Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Thursday, August 7, 2025

41349. DAFTAR 40 BUKTI ADANYA ALLAH (1)

 

 


DAFTAR 40 BUKTI ADANYA  ALLAH DI ALQURAN (1)

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

 

Daftar 40 bukti adanya Allah.

Versi Al-Quran.

 

Yaitu:

1)        Penciptaan Langit dan Bumi.

2)        Pemisahan Langit dan Bumi

 

3)        Keteraturan Orbit

4)        Langit Tanpa Tiang

 

5)        Air Sebagai Sumber Kehidupan

6)        Siklus Hujan

 

7)        Angin Membawa Rahmat

8)        Pergantian Siang dan Malam

 

9)        Gunung Sebagai Pasak

10)  Laut yang Tidak Bercampur

 

11)  Matahari sebagai Cahaya

12)  Bulan sebagai Penentu Waktu

 

13)  Langit sebagai Pelindung Bumi

14)  Bumi sebagai Tempat Hidup

 

15)  Penciptaan Manusia dari Tanah

16)  Proses Penciptaan Janin

 

17)  Pemberian Pendengaran, Penglihatan, Hati

18)  Tanda dalam Diri Manusia

 

19)  Napas dan Kehidupan

20)  Bahasa dan Warna Kulit

 

21)  Hewan untuk Manusia

22)  Tumbuhan untuk Kehidupan

 

23)  Buah-Buahan Berpasangan

24)  Madu sebagai Obat

 

25)  Rezeki dari Allah

26)  Hujan Menghidupkan Tanah Mati

 

27)  Keseimbangan Alam

28)  Fenomena Petir

 

29)  Fenomena Bayangan

30)  Fenomena Awan

 

31)  Kehancuran Kaum Zalim

32)  Pertolongan kepada Orang Beriman

 

33)  Nabi Ibrahim Selamat dari Api

34)  Nabi Musa Menang atas Fir’aun

 

35)  Doa Nabi Yunus Dikabulkan

36)  Fitrah Mengakui Tuhan

 

37)  Seruan untuk Berpikir

38)  Larangan Mengikuti Tanpa Ilmu

 

39)  Allah Menjawab Doa

40)  Semua Kembali kepada Allah

 

1.        Penciptaan Langit & Bumi

 

Al-Quran surah As-Sajdah (surah ke-32) ayat 4.


اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ ۖ مَا لَكُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا شَفِيعٍ ۚ أَفَلَا تَتَذَكَّرُونَ

 

Allah  yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam 6 masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy. Tidak ada bagi kamu selain dari-Nya seorang penolongpun dan tidak (pula) seorang pemberi syafaat. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?

 

Catatan.

 

1)        Alam semesta tak kebetulan.

2)        Allah menciptakan langit luas dan bumi  teratur.

 

3)         Manusia wajib bersyukur dan mengagungkan-Nya.

 

4)        Kita memandang langit dan bumi.

5)        Semakin yakin kekuasaan Allah.

 

2.         Pemisahan Langit dan Bumi

 

Al-Quran surah Al-Anbiya (surah ke-21) ayat 30.

 


أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَاهُمَا ۖ وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ ۖ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ

 

Dan apakah orang-orang kafir tidak tahu bahwa langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tidak juga beriman?

 

Catatan.

1)        Al-Qur’an menjelaskan bahwa langit dan bumi awalnya menyatu, lalu dipisahkan.

 

2)        Fenomena ini salah satu tanda kekuasaan Allah.

 

3)        Ilmu modern makin menguatkan kebenaran wahyu Al-Quran.

 

3.        Keteraturan Orbit

 

Al-Quran surah Yasin surah ke-36) ayat 40.


لَا الشَّمْسُ يَنْبَغِي لَهَا أَنْ تُدْرِكَ الْقَمَرَ وَلَا اللَّيْلُ سَابِقُ النَّهَارِ ۚ وَكُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ

 

Tidak mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.

 

Catatan.

 

1)        Matahari dan bulan punya jalur masing-masing.

 

2)        Keteraturan ini pasti doatur oleh Yang Maha Kuasa.

 

3)        Allah mampu mengatur kosmos.

4)        Allah tentu mampu mengatur hidup manusia.

 

4.        Langit Tanpa Tiang

 

Al-Quran surah surah Luqman (surah ke-31) ayat 10.

 


خَلَقَ السَّمَاوَاتِ بِغَيْرِ عَمَدٍ تَرَوْنَهَا ۖ وَأَلْقَىٰ فِي الْأَرْضِ رَوَاسِيَ أَنْ تَمِيدَ بِكُمْ وَبَثَّ فِيهَا مِنْ كُلِّ دَابَّةٍ ۚ وَأَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَنْبَتْنَا فِيهَا مِنْ كُلِّ زَوْجٍ كَرِيمٍ

 

Dia Allah menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu; dan mengembangbiakkan padanya segala macam jenis binatang. Dan Kami turunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tetumbuhan yang baik.

 

Catatan.

 

1)        Langit tegak tanpa tiang terlihat.

2)        Tanda kekuatan dan kebesaran Allah.

 

3)        Manusia tak pantas sombong.

4)        Manusia hanya bagian kecil ciptaan Allah.

 

5.        Air Sebagai Sumber Kehidupan

 

Al-Quran surah Al-Anbiya (surah ke-21) ayat 30.


أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَاهُمَا ۖ وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ ۖ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ

 

30. Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tidak juga beriman?

 

Catatan.

 

1)        Semua makhluk hidup diciptakan dari air.

2)        Tanpa air, tak ada kehidupan.

 

3)        Manusia harus menjaga air, karena itu amanah Allah.

 

6.        Siklus Hujan

 

Al-Quran surah Qaf (surah ke-50) ayat 9-11

 


وَنَزَّلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً مُبَارَكًا فَأَنْبَتْنَا بِهِ جَنَّاتٍ وَحَبَّ الْحَصِيدِ

 

9. Dan Kami turunkan dari langit air yang banyak manfaatnya lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketam,

 

وَالنَّخْلَ بَاسِقَاتٍ لَهَا طَلْعٌ نَضِيدٌ

 

10. dan pohon kurma yang tinggi-tinggi yang mempunyai mayang yang bersusun-susun,


رِزْقًا لِلْعِبَادِ ۖ وَأَحْيَيْنَا بِهِ بَلْدَةً مَيْتًا ۚ كَذَٰلِكَ الْخُرُوجُ


11. untuk menjadi rezeki bagi hamba-hamba (Kami), dan Kami hidupkan dengan air itu tanah yang mati (kering). Seperti itu terjadinya kebangkitan.

 

Catatan.

 

1)        Hujan turun membasahi bumi tandus.

2)        Menumbuhkan tanaman.

 

3)        Tanda kasih sayang Allah.

 

4)        Manusia jangan mengeluh saat hujan, karena itu rahmat.

 

7.        Angin Membawa Rahmat

 

Al-Quran surah Al-A’raf (surah ke-7) ayat 57


وَهُوَ الَّذِي يُرْسِلُ الرِّيَاحَ بُشْرًا بَيْنَ يَدَيْ رَحْمَتِهِ ۖ حَتَّىٰ إِذَا أَقَلَّتْ سَحَابًا ثِقَالًا سُقْنَاهُ لِبَلَدٍ مَيِّتٍ فَأَنْزَلْنَا بِهِ الْمَاءَ فَأَخْرَجْنَا بِهِ مِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ ۚ كَذَٰلِكَ نُخْرِجُ الْمَوْتَىٰ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

 

57. Dan Dia Allah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. Seperti itu Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran.

 

Catatan.

 

1)        Angin membawa awan hujan dan  pengatur cuaca.

2)        Tanda kebesaran Allah.

 

3)        Setiap hembusan angin bukti Allah dekat.

 

8.        Pergantian Siang dan Malam

 

Al-Quran surah Al-Furqan (surah ke-25) ayat 62.


وَهُوَ الَّذِي جَعَلَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ خِلْفَةً لِمَنْ أَرَادَ أَنْ يَذَّكَّرَ أَوْ أَرَادَ شُكُورًا

 

Dan Dia Allah (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur.

 

Catatan.

 

1)        Siang untuk bekerja.

2)        Malam untuk istirahat.

 

3)        Pengaturan hidup dari Allah.

 

4)        Manusia wajib gunakan waktu.

5)        Sesuai tujuan penciptaan.

 

9.        Gunung Sebagai Pasak

 

Al-Quran surah An-Naba (surah ke-78) ayat 6-7.

 


أَلَمْ نَجْعَلِ الْأَرْضَ مِهَادًا

 

6. Bukankah Kami menjadikan bumi itu sebagai hamparan?,

 

وَالْجِبَالَ أَوْتَادًا

 

7. dan gunung-gunung sebagai pasak?,

 

Catatan.

 

1)        Bumi tampak terhampar luas

2)        Gunung menstabilkan bumi .

 

3)        Agar manusia bisa hidup nyaman.

4)        Keseimbangan alam.

 

5)        Karunia Allah.

6)        Yang harus dijaga.

 

10.   Laut yang Tidak Bercampur

 

Al-Quran surah Ar-Rahman (surah ke-55) ayat 19-20.

 


مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ يَلْتَقِيَانِ

 

19. Dia Allah membiarkan 2 lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu,

 

بَيْنَهُمَا بَرْزَخٌ لَا يَبْغِيَانِ

 

20. antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing.

 

Catatan.

 

1)        Ada 2 laut bertemu.

2)        Tapi tidak bercampur.

 

3)        Bukti kekuasaan Allah.

4)        Allah Maha Mengatur segalanya.

5)        Yang tampak mustahil.

 

 

Sumber

1)        Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)        ChatGPT.

 

3)        Copilot.

4)        Cici.

 

5)        Claude.

6)        Grok.

 

 

Wednesday, August 6, 2025

41348. KIAT NABI MEMBINA RUMAH TANGGA

 

 




KIAT NABI MUHAMMAD MEMBINA RUMAH TANGGA

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

 

Cara Nabi Muhammad membina keluarga.

Menurut Al-Qur’an.

 

Yaitu:

1)                Akhlak.

2)                Sikap.

3)                Prinsip.

 

Dalam hidup rumah tangga.

 

A.       Nabi Memuliakan Istri dengan Akhlak Terbaik.

 

Al-Quran surah Al-Ahzab (surah ke-33) ayat 21.


لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

 

Sesungguhnya ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.

 

Catatan.

 

1)        Rasulullah teladan dalam memperlakukan istri-istrinya.

 

2)        Sabar dan lembut.

3)        Tak pernah memukul.

 

4)        Selalu menyenangkan hati mereka.

5)        Nabi memanggil istrinya dengan panggilan manis.

 

6)        Seperti “Ya Humaira” kepada Aisyah.

 

B.       Saling Konsultasi dan Musyawarah dalam Rumah Tangga.

 

Al-Quran surah Asy-Syūrā (surah ke-42) ayat 38.

 

وَالَّذِينَ اسْتَجَابُوا لِرَبِّهِمْ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَمْرُهُمْ شُورَىٰ بَيْنَهُمْ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ

 

Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan salat, sedangkan urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka; dan mereka mengifakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.

 

Catatan

 

1)        “... dan urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah di antara mereka...”.

 

2)        Rasulullah musyawarah dengan istri-istrinya.

 

3)        Contohnya.

Pada Perjanjian Hudaibiyah.

Para sahabat enggan menyembelih hewan.

Sebab kecewa isi perjanjian.

 

4)        Nabi terima saran Ummu Salamah.

 

5)        Untuk sembelih hewan lebih dahulu.

6)        Akhirnya para sahabat mengikuti.

 

C.       Nabi Bersikap Adil.

 

Al-Quran surah An-Nisā (surah ke-4) ayat 3.


وَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تُقْسِطُوا فِي الْيَتَامَىٰ فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَىٰ وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ ۖ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَلَّا تَعُولُوا

 

Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (jika kamu mengawininya), maka kawini wanita (lain) yang kamu senangi: 2, 3,  atau 4. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawini) 1 orang saja, atau budak yang kamu miliki. Yang demikian lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.

 

Catatan.

 

1)        Nabi Muhammad menikah dengan Khadijah selama 25 tahun.

 

2)        Usai Khadijah meninggal.

3)        Nabi punya lebih dari satu istri.

 

4)        Nabi berusaha berlaku adil.

5)        Dalam giliran, nafkah, dan perhatian.

 

6)        Nabi juga berdoa:

 

“Ya Allah, ini pembagianku terhadap apa yang aku miliki, maka jangan Engkau mencelaku terhadap apa yang Engkau miliki dan aku tidak miliki.”

 

(Maksudnya: rasa cinta yang berada di luar kendali hati)

 

D.       Nabi Berkomunikasi dan Memberi Ruang

 

Al-Quran surah At-Tahrīm (surah ke-66) ayat 3.

 


وَإِذْ أَسَرَّ النَّبِيُّ إِلَىٰ بَعْضِ أَزْوَاجِهِ حَدِيثًا فَلَمَّا نَبَّأَتْ بِهِ وَأَظْهَرَهُ اللَّهُ عَلَيْهِ عَرَّفَ بَعْضَهُ وَأَعْرَضَ عَنْ بَعْضٍ ۖ فَلَمَّا نَبَّأَهَا بِهِ قَالَتْ مَنْ أَنْبَأَكَ هَٰذَا ۖ قَالَ نَبَّأَنِيَ الْعَلِيمُ الْخَبِيرُ

 

Dan ingatlah ketika Nabi membicarakan secara rahasia kepada salah seorang isterinya (Hafsah) suatu peristiwa. Maka tatkala (Hafsah) menceritakan peristiwa itu (kepada Aisyah) dan Allah memberitahukan hal itu (pembicaraan Hafsah dan Aisyah) kepada Muhammad lalu Muhammad memberitahukan sebagian (yang diberitakan Allah kepadanya) dan menyembunyikan sebagian lain (kepada Hafsah). Maka tatkala (Muhammad) memberitahukan pembicaraan (antara Hafsah dan Aisyah) lalu (Hafsah) bertanya: "Siapakah yang telah memberitahukan hal ini kepadamu?" Nabi menjawab: "Telah diberitahukan kepadaku oleh Allah yang Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal".

 

Catatan.

 

1)        “Dan (ingatlah) ketika Nabi membicarakan secara rahasia suatu peristiwa kepada salah seorang isterinya...”

 

2)        Nabi terbuka dalam berbicara.

3)        Bahkan soal pribadi.

 

4)        Tapi juga menjaga rahasia keluarga.

 

E.       Nabi Mengajarkan Sabar dan Menahan Amarah.

 

Al-Quran surah Ali-‘Imrān (surah ke-3) ayat 159.

 

 

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ

 

Maka sebab rahmat dari Allah, kamu berlaku lemah lembut pada mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentu mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkan mereka, mohonkan ampun bagi mereka, dan bermusyawarah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkal kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya.

 

Catatan.

 

1)        Nabi menerapkan sikap lembut.

2)        Kepada semua orang.

 

3)        Termasuk dalam keluarga.

4)        Nabi tak pernah marah dalam urusan pribadi.

 

5)        Nabi tak pernah marah pada istrinya.

6)        Kecuali melanggar agama.

 

 

F.        Nabi Menjadi Guru bagi Keluarga.

 

Al-Quran surah At-Tahrīm (surah ke-66) ayat 6.

 


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

 

Hai orang-orang beriman, jaga dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.

 

 

Catatan.

 

1)        “Hai orang-orang beriman, jaga dirimu dan keluargamu dari api neraka...”

 

2)        Nabi Muhammad membimbing keluarganya.

 

3)        Dalam ilmu, salat, ibadah, dan takwa.

 

4)        Nabi biasakan keluarganya bangun malam.

 

5)        Memperhatikan adab makan, berpakaian, dan pergaulan.

 

G.      Nabi Melayani Keluarga, Tidak Menyuruh Seenaknya

 

 

Hadis riwayat Aisyah:

 

“Rasulullah biasa membantu pekerjaan rumah.

Jika waktu salat tiba, beliau keluar untuk salat.”

 

(HR. Bukhari)

 

Catatan.

 

1)        Nabi tak kuasai rumah tangga dengan tangan besi.

 

2)        Nabi hadir sebagai pelayan.

 

3)        Pemimpin penuh kasih.

 

 

Kesimpulan:

 

Rasulullah membina keluarga dengan:

 

1)        Keteladanan akhlak

2)        Lembut dan adil

 

3)        Saling menghormati

4)        Musyawarah

 

5)        kedepankan ilmu dan ibadah

6)        Prioritas cinta dan sabar

 

 

Sumber

1)        Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)        ChatGPT.

 

3)        Copilot.

4)        Cici.

 

5)        Claude.

6)        Grok.