Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Monday, September 8, 2025

43284. PEDOMAN TOLERANSI AGAMA DI QURAN

 





 

PEDOMAN TOLERANSI AGAMA VERSI ALQURAN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

Pedoman Toleransi Agama.

Dalam Al-Qur’an

 

Yaitu:

1)        Tidak ada paksaan dalam agama

2)        Menghormati beda keyakinan.

 

3)        Berbuat baik dan adil pada pemeluk agama lain.

 

4)        Dialog yang bijak.

 

5)        Menghargai rumah ibadah dan bebas beragama.

 

6)        Tidak mencaci sesembahan agama lain

 

 

A.       Tidak ada paksaan dalam agama.

 

Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 256.


لَا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ ۖ قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ ۚ فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَىٰ لَا انْفِصَامَ لَهَا ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

 

Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan benar daripada jalan sesat. Karena itu barang siapa ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

 

Catatan.

1)        Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama.

 

2)        Islam tegaskan iman harus lahir dari kesadaran.

 

3)        Bukan paksaan.

 

B.       Menghormati beda keyakinan

 

Al-Quran surah Al-Kafirun (surah ke-109) ayat 6.



لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ

 

Untukmu agamamu, dan untukku agamaku".

 

Catatan.

 

1)        Untukmu agamamu, dan untukku agamaku.

 

2)        Prinsip hidup damai berdampingan.

3)        Meskipun beda keyakinan.

 

C.       Berbuat baik dan adil kepada pemeluk agama lain.

 

Al-Quran surah Al-Mumtahanah (surah ke-60) ayat  8.

 


لَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ

 

Allah tidak melarangmu untuk berbuat baik dan berlaku adil apad orang yang tidak memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusirmu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berlaku adil.

 

Catatan.

 

1)        Kaidah: selama tak ada permusuhan.

 

2)        Islam mendorong hubungan sosial yang baik dengan non-Muslim.

 

D.        Dialog yang bijak

 

Al-Quran surah An-Nahl (surah ke-16) ayat 125.

 


ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ ۖ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

 

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran baik dan bantah mereka dengan cara baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dia lebih tahu siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia lebih tahu orang yang mendapat petunjuk.

 

Catatan.

 

1)        Dakwah dan diskusi harus dilakukan dengan akhlak mulia.

 

2)        Bukan caci maki.

 

E.       Menghargai rumah ibadah dan bebas beragama.

 

Al-Quran surah Al-Haj (surah ke-22) ayat 40.

 


الَّذِينَ أُخْرِجُوا مِنْ دِيَارِهِمْ بِغَيْرِ حَقٍّ إِلَّا أَنْ يَقُولُوا رَبُّنَا اللَّهُ ۗ وَلَوْلَا دَفْعُ اللَّهِ النَّاسَ بَعْضَهُمْ بِبَعْضٍ لَهُدِّمَتْ صَوَامِعُ وَبِيَعٌ وَصَلَوَاتٌ وَمَسَاجِدُ يُذْكَرُ فِيهَا اسْمُ اللَّهِ كَثِيرًا ۗ وَلَيَنْصُرَنَّ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ

 

(Yaitu) orang yang diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan benar, kecuali karena mereka berkata: "Tuhan kami hanya Allah". Dan sekiranya Allah tidak menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian lain, tentu telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadat orang Yahudi dan masjid-masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa,

 

Catatan.

 

1)        Islam akui berbagai tempat ibadah.

2)        Melindungi bebas menjalankan agama.

 

F.        Tidak mencaci sesembahan agama lain.

 

Al-Quran surah Al-An’am (surah ke-6) ayat 108.


وَلَا تَسُبُّوا الَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ فَيَسُبُّوا اللَّهَ عَدْوًا بِغَيْرِ عِلْمٍ ۗ كَذَٰلِكَ زَيَّنَّا لِكُلِّ أُمَّةٍ عَمَلَهُمْ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّهِمْ مَرْجِعُهُمْ فَيُنَبِّئُهُمْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

 

Dan jangan kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikian Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan mereka kembali, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan.


Catatan.

 

1)        Islam melarang menghina keyakinan orang lain.

2)        Agar tercipta suasana damai.

 

Kesimpulan

 

1)        Islam tekankan tak ada paksaan.

2)        Menghormati perbedaan.

 

3)        Berbuat adil.

4)        Menjaga akhlak dalam dialog.

 

5)        Prinsip toleransi ini berlaku.

6)        Selama pihak lain tak memusuhi.

7)        Tak menzalimi umat lslam.

 

Sumber

1)        Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)        ChatGPT.

 

3)        Copilot.

4)        Cici.

 

5)        Claude.

6)        Grok.

 

 

43283. NABI MUHAMMAD ISRA MIKRAJ TANPA MASJID

 

 




NABI MUHAMMAD ISRA MIKRAJ TANPA  MASJID

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

 

 

Al-Quran surah Al-lsra (surah ke-17) ayat ayat 1.


سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

 

Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke  Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

 

Catatan.

 

1)        QS. Al-Isrā’ ayat 1.

2)        Disebut "masjid".

 

3)        Padahal pada masa itu.

4)        Bangunan Masjidil Aqsa dan Masjidil Haram.

5)        Belum ada seperti sekarang.

 

Bagaimana disebut “masjid”.

Padahal tak ada bangunannya?

 

Jawaban.

 

A.       Masjidil Haram di Mekah.

 

Pada saat Isra’ Mikraj.

Masjidil Haram belum seperti sekarang.

 

Masjidil Haram.

Artinya:

 

1)        Kakbah dan tanah suci sekelilingnya.

2)        Tempat orang sujud, tawaf, dan salat.

 

Kata “masjid”.

1)        Tak hanya gedung.

2)        Tapi tempat bersujud.

 

3)        Masjid dari kata “sajada”.

4)        Artinya “sujud”.

 

B.       Masjidil Aqsa di Palestina.

 

Pada masa Nabi Muhammad.

Tak ada bangunan besar seperti sekarang.

 

Masjidil Aqsa

Artinya:

1)        Area suci di Baitul Maqdis (Yerusalem).

 

2)        Sejak zaman Nabi Daud dan Sulaiman.

 

3)        Jadi tempat ibadah dan sujud kepada Allah.

 

 

Tafsir Ṭabari dan Qurṭubi.

 

1)        Masjidil Aqsa yaitu semua kawasan tempat ibadah di Baitul Maqdis.

 

2)        Meskipun bangunan fisiknya sudah hancur.

 

3)        Atau berbeda bentuk sepanjang zaman.

 

Makna “Masjid” Menurut Ulama.

 

1)        Masjid tak terbatas pada Gedung.

 

2)        Tapi tempat sujud dan ibadah kepada Allah.

 

Nabi bersabda:

“Dijadikan untukku bumi sebagai masjid dan sarana bersuci.”

 

(HR. Bukhari-Muslim).

 

Sebutan Masjidil Haram dan Masjidil Aqsa.

 

1)        Menunjuk tempat suci.

2)        Bukan bentuk bangunan.

 

Kesimpulan Tafsir

 

1)        Masjidil Haram.

Kakbah dan tanah sekitarnya.

 

2)        Masjidil Aqsa.

Kawasan suci Baitul Maqdis di Yerusalem.

Meskipun bangunan tak seperti masjid sekarang.

 

3)        Ayat ini tegaskan kesucian tempat ibadah.

 

4)        Bahwa Isra’ Mikraj tak hanya perjalanan fisik.

 

5)        Tapi juga spiritual.

6)        Dari Kakbah, pusat ibadah pertama.

 

7)        Ke pusat ibadah para nabi terdahulu.

8)        Yaitu Baitul Maqdis.

 

 

Sumber

1)        Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)        ChatGPT.

 

3)        Copilot.

4)        Cici.

 

5)        Claude.

6)        Grok.

 

 

 

 

Sunday, September 7, 2025

43282. FOTO MUSIK YUSRON