ISLAM MELARANG KERAS FANATIK KELOMPOK
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM
A.
Mengapa Nabi Muhammad paling keras
melawan fanatisme suku Arab?
1. Kondisi Arab sebelum Islam (Jahiliyah)
1)
Masyarakat Arab
2)
Hidup dengan prinsip:
a.
“Benar atau salah, tetap bela suku.”
3)
Akibatnya:
a.
Perang suku puluhan tahun.
b.
Balas dendam turun-temurun.
c.
Kebenaran kalah oleh identitas.
4)
Contoh terkenal:
a.
perang Aus vs Khazraj
b.
Berlangsung lama
c.
Hanya karena fanatik.
1)
Misi Islam:
a.
Ganti Identitas Suku
b.
Jadi identitas Iman
2)
Al-Qur’an merombak pola pikir:
“Sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling
bertakwa.”
(QS. Al-Hujurat: 13)
3)
Artinya:
a.
Bukan suku
b.
bukan ras
c.
bukan kelompok
d.
tapi takwa.
Nabi sangat keras pada fanatisme
1)
Sahabat bertengkar
2)
Sambil sebut identitas suku
3)
Nabi bersabda:
“Tinggalkan itu! Karena ia busuk (jahiliah).”
(HR. Bukhari & Muslim)
4)
Kenapa keras?
5)
Karena fanatik:
a.
Hancurkan persatuan umat.
b.
Mematikan akal sehat.
c.
Membuat orang bela kezaliman.
d.
Hidupkan lagi sistem jahiliah.
6)
Islam datang
a.
Tak sekadar ganti agama
b.
Tapi ubah cara berpikir manusia.
B.
Bedanya Loyalitas (Wala’) dan
Fanatisme
1)
Banyak orang keliru.
2)
Wala’ (loyalitas benar)
Artinya: setia karena nilai kebenaran.
3)
Contoh Qur’an:
a.
cinta orang beriman,
b.
saling menolong dalam kebaikan
c.
(QS. Al-Maidah: 2).
4)
Ciri wala’:
a.
tetap adil.
b.
boleh nasihati pemimpin.
c.
kebenaran di atas kelompok.
d.
Loyalitas pada prinsip.
Fanatik (Ta‘aṣṣub)
5)
Artinya:
a.
setia pada kelompok
b.
meskipun salah.
6)
Nabi bersabda:
“Bukan golongan kami orang yang menyeru kepada fanatisme.”
(HR. Abu Dawud)
7)
Ciri fanatik:
a.
Kelompok selalu dianggap benar.
b.
Kritik dianggap musuh.
c.
Emosi lebih dominan dari dalil.
d.
Loyalitas pada identitas.
e.
Bukan kebenaran.
Perbandingan
1)
Wala (lslam)
a.
Ikut kebanaran.
b.
Bisa mengkritik.
c.
Adil pada semua
d.
Menyatukan.
2)
Fanatic (Jahiliah)
a.
Ikut kelompok.
b.
Anti kritik.
c.
Bias kelompok.
d.
Memecah belah.
C.
Tanda Fanatik Tanpa Sadar (Versi
Qur’an & Hadis)
1)
Ini bagian paling penting
2)
Fanatik sering tak terasa.
Tanda fanatic yang salah
Yaitu:
1)
Marah saat tokohnya dikritik, meskipun
kritik itu benar
2)
Menilai orang dari kelompok, bukan
akhlak
3)
Membela salahnya sendiri, tapi keras
pada salah orang lain
4)
Info diterima tanpa dicek, jika untungkan
kelompok
5)
Persatuan hanya berlaku untuk kelompok
sendiri
Penjelasan.
1.
Marah saat tokohnya dikritik
Meskipun kritik itu benar
1)
Al-Qur’an kritik sikap:
“Kami mengikuti apa yang kami dapati
dari nenek moyang kami.”
(QS. Al-Baqarah: 170)
2)
Tanda:
3)
identitas lebih penting dari
kebenaran.
2.
Menilai orang dari kelompok, bukan
akhlak
1)
Qur’an menilai manusia dari takwa
2)
(QS. Al-Hujurat: 13).
3)
Kalimat fanatik modern:
a.
“Dia bukan golongan kita.”
b.
“Ustaznya beda.”
3.
Membela kesalahan sendiri, tapi keras
pada kesalahan orang lain
1)
Allah ingatkan:
“Mengapa kamu mengatakan apa yang
tidak kamu kerjakan?”
(QS. As-Shaff: 2)
2)
Ini bias kelompok.
4.
Info diterima tanpa tabayun, jika untungkan
kelompok
1)
Qur’an memerintah:
“Periksalah berita itu.”
(QS. Al-Hujurat: 6)
2)
Fanatik buat orang berhenti berpikir
kritis.
5.
Persatuan hanya berlaku untuk kelompok
sendiri
1)
Islam memerintahkan keadilan.
2)
Bahkan pada yang dibenci
3)
(QS. Al-Maidah: 8).
Kesimpulan
1)
Islam tak hapus identitas kelompok.
2)
Tapi hapus sombong identitas.
3)
Ukhuwah = bersama karena Allah.
4)
Wala’ = setia pada kebenaran.
5)
Fanatik = membela ego kelompok.
1) Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.
2) Tafsirq.com
3) ChatGPT



