HIKMAH NABI MUHAMMAD TAK PUNYA ANAK PRIA DEWASA
Oleh:
Drs. H. M. Yusron Hadi, MM
Nabi Muhammad
Punya beberapa anak
laki-laki.
Yaitu:
1)
Al-Qasim.
2)
Abdullah.
3)
Ibrahim.
a.
Tapi semua wafat
b.
Saat masih kecil.
Nabi Muhammad
1)
Tak punya anak pria
2)
Yang hidup sampai
dewasa.
Hikmah Nabi Muhammad
Tak punya anak pria
dewasa
Yaitu agar:
1)
Islam tak berubah jadi
“kerajaan keluarga”
2)
Manusia tak menyembah
keluarga Nabi
3)
Nabi merasakan ujian
manusia biasa
4)
Membantah hinaan kaum
kafir
5)
Umat paham bahwa mulia
bukan dari anak laki-laki
Penjelasan.
A.
Agar Islam tak berubah
jadi “kerajaan keluarga”
1)
Orang Arab zaman dulu
2)
Anggap pemimpin harus
diwariskan ke anak laki-laki.
3)
Jika Nabi Muhammad punya
putra dewasa.
a.
Maka orang anggap Nabi
diwariskan
b.
Seperti kerajaan.
4)
Allah tunjukkan:
a.
Nabi dipilih Allah,
bukan garis keturunan.
b.
Islam bukan milik
keluarga tertentu.
c.
Semua manusia mulia
karena iman.
d.
Bukan darah keturunan.
QS Al-Ahzab (33:40)
مَا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِنْ رِجَالِكُمْ وَلَٰكِنْ رَسُولَ اللَّهِ
وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا
Muhammad sekali-kali bukan bapak dari seorang laki-laki di
antara kamu, tapi dia Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan Allah Maha
Mengetahui segala sesuatu.
Catatan.
5)
“Muhammad bukan bapak
dari salah seorang laki-laki di antara kalian, tapi dia Rasul Allah dan penutup
para nabi.”
6)
Ayat ini tegaskan:
a.
Nabi Muhammad penutup
nabi.
b.
Tak ada “nabi penerus”
dari anak beliau.
7)
Logika modern
Jika agama diwariskan
lewat anak
Maka manusia bisa:
a.
fanatik keluarga,
b.
rebutan keturunan,
c.
buat kasta agama.
Allah menjaga Islam
a.
Tetap universal
b.
Untuk semua manusia.
B.
Agar manusia tak
menyembah keluarga Nabi
1)
Umat terdahulu
a.
Berlebihan memuliakan
keluarga Nabi.
b.
Sampai kultus.
2)
Allah menjaga tauhid
a.
Agar umat fokus
menyembah Allah.
b.
Bukan keturunan Nabi.
QS Ali Imran (3:79)
مَا كَانَ لِبَشَرٍ أَنْ يُؤْتِيَهُ
اللَّهُ الْكِتَابَ وَالْحُكْمَ وَالنُّبُوَّةَ ثُمَّ يَقُولَ لِلنَّاسِ كُونُوا
عِبَادًا لِي مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلَٰكِنْ كُونُوا رَبَّانِيِّينَ بِمَا كُنْتُمْ
تُعَلِّمُونَ الْكِتَابَ وَبِمَا كُنْتُمْ تَدْرُسُونَ
Tidak wajar bagi seorang manusia yang Allah berikan
kepadanya Kitab, hikmah dan kenabian, lalu dia berkata pada manusia: "Hendaklah
kamu menjadi penyembahku bukan penyembah Allah". Tapi (dia berkata):
"Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani, karena kamu selalu
mengajarkan Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya.
Catatan.
1)
“Tidak pantas bagi orang
yang diberi Kitab, hikmah, dan kenabian lalu berkata kepada manusia: Jadilah
kalian penyembahku selain Allah.”
2)
Logika modern
Manusia mudah:
a.
idolakan tokoh,
b.
jadikan keluarga
pemimpin suci,
c.
campur agama dengan
dinasti.
3)
Islam datang memutus
budaya itu.
C.
Agar Nabi merasakan ujian
manusia biasa
1)
Nabi sedih kehilangan
anak.
2)
Agar Nabi:
3)
lebih paham derita
manusia,
4)
jadi contoh sabar,
5)
bukti Nabi juga manusia.
QS Al-Baqarah (2:155)
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ
الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ
وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ
Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan
sedikit takut, lapar, kurang harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikan berita
gembira kepada orang yang sabar.
Logika modern
Orang lebih mudah
percaya
Pada pemimpin yang:
a.
pernah merasa sakit,
b.
kehilangan,
c.
sedih seperti manusia
biasa.
6)
Membuat dakwah Nabi
Terasa nyata dan manusiawi.
D.
Untuk membantah hinaan
kaum kafir
1)
Orang Quraisy hina Nabi
a.
“abtar” = terputus
keturunan.
b.
Allah turunkan Surah
Al-Kausar.
QS Al-Kausar (108:1-3)
إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ
1. Sesungguhnya Kami
telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak.
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
2. Maka dirikan salat
karena Tuhanmu; dan berkorbanlah.
إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ
3. Sesungguhnya
orang-orang yang membenci kamu dia yang terputus.
2)
Maknanya:
a.
Nabi tak punya pria
dewasa,
b.
Tapi nama dan ajarannya
c.
Abadi sampai sekarang.
3)
Logika modern
a.
Banyak orang punya banyak
keturunan.
b.
Tapi namanya hilang.
Tapi Nabi Muhammad ﷺ:
a.
diikuti miliaran
manusia,
b.
disebut tiap azan,
c.
ajarannya terus hidup.
4)
Jadi “warisan sejati”
a.
Tak hanya anak biologis.
b.
Tapi ilmu dan kebaikan.
E.
Agar umat paham kemuliaan
bukan dari anak laki-laki
1)
Masyarakat Arab dulu
a.
Bangga punya anak
laki-laki
b.
Merendahkan perempuan.
2)
Allah tunjukkan:
a.
Nabi tetap manusia
paling mulia
b.
Meskipun tanpa putra
dewasa.
c.
Mulia tak pada jenis
kelamin anak.
QS Al-Hujurat 13
“Yang paling mulia di sisi Allah
adalah yang paling bertakwa.”
3)
Logika modern
Nilai manusia bukan:
a.
punya anak laki-laki,
b.
banyak keturunan,
c.
status keluarga.
4)
Tetapi:
a.
akhlak,
b.
ilmu,
c.
manfaat bagi manusia.
Kesimpulan
Hikmah Nabi ﷺ tak punya anak pria dewasa
1)
Islam tak jadi kerajaan
keluarga.
2)
Menjaga tauhid dari
kultus keturunan.
3)
Nabi jadi teladan sabar
4)
Bukti mulia tak
tergantung anak laki-laki.
5)
Warisan terbesar iman dan ilmu.
6)
Bukan darah keturunan.
a.
Meskipun tanpa putra
dewasa.
b.
Nabi Muhammad terbesar
c.
Dalam sejarah manusia.
Sumber
1) Tafsir Quran Perkata
DR M Hatta.
2) Tafsirq.com
3) ChatGPT






.jpg)