Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tuesday, February 4, 2020

4409. SEJARAH NABI MUHAMMAD (16)


SEJARAH NABI MUHAMMAD
(Seri ke-16)
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

A.           Rasulullah berumur 54 tahun.
1.    Allah mengizinkan untuk berperang, maka Rasulullah mengirim pasukan dan memimpin perang melawan kaum yang memerangi beliau.
1)    Al-Qurah surah Al-Haj (surah ke-22) ayat 39.

أُذِنَ لِلَّذِينَ يُقَاتَلُونَ بِأَنَّهُمْ ظُلِمُوا ۚ وَإِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ نَصْرِهِمْ لَقَدِيرٌ
Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu.


2.    Perang Siful Bahr.
1)    Pada 1 Ramadan 1 Hijriah (623 Masehi), Rasulullah mengirim Hamzah bin Abdul Munththalib menghadang kafilah Quraisy yang kembali dari Syam.
2)    Bendera perang pertama berwarna putih bertulisan hitam: “La ilaha illallah Muhammadur Rasulullah” dipegang oleh Martad Kannaz bin Hishn.
1)    Hamzah bin Abdul Munththalib membawa 30 pasukan Muhajirin berhadapan dengan Abu Jahal bersama rombongan 300 orang.
2)    Majdy bin Amr adalah sekutu kedua pihak dan melerai mereka, sehingga batal berperang.

3.    Perang Rabigh.
1)    Pada 1 Syawal 1 Hijriah (623 Masehi), Rasulullah mengirim Ubaidah bin Harist menghadang kafilah Quraisy di lembah Rabigh.
2)    Bendera perang berwarna putih bertulisan hitam: “La ilaha illallah Muhammadur Rasulullah” dipegang oleh Misthah bin Utsatsah.
3)    Ubaidah bin Harist dengan 60 Muhajirin berpapasan dengan Abu Sufyan bersama 200 orang di lembah Rabigh.
4)    Kedua pihak sudah melepaskan anak panah, tetapi tidak sampai berperang.
5)    Dalam peristiwa itu, 2 orang anggota pasukan Quraisy, yaitu Miqdad bin Amr dan Utbah bin Ghazwan masuk lslam.

4.    Perang Kharrar.
1)    Pada Mei 623 M (Dzulqaidah 1 Hijriah), Rasulullah mengirim Saad bin Abi waaqsh dengan 20 orang menghadang kafilah dagang Quraisy.
2)    Mereka bergerak malam hari dan siang harinya bersembunyi.
3)    Bendera perang berwarna putih bertulisan hitam: “La ilaha illallah Muhammadur Rasulullah” dipegang oleh Miqdad Amr.
4)    Pada hari ke-5, pagi tiba di Kharrar, tetapi kafilah sudah lewat sehari sebelumnya.

5.    Perang Abwa (Waddan).
1)    Pada Agustus 623 Masehi (Shafar 2 Hijriah), Rasulullah memimpin pasukan sendiri dengan 70 pasukan Muhajirin menghadang kafilah Quraisy.
2)    Saad bin Ubadah diangkat sebagai wakil di Madinah.
3)    Perang Abwa (Waddan) adalah perang pertama yang dipimpin Rasulullah langsung.
4)    Bendera perang berwarna putih bertulisan hitam: “La ilaha illallah Muhammadur Rasulullah” dipegang Hamzah bin Abdul Munththalib.
5)    Perjalanan selama 15 hari, tetapi tidak terjadi peperangan.

6.    Perang Buwath.
1)    Pada September 623 Masehi (Rabiul Awal 2 Hijriah), Rasulullah dengan 200 sahabat menghadang kafilah Quraisy.
2)    Kafilah Quraisy dipimpin Umayah bi Khalaf dengan 100 orang membawa 2500 unta berisi barang dagangan.
3)    Tetapi tidak terjadi peperangan.

7.    Perang Safawan.
1)    Pada September 623 Masehi (RabiulAwal 2 Hijriah), Rasulullah dengan 70 sahabat mengejar Kurs bin Jabir dengan orang-orang Quraisy yang telah merampok hewan ternak di Madinah.
2)    Bendera perang berwarna putih bertulisan hitam: “La ilaha illallah Muhammadur Rasulullah” dipegang Ali bin Abi Thalib.
3)    Zaid bin Haritsah diangkat sebagai wakil di Madinah.
4)    Perampoknya tidak ditemukan.
5)    Perang ini disebut Perang Badar Ula (pertama).

8.    Perang Dzul Usyairah.
1)    Pada November-Desember 623 Masehi (Jumadil Ula-Jumadil Akhir 2 Hijriah), Rasulullah dengan 150 pasukan Muhajirin menghadang kafilah Quraisy yang menuju Syam.
2)    Abu Salamah Makhzumi diangkat sebagai wakil di Madinah.
3)    Bendera perang berwarna putih bertulisan hitam: “La ilaha illallah Muhammadur Rasulullah” dipegang Hamzah bin Abdul Munththalib.
4)    Rasulullah tiba di Dzul Usyairah, tetapi kafilah Quraisy sudah lewat beberapa hari sebelumnya.
5)    Kembalinya kafilah Quraisy ini yang nantinya menyebabkan terjadinya Perang Badar Kubra.

9.    Perang Nakhlah.
1)    Pada Januari 624 Masehi (Rajab 2 Hijriah), Rasulullah mengirim Abdullah bin Jahsy dengan 12 pasukan Muhajirin ke Nakhlah.
2)    Setiap 2 orang menaiki 1 unta.
3)    Rasulullah memberi surat tertutup, yang hanya boleh dibuka setelah 2 hari perjalanan.
4)    Setelah 2 hari, Abdullah bin Jahsy membuka surat Rasulullah, yang isinya perintah menyelidiki kafilah Quraisy.
5)    Abdullah bin Jahsy berkata,”Aku mendengar dan aku patuh.”
6)    Terjadi peperangan di Nakhlah, Amr bin Hadramy mati terkena anak panah.
7)    Amr bin Hadramy (orang Quraisy) adalah korban tewas pertama yang terbunuh oleh pasukan lslam.
8)    Terdapat 2 orang tawanan pertama yang ditangkap pasukan lslam.
9)    Dan pasukan lslam mendapat barang rampasan pertama dalam perang.
10) Rasulullah tidak berkenan umat lslam perang dalam bulan suci.
11) Rasulullah bersabda,”Aku tidak memerintah kalian berperang dalam bulan suci.”
12) Rasulullah tidak mau menerima barang rampasan dan tawanan tersebut.
13) Kaum musyrik menuduh umat lslam menghalalkan sesuatu yang diharamkan oleh Allah.
14) Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 217.

يَسْأَلُونَكَ عَنِ الشَّهْرِ الْحَرَامِ قِتَالٍ فِيهِ ۖ قُلْ قِتَالٌ فِيهِ كَبِيرٌ ۖ وَصَدٌّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ وَكُفْرٌ بِهِ وَالْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَإِخْرَاجُ أَهْلِهِ مِنْهُ أَكْبَرُ عِنْدَ اللَّهِ ۚ وَالْفِتْنَةُ أَكْبَرُ مِنَ الْقَتْلِ ۗ وَلَا يَزَالُونَ يُقَاتِلُونَكُمْ حَتَّىٰ يَرُدُّوكُمْ عَنْ دِينِكُمْ إِنِ اسْتَطَاعُوا ۚ وَمَنْ يَرْتَدِدْ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌ فَأُولَٰئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ۖ وَأُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. Katakan,"Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar; tetapi menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kafir kepada Allah, (menghalangi masuk) Masjidil Haram dan mengusir penduduknya dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) di sisi Allah. Dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh. Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barang siapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itu yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.

15) Ayat ini menjelaskan dosa orang-orang musyrik lebih besar daripada dosa yang dilakukan oleh orang-orang muslim.



Daftar Pustaka
1.    Syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfury. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
2.    Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2017.
3.    Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2017.
4.    Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2.
5.    Tafsirq.com online.

Monday, February 3, 2020

4408. PERGANTIAN ARAH KIBLAT


PERGANTIAN ARAH KIBLAT
Oleh: Drs. H. M. YusronHadi, M.M.
A.           Rasulullah berumur 54 tahun.
1.    Terjadi peristiwa pergantian kiblat salat.
1)    Senin, bulan Rajab tahun ke-2 Hijrah, waktu Zuhur turun wahyu Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 144 yang memerintahkan untuk menjadikan Kakbah di Masjidil Haram sebagai kiblat .

قَدْ نَرَىٰ تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاءِ ۖ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا ۚ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۚ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ ۗ وَإِنَّ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ لَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّهِمْ ۗ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُونَ

Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkanmu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkan mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkan mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidilharam itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.

2)    Masjid Qiblatain (Masjid 2 Kiblat) pada zaman dahulu dikenal dengan Masjid Bani Salamah, karena dibangun di atas tanah milik Bani Salamah.
3)    Pada permulaan Islam, umat Islam salat menghadap ke arah utara (berkiblat ke arah Masjidil Aqsa di Palestina), bukan ke arah Masjil Haram di Mekah.
4)    Kaum Yahudi mengolok-olok umat Islam, bahwa Nabi Muhammad membawa agama baru, tetapi kiblatnya sama dengan kiblat mereka, yaitu ke arah Rumah Suci di Yerusalem di Palestina.
5)    Nabi Muhammad bersama umat Islam salat menghadap kiblat ke arah Masjidil Aqsa (Baitul-Maqdis), di Palestina sekitar 16-17 bulan.
6)    Selama Nabi Muhammad berada di Mekah, beliau senang memilih posisi salat di selatan Kakbah.
7)    Rasulullah dapat salat menghadap ke arah utara (ke arah Masjidil Aqsa) di Palestina,  sekaligus menghadap ke arah Kakbah di Masjidil Haram, Mekah.
8)    Sewaktu tinggal di Madinah, Nabi Muhammad tidak dapat menghadap “dua kiblat” sekaligus.
9)    Posisi kota Madinah berada di utara Mekah, sedangkan posisi Mekah berada di selatan Madinah.
10) Waktu salat Asar, para sahabat masih salat di Masjid Qiblatain menghadap kiblat ke utara (ke Masjidil Aqsa/Baitul Maqdis) di Palestina.
11) Di tengah salat, terdapat seorang makmum masbuk (terlambat datang) yang berteriak bahwa Rasululah dan para sahabat di Masjid Nabawi salat menghadap ke aras selatan (ke Masjidil Haram) di Mekah.
12) Serentak imam dan para makmum berputar 180 derajat, mengubah arah kiblat dari utara (Masjidil Aqsa) di Palestina, ke selatan (Masjidil Haram) di Mekah.
13) Karena peristiwa tersebut, Masjid Bani Salamah dikenal dengan nama Masjid Qiblatain, yang  artinya “masjid 2 kiblat”.
14) Pergantian arah kiblat dalam salat menunjukkan salah satu bukti bahwa Nabi Muhammad dan umat Islam tidak menyembah Kakbah.
15) Kakbah adalah arah atau kiblat umat Islam menghadapkan wajahnya ketika melaksanakan salat, tetapi umat Islam tidak menyembah Kakbah, meskipun wajahnya menghadap Kakbah.
16) Umat Islam salat menghadap Kakbah karena diperintah oleh Allah sesuai surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 144.
17) Umat Islam seluruh dunia sewaktu salat dapat bersatu menghadapkan wajah ke satu titik, yaitu ke Kakbah di Mekah.


Daftar Pustaka
1.    Syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfury. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
2.    Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2017.
3.    Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2017.
4.    Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2.
5.    Tafsirq.com online.

4408. PERGANTIAN ARAH KIBLAT


PERGANTIAN ARAH KIBLAT
Oleh: Drs. H. M. YusronHadi, M.M.
A.           Rasulullah berumur 54 tahun.
1.    Terjadi peristiwa pergantian kiblat salat.
1)    Senin, bulan Rajab tahun ke-2 Hijrah, waktu Zuhur turun wahyu Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 144 yang memerintahkan untuk menjadikan Kakbah di Masjidil Haram sebagai kiblat .

قَدْ نَرَىٰ تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاءِ ۖ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا ۚ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۚ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ ۗ وَإِنَّ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ لَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّهِمْ ۗ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُونَ

Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkanmu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkan mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkan mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidilharam itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.

2)    Masjid Qiblatain (Masjid 2 Kiblat) pada zaman dahulu dikenal dengan Masjid Bani Salamah, karena dibangun di atas tanah milik Bani Salamah.
3)    Pada permulaan Islam, umat Islam salat menghadap ke arah utara (berkiblat ke arah Masjidil Aqsa di Palestina), bukan ke arah Masjil Haram di Mekah.
4)    Kaum Yahudi mengolok-olok umat Islam, bahwa Nabi Muhammad membawa agama baru, tetapi kiblatnya sama dengan kiblat mereka, yaitu ke arah Rumah Suci di Yerusalem di Palestina.
5)    Nabi Muhammad bersama umat Islam salat menghadap kiblat ke arah Masjidil Aqsa (Baitul-Maqdis), di Palestina sekitar 16-17 bulan.
6)    Selama Nabi Muhammad berada di Mekah, beliau senang memilih posisi salat di selatan Kakbah.
7)    Rasulullah dapat salat menghadap ke arah utara (ke arah Masjidil Aqsa) di Palestina,  sekaligus menghadap ke arah Kakbah di Masjidil Haram, Mekah.
8)    Sewaktu tinggal di Madinah, Nabi Muhammad tidak dapat menghadap “dua kiblat” sekaligus.
9)    Posisi kota Madinah berada di utara Mekah, sedangkan posisi Mekah berada di selatan Madinah.
10) Waktu salat Asar, para sahabat masih salat di Masjid Qiblatain menghadap kiblat ke utara (ke Masjidil Aqsa/Baitul Maqdis) di Palestina.
11) Di tengah salat, terdapat seorang makmum masbuk (terlambat datang) yang berteriak bahwa Rasululah dan para sahabat di Masjid Nabawi salat menghadap ke aras selatan (ke Masjidil Haram) di Mekah.
12) Serentak imam dan para makmum berputar 180 derajat, mengubah arah kiblat dari utara (Masjidil Aqsa) di Palestina, ke selatan (Masjidil Haram) di Mekah.
13) Karena peristiwa tersebut, Masjid Bani Salamah dikenal dengan nama Masjid Qiblatain, yang  artinya “masjid 2 kiblat”.
14) Pergantian arah kiblat dalam salat menunjukkan salah satu bukti bahwa Nabi Muhammad dan umat Islam tidak menyembah Kakbah.
15) Kakbah adalah arah atau kiblat umat Islam menghadapkan wajahnya ketika melaksanakan salat, tetapi umat Islam tidak menyembah Kakbah, meskipun wajahnya menghadap Kakbah.
16) Umat Islam salat menghadap Kakbah karena diperintah oleh Allah sesuai surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 144.
17) Umat Islam seluruh dunia sewaktu salat dapat bersatu menghadapkan wajah ke satu titik, yaitu ke Kakbah di Mekah.


Daftar Pustaka
1.    Syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfury. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
2.    Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2017.
3.    Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2017.
4.    Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2.
5.    Tafsirq.com online.

4408. PERGANTIAN ARAH KIBLAT


PERGANTIAN ARAH KIBLAT
Oleh: Drs. H. M. YusronHadi, M.M.
A.           Rasulullah berumur 54 tahun.
1.    Terjadi peristiwa pergantian kiblat salat.
1)    Senin, bulan Rajab tahun ke-2 Hijrah, waktu Zuhur turun wahyu Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 144 yang memerintahkan untuk menjadikan Kakbah di Masjidil Haram sebagai kiblat .

قَدْ نَرَىٰ تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاءِ ۖ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا ۚ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۚ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ ۗ وَإِنَّ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ لَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّهِمْ ۗ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُونَ

Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkanmu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkan mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkan mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidilharam itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.

2)    Masjid Qiblatain (Masjid 2 Kiblat) pada zaman dahulu dikenal dengan Masjid Bani Salamah, karena dibangun di atas tanah milik Bani Salamah.
3)    Pada permulaan Islam, umat Islam salat menghadap ke arah utara (berkiblat ke arah Masjidil Aqsa di Palestina), bukan ke arah Masjil Haram di Mekah.
4)    Kaum Yahudi mengolok-olok umat Islam, bahwa Nabi Muhammad membawa agama baru, tetapi kiblatnya sama dengan kiblat mereka, yaitu ke arah Rumah Suci di Yerusalem di Palestina.
5)    Nabi Muhammad bersama umat Islam salat menghadap kiblat ke arah Masjidil Aqsa (Baitul-Maqdis), di Palestina sekitar 16-17 bulan.
6)    Selama Nabi Muhammad berada di Mekah, beliau senang memilih posisi salat di selatan Kakbah.
7)    Rasulullah dapat salat menghadap ke arah utara (ke arah Masjidil Aqsa) di Palestina,  sekaligus menghadap ke arah Kakbah di Masjidil Haram, Mekah.
8)    Sewaktu tinggal di Madinah, Nabi Muhammad tidak dapat menghadap “dua kiblat” sekaligus.
9)    Posisi kota Madinah berada di utara Mekah, sedangkan posisi Mekah berada di selatan Madinah.
10) Waktu salat Asar, para sahabat masih salat di Masjid Qiblatain menghadap kiblat ke utara (ke Masjidil Aqsa/Baitul Maqdis) di Palestina.
11) Di tengah salat, terdapat seorang makmum masbuk (terlambat datang) yang berteriak bahwa Rasululah dan para sahabat di Masjid Nabawi salat menghadap ke aras selatan (ke Masjidil Haram) di Mekah.
12) Serentak imam dan para makmum berputar 180 derajat, mengubah arah kiblat dari utara (Masjidil Aqsa) di Palestina, ke selatan (Masjidil Haram) di Mekah.
13) Karena peristiwa tersebut, Masjid Bani Salamah dikenal dengan nama Masjid Qiblatain, yang  artinya “masjid 2 kiblat”.
14) Pergantian arah kiblat dalam salat menunjukkan salah satu bukti bahwa Nabi Muhammad dan umat Islam tidak menyembah Kakbah.
15) Kakbah adalah arah atau kiblat umat Islam menghadapkan wajahnya ketika melaksanakan salat, tetapi umat Islam tidak menyembah Kakbah, meskipun wajahnya menghadap Kakbah.
16) Umat Islam salat menghadap Kakbah karena diperintah oleh Allah sesuai surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 144.
17) Umat Islam seluruh dunia sewaktu salat dapat bersatu menghadapkan wajah ke satu titik, yaitu ke Kakbah di Mekah.


Daftar Pustaka
1.    Syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfury. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
2.    Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2017.
3.    Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2017.
4.    Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2.
5.    Tafsirq.com online.

4408. PERGANTIAN ARAH KIBLAT


PERGANTIAN ARAH KIBLAT
Oleh: Drs. H. M. YusronHadi, M.M.
A.           Rasulullah berumur 54 tahun.
1.    Terjadi peristiwa pergantian kiblat salat.
1)    Senin, bulan Rajab tahun ke-2 Hijrah, waktu Zuhur turun wahyu Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 144 yang memerintahkan untuk menjadikan Kakbah di Masjidil Haram sebagai kiblat .

قَدْ نَرَىٰ تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاءِ ۖ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا ۚ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۚ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ ۗ وَإِنَّ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ لَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّهِمْ ۗ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُونَ

Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkanmu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkan mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkan mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidilharam itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.

2)    Masjid Qiblatain (Masjid 2 Kiblat) pada zaman dahulu dikenal dengan Masjid Bani Salamah, karena dibangun di atas tanah milik Bani Salamah.
3)    Pada permulaan Islam, umat Islam salat menghadap ke arah utara (berkiblat ke arah Masjidil Aqsa di Palestina), bukan ke arah Masjil Haram di Mekah.
4)    Kaum Yahudi mengolok-olok umat Islam, bahwa Nabi Muhammad membawa agama baru, tetapi kiblatnya sama dengan kiblat mereka, yaitu ke arah Rumah Suci di Yerusalem di Palestina.
5)    Nabi Muhammad bersama umat Islam salat menghadap kiblat ke arah Masjidil Aqsa (Baitul-Maqdis), di Palestina sekitar 16-17 bulan.
6)    Selama Nabi Muhammad berada di Mekah, beliau senang memilih posisi salat di selatan Kakbah.
7)    Rasulullah dapat salat menghadap ke arah utara (ke arah Masjidil Aqsa) di Palestina,  sekaligus menghadap ke arah Kakbah di Masjidil Haram, Mekah.
8)    Sewaktu tinggal di Madinah, Nabi Muhammad tidak dapat menghadap “dua kiblat” sekaligus.
9)    Posisi kota Madinah berada di utara Mekah, sedangkan posisi Mekah berada di selatan Madinah.
10) Waktu salat Asar, para sahabat masih salat di Masjid Qiblatain menghadap kiblat ke utara (ke Masjidil Aqsa/Baitul Maqdis) di Palestina.
11) Di tengah salat, terdapat seorang makmum masbuk (terlambat datang) yang berteriak bahwa Rasululah dan para sahabat di Masjid Nabawi salat menghadap ke aras selatan (ke Masjidil Haram) di Mekah.
12) Serentak imam dan para makmum berputar 180 derajat, mengubah arah kiblat dari utara (Masjidil Aqsa) di Palestina, ke selatan (Masjidil Haram) di Mekah.
13) Karena peristiwa tersebut, Masjid Bani Salamah dikenal dengan nama Masjid Qiblatain, yang  artinya “masjid 2 kiblat”.
14) Pergantian arah kiblat dalam salat menunjukkan salah satu bukti bahwa Nabi Muhammad dan umat Islam tidak menyembah Kakbah.
15) Kakbah adalah arah atau kiblat umat Islam menghadapkan wajahnya ketika melaksanakan salat, tetapi umat Islam tidak menyembah Kakbah, meskipun wajahnya menghadap Kakbah.
16) Umat Islam salat menghadap Kakbah karena diperintah oleh Allah sesuai surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 144.
17) Umat Islam seluruh dunia sewaktu salat dapat bersatu menghadapkan wajah ke satu titik, yaitu ke Kakbah di Mekah.


Daftar Pustaka
1.    Syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfury. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
2.    Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2017.
3.    Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2017.
4.    Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2.
5.    Tafsirq.com online.