Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Monday, February 3, 2020

4407. SEJARAH NABI MUHAMMAD (16)


SEJARAH NABI MUHAMMAD
(Seri ke-16)
Oleh: Drs. H. M. YusronHadi, M.M.
A.           Rasulullah berumur 54 tahun.
1.    Terjadi peristiwa pergantian kiblat salat.
1)    Senin, bulan Rajab tahun ke-2 Hijrah, waktu Zuhur turun wahyu Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 144 yang memerintahkan untuk menjadikan Kakbah di Masjidil Haram sebagai kiblat .

قَدْ نَرَىٰ تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاءِ ۖ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا ۚ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۚ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ ۗ وَإِنَّ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ لَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّهِمْ ۗ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُونَ

Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkanmu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkan mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkan mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidilharam itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.

2)    Masjid Qiblatain (Masjid 2 Kiblat) pada zaman dahulu dikenal dengan Masjid Bani Salamah, karena dibangun di atas tanah milik Bani Salamah.
3)    Pada permulaan Islam, umat Islam salat menghadap ke arah utara (berkiblat ke arah Masjidil Aqsa di Palestina), bukan ke arah Masjil Haram di Mekah.
4)    Kaum Yahudi mengolok-olok umat Islam, bahwa Nabi Muhammad membawa agama baru, tetapi kiblatnya sama dengan kiblat mereka, yaitu ke arah Rumah Suci di Yerusalem di Palestina.
5)    Nabi Muhammad bersama umat Islam salat menghadap kiblat ke arah Masjidil Aqsa (Baitul-Maqdis), di Palestina sekitar 16-17 bulan.
6)    Selama Nabi Muhammad berada di Mekah, beliau senang memilih posisi salat di selatan Kakbah.
7)    Rasulullah dapat salat menghadap ke arah utara (ke arah Masjidil Aqsa) di Palestina,  sekaligus menghadap ke arah Kakbah di Masjidil Haram, Mekah.
8)    Sewaktu tinggal di Madinah, Nabi Muhammad tidak dapat menghadap “dua kiblat” sekaligus.
9)    Posisi kota Madinah berada di utara Mekah, sedangkan posisi Mekah berada di selatan Madinah.
10) Waktu salat Asar, para sahabat masih salat di Masjid Qiblatain menghadap kiblat ke utara (ke Masjidil Aqsa/Baitul Maqdis) di Palestina.
11) Di tengah salat, terdapat seorang makmum masbuk (terlambat datang) yang berteriak bahwa Rasululah dan para sahabat di Masjid Nabawi salat menghadap ke aras selatan (ke Masjidil Haram) di Mekah.
12) Serentak imam dan para makmum berputar 180 derajat, mengubah arah kiblat dari utara (Masjidil Aqsa) di Palestina, ke selatan (Masjidil Haram) di Mekah.
13) Karena peristiwa tersebut, Masjid Bani Salamah dikenal dengan nama Masjid Qiblatain, yang  artinya “masjid 2 kiblat”.
14) Pergantian arah kiblat dalam salat menunjukkan salah satu bukti bahwa Nabi Muhammad dan umat Islam tidak menyembah Kakbah.
15) Kakbah adalah arah atau kiblat umat Islam menghadapkan wajahnya ketika melaksanakan salat, tetapi umat Islam tidak menyembah Kakbah, meskipun wajahnya menghadap Kakbah.
16) Umat Islam salat menghadap Kakbah karena diperintah oleh Allah sesuai surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 144.
17) Umat Islam seluruh dunia sewaktu salat dapat bersatu menghadapkan wajah ke satu titik, yaitu ke Kakbah di Mekah.


Daftar Pustaka
1.    Syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfury. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
2.    Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2017.
3.    Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2017.
4.    Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2.
5.    Tafsirq.com online.

4407.SEJARAH NABI MUHAMMAD (16)


SEJARAH NABI MUHAMMAD
(Seri ke-16)
Oleh: Drs. H. M. YusronHadi, M.M.
A.           Rasulullah berumur 54 tahun.
1.    Terjadi peristiwa pergantian kiblat salat.
1)    Senin, bulan Rajab tahun ke-2 Hijrah, waktu Zuhur turun wahyu Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 144 yang memerintahkan untuk menjadikan Kakbah di Masjidil Haram sebagai kiblat .

قَدْ نَرَىٰ تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاءِ ۖ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا ۚ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۚ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ ۗ وَإِنَّ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ لَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّهِمْ ۗ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُونَ

Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkanmu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkan mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkan mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidilharam itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.

2)    Masjid Qiblatain (Masjid 2 Kiblat) pada zaman dahulu dikenal dengan Masjid Bani Salamah, karena dibangun di atas tanah milik Bani Salamah.
3)    Pada permulaan Islam, umat Islam salat menghadap ke arah utara (berkiblat ke arah Masjidil Aqsa di Palestina), bukan ke arah Masjil Haram di Mekah.
4)    Kaum Yahudi mengolok-olok umat Islam, bahwa Nabi Muhammad membawa agama baru, tetapi kiblatnya sama dengan kiblat mereka, yaitu ke arah Rumah Suci di Yerusalem di Palestina.
5)    Nabi Muhammad bersama umat Islam salat menghadap kiblat ke arah Masjidil Aqsa (Baitul-Maqdis), di Palestina sekitar 16-17 bulan.
6)    Selama Nabi Muhammad berada di Mekah, beliau senang memilih posisi salat di selatan Kakbah.
7)    Rasulullah dapat salat menghadap ke arah utara (ke arah Masjidil Aqsa) di Palestina,  sekaligus menghadap ke arah Kakbah di Masjidil Haram, Mekah.
8)    Sewaktu tinggal di Madinah, Nabi Muhammad tidak dapat menghadap “dua kiblat” sekaligus.
9)    Posisi kota Madinah berada di utara Mekah, sedangkan posisi Mekah berada di selatan Madinah.
10) Waktu salat Asar, para sahabat masih salat di Masjid Qiblatain menghadap kiblat ke utara (ke Masjidil Aqsa/Baitul Maqdis) di Palestina.
11) Di tengah salat, terdapat seorang makmum masbuk (terlambat datang) yang berteriak bahwa Rasululah dan para sahabat di Masjid Nabawi salat menghadap ke aras selatan (ke Masjidil Haram) di Mekah.
12) Serentak imam dan para makmum berputar 180 derajat, mengubah arah kiblat dari utara (Masjidil Aqsa) di Palestina, ke selatan (Masjidil Haram) di Mekah.
13) Karena peristiwa tersebut, Masjid Bani Salamah dikenal dengan nama Masjid Qiblatain, yang  artinya “masjid 2 kiblat”.
14) Pergantian arah kiblat dalam salat menunjukkan salah satu bukti bahwa Nabi Muhammad dan umat Islam tidak menyembah Kakbah.
15) Kakbah adalah arah atau kiblat umat Islam menghadapkan wajahnya ketika melaksanakan salat, tetapi umat Islam tidak menyembah Kakbah, meskipun wajahnya menghadap Kakbah.
16) Umat Islam salat menghadap Kakbah karena diperintah oleh Allah sesuai surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 144.
17) Umat Islam seluruh dunia sewaktu salat dapat bersatu menghadapkan wajah ke satu titik, yaitu ke Kakbah di Mekah.


Daftar Pustaka
1.    Syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfury. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
2.    Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2017.
3.    Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2017.
4.    Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2.
5.    Tafsirq.com online.

4407. SEJARAH NABI MUHAMMAD (16)


SEJARAH NABI MUHAMMAD
(Seri ke-16)
Oleh: Drs. H. M. YusronHadi, M.M.
A.           Rasulullah berumur 54 tahun.
1.    Terjadi peristiwa pergantian kiblat salat.
1)    Senin, bulan Rajab tahun ke-2 Hijrah, waktu Zuhur turun wahyu Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 144 yang memerintahkan untuk menjadikan Kakbah di Masjidil Haram sebagai kiblat .

قَدْ نَرَىٰ تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاءِ ۖ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا ۚ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۚ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ ۗ وَإِنَّ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ لَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّهِمْ ۗ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُونَ

Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkanmu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkan mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkan mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidilharam itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.

2)    Masjid Qiblatain (Masjid 2 Kiblat) pada zaman dahulu dikenal dengan Masjid Bani Salamah, karena dibangun di atas tanah milik Bani Salamah.
3)    Pada permulaan Islam, umat Islam salat menghadap ke arah utara (berkiblat ke arah Masjidil Aqsa di Palestina), bukan ke arah Masjil Haram di Mekah.
4)    Kaum Yahudi mengolok-olok umat Islam, bahwa Nabi Muhammad membawa agama baru, tetapi kiblatnya sama dengan kiblat mereka, yaitu ke arah Rumah Suci di Yerusalem di Palestina.
5)    Nabi Muhammad bersama umat Islam salat menghadap kiblat ke arah Masjidil Aqsa (Baitul-Maqdis), di Palestina sekitar 16-17 bulan.
6)    Selama Nabi Muhammad berada di Mekah, beliau senang memilih posisi salat di selatan Kakbah.
7)    Rasulullah dapat salat menghadap ke arah utara (ke arah Masjidil Aqsa) di Palestina,  sekaligus menghadap ke arah Kakbah di Masjidil Haram, Mekah.
8)    Sewaktu tinggal di Madinah, Nabi Muhammad tidak dapat menghadap “dua kiblat” sekaligus.
9)    Posisi kota Madinah berada di utara Mekah, sedangkan posisi Mekah berada di selatan Madinah.
10) Waktu salat Asar, para sahabat masih salat di Masjid Qiblatain menghadap kiblat ke utara (ke Masjidil Aqsa/Baitul Maqdis) di Palestina.
11) Di tengah salat, terdapat seorang makmum masbuk (terlambat datang) yang berteriak bahwa Rasululah dan para sahabat di Masjid Nabawi salat menghadap ke aras selatan (ke Masjidil Haram) di Mekah.
12) Serentak imam dan para makmum berputar 180 derajat, mengubah arah kiblat dari utara (Masjidil Aqsa) di Palestina, ke selatan (Masjidil Haram) di Mekah.
13) Karena peristiwa tersebut, Masjid Bani Salamah dikenal dengan nama Masjid Qiblatain, yang  artinya “masjid 2 kiblat”.
14) Pergantian arah kiblat dalam salat menunjukkan salah satu bukti bahwa Nabi Muhammad dan umat Islam tidak menyembah Kakbah.
15) Kakbah adalah arah atau kiblat umat Islam menghadapkan wajahnya ketika melaksanakan salat, tetapi umat Islam tidak menyembah Kakbah, meskipun wajahnya menghadap Kakbah.
16) Umat Islam salat menghadap Kakbah karena diperintah oleh Allah sesuai surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 144.
17) Umat Islam seluruh dunia sewaktu salat dapat bersatu menghadapkan wajah ke satu titik, yaitu ke Kakbah di Mekah.


Daftar Pustaka
1.    Syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfury. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
2.    Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2017.
3.    Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2017.
4.    Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2.
5.    Tafsirq.com online.

4406. RASUL DIIZINKAN PERANG


RASUL DIIZINKAN PERANG
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

A.           Rasulullah berumur 54 tahun.
1.    Allah mengizinkan Rasulullah untuk berperang melawan kaum yang memerangi beliau.
1)    Al-Qurah surah Al-Haj (surah ke-22) ayat 39.

أُذِنَ لِلَّذِينَ يُقَاتَلُونَ بِأَنَّهُمْ ظُلِمُوا ۚ وَإِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ نَصْرِهِمْ لَقَدِيرٌ
Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu.

2)    Rasulullah telah mempererat ikatan persaudaraan sesama muslim dengan menghilangkan fanatisme kebanggaan kesukuan dan kabilah, semuanya wajib bersatu hanya mencintai Allah dan Rasulullah.
3)    Rasulullah telah mengikat perjanjian dengan kaum Yahudi untuk bersatu melawan musuh dari luar Madinah.
4)    Rasulullah mengikat perjanjian kerja sama dan tidak saling menyerang dengan beberapa kabilah dalam jalur perdagangan.
5)    Setelah izin berperang turun untuk melawan kaum yang memerangi, maka Rasulullah memulai kegiatan militer.
6)    Rasulullah mengirim beberapa kelompok secara rutin untuk memeriksa jalur perdagangan.
7)    Rasulullah mengirim mata-mata ke segenap penjuru untuk menunjukkan kekuatan, dengan harapan kaum Quraisy batal menyerang Madinah.

2.    Rasulullah mengirim Hamzah bin Abdul Munththalib menghadang kafilah Quraisy yang kembali dari Syam.
1)    Bendera perang ke-1 Rasulullah berwarna putih bertulisan hitam: “La ilaha illallah Muhammadur Rasulullah” dipegang oleh Martad Kannaz bin Hishn.
2)    Hamzah bin Abdul Munththalib membawa 30 pasukan Muhajirin berhadapan dengan Abu Jahal bersama rombongan 300 orang.
3)    Majdy bin Amr adalah sekutu kedua pihak dan melerai mereka, sehingga batal berperang.

3.    Rasulullah mengirim Ubaidah bin Harist menghadang kafilah Quraisy di lembah Rabigh.
1)    Bendera perang Rasulullah juga berwarna putih bertulisan hitam: “La ilaha illallah Muhammadur Rasulullah” dipegang oleh Misthah bin Utsatsah.
2)    Ubaidah bin Harist dengan 60 Muhajirin berpapasan dengan Abu Sufyan bersama 200 orang di lembah Rabigh.
3)    Kedua pihak sudah melepaskan anak panah, tetapi tidak sampai berperang.
4)    Dalam peristiwa itu, 2 orang anggota pasukan Quraisy, yaitu Miqdad bin Amr dan Utbah bin Ghazwan masuk lslam.

4.    Rasulullah mengirim 6 pasukan lagi ke tempat yang berbeda untuk memerangi kaum Quraisy.
1)    Al-Qurah surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 190.

وَقَاتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ

Dan perangi di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.

2)    Al-Qurah surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 191.

وَاقْتُلُوهُمْ حَيْثُ ثَقِفْتُمُوهُمْ وَأَخْرِجُوهُمْ مِنْ حَيْثُ أَخْرَجُوكُمْ ۚ وَالْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ ۚ وَلَا تُقَاتِلُوهُمْ عِنْدَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ حَتَّىٰ يُقَاتِلُوكُمْ فِيهِ ۖ فَإِنْ قَاتَلُوكُمْ فَاقْتُلُوهُمْ ۗ كَذَٰلِكَ جَزَاءُ الْكَافِرِينَ

Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usir mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikian balasan bagi orang-orang kafir.

3)    Al-Qurah surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 192.

فَإِنِ انْتَهَوْا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Kemudian jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

4)    Al-Qurah surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 193.

وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّىٰ لَا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ لِلَّهِ ۖ فَإِنِ انْتَهَوْا فَلَا عُدْوَانَ إِلَّا عَلَى الظَّالِمِينَ

Dan perangi mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim.



Daftar Pustaka
1.    Syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfury. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
2.    Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2017.
3.    Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2017.
4.    Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2.
5.    Tafsirq.com online.

4406. RASUL DIIZINKAN PERANG


RASUL DIIZINKAN PERANG
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

A.           Rasulullah berumur 54 tahun.
1.    Allah mengizinkan Rasulullah untuk berperang melawan kaum yang memerangi beliau.
1)    Al-Qurah surah Al-Haj (surah ke-22) ayat 39.

أُذِنَ لِلَّذِينَ يُقَاتَلُونَ بِأَنَّهُمْ ظُلِمُوا ۚ وَإِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ نَصْرِهِمْ لَقَدِيرٌ
Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu.

2)    Rasulullah telah mempererat ikatan persaudaraan sesama muslim dengan menghilangkan fanatisme kebanggaan kesukuan dan kabilah, semuanya wajib bersatu hanya mencintai Allah dan Rasulullah.
3)    Rasulullah telah mengikat perjanjian dengan kaum Yahudi untuk bersatu melawan musuh dari luar Madinah.
4)    Rasulullah mengikat perjanjian kerja sama dan tidak saling menyerang dengan beberapa kabilah dalam jalur perdagangan.
5)    Setelah izin berperang turun untuk melawan kaum yang memerangi, maka Rasulullah memulai kegiatan militer.
6)    Rasulullah mengirim beberapa kelompok secara rutin untuk memeriksa jalur perdagangan.
7)    Rasulullah mengirim mata-mata ke segenap penjuru untuk menunjukkan kekuatan, dengan harapan kaum Quraisy batal menyerang Madinah.

2.    Rasulullah mengirim Hamzah bin Abdul Munththalib menghadang kafilah Quraisy yang kembali dari Syam.
1)    Bendera perang ke-1 Rasulullah berwarna putih bertulisan hitam: “La ilaha illallah Muhammadur Rasulullah” dipegang oleh Martad Kannaz bin Hishn.
2)    Hamzah bin Abdul Munththalib membawa 30 pasukan Muhajirin berhadapan dengan Abu Jahal bersama rombongan 300 orang.
3)    Majdy bin Amr adalah sekutu kedua pihak dan melerai mereka, sehingga batal berperang.

3.    Rasulullah mengirim Ubaidah bin Harist menghadang kafilah Quraisy di lembah Rabigh.
1)    Bendera perang Rasulullah juga berwarna putih bertulisan hitam: “La ilaha illallah Muhammadur Rasulullah” dipegang oleh Misthah bin Utsatsah.
2)    Ubaidah bin Harist dengan 60 Muhajirin berpapasan dengan Abu Sufyan bersama 200 orang di lembah Rabigh.
3)    Kedua pihak sudah melepaskan anak panah, tetapi tidak sampai berperang.
4)    Dalam peristiwa itu, 2 orang anggota pasukan Quraisy, yaitu Miqdad bin Amr dan Utbah bin Ghazwan masuk lslam.

4.    Rasulullah mengirim 6 pasukan lagi ke tempat yang berbeda untuk memerangi kaum Quraisy.
1)    Al-Qurah surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 190.

وَقَاتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ

Dan perangi di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.

2)    Al-Qurah surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 191.

وَاقْتُلُوهُمْ حَيْثُ ثَقِفْتُمُوهُمْ وَأَخْرِجُوهُمْ مِنْ حَيْثُ أَخْرَجُوكُمْ ۚ وَالْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ ۚ وَلَا تُقَاتِلُوهُمْ عِنْدَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ حَتَّىٰ يُقَاتِلُوكُمْ فِيهِ ۖ فَإِنْ قَاتَلُوكُمْ فَاقْتُلُوهُمْ ۗ كَذَٰلِكَ جَزَاءُ الْكَافِرِينَ

Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usir mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikian balasan bagi orang-orang kafir.

3)    Al-Qurah surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 192.

فَإِنِ انْتَهَوْا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Kemudian jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

4)    Al-Qurah surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 193.

وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّىٰ لَا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ لِلَّهِ ۖ فَإِنِ انْتَهَوْا فَلَا عُدْوَانَ إِلَّا عَلَى الظَّالِمِينَ

Dan perangi mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim.



Daftar Pustaka
1.    Syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfury. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
2.    Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2017.
3.    Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2017.
4.    Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2.
5.    Tafsirq.com online.