman Al-Farisi membuka rahasia bahwa Uskup orang yang jahat. Salman menunjukkan tempat penyimpanan perhiasan yang tersembunyi.
     Sewaktu penduduk menemukan 7 kotak emas dan perak, maka mereka marah, lalu jenazah uskup dilempari batu, dan mereka menunjuk uskup baru.
    Uskup baru orang yang baik, dan tekun beribadah. Uskup berpesan kepada Salman jika dia meninggal, maka Salman agar  menjumpai seorang uskup di Al-Maushil. Ketika Uskup meninggal, maka Salman  mendatangi uskup yang ditunjuk untuk menjelaskan masalahnya.
     Uskup di Al-Maushil mempunyai sikap dan perilku terpuji. Sebelum Uskup meninggal dunia, dia memberikan rekomendasi agar Salman menjumpai seorang uskup di Nashibin.
     Uskup di Nashibin orangnya baik. Sebelum Uskup meninggal, dia menyarankan agar Salman menemui seorang uskup di Ammuriyah, Romawi.
     Kemudian Salman Al-Farisi datang ke Romawi menjumpai uskup yang ditunjuk. Ketika Uskup meninggal dunia, Salman Al-Farisi sudah memiliki sejumlah sapi dan kambing. Sebelum meninggal Uskup sudah berpesan akan munculnya seorang  “Nabi Baru” yang membawa ajaran agama Ibrahim di negeri Arab.
    Uskup memberikan ciri-ciri “topografi” atau keadaan muka bumi pada suatu kawasan atau daerah tertentu tempat lokasi hijrah nabi baru. Yaitu berada di wilayah Arab yang diapit gunung berbatu hitam yang banyak ditumbuhi pohon kurma. Uskup berkata, “Jika kamu sanggup, pergilah ke sana.”
     Uskup menyampaikan tanda kenabian, yaitu berupa tanda “yang tampak dari luar”, yang bisa dilihat dan disaksikan dengan indra manusia.
     Beberapa tanda “khusus” nabi baru. Pertama, dia tidak mau menerima sedekah. Kedua, dia mau menerima hadiah. Ketiga,  terdapat “stempel kenabian”, yaitu berupa “benjolan kecil” di punggung belakang di antara kedua bahunya.
     Beberapa waktu kemudian rombongan pedagang dari Arab datang.  Salman Al-Farisi menjumpai mereka dan menyampaikan maksudnya untuk ikut ke negeri Arab.   Rombongan bersedia membawa Salman ke negeri Arab dengan imbalan beberapa sapi dan kambing.
     Ternyata rombongan pedagang Arab berbuat jahat, Salam Al-Farisi dijual sebagai budak dan di jual di pasar “perbudakan’. Salman Al-Farisi dibeli orang Madinah, lalu dibawa ikut ke Madinah. Salman menyaksikan Madinah banyak tumbuhan pohon kurma. Tetapi, Salman Al-Farisi masih belum yakin benarkah itu wilayah nabi baru?
     Kemudian Salman Al-Farisi dibeli seorang Yahudi Bani Quraizah dan dibawa ke daerah Bani Quraizah di Madinah. Salman mulai yakin itulah  daerah yang dituju, karena wilayahnya seperti yang disampaikan uskup di Ammuriyah.
   . Salman Al-Farisi bekerja sebagai budak untuk majikannya, ketika Nabi Muhammad dalam perjalanan hijrah dari Mekah Nabi ke Madinah, lalu Nabi beristirahat di Quba.
      Ketika Salman Al-Farisi berada di atas sebuah pohon kurma, seseorang berteriak kepada temannya,“Orang-orang sedang berkumpul di Quba, mereka menyambut kedatangan orang dari Mekah, katanya orang tersebut adalah nabi.” Salman Al-Farisi hampir terjatuh mendengarkan teriakan tersebut. 
     Pada sore hari, Salman Al-Farisi mendatangi Nabi di Quba dengan membawa beberapa  makanan. Salman Al-Farisi berkata,“Aku mendengar kabar, engkau orang yang baik dan memiliki sahabat yang membutuhkan bantuan, maka aku membawa sedekah untuk kalian.”
      Nabi menerimanya, lalu sedekah itu diberikan kepada para sahabat. Ketika para sahabat memakannya,  Nabi tidak ikut makan sedikit pun.
      Salam Al-Farisi bergumam, “Ini adalah bukti pertama, yaitu Nabi tidak mau makan harta sedekah.” Lalu Salman Al-Farisi izin pulang untuk kembali ke rumah majikannya.
       Pada saat Nabi Muhammad sudah berada di Madinah, Salman Al-Farisi mendatangi Nabi dengan membawa beberapa makanan. Salman Al-Farisi berkata, “Saya melihat engkau tidak makan harta sedekah, maka saya datang membawa hadiah untukmu, maka terimalah hadiah khusus dariku untukmu.”
      Nabi menerima hadiah tersebut, dan ikut makan bersama para sahabat. Salman Al-Farisi bergumam,”Ini adalah bukti kedua, yaitu Nabi mau makan harta hadiah.” 
      Pertemuan berikutnya, ketika Nabi mengantar jenazah sahabatnya yang meninggal di pemakaman Baqi, Madinah. Nabi sedang duduk bersama para sahabat, maka Salman Al-Farisi memilih duduk di belakang Nabi. 
      Salman Al-Farisi ingin melihat punggung Nabi, dan Nabi menyadarinya, maka  Nabi melepaskan baju dari punggungnya, ketika itu Salman Al-Farisi melihat “stempel” tanda kenabian yang berada di antara punggung Nabi, seperti yang disampaikan uskup di Ammuriyah.
     Salman Al-Farisi langsung menangis dan mendekat ke arah Nabi lalu merangkulnya.  Nabi bersabda,“Berbaliklah kamu menghadap kepadaku, dan ceritakan semuanya.”
     Salman Al-Farisi bercerita riwayat hidupnya, tentang kisah perjalanannya “mencari” kebenaran. Dia berangkat dari Persia, Iran hingga di Madinah, Arab Saudi, Nabi dan para sahabat mendengarkan dengan seksama.
      Kemudian Salman Al-Farisi pamit kembali bekerja sebagai seorang budak, maka  Salman Al-Farisi tidak ikut dalam Perang Badar dan Perang Uhud.
      Nabi bersabda,”Wahai Salman tulislah sebuah perjanjian dengan majikanmu agar kamu bisa bebas.” Salman Al-Farisi menulis perjanjian dengan majikannya agar terlepas dari status budak, yaitu Salman harus membayar dengan menanam 300 pohon kurma dan 40 ons emas.
     Nabi bersabda,“Wahai para sahabat, bantulah saudaramu Salman untuk membebaskan dirinya.” Semua para sahabat berebut membantu Salman, Nabi ikut menanam pohon kurma dengan tangan beliau sendiri.
     Nabi membawa emas sebesar telur ayam.yang beratnya 40 ons, lalu diberikan kepada Salman untuk ongkos membayar kebebasan dirinya.
    Sejak saat itu, Salman Al-Farisi menjadi orang merdeka dan langsung mengikuti  Perang Khandaq membela Islam. Salman Al-Farisi mengusulkan ide yang cemerlang, yaitu membuat parit mengelilingi Madinah untuk menghambat pergerakan musuh.
     Dalam Perang Parit atau Khandaq, pasukan musuh frustasi. Karena berjumlah lebih banyak, tetapi tidak bisa menyerang, mereka hanya bisa berputar-putar saja. Ketika itu, pasukan Islam hanya bertahan.
     Pengepungan dalam Perang Parit berlangsung lebih dari sebulan, tetapi tidak menghasilkan apa-apa. Tiba-tiba muncul angin topan yang menghancurkan tenda dan perbekalan pasukan kafir.
  Pasukan kafir kocar-kacir, lalu mereka kembali ke tempat asal masing-masing. Umat Islam yang berada di Madinah selamat. Sejak saat itu, Salman Al-Farisi  selalu terlibat dalam peperangan membela Islam.
Daftar Pustaka
1. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
2. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
4. Al-Kandahlawi, Maulana Muhammad Zakaria. Himpunan Fadhilah Amal. Penebit Ash-Shaff. Jogyakarta. 2000.
5. Hisjam, Ibnu. Sirah Nabawiyah. Sejarah Lengkap Kehidupan Rasulullah.