Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Saturday, June 11, 2022

13558. LOGO ALLAH DI ATAS LOGO MUHAMMAD JANGAN SEJAJAR

 

 




 

LOGO ALLAH DI ATAS LOGO  MUHAMMAD JANGAN SEJAJAR

Oleh: Drs. HM. Yusron Hadi, M.M.

 

  

STEMPEL RASULULLAH

  

Stempel Rasulullah berbentuk cincin terbuat dari bahan perak.

 

  Cincin itu dipasang di jari kelingking kanan Rasulullah.

  

Stempel perak Rasulullah

 

Rasulullah memakai stempel cincin terbuat dari perak.

 

Tulisan stempel berbahasa Arab.

  

Cincin dipasang di jari kelingking kanan Rasulullah.

  

Tulisan dibaca dari kanan ke kiri.

  

Dan disusun dari bawah ke atas.

  

Stempel cincin Rasulullah bertulisan,

  ”Muhammad Rasul Allah”.

  

Tulisan disusun dalam 3 baris.

 

  Baris bawah:

“Muhammad”.

  

Baris tengah:

“Rasul”.

 

  Dan baris atas:

“Allah“.

   

  

  Stempel Nabi Muhammad membuat hierarki yang benar.

 

Yaitu tulisan “Allah” dipasang di atas.

 Dan tulisan “Muhammad” dipasang di bawah tulisan “Allah”.

 

Allah Maha Pencipta, Maha Kuasa dan Maha Segalanya.

 

Allah adalah Sang Khalik.

 Nabi Muhammad adalah utusan Allah.

 

Nabi Muhammad adalah makhluk ciptaan Allah.

 

Maka  sebaiknya tulisan di dinding masjid.

Atau di mana pun.

 

Tulisan “Allah” harus diletakkan pada posisi paling  atas.

 

Tulisan “Allah” jangan sejajar dengan tulisan “Muhammad”.

 

(Dari berbagai sumber)

 

 

13557. POLITIK DAN BISNIS BAIK ATAU KOTOR TERGANTUNG ORANGNYA

 

 


POLITIK DAN BISNIS BAIK ATAU KOTOR TERGANTUNG ORANGNYA

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

Anies Baswedan Heran.

 Orang Baik Dipermasalahkan.

 Saat Terjun ke Politik.

 

Gubernur DKI Jakarta.

 Anies Baswedan.

 

Heran dengan fenomena umum.

Yang masih melekat dalam politik.

 

Orang yang cakap intelektual.

Tidak punya catatan masalah.

 

Tapi dimasalahkan.

Saat masuk politik.

 

Fenomena itu perlu dibereskan.

Agar dunia politik.

 

Cukup sumber daya manusia.

 Yang punya integritas bagus.

 

Agak aneh.

Orang yang punya masalah.

 

Saat dia masuk politik.

Tidak dimasalahkan.

 

Tapi ada orang baik.

Tak punya masalah.

 

Saat dia masuk poltik.

Malah dimasalahkan.

 

Anies Baswedan berkata,

“Jika orang bermasalah.

Masuk politik tidak dipermasalahkan.

 

Tapi orang tidak bermasalah.

Masuk politik malah dipermasalahkan.

 

Kapan kita punya pasokan.

Orang-orang yang baik.

 

Dalam politik”.

 

Dalam sambutan.

Launching PKS Muda Institute.

 

Dan memperingati Hari Sumpah Pemuda.

Kamis (28/10/2021).

 

Semestinya.

Justru masyarakat bersyukur.

 

Saat ada orang dengan nilai integritas tinggi.

Punya daya intelektual baik.

 

Tidak punya cacat moral.

Dia terjun ke dunia politik.

 

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menuturkan.

 

Politik bukan soal bersih atau kotor.

Karena semua sector.

 

Punya pilihan sama.

Yaitu baik atau kotor.

 

Yang membedakan.

Politik dan bisnis yang bersih atau kotor.

 

Yaitu integritas pelaku politik.

Atau orangnya.

 

"Sektor mana pun ada pilihan.

Yaitu pilihan bersih atau tidak bersih.

Dalam bisnis dan politik.

 

Jika persepsi hanya 1 sektor tidak bersih.

Hal itu kurang tepat," ucap Anies Baswedan.

 

Pendapat Anies Baswedan.

Bermula saat sebagai rektor.

 

Dia berbincang dengan para mahasiswa.

Yang duduk santai.

 

Anies Baswedan bertanya.

Rencana apa setelah lulus nanti.

 

Para mahasiswa menjawab.

Dengan ragam preferensi.

 

Tapi tidak ada satu pun.

Mahasiswa memilih dunia politik.

 

Anies Baswedan menjelaskan.

Bahwa politik bukan soal bersih atau kotor.

Tapi soal integritas.

 

Stigma ini fenomena aneh.

"Bersih atau kotor bukan 1 sektor.

 

 Tapi sektor mana pun.

Harus membawa integritas.

 

Jangan muncul persepsi kuat.

 

Yang membuat kita enggan.

Masuk wilayah politik.

 

Kita sering ketemu fenomena aneh," ungkap Anis Baswedan.

 

 

(Sumber merdeka.com)



 

13556. ANIES BASWEDAN ORANG BAIK MASUK POLITIK JANGAN DISALAHKAN

 


 

ANIES BASWEDAN ORANG BAIK MASUK POLITIK JANGAN DISALAHKAN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

Anies Baswedan Heran.

 Orang Baik Dipermasalahkan.

 Saat Terjun ke Politik.

 

Gubernur DKI Jakarta.

 Anies Baswedan.

 

Heran dengan fenomena umum.

Yang masih melekat dalam politik.

 

Orang yang cakap intelektual.

Tidak punya catatan masalah.

 

Tapi dimasalahkan.

Saat masuk politik.

 

Fenomena itu perlu dibereskan.

Agar dunia politik.

 

Cukup sumber daya manusia.

 Yang punya integritas bagus.

 

Agak aneh.

Orang yang punya masalah.

 

Saat dia masuk politik.

Tidak dimasalahkan.

 

Tapi ada orang baik.

Tak punya masalah.

 

Saat dia masuk poltik.

Malah dimasalahkan.

 

Anies Baswedan berkata,

“Jika orang bermasalah.

Masuk politik tidak dipermasalahkan.

 

Tapi orang tidak bermasalah.

Masuk politik malah dipermasalahkan.

 

Kapan kita punya pasokan.

Orang-orang yang baik.

 

Dalam politik”.

 

Dalam sambutan.

Launching PKS Muda Institute.

 

Dan memperingati Hari Sumpah Pemuda.

Kamis (28/10/2021).

 

Semestinya.

Justru masyarakat bersyukur.

 

Saat ada orang dengan nilai integritas tinggi.

Punya daya intelektual baik.

 

Tidak punya cacat moral.

Dia terjun ke dunia politik.

 

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menuturkan.

 

Politik bukan soal bersih atau kotor.

Karena semua sector.

 

Punya pilihan sama.

Yaitu baik atau kotor.

 

Yang membedakan.

Politik dan bisnis yang bersih atau kotor.

 

Yaitu integritas pelaku politik.

Atau orangnya.

 

"Sektor mana pun ada pilihan.

Yaitu pilihan bersih atau tidak bersih.

Dalam bisnis dan politik.

 

Jika persepsi hanya 1 sektor tidak bersih.

Hal itu kurang tepat," ucap Anies Baswedan.

 

Pendapat Anies Baswedan.

Bermula saat sebagai rektor.

 

Dia berbincang dengan para mahasiswa.

Yang duduk santai.

 

Anies Baswedan bertanya.

Rencana apa setelah lulus nanti.

 

Para mahasiswa menjawab.

Dengan ragam preferensi.

 

Tapi tidak ada satu pun.

Mahasiswa memilih dunia politik.

 

Anies Baswedan menjelaskan.

Bahwa politik bukan soal bersih atau kotor.

Tapi soal integritas.

 

Stigma ini fenomena aneh.

"Bersih atau kotor bukan 1 sektor.

 

 Tapi sektor mana pun.

Harus membawa integritas.

 

Jangan muncul persepsi kuat.

 

Yang membuat kita enggan.

Masuk wilayah politik.

 

Kita sering ketemu fenomena aneh," ungkap Anis Baswedan.

 

 

(Sumber merdeka.com)