Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Monday, October 5, 2020

5692. HIDUP DI DUNIA SEPERTI MUSAFIR


 

HIDUP DI DUNIA SEPERTI MUSAFIR

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

 

1.  Nabi Muhammad bersabda,”Perlakukan hidup kalian di dunia ini bagaikan seorang musafir dalam perjalanan”.

 

2.  Artinya “Kalian boleh berteduh sejenak di bawah pohon rindang, tetapi ingat perjalanan masih jauh, sehingga bekal harus dipersiapkan dengan lengkap dan baik”.

 

 

3.  Seseorang bertanya kepada Nabi Muhammad tentang akhir masa pergantian malam dan siang.

 

4.  Nabi Muhammad bersabda,”Bekal apa yang engkau persiapkan?”

 

 

5.  Perjalanan yang harus ditempuh manusia dalam hidup ini sungguh panjang, sehingga harus membawa bekal yang baik, lengkap dan sebanyak banyak.

 

6.  Dari peristiwa hijrah Nabi Muhammad dari Mekah ke Madinah sebagai awal penanggalan Islam, ditemukan bekal hidup manusia paling utama adalah akidah.

 

 

7.  Peristiwa hijrah menggambarkan perjuangan menyelamatkan akidah, serta masa depan yang harus dihadapi dengan perjuangan dan sikap optimis

 

8.  Hijrah adalah perjuangan yang sikap optimis melawan sikap pesimis.

 

 

9.  Optimis adalah orang yang selalu berpandangan baik dalam menghadapi segala hal.

 

10.      Pesimis bisa diartikan “orang yang bersikap tidak punya harapan baik (khawatir kalah, rugi, celaka, dan sebagainya)”, atau “orang yang mudah putus harapan”.

 

11.      Al-Quran surah At-Taubah (surah ke-9) ayat 40.

 

 

      إِلَّا تَنْصُرُوهُ فَقَدْ نَصَرَهُ اللَّهُ إِذْ أَخْرَجَهُ الَّذِينَ كَفَرُوا ثَانِيَ اثْنَيْنِ إِذْ هُمَا فِي الْغَارِ إِذْ يَقُولُ لِصَاحِبِهِ لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا ۖ فَأَنْزَلَ اللَّهُ سَكِينَتَهُ عَلَيْهِ وَأَيَّدَهُ بِجُنُودٍ لَمْ تَرَوْهَا وَجَعَلَ كَلِمَةَ الَّذِينَ كَفَرُوا السُّفْلَىٰ ۗ وَكَلِمَةُ اللَّهِ هِيَ الْعُلْيَا ۗ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

 

     Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah), sedangkan dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada temannya,”Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita.” Maka Allah menurunkan ketenangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Allah menjadikan seruan orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

 

12.       Akidah (kepercayaan dasar atau keyakinan pokok) dan tingkat kepatuhan seseorang terhadap agama diukur ketika terjadi krisis, bukan diukur pada saat sukses dan berhasil.

 

13.      Semua orang akan memeluk satu akidah apabila terlihat sukses, tetapi sebaliknya belum tentu demikian, jika dia mengalami penderitaan.

 

 

14.      Sebagian umat Islam, sejak pertengahan abad ke-19 Masehi, merasa kehilangan kepercayaan diri dan minder melihat kemajuan pihak lain.

 

15.      Sebagai kompensasi (misalnya dalam bidang tafsir), muncul pernyataan setiap ada penemuan baru, cepat-cepat diklaim penemuan itu sudah dibicarakan oleh Al-Quran.

 

 

16.      Khalifah Umar bin Khattab tidak memilih tahun kelahiran atau kemenangan umat bagi penanggalan Islam, tetapi yang dipilihnya adalah peristiwa hijrah Nabi Muhammad dari Mekah ke Madinah.

 

17.      Peristiwa hijrah adalah suatu peristiwa perjuangan dan sikap optimis.

 

 

18.      Agar setiap umat Islam, ketika membuka lembaran kalender dan menyongsong hari esok, dapat menyongsongnya dengan perjuangan dan sikap optimis.

 

 

Daftar Pustaka

1.  Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.   

2.  Shihab, M. Quraish Shihab. Wawasan Al-Quran. Tafsir Maudhui atas Perbagai Persoalan Umat. Penerbit Mizan, 2009.

3.  Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.

4.  Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

5.  Tafsirq.com online

 

5691. PERIODE DAKWAH RASULULLAH


 

PERIODE DAKWAH RASULULLAH

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

 

 

A.  Periode dakwah Nabi Muhammad.

 

1.  Periode dakwah Nabi Muhammad menyebarkan agama Islam dalam 2 periode.

 

1)  Periode Mekah. Yang berjalan sekitar 13 tahun, ketika Nabi Muhammad umur 40 - 53 tahun.

 

2)  Periode Madinah. Yang berjalan sekitar 10 tahun, ketika Nabi Muhammad umur 53 - 63 tahun

 

2.  Periode Mekah dibagi dalam 3 tahap.

 

1)  Nabi Muhammad dakwah sembunyi selama 3 tahun, ketika beliau berumur 40 - 43 tahun.

 

2)  Dakwah terang-terangan di Mekah selama 7 tahun, ketika Nabi umur 44 - 50 tahun.

 

3)  Dakwah terang-terangan di luar kota Mekah selama 3 tahun, ketika Nabi umur 50 tahun sampai hijrah ke Madinah umur 53 tahun.

 

 

B.  Dakwah tahap ke-1.

 

1.  Nabi Muhammad dakwah sembunyi selama 3 tahun, ketika beliau umur 40 - 43 tahun.

 

3.  Rasulullah menampakkan Islam  kepada orang paling dekat, anggota keluarga dan sahabat karib beliau.

 

4.  Nabi Muhammad menyeru kepada Islam, karena beliau kenal baik dengan mereka dan mereka pun kenal baik dengan sifat dan perilaku Rasulullah.

 

 

5.  Dalam sejarah Islam, mereka disebut “assabiqunal awwalun” (orang-orang terdahulu dan pertama masuk Islam), yang dijamin masuk surga selamanya.

 

6.  Kelompok awal masuk Islam pada hari pertama dakwah:

 

 

1)  Khadijah (istri Rasulullah).

2)  Zaid bin Haritsah (pembantu beliau).

 

3)  Ali bin Abi Thalib (putra paman beliau).

4)  Abu Bakar Sidik (sahabat beliau).

 

7.  Setelah itu, banyak orang dim-diam masuk Islam secara, pria dan wanita, sehingga nama Islam menyebar di Mekah dan banyak orang membicarakannya.

 

 

8.  Rasulullah menemui mereka tersembunyi, perorangan, dan mengajar agama Islam secara kucing-kucingan.

 

9.  Wahyu dari Allah diturunkan kepada Nabi Muhammad melalui malaikat Jibril sedikit demi sedikit, ayat dan potongan surah turun pendek-pendek.

 

 

10.      Berisi penggalan kata indah menawan dan sentuhan lembut, tentang sanjungan mensucikan jiwa dan celaan mengotorinya, berisi ciri-ciri surga dan neraka yang seakan-akan tampak nyata di depan mereka.

 

 

11.      Di antara wahyu awal yang turun adalah perintah  mengerjakan salat.

 

12.      Muqatil bin Sulaiman berkata,”Allah mewajibkan salat 2 rakaat pada pagi hari dan 2 rakaat pada petang hari”.

 

 

13.      Al-Quran surah Al-Mukmin (surah ke-40) ayat 55.

 

فَاصْبِرْ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ بِالْعَشِيِّ وَالْإِبْكَارِ

 

 

     Maka bersabarlah kamu, karena sesungguhnya janji Allah itu benar, dan mohonlah ampunan untuk dosamu dan bertasbihlah seraya memuji Tuhanmu pada waktu petang dan pagi.

 

 

14.      Zaid bin Haritsah berkata bahwa pada awal Islam malaikat Jibril mendatangi Rasulullah mengajar cara berwudu.

 

15.      Ibnu Hisyam menyebutkan Rasulullah dan para sahabat pergi ke tempat terpencil untuk mengerjakan salat agar tidak diketahui oleh kaumnya.

 

16.      Orang-orang Quraisy sudah mendengar dakwah Nabi Muhammad yang dilakukan secara tersembunyi, tetapi mereka tidak mempedulikannya.

 

 

17.      Pemimpin Quraisy mengganggap dakwah Nabi Muhammad seperti yang dilakukan oleh orang lain yang peduli terhadap urusan agama, sehingga mereka membiarkannya.

 

18.      Selama 3 tahun dakwah tersembunyi, mulai terbentuk kelompok persaudaraan umat Islam yang saling berhubungan, hingga turun wahyu yang mengharuskan Rasulullah berdakwah secara terbuka.

 

 

19.      Al-Quran surah Asy-Syuara (surah ke-26) ayat 214.

 

      وَأَنْذِرْ عَشِيرَتَكَ الْأَقْرَبِينَ

 

     Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat,

 

 

C. Dakwah tahap ke-2.

 

1.  Tahap dakwah terang-terangan di tengah masyarakat Mekah selama 7 tahun, ketika Nabi Muhammad umur 44 - 50 tahun.

 

 

D. Dakwah tahap ke-3.

 

1.  Tahap dakwah terang-terangan di luar kota Mekah dan sekitarnya selama 3 tahun, ketika Nabi Muhammad umur 50 tahun sampai hijrah ke Madinah umur 53 tahun.

 

 

Daftar Pustaka

1.  Syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfury. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.

2.  Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.

3.  Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004

4.  Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

5.  Tafsirq.com online.

 

 

 

Sunday, October 4, 2020

5690. NABI ISA DALAM AL-QURAN


 

NABI ISA DALAM AL-QURAN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

 

A.  Nabi Isa (Yesus Kristus) dalam Al-Quran.

 

1.  Secara umum, orang berpendapat tahun ke-1 kalender Masehi adalah pada tahun kelahiran Nabi Isa Al-Masih.

 

2.  Hal itu dikenal oleh bangsa Eropa sejak tahun 532 Masehi.

 

 

3.  Tetapi ada agamawan dan sejarawan yang menolaknya, dengan alasan dalam Perjanjian Baru dinyatakan Nabi Isa Al-Masih lahir pada zaman pemerintahan Herodes.

 

4.  Herodes dinyatakan meninggal 4 tahun sebelum tahun pertama kalender Masehi.

 

 

5.  Tanggal 25 Desember sebagai hari kelahiran Nabi Isa juga diragukan oleh sebagian ahli dengan berbagai alasan.

 

6.  Tetapi yang aneh sebagian ahli meragukan Nabi Isa benar-benar pernah lahir di dunia ini.

 

 

7.  Sejak abad ke-18 muncul sekelompok ahli yang beranggapan bahwa Nabi Isa adalah tokoh fiktif.

 

8.  Bahkan semua Nabi dan rasul dianggapnya sebagai tokoh fiktif yang tidak pernah ada wujudnya, kecuali Nabi Muhammad yang benar-benar pernah lahir di bumi.

 

 

9.  Sebagian ahli berpendapat Nabi Isa tidak pernah disebut dalam sejarah periode masa kelahirannya.

 

10.       Dan menganggap kisah hidup Nabi Isa sama dengan kisah khayalan tokoh fiktif yang banyak dikenal sebelumnya.

 

11.      Umat Islam sangat yakin Nabi Isa dan Nabi Muhammad pernah lahir dan menginjakkan kaki di bumi ini, meskipun berbeda pendapat tentang tanggal kelahirannya.

 

 

12.      Para ulama sepakat kehadiran Nabi Isa dan Nabi Muhammad di dunia untuk kepentingan umat manusia, karena keduanya mengaku sebagai anak manusia yang berulang ditemukan dalam Perjanjian Baru dan Al-Quran bahwa keduanya membawa rahmat dari Allah untuk manusia.

 

13.      Nabi Isa bersabda,”Aku datang untuk membebaskan bumi”.

 

 

14.      Nabi Muhammad bersabda,”Aku adalah rahmat bagi seluruh alam semesta.”

 

15.      Nabi Isa dan Nabi Muhammad datang membela pihak yang lemah dan miskin, membebaskan pihak yang tertindas, serta membantu pihak yang membutuhkan.

 

 

16.      Nabi Isa bersabda kepada orang yang telah melaksanakan perintah Tuhan dengan tidak membunuh, tidak berzina, dan tidak mencuri.

 

17.      “Ada satu hal yang belum kamu lakukan, yaitu pergilah dan jual barangmu dan berikan kepada fakir miskin.

18.      Siapa yang punya makanan, hendaklah ia memberi kepada orang yang tidak punya.

 

19.      Siapa yang punya 2 baju hendaklah ia memberi kepada orang yang tidak memilikinya.”

 

 

20.      Nabi Muhammad bersabda.

 

21.      “Carilah aku di tengah-tengah umat yang lemah.

 

 

22.      Kamu mendapatkan rezeki dari orang-orang yang lemah, mereka adalah saudaramu, berilah mereka makanan seperti yang kamu makan, dan berilah baju seperti yang kamu pakai.”

 

23.      Nabi Isa dan Nabi Muhammad saling bergandengan tangan.

 

 

24.      Semua umatnya diharapkan juga saling bergandengan tangan.

 

25.      Terlepas, apakah 25 Desember adalah hari lahir Nabi Isa.

 

 

26.      Tetapi umat Islam dianjurkan untuk mengucapkan doa untuk beliau berdua.

 

27.      Al-Quran surah Maryam (surah ke-19) ayat 33 menyatakan salam sejahtera untuk Nabi Isa.

 

   وَالسَّلَامُ عَلَيَّ يَوْمَ وُلِدْتُ وَيَوْمَ أَمُوتُ وَيَوْمَ أُبْعَثُ حَيًّا

 

     Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali.

 

 

28.      Al-Quran surah Al-Ahzab (surah ke-33) ayat 56.

 

      إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

 

     Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya berselawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, berselawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkan salam penghormatan kepadanya.

 

 

29.      Allah berselawat untuk Nabi artinya Allah memberi rahmat dan rida kepada Nabi.

 

30.      Malaikat berselawat untuk Nabi artinya malaikat mendoakan dan mohon ampunan untuk Nabi.

 

 

31.      Umat Islam berselawat untuk Nabi artinya umat Islam mendoakan Nabi sekaligus  mohon agar mendapat anugerah dari selawatnya untuk umat Islam sendiri.

 

 

Daftar Pustaka

1.  Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.   

2.  Shihab, M. Quraish Shihab. Wawasan Al-Quran. Tafsir Maudhui atas Perbagai Persoalan Umat. Penerbit Mizan, 2009.

3.  Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.

4.  Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

5.  Tafsirq.com online