Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Friday, May 13, 2022

13125. KISAH NABI ISA DIANGKAT KE LANGIT DI AL-QURAN

 

 



KISAH NABI ISA DIANGKAT KE LANGIT DALAM AL-QURAN

Oleh: Drs. HM. Yusron Hadi, M.M.

 

 

Kisah Nabi Isa diangkat ke langit.

Disebut dalam Al-Quran.

 

Ada 5 Rasul ulul azmi, yaitu:

1.        Nabi Nuh.

2.        Nabi lbrahim.

3.        Nabi Musa.

4.        Nabi Isa.

5.        Nabi Muhammad.

 

Nabi Isa termasuk rasul ulul azmi.

Yaitu nabi istimewa.

 

Nabi yang teguh luar biasa.

Dalam mengemban risalah Allah.

 

Mukjizat Nabi lsa, yaitu:

1.Saat masih bayi bisa bicara.

2.Menyembuhkan yang orang buta sejak lahir.

 

3.Menurunkan makanan dari langit.

4.Menghidupkan orang mati dengan izin Allah.

5.Kitab lnjil.

 

Tapi mukjizat Nabi lsa.

Yang diberi oleh Allah.

Belum bisa menyadarkan Bani lsrail.

 

Mereka tetap mendustakan.

Dan terus mengganggu dakwah Nabi Isa.

Hingga mengusirnya.

 

Puncaknya.

Kaum  Yahudi berencana membunuh Nabi Isa.

 

Al-Quran surah An-Nisa (surah ke-4) ayat 157-159.

 

وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللَّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَٰكِنْ شُبِّهَ لَهُمْ ۚ وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُوا فِيهِ لَفِي شَكٍّ مِنْهُ ۚ مَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِلَّا اتِّبَاعَ الظَّنِّ ۚ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِينًا

 

Dan karena ucapan mereka: "Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar ragu tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak yakin tentang siapa yang dibunuh, kecuali persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh adalah Isa.

 

 

بَلْ رَفَعَهُ اللَّهُ إِلَيْهِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا

 

Tapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

 

وَإِنْ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ إِلَّا لَيُؤْمِنَنَّ بِهِ قَبْلَ مَوْتِهِ ۖ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكُونُ عَلَيْهِمْ شَهِيدًا

 

Tidak ada seorang pun Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari kiamat nanti Isa  akan menjadi saksi terhadap mereka.

 

Dalam Tafsir Ibnu Katsir diterangkan.

 

Kaum Yahudi belum puas mengganggu Nabi Isa.

 

Mereka datang kepada Raja Dimasyq (Damascus).

 

Raja Dimasyq orang musyrik penyembah bintang.

 

Yang disebut agama Yunani.

 

Kaum Yahudi membuat laporan palsu.

Bahwa di Baitul Maqdis.

Ada pria menghasut agar memberontak kepada Raja.

 

Mendengar laporan itu.

Raja  murka.

 

Dia memberi perintah pada Gubernurnya.

Di Baitul Maqdis.

 

Agar menangkap Nabi lsa.

Untuk disalib.

Kepalanya diikat duri.

Agar tidak mengganggu lagi.

 

Pasukan Raja melakukan perintah.

Didampingi kaum Yahudi.

 

Hari Jumat petang.

Setelah Asar.

Tentara mengepung sebuah rumah.

 

Di dalamnya ada Nabi lsa.

Dan sejumlah muridnya.

 

Nabi lsa berkata pada sahabatnya,

 

 "Siapakah yang mau diserupakan.

Seperti diriku?

Kelak dia menjadi temanku di surga."

 

 Seorang pemuda maju.

Nabi Isa menilainya masih terlalu muda.

 

Nabi lsa mengulangi ucapannya.

Tak ada yang siap.

Tetap hanya pemuda tadi.

 

Nabi Isa berkata,

"Kalau memang demikian, jadilah kamu seperti diriku."

 

Nabi Isa mengantuk dan tertidur.

Lalu diangkat ke langit.

 

Al-Quran surah Ali lmran (surah ke-3) ayat 55.

 

إِذْ قَالَ اللَّهُ يَا عِيسَىٰ إِنِّي مُتَوَفِّيكَ وَرَافِعُكَ إِلَيَّ وَمُطَهِّرُكَ مِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا وَجَاعِلُ الَّذِينَ اتَّبَعُوكَ فَوْقَ الَّذِينَ كَفَرُوا إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ ۖ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأَحْكُمُ بَيْنَكُمْ فِيمَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ

 

(Ingatlah), ketika Allah berfirman: "Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Aku kembalimu, lalu Aku memutuskan di antaramu tentang hal yang selalu kamu berselisih padanya".

 

Setelah Nabi Isa diangkat ke langit.

 

Para sahabatnya.

Yaitu hawariyun keluar dari rumah.

 

Hari mulai gelap.

Pasukan menangkap pemuda.

Yang mirip Nabi lsa.

 

Langsung menyalibnya.

Dan mengalungkan duri di kepalanya.

 

Kaum Yahudi menduga.

Bahwa mereka telah membunuh Nabi lsa.

Dan sebagian orang Nasrani percaya.

 

(Dari berbagai sumber)

13124. AL-QURAN INGIN UMAT ISLAM BERPIKIR DEWASA

 





AL-QURAN INGIN UMAT ISLAM BERPIKIR DEWASA

Oleh: Drs. H. Yusron Hadi, M.M.

  

 

Tahapan berpikir manusia.

 Ada 3 tahap pikiran manusia dalam menilai suatu ide, yaitu:

 

1.      Berdasar pancaindera.

2.      Berdasar contoh teladan idolanya.

3.      Berdasar murni ide itu sendiri.

 

1.   Menilai suatu ide berdasar pancaindra.

 

Orang menilai baik atau buruknya suatu gagasan dengan ukuran alam kebendaan.

 

Atau materi berdasar pancaindra.

 

Orang menilai suatu ide baik atau jelek berdasar pancaindranya.

 

Pancaindra adalah alat perasa yang 5 macam.

 

Yaitu penglihat, pencium, pengecap (perasa lidah), perasa tubuh, dan pendengar.

  

2.   Menilai suatu ide berdasar teladan idolanya.

 

Orang menilai suatu ide berdasar contoh teladan idolanya.

 

Sesuatu bernilai baik atau buruk berdasar penilaian tokoh panutannya.

 

3.   Menilai suatu ide berdasar murni idenya

 

Tahap ini adalah fase berpikir dewasa.

 Sesuatu bernilai baik atau jelek murni berdasar ide itu sendiri.

 

Suatu penilaian suatu gagasan berdasar nilai yang pada gagasan itu sendiri.

 

Tanpa terpengaruh faktor eksternal.

 

SEJARAH AWAL ISLAM

 

Pada sejarah awal Islam.

 Penilaian sekelompok umat Islam terhadap nilai ide yang dibawa Al-Quran.

 

Berdasar pribadi Nabi Muhammad.

 

Contohnya,

Saat Nabi Muhammad diisukan wafat dalam Perang Uhud.

 

Sekelompok pasukan Islam langsung meninggalkan medan pertempuran.

 

Karena percaya Nabi wafat.

 Sikap yang salah ini terjadi.

 

Karena mereka baru berpikir sampai tahap ke-2.

 

Yaitu menganggap nilai suatu ide berdasar tokoh idolanya.

 

Mereka belum mencapai tingkat dewasa.

  

AL-QURAN INGIN UMAT ISLAM BERPIKIR DEWASA

Al-Quran ingin umat Islam sampai tahap dewasa.

 

Yaitu bisa menilai suatu ide berdasar ide itu sendiri.

 

Al-Quran surah Ali Imran (surah ke-3) ayat 144.

 

وَمَا مُحَمَّدٌ إِلَّا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِن قَبْلِهِ ٱلرُّسُلُ ۚ أَفَإِي۟ن مَّاتَ أَوْ قُتِلَ ٱنقَلَبْتُمْ عَلَىٰٓ أَعْقَٰبِكُمْ ۚ وَمَن يَنقَلِبْ عَلَىٰ عَقِبَيْهِ فَلَن يَضُرَّ ٱللَّهَ شَيْـًٔا ۗ وَسَيَجْزِى ٱللَّهُ ٱلشَّٰكِرِينَ


Muhammad hanya seorang rasul. Sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah jika Muhammad wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barang siapa berbalik ke belakang, maka dia tidak dapat mendatangkan mudarat kepada Allah sedikit pun. Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.

 

 

Ayat Al-Quran ini melepaskan belenggu.

 

Yang bisa menghambat kemajuan sains dan teknologi.  

 

Al-Quran mendorong berkembangnya sains dan teknologi  modern.

 

Al-Quran surah Az-Zumar (surah ke-39) ayat 9.

 

أَمَّنْ هُوَ قَٰنِتٌ ءَانَآءَ ٱلَّيْلِ سَاجِدًا وَقَآئِمًا يَحْذَرُ ٱلْءَاخِرَةَ وَيَرْجُوا۟ رَحْمَةَ رَبِّهِۦ ۗ قُلْ هَلْ يَسْتَوِى ٱلَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَٱلَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ ۗ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُو۟لُوا۟ ٱلْأَلْبَٰبِ

Apakah kamu orang musyrik yang lebih beruntung atau orang yang beribadah pada waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedangkan dia takut kepada azab akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakan:”Apakah sama orang yang mengetahui dengan orang yang tidak mengetahui? Sesungguhnya orang yang berakal yang dapat menerima pelajaran.

 

Ayat A-Quran ini kritik terhadap orang yang bicara.

 

Atau membantah suatu masalah tanpa adanya data objektif dan ilmiah.

 

Ayat Al-Quran semacam ini yang mendorong kemajuan sains dan teknologi modern.

 

Sehinnga muncul para ilmuwan Islam.

 

Seperti Ibnu Sina, Al-Farabi, Al-Ghazali, Ibnu Khaldun, Jabir Ibnu Hayyan, dan lainnya.

 

Muhammad bin Ahmad menemukan angka nol pada tahun 976 Masehi.

 

Muhammad bin Musa Al-Khawarizmiy menemukan ilmu Matematika Aljabar.

 

Tanpa penemuan itu.

 Ilmu teknologi dan sains modern akan  merangkak dalam kegelapan.

 

Tanpa adanya iklim yang mendorong tumbuhnya perkembangan sains.

 

Para ahli akan mengalami nasib seperti Galileo.

 

Yang menjadi korban hasil penemuannya.

 

Al-Quran sebagai kitab petunjuk memberi pedoman kepada manusia.

 

Untuk hidup bahagia di dunia dan akhirat.

 

Dalam hubungannya dengan sains modern.

 

Al-Quran mendorong manusia mengoptimalkan akal pikirannya.

 

 

Daftar Pustaka

1.  Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.

2.  Shihab, M. Quraish Shihab. Wawasan Al-Quran. Tafsir Maudhui atas Perbagai Persoalan Umat. Penerbit Mizan, 2009.

3.  Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.

4.  Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

5.  Tafsirq.com onlin