Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Monday, October 11, 2021

11194. UMAT ISLAM TERDIDIK WAJIB BACA SIRAH NABAWI

 

 



 

UMAT ISLAM TERDIDIK WAJIB BACA SIRAH NABAWI

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

Wajib Belajar Sirah Nabawi.

 

Sirah Nabawi adalah biografi Nabi Muhammad.

 

Sirah Nabawi adalah riwayat hidup Nabi Muhammad.

Yang ditulis oleh para ahli sejarah.

 

 

Manfaat belajar Sirah Nabawi.

 

1.      Dapat mengenal fisik, perilaku.

Dan memahami pribadi Nabi Muhammad.

Dalam segala sisi kehidupan.

 

2.      Sebagai pedoman menjalani kehidupan sehari-hari untuk:

 

1)    Pribadi.

2)    Berkeluarga.

3)    Bermasyarakat.

 

 

3.      Sebagai pedoman dalam:

 

1)    Menyebarkan agama Islam.

2)    Menghadapi peperangan.

 

3)    Menyelesaikan masalah.

 

4.      Mengetahui para sahabat Nabi, yaitu:

 

1)    Orang-orang yang pernah melihat Nabi.

2)    Berinteraksi dengan Nabi.

 

3)    Membela dan melindungi Nabi.

4)    Mati dalam kondisi Islam.

 

 

5.    Mengetahui “asbabun nuzul” (penyebab turunnya Al-Quran).

 

Asbabun nuzul adalah peristiwa, perkataan, atau perbuatan yang terjadi pada masa tertentu.

 

Dan melatarbelakangi atau menjadi penyebab turunnya ayat Al-Quran.

 

 

5.      Mengetahui “asbabul wurud”.

Yaitu penyebab munculnya sebuah hadis.

 

 Asbabul wurud adalah perkataan, perbuatan, atau ketetapan Nabi Muhammad.

 

Yang diriwiyatkan atau diceritakan oleh sahabat.

 

Untuk menjelaskan dan menetapkan hukum.

 

7.     Mengenal orang-orang kafir.

 

Orang kafir adalah orang yang tidak percaya kepada Allah dan Rasul-Nya.

 

8.    Mengenal orang-orang mukmin.

Orang mukmin adalah orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.

 

9.    Mengenal orang-orang munafik.

Yaitu orang yang bermuka dua.

 

Orang munafik adalah orang yang bepura-pura beriman kepada Islam.

 

 Tetapi sebenarnya dalam hatinya tidak beriman.

 

 

Orang mukmin harus percaya semua rasul Allah.

 

 Semua orang mukmin harus mempercayai semua Rasul Allah.

 

Orang Islam yang tidak meyakini Nabi Isa (anak Maryam) sebagai Rasul Allah, maka dia kafir.

 

Siapa pun yang tidak meyakini Nabi Muhammad sebagai utusan Allah, maka dia kafir.

 

 

Wajib beli buku Sirah Nabawi.

 

Semua umat Islam sebaiknya menyisihkan uangnya (agak memaksa).

 

Untuk membeli buku Sirah Nabawi.

Yaitu riwayat hidup Nabi Muhammad.

 

 

Sirah Nabawi sangat perlu dipelajari, dipahami, diambil hikmahnya.

Dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

 

 

Daftar Pustaka

1.    Syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfury. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.

2.    Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2017.

3.    Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2017.

4.    Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

5.    Tafsirq.com online.

 

11193. SYEKH SYAFIYURRAHMAN INDIA JUARA DUNIA SIRAH NABAWI

 



SYEKH SYAFIYURRAHMAN INDIA JUARA DUNIA SIRAH NABAWI

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

  

Pada Muktamar Sirah Nabawiyah di Pakistan, bulan Rabiul Awal 1396 Hijriah.

  

Rabithah Al-Alam Al-lslamy mengumumkan lomba penulisan seputar Sirah Nabawiyah.

  

 

SYARAT PENULISAN SIRAH NABAWI

 1)    Kajian Sirah Nabawiyah harus perspektif, berdasarkan urutan kronologis kejadian dan peristiwa sejarah.

  

2)    Tulisannya harus bagus dan belum pernah dipublikasikan.

  

3)     Penulis harus menyebutkan manuskrip dan sumber rujukan secara lengkap dan terperinci.

 

 

4)    Penulis harus menyebutkan biografinya secara lengkap dan terpenci, melampirkan profesi ilmiah dan karyanya jika ada.

  

5)    Kajian boleh ditulis tangan yang rapi, tetapi lebih dianjurkan menggunakan mesin ketik.

  

6)    Tulisan boleh menggunakan bahasa Arab atau bahasa lainnya.

  

 

JADWAL LOMBA PENULISAN SIRAH NABAWI

 Lomba penulisan dimulai 1 Rabiul Awal 1396 Hijriah.

 

 Dan ditutup 1 Muharam 1397 Hijriah.

  

Tulisan dikirimkan dalam sampul tertutup kepada Sekjen Rabitah Al-Alam Al-Islamy di Mekah Arab Saudi.

 

 

 Semua hasil karya akan diperiksa dan diteliti oleh panitia khusus dari berbagai ulama terkemuka.

 

 HADIAH LOMBA SIRAH NABAWI

 1)    Juara ke-1 sebesar 50.000 real Arab Saudi.

  

2)    Juara ke-2 sebesar 40.000 real Arab Saudi.

 

 3)    Juara ke-3 sebesar 30.000 real Arab Saudi.

 

 

4)    Juara ke-4 sebesar 20.000 real Arab Saudi.

  

5)    Juara ke-5 sebesar 10.000 real Arab Saudi.

 

 

HASIL LOMBA PENULISAN SIRAH NABAWI

 Peserta lomba penulisan Sirah Nabawi yang mengirimkan hasil karyanya sebanyak 171 karya tulis.

 

 

1)    Dalam bahasa Arab = 84 karya tulis.

  

2)    Dalam bahasa Urdu = 64 karya tulis.

  

3)    Dalam bahasa Inggris = 22 karya tulis.

  

4)    Dalam bahasa Perancis = 1 karya tulis.

 

 

Jumlah semuanya = 171 karya tulis.

  

PENGUMUMAN HASIL LOMBA

 

Pada bulan Syakban 1398 Hijriah.

  

Sekjen Rabitah Al-Alam Al-Islamy mengumumkan 5 orang pemenang lomba penulisan Sirah Nabawiyah.

 

 

Dalam Muktamar Islam Asia Pertama di Karachi Pakistan.

 

 Dan beritanya disebarkan ke seluruh dunia.

  

Pada tanggal 12 Rabiul Awal 1399 Hijriah.

  

Sekjen Rabithah Al-Alam Al-Islamy menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba penulisan Sirah Nabawi di Mekah Arab Saudi.

 

 

 

Yang dihadiri para pejabat dan ulama dalam acara yang sangat meriah.

  

Sekjen Rabithah Al-Alam Al-Islamy berjanji untuk mencetak hasil kajian para pemenang lomba Sirah Nabawi.

 

 Dalam berbagai bahasa dan akan disebarkan ke seluruh dunia.

 

 

NAMA PEMENANG LOMBA PENULISAN SIRAH NABAWI

  

1)    Juara ke-1:

 Syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfury, dari Jami’ah Salafiyah, di India.

  

2)    Juara ke-2:

 Dr. Majid Ali Khan, dari Jami’ah Mahalliyah Islamiyah, New Delhi, India.

 

 

3)    Juara ke-3:

 Dr. Nushair Ahmad Nashir, Rektor Jami’ah Islamiyah, Pakistan.

  

4)    Juara ke-4:

 Ustad Hamid Mahmud Muhammad Manshur Laimud, dari Mesir.

  

5)    Juara ke-5:

 Ustad Abdul Salam Hasyim Hafizh, dari Madinah, Arab Saudi.

 

 

 

Daftar Pustaka

 

1.    Syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfury. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.

2.    Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2017.

3.    Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2017.

4.    Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

5.    Tafsirq.com online.