Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Monday, April 11, 2022

13133. SAAT BAYI DI KASUR MANULA KEMBALI KE KASUR

 


 



SAAT BAYI DI KASUR MANULA KEMBALI KE KASUR

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

Orang tua yang katanya banyak makan asam garam.

 

Artinya mengerti semuanya.

 

 Ternyata mereka seperti anak-anak yang tidak memahami tentang masa tuanya sendiri.

 

 Banyak orang tua tidak mempersiapkan diri menghadapi perjalanan masa tuanya sendiri.

 

Manusia sejak menginjak usia 60 tahun mulai manula (manusia usia lanjut).

Sebelum hari benar-benar gelap.

 

 

Para manula harus mengingat beberapa pemandangan yang akan dihadapinya,

 

 Sehingga hatinya lebih siap dan tidak galau.

 

 PEMANDANGAN KE-1

Ketika usia makin tua, para manula harus menyadari makin sedikit orang yang ada di sampingnya.

 

  Generasi orang tua di atas kita telah tiada.

 

 

Generasi seumuran dengan kita juga banyak yg sudah tidak mampu merawat dirinya sendiri.

Para generasi muda punya kesibukan sendiri.

 

Bahkan mungkin suami atau istri sudah meninggalkan dunia yang fana ini terlebih dahulu.

  

Yang menemani kita hanya hari-hari kosong melompong.

 

 

Kita sebagai manula harus belajar hidup sendirian.

 

Dan berusaha menikmati kesendirian.

 

 PEMANDANGAN KE-2

 

Perhatian masyarakat makin lama makin kecil.

 

Mereka tidak peduli betapa gemilangnya karir kita selama ini.

 

Betapa pun terkenalnya kita, setelah uzur kita menjadi kakek atau nenek yang biasa saja.

 

Pusat perhatian tidak lagi menyoroti diri kita.

 

Mari belajar duduk di sudut yang tenang.

Dan mengagumi keriuhan generasi muda.

 

Kita harus berusaha menanggulangi perasaan cemburu, iri, dan galau terhadap generasi muda.

 

 PEMANDANGAN KE-3

 

Jalan di depan kita banyak bahaya menghadang.

Misalnya, sakit, patah tulang, stroke, alzheimer, kanker, dan lainnya.

 

 Semuanya itu mungkin menghampiri kita .

 

Kita sulit menolaknya.

 

Kita harus belajar berdamai dengan penyakit.

 

Belajar hidup bersama penyakit.

Dan berteman dengan penyakit.

 

Mari kita jaga suasana hati.

 

Tugas kita adalah berpikir positif.

 

Berolah raga yang cukup.

 

Selalu memompa semangat untuk diri kita sendiri.

 

 PEMANDANGAN KE-4

 

Para manula harus membiasakan diri untuk hidup di atas tempat tidur, seperti bayi.

 

Kembali ke situasi seperti waktu kita kecil, ketika ibu melahirkan kita.

 

 Setelah melewati liku-liku kehidupan penuh warna.

 

 

Akhirnya kita kembali ke awal, yaitu ke tempat tidur.

 

 Dan mungkin menerima perawatan orang lain.

 

Yang berbeda adalah dahulu kita dirawat ibu dan ayah penuh  kasih sayang.

 

  Tetapi akhirnya belum tentu ada keluarga yang merawat kita.

 

 

Mungkin yang merawat kita  perawat yang wajahnya tersenyum.

 

 Tetapi kita tidak tahu dalam hatinya.

  

Kita tetap harus bersyukur, merendah, dan berterima kasih.

 

 PEMANDANGAN KE-5

 

Manula menghadapi tahap terakhir perjalanan hidup di dunia.

 

Kita harus belajar menerima dan mengikhlaskan segalanya.

Mari kita nimati sisa kehidupan ini dan mensyukuri semua yang kita miliki selama ini.

  

Jangan terlalu memikirkan hal-hal kecil dan tetek bengek.

 

Jangan mudah terganggu hal  remeh-temeh.

 

Yakinlah anak-anak dan cucu-cucu kita masing-masing punya rezeki.

 

Semuanya telah dipersiapkan oleh Allah Yang Maha Pengasih lagi Penyayang.

 

Jangan mudah tersinggung dan cepat marah, nanti teman kita makin sedikit.

  

Mari kita persiapkan suasana hati menghadapi sisa perjalanan ini dengan alami dan wajar.

Selamat menjalani hidup dengan penuh kebahagiaan dan kesejahteraan.

 

 

Dengan selalu mendekatkan diri kepada Allah yang Maha Pengampun.

  

Al-Quran surah Al-Jumuah (surah ke-62) ayat 8.

                      قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلَاقِيكُمْ ۖ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَىٰ عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

       

 Katakan: "Sesungguhnya kematian yang kamu lari darinya, maka sesungguhnya kematian akan menemuimu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan".

  

Al-Quran surah Yasin (surah ke-36) ayat 68.

 

 

                     وَمَنْ نُعَمِّرْهُ نُنَكِّسْهُ فِي الْخَلْقِ ۖ أَفَلَا يَعْقِلُونَ

       

Dan barang siapa Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada kejadian (nya). Maka apakah mereka tidak memikirkan?

 

 

Al-Quran surah Hud (surah ke-11) ayat 6.

 

                    ۞ وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۚ كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُبِينٍ

 

Dan tidak ada suatu hewan melata pun di bumi melainkan Allah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam hewan itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lohmahfuz).

 

 

Daftar Pustaka.

1.    Detiknews.

 

13126. NABI ISA TAK PERNAH MENGAKU SEBAGAI TUHAN

 

 





NABI ISA TAK PERNAH MENGAKU SEBAGAI TUHAN

 Oleh: Drs. H.M. Yusron Hadi, M.M.

  

 Sebagai utusan Allah.

  

Nabi Isa diberi mukjizat untuk meyakinkan masyarakat umum.

  

Mukjizat Nabi lsa.

 

1.       Nabi Isa masih bayi bisa bicara untuk membela ibunya, Bunda Maryam dari tuduhan berzina.

 

 

2.       Patung burung ditiup menjadi burung yang hidup.

 

 

3.       Menyembuhkan orang yaag matanya buta sejak lahir.

 

4.       Menyembuhkan orang sakit sopak.

 

5.       Menghidupkan orang yang sudah mati dengan izin Allah.

 

 

6.       Menyebutkan dengan tepat apa yang dimakan dan disimpan orang di rumahnya.

  

7.       Menurunkan makanan langsung dari langit.

 
Al Qur'an surah Maryam (surah ke-19) ayat 30

 

 قَالَ إِنِّى عَبْدُ ٱللَّهِ ءَاتَىٰنِىَ ٱلْكِتَٰبَ وَجَعَلَنِى نَبِيًّا


Berkata Isa: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al-Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi.

 

Al-Quran surah Ali Imran (surah ke-3) ayat 49

 

 وَرَسُولًا إِلَىٰ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ أَنِّى قَدْ جِئْتُكُم بِـَٔايَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ ۖ أَنِّىٓ أَخْلُقُ لَكُم مِّنَ ٱلطِّينِ كَهَيْـَٔةِ ٱلطَّيْرِ فَأَنفُخُ فِيهِ فَيَكُونُ طَيْرًۢا بِإِذْنِ ٱللَّهِ ۖ وَأُبْرِئُ ٱلْأَكْمَهَ وَٱلْأَبْرَصَ وَأُحْىِ ٱلْمَوْتَىٰ بِإِذْنِ ٱللَّهِ ۖ وَأُنَبِّئُكُم بِمَا تَأْكُلُونَ وَمَا تَدَّخِرُونَ فِى بُيُوتِكُمْ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَةً لَّكُمْ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

 Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israel (yang berkata kepada mereka): "Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untukmu dari tanah berbentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan izin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan izin Allah; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya yang demikian suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman.

Al-Quran surah Al-Ma'idah (surah ke-5) ayat  110

 

إِذْ قَالَ ٱللَّهُ يَٰعِيسَى ٱبْنَ مَرْيَمَ ٱذْكُرْ نِعْمَتِى عَلَيْكَ وَعَلَىٰ وَٰلِدَتِكَ إِذْ أَيَّدتُّكَ بِرُوحِ ٱلْقُدُسِ تُكَلِّمُ ٱلنَّاسَ فِى ٱلْمَهْدِ وَكَهْلًا ۖ وَإِذْ عَلَّمْتُكَ ٱلْكِتَٰبَ وَٱلْحِكْمَةَ وَٱلتَّوْرَىٰةَ وَٱلْإِنجِيلَ ۖ وَإِذْ تَخْلُقُ مِنَ ٱلطِّينِ كَهَيْـَٔةِ ٱلطَّيْرِ بِإِذْنِى فَتَنفُخُ فِيهَا فَتَكُونُ طَيْرًۢا بِإِذْنِى ۖ وَتُبْرِئُ ٱلْأَكْمَهَ وَٱلْأَبْرَصَ بِإِذْنِى ۖ وَإِذْ تُخْرِجُ ٱلْمَوْتَىٰ بِإِذْنِى ۖ وَإِذْ كَفَفْتُ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ عَنكَ إِذْ جِئْتَهُم بِٱلْبَيِّنَٰتِ فَقَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِنْهُمْ إِنْ هَٰذَآ إِلَّا سِحْرٌ مُّبِينٌ


(Ingatlah), ketika Allah mengatakan: "Hai Isa putra Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan ruhul qudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa; dan (ingatlah) di waktu Aku mengajar kamu menulis, hikmah, Taurat dan Injil, dan (ingatlah pula) diwaktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yang berupa burung dengan izin-Ku, kemudian kamu meniup kepadanya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan izin-Ku. Dan (ingatlah) di waktu kamu menyembuhkan orang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang berpenyakit sopak dengan izin-Ku, dan (ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu Aku menghalangi Bani Israel (dari keinginan mereka membunuh kamu) di kala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir diantara mereka berkata: "Ini tidak lain hanya sihir yang nyata".


Al-Quran surat Al-Ma'idah (surah ke-5) ayat 112.

 

 إِذْ قَالَ ٱلْحَوَارِيُّونَ يَٰعِيسَى ٱبْنَ مَرْيَمَ هَلْ يَسْتَطِيعُ رَبُّكَ أَن يُنَزِّلَ عَلَيْنَا مَآئِدَةً مِّنَ ٱلسَّمَآءِ ۖ قَالَ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

(Ingatlah), ketika pengikut Isa berkata: "Hai Isa putera Maryam, sanggupkah Tuhanmu menurunkan hidangan dari langit kepada kami?". Isa menjawab: "Bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang yang beriman".

 

Nabi lsa bisa bicara saat masih bayi untuk melidungi ibunya, Bunda Maryam dari tuduhan berzina.

 

 Nabi lsa lahir tanpa ayah.

 

 Maka, orang-orang menuduh Bunda Maryam telah berzina.

 

 Bayi Nabi lsa bicara untuk melindungi ibunya dari tuduhan berzina.

 

Nabi Isa mohon kepada Allah sesuai keinginan pengikutnya.

 

Makanan yang terhidang di atas meja disebut Al-Ma'idah.

 

 

Profesor Amerika telah membaca AlQuran.

  

Awalnya dia mengira Al-Quran pasti berisi keluarga Nabi Muhammad.

  

Teryata dalam Al-Quran

 1.       Tidak ada surah bernama Khadijah,  istri Rasulullah.

 

2.       Tidak ada surah bernama Aisyah, istri Rasulullah.

 

3.       Tidak ada surah bernama Fatimah, putri Rasulullah.

 

4.       Ada surah Maryam (surah ke-19), nama Bunda Nabi Isa.

 

Islam sangat menghormati Nabi Isa sebagai utusan Allan dan ibunya, Bunda Maryam sebagai wanita suci.

 

Kelak di akhirat, Nabi Isa ditanya apakah dia mengaku tuhan?

  

  Al-Quran surah Al-Maidah (ssurah ke-5) ayat 116.

 

وَإِذْ قَالَ ٱللَّهُ يَٰعِيسَى ٱبْنَ مَرْيَمَ ءَأَنتَ قُلْتَ لِلنَّاسِ ٱتَّخِذُونِى وَأُمِّىَ إِلَٰهَيْنِ مِن دُونِ ٱللَّهِ ۖ قَالَ سُبْحَٰنَكَ مَا يَكُونُ لِىٓ أَنْ أَقُولَ مَا لَيْسَ لِى بِحَقٍّ ۚ إِن كُنتُ قُلْتُهُۥ فَقَدْ عَلِمْتَهُۥ ۚ تَعْلَمُ مَا فِى نَفْسِى وَلَآ أَعْلَمُ مَا فِى نَفْسِكَ ۚ إِنَّكَ أَنتَ عَلَّٰمُ ٱلْغُيُوبِ


Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: "Hai Isa putera Maryam, apakah kamu mengatakan kepada manusia: "Jadikan aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?". Isa menjawab: "Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakan tentu Engkau tahu apa yang ada pada diriku dan aku tidak tahu apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui hal yang gaib".

 

Al-Quran surah Al-Maidah (ssurah ke-5) ayat 17.

 

لَّقَدْ كَفَرَ ٱلَّذِينَ قَالُوٓا۟ إِنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلْمَسِيحُ ٱبْنُ مَرْيَمَ ۚ قُلْ فَمَن يَمْلِكُ مِنَ ٱللَّهِ شَيْـًٔا إِنْ أَرَادَ أَن يُهْلِكَ ٱلْمَسِيحَ ٱبْنَ مَرْيَمَ وَأُمَّهُۥ وَمَن فِى ٱلْأَرْضِ جَمِيعًا ۗ وَلِلَّهِ مُلْكُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا ۚ يَخْلُقُ مَا يَشَآءُ ۚ وَٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ



Sesungguhnya telah kafir orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah ialah Al-Masih putera Maryam". Katakan: "Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan Al-Masih putera Maryam beserta ibunya dan seluruh orang-orang yang berada di bumi kesemuanya?". Kepunyaan Allah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya; Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

 

(Sumber Zakir Naik)