Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Saturday, June 12, 2021

9892. GURU PENSIUN TETAP IKUT MENCERDASKAN BANGSA

 






GURU PENSIUN TETAP IKUT MENCERDASKAN BANGSA

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

 

Ilmu adalah cahaya bagi umat manusia.

 

 

Tanpa ilmu, tidak ada peradaban.

 

 

Allah meninggikan orang-orang beriman dan berilmu beberapa derajat.

 

 

 

Al-Quran surah Al-Mujadilah (surah ke-58) ayat 11.

 

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

 

Hai orang-orang beriman jika dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkan niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan jika dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang beriman di antaramu dan orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

 

 

Banyak hadis menjelaskan  keutamaan orang berilmu.

 

 

Anjuran menuntut ilmu diawali sejak lahir hingga wafat.

 

 


Rasulullah SAW bersabda,

 

 

أُطْلُبِ الْعِلْمَ مِنَ الْمَهْدِ إِلَى اللَّحْدِ

 

“Tuntutlah ilmu sejak dari buaian (bayi) hingga liang lahat.”

 

 

Kewajiban mencari ilmu juga dibebankan kepada tiap umat lslam.

 

 

Rasulullah bersabda,

 

 

 طَلَبُ اْلعِلْمْ فَرِثْضَةٌ

عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

 

 

"Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi tiap muslim."

 

 

Rasulullah bersabda,

 

“Barang siapa menempuh jalan mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga.”

 

 

Rasulullah bersabda,

 

"Orang paling utama di antara kalian adalah yang belajar Al-Quran dan mengajarkannya."

 

 

Rasulullah bersabda,

 

“Barang siapa ingin sukses di dunia harus dengan ilmu.

 

Barang siapa ingin sukses di akhirat harus dengan ilmu.

 

Dan barang siapa ingin sukses dunia dan akhirat, maka harus dengan ilmu.”

 

 

 

GURU PENSIUN TETAP IKUT MENCERDASKAN BANGSA

 

Guru adalah orang yang  pekerjaan dan profesinya mengajar.

 

Meskipun guru sudah pensiun, tetap wajib ikut mencerdaskan kehidupan bangsa.

 

Sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuannya.

 

Guru pensiun tak mengajar di kelas lagi.

 

Dengan memakai media sosial dan alat komunikasi lainnya.

 

Bahkan kelasnya lebih luas dan tak terbatas.

 

Apalagi guru pensiun yang masih menerima gaji dari Negara.

 

Tentu masih punya kewajiban moral untuk ikut mencerdaskan kehidupan bangsa.

 

(Dikutip dari berbagai sumber)

 

9891. GUS BAHA TOLERANSI BUTUH ILMU


 




GUA BAHA TOLERANSI BUTUH ILMU

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

 

Sikap Toleransi Butuh Ilmu yang Cukup.

 

Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha) mengatakan.

 

Kunci sikap toleransi adalah punya referensi ilmu yang cukup.  

 

 

Gus Baha dalam Halal bi Halal KJRI Frankfurt yang digelar  virtual.

 

Yang diikuti seluruh organisasi masyarakat Islam di wilayah kerjanya.

 

Termasuk Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Jerman, Ahad (6/6).  

 

"Pikiran saya sederhana.

 

Ilmu itu melahirkan sikap.

 

 

Jika punya referensi yang cukup tentang toleransi.

 

Maka kita hidup di mana saja  tetap bisa toleransi.”

 

Dalam acara dengan tema Halal bi Halal Meningkatkan Persatuan Internasional dan Antarumat Beragama.

 

“Dengan sifat toleransi, akan  membuat orang bisa hidup di lintas negara, agama dan komunitas.”   

 

 

Umat lslam tidak boleh memerangi umat beragama lain.

 

 

Karena konteksnya tidak dalam suasana perang.

 

 

Adapun pihak yang boleh diperangi.

 

Yaitu orang yang memerangi kita.

 

 

Seperti zaman penjajahan Jepang dan Belanda di Indonesia. 

 

 

Saat kondisi damai atau perang ada konteks rasionalnya.

 

Ayatnya jelas.

 

Orang yang kita benci, bisa saja nanti ditakdirkan Allah jadi orang yang kita cintai.

 

Al-Quran surah Al-Mumtahanah (surah ke-60) ayat 7.

 

 

۞ عَسَى اللَّهُ أَنْ يَجْعَلَ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَ الَّذِينَ عَادَيْتُمْ مِنْهُمْ مَوَدَّةً ۚ وَاللَّهُ قَدِيرٌ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

 

Semoga Allah menimbulkan kasih sayang antara kamu dengan orang yang kamu musuhi di antara mereka. Dan Allah Maha Kuasa. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

 

 

 

Referensi ilmu tentang toleransi cukup banyak dalam Islam.

 

Seperti kisah orang Yahudi yang minta tolong kepada Siti Aisyah.

 

Setelah ditolong, ia mendoakan agar Aisyah selamat dari siksa kubur. 

 

Meskipun beda agama.

 

 

Jika hal itu benar,  maka tetap dibenarkan.

 

 

Kaidah dalam interaksi beda agama.

 

Yaitu jangan bilang: iya semua.

 

Dan jangan bilang: tidak semua.

 

 

Tapi sesuaikan dengan referensi ajaran Rasulullah.

 

Misalnya, Abdullah bin Umar memasak daging kambing.

 

Kemudian menyuruh  pembantunya.

 

 

Agar sebagian daging itu dibagikan kepada tetangga beragama Yahudi.   

 

Pembantu bertanya  alasan Ibnu Umar memberi daging kepada tetangga Yahudi.

 

 

Ibnu Umar menjelaskan bahwa itu ajaran Rasulullah untuk memuliakan  tetangga.

 

 

Pada suatu hari, Nabi Ibrahim kedatangan tamu orang beragama Majusi.

 

 

Tapi Nabi Ibrahim tidak mau memberi makan kepada orang yang tidak beragama Islam.

 

 

Orang Majusi umur 50 tahun itu pergi.  

 

 

Tak lama kemudian, Nabi Ibrahim ditegur Allah.

 

 

Allah berfirman,

 

 

“Aku memberi makan dia selama 50 tahun saja, tidak ada syarat apa pun.

Tapi kamu sehari saja sudah minta syarat.”

 

 

Setelah ditegur.

 

Nabi Ibrahim mengejar Majusi dan memberinya makan.  

 

 

“Kisah seperti ini.

 

 

Bisa menolong siapa pun dalam komunitas internasional.

 

 

Agar punya referensi dalam bersikap, " tandas Gus Baha.  

 

(Sumber NUonline)

9890. HUKUMNYA SALAT DENGAN BUSANA TERKENA NAJIS





HUKUMNYA SALAT DENGAN BUSANA TERKENA NAJIS

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

Misalnya dalam perjalanan.

 

 

Ketika waktunya, kita berhenti untuk mengerjakan salat.

 

Selesai salat, baru tahu busana  kita terkena najis.

 

Bagaimana salat kita.

 

Apakah harus diulangi lagi?

 

Jawaban.

 

1.      Salah satu syarat sahnya salat adalah suci badan, pakaian, dan tempatnya.

 

2.      Sebelum mengerjakan salat, maka badan, pakaian, dan  tempatnya dibersihkan terlebih dahulu.

 

Najis mukhaffafah (ringan).’

 

Jika berupa air kencing bayi yang hanya minum ASI, maka cukup disiram dengan air mengalir.

 

Najis mutawasithah (pertengahan).

 

Jika terkena tahi ayam, maka najisnya dibersihkan dulu.

 

Lalu disiram dengan air mengalir.

 

Najis mughaladhah (berat).

 

Jika terkena jilatan anjing, maka dicuci 7 kali.

 

Salah satunya dengan tanah atau bahan pembersih.

 

 

 

SEBELUM MENGERJAKAN SALAT

 

Jika ragu-ragu tentang sucinya busana saat akan mengerjakan salat.

 

Maka berlaku kaidah:

 

Busana asalnya  suci, sebelum ada bukti terkena najis.

 

 

SAAT MENGERJAKAN SALAT

 

Jika melihat najis pada busana yang mungkin dilepas atau dibersihkan.

 

Maka yang terkena najis dilepas


Seperti sandal, peci, atau surban, maka salatnya tetap sah.

 

 

Jika melihat najis pada busana yang tidak mungkin dilepas.

 

Seperti pada baju, celana, dan kain sarung, maka salatnya dibatalkan.

 

Kemudian dibersihkan najisnya dan mengulang salatnya.

 

Jika melihat najis setelah salat, maka salatnya tetap sah dan tidak perlu mengulanginya.

 

 

Hal ini dipahami dengan mafhum muwafaqah.

 

 

Yaitu hadis tentang sahnya salat dengan tayamum.

 

 

Kemudian dia menemukan air setelah salatnya.

 

Maka dia tak perlu mengulang lagi.

 

 

(Sumber suara.muhammadiyah)