Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Monday, May 16, 2022

13176. CARA SALAT MAKMUM MASBUK IKUT IMAM

 

 



CARA SALAT MAKMUM MASBUK IKUT IMAM

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

Makmum.

Yaitu orang yang dipimpin.

Dalam salat berjamaah oleh imam.

 

Makmum masbuk.

Yaitu orang yang dipimpin.

 

Dalam salat berjamaah oleh imam.

Tapi datangnya terlambat.

 

Artinya imam sudah melakukan gerakan dalam salatnya.

 

 

Duduk tawarruk.

Yaitu  adalah duduk dalam salat.

Pada tahiat akhir.

 

Dengan cara meletakkan kaki kiri melintang di bawah kaki kanan.

 

Dan telapak kaki kanan di tegakkan.

Peperti pada tasyahud akhir.

 

Duduk tawarruk.

Yaitu duduk seperti ketika pada tasyahud akhir.

 

Pada rakaat ke-2 salat Subuh.

Pada rakaat ke-3 salat Magrib.

 

Pada rakaat ke-4 salat Zuhur dan Asar.

 

Duduk iftirasy.

Yaitu duduk dalam salat.

Ketika duduk di antara 2 sujud.

Dan pada tahiat awal.

 

Dengan cara menduduki kaki kiri.

Dan menegakkan kaki kanan.

Seperti pada tasyahud awal.

 

Duduk iftirasy.

Yaitu duduk seperti ketika duduk di antara dua sujud.

Dan pada tasyahud awal.

 

 

Makmum masbuk.

Ketika imam sudah rakaat terakhir dalam salat.

Yaitu imam dalam posisi duduk.

Pada tasyahud awal dan akhir.

 

Maka makmum masbuk yang baru datang.

Dianjurkan setelah takbiratul ihram.

 

Langsung ikut duduk.

Dengan 2 pilihan cara duduknya.

 

Cara ke-1.

Menurut mazhab Syafii.

 

1.        Jika imam sedang duduk iftirasy.

Seperti pada tasyahud awal.

 

Maka makmum masbuk langsung duduk iftirasy.

Ikut duduk seperti imam.

 

2.        Jika imam sedang duduk tawarruk.

Seperti tasyahud akhir.

 

Maka makmum masbuk tetap duduk iftisray.

Seperti tasyahud awal.

 

Tidak ikut duduk tawarruk.

Seperti tasyahud akhir.

 

Cara ke-2.

 

1.        Jika imam sedang duduk iftirasy.

Seperti pada tasyahud awal.

Maka makmum masbuk langsung duduk iftirasy.

Ikut duduk seperti imam.

 

2.        Jika imam sedang duduk tawarruk.

Seperti tasyahud akhir.

Maka makmum masbuk juga langsung duduk tawarruk.

Ikut gerakan imam.

Seperti tasyahud akhir.

 

Daftar Pustaka

1.Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 77 Tanya-Jawab Seputar Salat, 2017.

2.Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 99 Tanya-Jawab Seputar Salat, 2017.

3.Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 37 Tanya-Jawab Masalah Populer, 2017.

4.Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

5.Tafsirq.com online

 

13173. UMAT ISLAM MIRIP BUIH SEBAB CINTA DUNIA TAKUT MATI

 

 



UMAT ISLAM MIRIP BUIH SEBAB CINTA DUNIA DAN TAKUT MATI

Oleh Drs. HM Yusron Hadi,MM

 

 

Menurut Ali Syariati.

 Ada 4 penjara manusia di bumi, yaitu penjara:

 1.      Alam.

2.      Sejarah.

 

3.      Masyarakat.

4.      Ego.

 

Jika manusia sukses mengatasinya.

 

Maka manusia bisa menjadi khalifah di bumi.

  

1.   PENJARA ALAM

 

Manusia harus bisa menundukkan penjara alam.

 

Yaitu dengan mengembangkan ilmu sains dan teknologi.

 

Misalnya, penjara hujan dan angin.

 Manusia jangan kalah dengan hujan dan angin.

 

Pelajari mekanisme hujan dan angin.

 

Ternyata hujan itu hanya menurunkan air dari atas ke bawah.

Turunnya Hujan bisa diatasi manusia.

 

Dengan cara membuat teknologinya, yaitu:

 

1.      Membuat rumah untuk berlindung.

2.      Membuat jas hujan.

3.      Membuat payung.

4.      Dan lainnya.

 

Udara yang panas bisa diatasi manusia dengan membuat teknologinya, yaitu:

 

1.      Kipas angin.

2.      Penyejuk udara AC.

3.      Dan lainnya.

Zaman dulu manusia tak berdaya melawan laut, pohon besar, dan angin besar.

 

Maka manusia berimajinasi

 

Sehingga yang disembah lautnya, dewa anginnya, pohon besarnya.

 

Karena manusia zaman dulu kalah melawan penjara alam.

 

Zaman dulu belum ada ilmu sains dan teknologi yang menjelaskan mekanisme alam.

 

Manusia kalah melawan alam.

 

Kemudian manusia menyembah yang sifatnya alam.

 

Misalnya, manusia menyembah pohon, gunung, laut, matahari, bintang, bulan, api, air, dan lainnya.

 

Saat manusia sudah tahu mekanisme alam

 

Maka berganti manusia yang menguasai alam.

Manusia berhasil keluar dari penjara alam.

 

Dengan memakai sains dan teknologi.

 

2.   PENJARA SEJARAH

 

 

Dalam mengatasi penjara sejarah.

 

Manusia bisa mempelajari sunatullah.

Lewat tahapan historis dan hukum deterministic.

 

Yang terjadi dalam perjalanan sejarah umat manusia.

 

Kemudian  dikembangkan untuk membangun.

 

Sesuai cita-cita ideal yang diharapkan di masa depan.

 

 Contoh sunatullah.

 

Jika ingin cepat lulus sekolah, maka harus rajin belajar.

Jika ada orang tak rajin belajar, tapi bisa lulus cepat

 

Itu pengecualian

 Tak bisa dijadikan pedoman.

 

Misalnya, ada orang meloncat keluar jendela dari hotel lantai 10.

 

Tapi tiba di bawah dengan selamat.

 

Itu pengecualian.

 Tak bisa dijadikan pegangan.

 

Mungkin dia jatuh pas di atas tumpukan kasur.

 

Milik penjual kasur yang lewat.

 Yang bisa dipakai pedoman itu sunatullah.

 

Sekarang ini, orang Barat menang dalam mengatasi penjara alam dan sejarah.

 

Misalnya, umat lslam punya pedoman bahwa kebesihan itu pangkal kesehatan.

Kebersihan sebagian dari iman.

 

Tapi belum bisa mewujudkan dalam praktik.

 

Umat lslam kalah dalam menjaga kebersihan.

 

Dibanding orang Singapore, Jepang, dan lainnya.

 

3.      PENJARA MASYARAKAT

 

Terkadang masyarakat menjadi penjara.

Biasanya masyarakat memakai logika kerumunan.

 

Kerumunan bisa menjadi penjara.

  

Misalnya jika ada yang bicara A, maka lainnya ikut bicara A.

 

Apalagi jika yang bicara itu dianggap tokoh masyarakat.

 

Maka semua mengikutinya.

 

Masalah benar atau salah bukan tergantung jumlahnya.

Artinya logika mayoritas dan minoritas bukan ukuran untuk menentukan kebenaran.

 

Rasulullah bersabda,

 

“Nanti di akhir zaman, umat Islam seperti buih.

Yang mudah diombang-ambingkan orang lain.”

 

Buih itu mudah dikumpulkan, tapi  cepat bubar.

 

Dan mudah dipermainkan.

 

Salah satu penyebabnya adalah terlalu cinta dunia dan takut kematian.

 

Terlalu cinta dunia.

 Sehingga khawatir dunianya dinikmati orang lain.

 

Orang yang terlalu cinta dunia setuju dengan hal yang kontraproduktif dengan kebenaran.

 

Karena takut kehilangan dunia

 Akhirnya, masing-masing mementingkan dirinya sendiri.

 

Sehingga mudah dihalau seperti buih.

 

Penjara masyarakat  bisa diatasi  dengan mempelajari ilmu sosial, hukum, dan  karakteristik dalam masyarakat.

 

Manusia memang butuh dunia

Tapi jangan terlalu cinta dunia.

 

4.   PENJARA EGO

 

Penjara ego adalah penjara paling sulit bagi manusia.

 

Karena antara “penjara” dan “tawanan” tak bisa dipisahkan.

 

Manusia sulit melawan dirinya sendiri.

 Penjara ego itu berupa ambisi binatang.

 

Tanda ego itu biasanya yang dibela yang ada “akunya”.

 

Misalnya:

 1.      Agamaku.

2.      Kelompokku.

 

3.      Aliranku.

4.      Masa depanku.

 

5.      Harga diriku.

6.      Dan “aku” lainnya.

  

Jika muncul “akunya”, maka menghilangkan yang lain.

 

 

 

 

Hanya ada 1 cara untuk mengatasi penjara ego.

 

Yaitu dengan cinta.

 

 (Sumber Ngaji Filsafat Dr Fahrudin Faiz)