Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Sunday, December 8, 2024

38298. PERBEDAAN KALBU DAN NAFSU

 


PERBEDAAN KALBU DAN NAFSU

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

Kata “kalbu” (menurut KBBI V).

Artinya:

 

1)             Pangkal perasaan batin.

2)             Hati yang suci (murni).

3)             Hati.

 

Kata “qalb”.

Terambil dari akar kata.

 

Artinya “membalik”.

Sebab sering berbolak-balik.

 

Terkadang senang terkadang susah.

Terkadang setuju dan terkadang menolak.

 

Maka “qalb” potensi tak konsisten.

 

Al-Quran gambarkan “qalb” juga demikian.

, ada yang baik, ada pula yang sebaliknya.

 

Al-Quran surah Qaf (surah ke-50) ayat 37.

 

إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَذِكْرَىٰ لِمَنْ كَانَ لَهُ قَلْبٌ أَوْ أَلْقَى السَّمْعَ وَهُوَ شَهِيدٌ

 

      Sesungguhnya pada yang demikian benar-benar ada peringatan bagi orang-yang punya hati atau pakai pendengarannya, sedangkan dia menyaksikannya.

 

Al-Quran surah Al-Hadid (surah ke-57) ayat 27.

 

ثُمَّ قَفَّيْنَا عَلَىٰ آثَارِهِمْ بِرُسُلِنَا وَقَفَّيْنَا بِعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ وَآتَيْنَاهُ الْإِنْجِيلَ وَجَعَلْنَا فِي قُلُوبِ الَّذِينَ اتَّبَعُوهُ رَأْفَةً وَرَحْمَةً وَرَهْبَانِيَّةً ابْتَدَعُوهَا مَا كَتَبْنَاهَا عَلَيْهِمْ إِلَّا ابْتِغَاءَ رِضْوَانِ اللَّهِ فَمَا رَعَوْهَا حَقَّ رِعَايَتِهَا ۖ فَآتَيْنَا الَّذِينَ آمَنُوا مِنْهُمْ أَجْرَهُمْ ۖ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ فَاسِقُونَ

 

      Kemudian Kami iringkan di belakang mereka rasul-rasul Kami dan Kami iringkan (pula) Isa putra Maryam, dan Kami berikan kepadanya Injil dan Kami jadikan dalam hati orang yang mengikutinya rasa santun dan kasih sayang. Dan mereka mengadakan “rahbaniyyah”, padahal Kami tidak mewajibkannya kepada mereka tapi (mereka sendiri yang mengadakannya) untuk mencari rida Allah, lalu mereka tak menjganya dengan penjagaan semestinya. Maka Kami berikan kepada orang beriman di antara mereka pahalanya dan banyak di antara mereka orang fasik.

 

Al-Quran surah Ali Imran (surah ke-3) ayat 151.

 

سَنُلْقِي فِي قُلُوبِ الَّذِينَ كَفَرُوا الرُّعْبَ بِمَا أَشْرَكُوا بِاللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَانًا ۖ وَمَأْوَاهُمُ النَّارُ ۚ وَبِئْسَ مَثْوَى الظَّالِمِينَ

 

      Akan Kami masukkan dalam hati orang-kafir rasa takut, sebab mereka menyekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah sendiri tidak menurunkan keterangan tentang itu. Tempat kembali mereka adalah neraka, dan itu seburuk-buruk tempat tinggal orang-orang zalim.

 

Al-Quran surah Al- Hujurat (surah ke-49) ayat 7.

 

وَاعْلَمُوا أَنَّ فِيكُمْ رَسُولَ اللَّهِ ۚ لَوْ يُطِيعُكُمْ فِي كَثِيرٍ مِنَ الْأَمْرِ لَعَنِتُّمْ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ حَبَّبَ إِلَيْكُمُ الْإِيمَانَ وَزَيَّنَهُ فِي قُلُوبِكُمْ وَكَرَّهَ إِلَيْكُمُ الْكُفْرَ وَالْفُسُوقَ وَالْعِصْيَانَ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الرَّاشِدُونَ

 

      Dan ketahui olehmu bahwa di kalanganmu ada Rasulullah. Kalau dia menuruti (kemauan) mu dalam beberapa urusan benar-benarlah kamu akan mendapat kesusahan tapi Allah menjadikanmu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman indah dalam hatimu serta menjadikanmu benci kepada kekafiran, kefasikan dan kedurhakaan. Mereka itu orang yang mengikuti jalan lurus.

 

Al-Quran jelaskan.

Bahwa “qalbu” (kalbu).

Yaitu wadah  pengajaran, kasih sayang, takut, dan iman.

 

Kalbu menampung hal yang disadari  pemiliknya.

 

Hal ini salah satu perbedaan.

Antara “kalbu” dengan “nafsu”.

 

Nafsu menampung sesuatu.

Di bawah alam sadar.

 

Tapi kalbu menampung hal yang disadari oleh pemiliknya.

 

Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 225.

 

لَا يُؤَاخِذُكُمُ اللَّهُ بِاللَّغْوِ فِي أَيْمَانِكُمْ وَلَٰكِنْ يُؤَاخِذُكُمْ بِمَا كَسَبَتْ قُلُوبُكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ حَلِيمٌ

 

      Allah tak menghukummu sebab sumpahmu yang tak dimaksud (untuk bersumpah), tapi Allah menghukummu sebab (sumpahmu) yang sengaja (untuk bersumpah) oleh hatimu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun.

 

Para ulama jelaskan.

 Bahwa yang tanggung jawab.

Yaitu “isi kalbu”.

Bukan “isi nafsu”.

 

Allah tuntut tanggung jawab.

Yang dilakukan “kalbumu”.

 

Allah lebih tahu nafsumu atau dirimu.

 

Al-Quran surah Al-Isra, surah ke-17 ayat 25.

 

رَبُّكُمْ أَعْلَمُ بِمَا فِي نُفُوسِكُمْ ۚ إِنْ تَكُونُوا صَالِحِينَ فَإِنَّهُ كَانَ لِلْأَوَّابِينَ غَفُورًا

 

      Tuhanmu lebih mengetahui apa yang ada dalam hatimu; jika kamu orang baik, maka sesungguhnya Dia Maha Pengampun bagi orang yang bertobat.

 

Al-Quran menyatakan.

Bahwa “nafsu” dan “kalbu”.

Bagian “sisi dalam” tubuh manusia.

 

Tapi “kalbu” dalam kotak tersendiri.

Dalam kotak besar nafsu.

 

Artinya “kalbu” adalah “himpunan bagian dari nafsu”.

 

Al-Quran surah Al-Hijr (surah ke-15) ayat 47.

Bahwa “kotak” kalbu dapat diambil isinya.

 

وَنَزَعْنَا مَا فِي صُدُورِهِمْ مِنْ غِلٍّ إِخْوَانًا عَلَىٰ سُرُرٍ مُتَقَابِلِينَ

 

      Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang dalam hati mereka, sedangkan mereka merasa bersaudara duduk berhadapan di atas dipan-dipan.

 

Al-Quran surah Al-Hujurat (surah ke-49) ayat 14.

 

۞ قَالَتِ الْأَعْرَابُ آمَنَّا ۖ قُلْ لَمْ تُؤْمِنُوا وَلَٰكِنْ قُولُوا أَسْلَمْنَا وَلَمَّا يَدْخُلِ الْإِيمَانُ فِي قُلُوبِكُمْ ۖ وَإِنْ تُطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ لَا يَلِتْكُمْ مِنْ أَعْمَالِكُمْ شَيْئًا ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

 

      Orang-orang Arab Badui berkata: “Kami telah beriman”. Katakan (kepada mereka), “Kamu belum beriman, tapi katakan: “Kami telah tunduk, karena iman belum masuk dalam hatimu dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikit pun (pahala) amalanmu; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.

 

Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 7.

Ada kalbu disegel.

Allah mengunci mati kalbu mereka.

 

خَتَمَ اللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ وَعَلَىٰ سَمْعِهِمْ ۖ وَعَلَىٰ أَبْصَارِهِمْ غِشَاوَةٌ ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ

 

      Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat.

 

Al-Quran surah Muhammad (surah ke-47) ayat 24.

Ada kunci penutup kalbu.

 

أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلَىٰ قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا

 

      Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al-Quran atau hati mereka terkunci?

 

Para ulama jelaskan.

Wadah kalbu dapat diperbesar dan dipersempit.

 

Kalbu dapat diperlebar.

Dengan amal kebajikan dan olah jiwa.

Dipeluas untuk menampung takwa.

 

Al-Quran surah Al-Hujurat, surah ke-49 ayat 3.

 

إِنَّ الَّذِينَ يَغُضُّونَ أَصْوَاتَهُمْ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ امْتَحَنَ اللَّهُ قُلُوبَهُمْ لِلتَّقْوَىٰ ۚ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ عَظِيمٌ

 

      Sesungguhnya orang-orang yang merendahkan suaranya di sisi Rasulullah mereka itu orang-orang yang telah diuji hati mereka oleh Allah untuk bertakwa. Bagi mereka ampunan dan pahala yang besar.

 

Al-Quran surah Alam Nasyrah (surah ke-94) ayat 1.

 

أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ

 

      Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?

 

Al-Quran surah Al-An'am (surah ke-6) ayat 125.

 

فَمَنْ يُرِدِ اللَّهُ أَنْ يَهْدِيَهُ يَشْرَحْ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ ۖ وَمَنْ يُرِدْ أَنْ يُضِلَّهُ يَجْعَلْ صَدْرَهُ ضَيِّقًا حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِي السَّمَاءِ ۚ كَذَٰلِكَ يَجْعَلُ اللَّهُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ

 

      Barang siapa Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barang siapa dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah dia sedang mendaki ke langit. Begitu Allah menimpakan siksa kepada orang-orang tidak beriman.

 

Al-Quran surah Al-Haj (surah ke-22) ayat 46.

 

أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَتَكُونَ لَهُمْ قُلُوبٌ يَعْقِلُونَ بِهَا أَوْ آذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا ۖ فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى الْأَبْصَارُ وَلَٰكِنْ تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُورِ

 

      Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau punya telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukan mata yang buta, tapi yang buta, ialah hati di dalam dada.

 

Al-Quran surah Al-A'raf (surah ke-7) ayat 179.

 

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ ۖ لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لَا يَسْمَعُونَ بِهَا ۚ أُولَٰئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ

 

    Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka punya hati, tapi tidak dipapaki untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka punya mata (tapi) tidak dipakai untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka punya telinga (tapi) tidak dipakai untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itu orang yang lalai.

 

Al-Quran surah Al-Anfal (surah ke-8) ayat 24.

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ ۖ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يَحُولُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَقَلْبِهِ وَأَنَّهُ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ

 

      Hai orang-orang beriman, penuhi seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyerumu kepada suatu yang memberi kehidupan kepadamu, dan ketahui bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nya kamu akan dikumpulkan.

 

Al-Quran surah Ar-Ra'd (surah ke-13) ayat 28.

 

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

 

      Yaitu orang-orang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingat, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.

 

 

Daftar Pustaka

1.Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.

2.Shihab, M. Quraish Shihab. Wawasan Al-Quran. Tafsir Maudhui atas Perbagai Persoalan Umat. Penerbit Mizan, 2009.

3.Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.

4.Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

5.Tafsirq.com online.

38296. BARCA VS BETIS (2-2)

38295. AIR SUCI MENYUCIKAN DAN TAK MENYUCIKAN

 


AIR SUCI MENYUCIKAN DAN TAK MENYUCIKAN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

 

 

Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 222.

 Allah suka orang tobat dan menyucikan diri.

 

وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْمَحِيضِ ۖ قُلْ هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُوا النِّسَاءَ فِي الْمَحِيضِ ۖ وَلَا تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّىٰ يَطْهُرْنَ ۖ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ اللَّهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

 

       Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakan: ”Haid adalah kotoran”. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita waktu haid; dan jangan kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campuri mereka di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang tobat dan menyukai orang menyucikan diri.

 

Macam-macam  air.

 

1)        Air suci dan menyucikan.

 

Yaitu air yang boleh diminum serta sah digunakan untuk membersihkan dan menyucikan benda lain.

 

2)         Air suci, tapi tidak menyucikan.

 

Yaitu air yang zatnya suci.

Tapi tidak sah untuk menyucikan sesuatu.

 

3)        Air terkena najis.

Yaitu air yang tidak boleh dipakai lagi.

Karena hukumnya najis.

 

4)        Air makruh.

 

Yaitu air dalam bejana terkena sinar panas matahari.

Selain dalam bejana emas dan perak.

 

Air makruh.

Jika dipakai menyucikan anggota tubuh.

Tapi tak makruh menyucikan pakaian.

 

Contoh air suci dan menyucikan.

 

1)        Air turun dari langit.

2)        Air muncul dari tanah yang masih tetap dan belum berubah keadaannya.

 

 

 

4)        Air hujan.

5)         Air sungai.

 

6)        Air sumur.

7)        Air laut.

 

8)        Air telaga.

9)        Air salju mencair.

 

10)  Air embun.

11)  Air keluar dari sumber air.

 

Al-Quran surah Al-Anfal (surah ke-8) ayat 11.

Allah menurunkan air hujan dari langit untuk bersuci.

 

إِذْ يُغَشِّيكُمُ النُّعَاسَ أَمَنَةً مِنْهُ وَيُنَزِّلُ عَلَيْكُمْ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً لِيُطَهِّرَكُمْ بِهِ وَيُذْهِبَ عَنْكُمْ رِجْزَ الشَّيْطَانِ وَلِيَرْبِطَ عَلَىٰ قُلُوبِكُمْ وَيُثَبِّتَ بِهِ الْأَقْدَامَ

     

      (Ingatlah), ketika Allah menjadikanmu mengantuk sebagai suatu penentraman daripada-Nya, dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk menyucikanmu dengan hujan itu dan menghilangkan darimu gangguan-gangguan setan dan untuk menguatkan hatimu dan memperteguh dengannya telapak kaki (mu).

 

Rasulullah bersabda,

 

”Sumur adalag budaah.

Airnya tak terkena najis apa pun.”

 

Rasulullah bersabda,

”Air laut suci lagi menyucikan.

Dan bangkainya halal dimakan.”

 

Air berubah warna, rasa, atau baunya.

Tapi tetap suci dan menyucikan.

 

1)                Air berubah karena tempatnya.

 

Misalnya.

Air tergenang atau air yang mengalir melewati batu karang.

Maka tetap suci dan menyucikan. 

 

2)                Air berubah karena lama tersimpan.

 

Misalnya.

Air danau, air telaga, air kolam.

Maka tetap suci dan menyucikan.

 

3)                Air berubah karena sesuatu yang menimpanya.

 

Misalnya.

Air berubah karena ikan atau kiambang.

Maka airnya tetap suci dan menyucikan.

 

4)                Air berubah karena tanah atau sesuatu yang suci.

 

Misalnya.

Air berubah karena terkena  dedaunan yang jatuh ke dalamnya.

Maka airnya tetap suci dan menyucikan.

 

 

Daftar Pustaka.

1.Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap).  Penerbit Sinar Baru Algensindo, cetakan ke-80, Bandung, 2017.

2.Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

3.Tafsirq.com online

 

38294. MACAM MACAM AIR DALAM ISLAM

 


MACAM MACAM AIR DALAM ISLAM

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

 

 

Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 222.

 Allah suka orang tobat dan menyucikan diri.

 

وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْمَحِيضِ ۖ قُلْ هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُوا النِّسَاءَ فِي الْمَحِيضِ ۖ وَلَا تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّىٰ يَطْهُرْنَ ۖ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ اللَّهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

 

       Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakan: ”Haid adalah kotoran”. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita waktu haid; dan jangan kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campuri mereka di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang tobat dan menyukai orang menyucikan diri.

 

Macam-macam  air.

 

1)        Air suci dan menyucikan.

 

Yaitu air yang boleh diminum serta sah digunakan untuk membersihkan dan menyucikan benda lain.

 

2)         Air suci, tapi tidak menyucikan.

 

Yaitu air yang zatnya suci.

Tapi tidak sah untuk menyucikan sesuatu.

 

3)        Air terkena najis.

Yaitu air yang tidak boleh dipakai lagi.

Karena hukumnya najis.

 

4)        Air makruh.

 

Yaitu air dalam bejana terkena sinar panas matahari.

Selain dalam bejana emas dan perak.

 

Air makruh.

Jika dipakai menyucikan anggota tubuh.

Tapi tak makruh menyucikan pakaian.

 

Contoh air suci dan menyucikan.

 

1)        Air turun dari langit.

2)        Air muncul dari tanah yang masih tetap dan belum berubah keadaannya.

 

 

 

4)        Air hujan.

5)         Air sungai.

 

6)        Air sumur.

7)        Air laut.

 

8)        Air telaga.

9)        Air salju mencair.

 

10)  Air embun.

11)  Air keluar dari sumber air.

 

Al-Quran surah Al-Anfal (surah ke-8) ayat 11.

Allah menurunkan air hujan dari langit untuk bersuci.

 

إِذْ يُغَشِّيكُمُ النُّعَاسَ أَمَنَةً مِنْهُ وَيُنَزِّلُ عَلَيْكُمْ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً لِيُطَهِّرَكُمْ بِهِ وَيُذْهِبَ عَنْكُمْ رِجْزَ الشَّيْطَانِ وَلِيَرْبِطَ عَلَىٰ قُلُوبِكُمْ وَيُثَبِّتَ بِهِ الْأَقْدَامَ

     

      (Ingatlah), ketika Allah menjadikanmu mengantuk sebagai suatu penentraman daripada-Nya, dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk menyucikanmu dengan hujan itu dan menghilangkan darimu gangguan-gangguan setan dan untuk menguatkan hatimu dan memperteguh dengannya telapak kaki (mu).

 

Rasulullah bersabda,

 

”Sumur adalag budaah.

Airnya tak terkena najis apa pun.”

 

Rasulullah bersabda,

”Air laut suci lagi menyucikan.

Dan bangkainya halal dimakan.”

 

Air berubah warna, rasa, atau baunya.

Tapi tetap suci dan menyucikan.

 

1)                Air berubah karena tempatnya.

 

Misalnya.

Air tergenang atau air yang mengalir melewati batu karang.

Maka tetap suci dan menyucikan. 

 

2)                Air berubah karena lama tersimpan.

 

Misalnya.

Air danau, air telaga, air kolam.

Maka tetap suci dan menyucikan.

 

3)                Air berubah karena sesuatu yang menimpanya.

 

Misalnya.

Air berubah karena ikan atau kiambang.

Maka airnya tetap suci dan menyucikan.

 

4)                Air berubah karena tanah atau sesuatu yang suci.

 

Misalnya.

Air berubah karena terkena  dedaunan yang jatuh ke dalamnya.

Maka airnya tetap suci dan menyucikan.

 

 

Daftar Pustaka.

1.Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap).  Penerbit Sinar Baru Algensindo, cetakan ke-80, Bandung, 2017.

2.Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

3.Tafsirq.com online

 

38292. ASTON VS SOUTH (1-0)