Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tuesday, September 16, 2025

43387. JALAN LURUS DAN NABI ISA DI QURAN

 





 

HUBUNGAN JALAN LURUS DAN NABI ISA DI ALQURAN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

Hubungan antara:

 

1)        Jalan lurus” (ṣirāṭ mustaqīm).

2)        Nabi Isa (Yesus)

 

Menurut Al-Qur’an:

Yaitu:

 

1)        Jalan lurus sebagai ajaran tauhid

2)        Nabi Isa jadi petunjuk ke jalan lurus.

 

3)        Jalan lurus yaitu ajaran Islam yang dibawa semua Nabi.

 

4)        Penegasan pada penyimpangan.

 

 

 

A.       Jalan Lurus sebagai Ajaran Tauhid

 

Makna umum:

 

1)        Ṣirāṭ mustaqīm.

Yaitu jalan taat kpada Allah yang murni tauhid.

 

Relevansi dengan Nabi Isa:

 

1)        Al-Qur’an tegaskan.

2)        Bahwa Nabi Isa adalah hamba Allah.

 

3)        Yang menyeru kepada tauhid.

4)        Bukan objek penyembahan.

  •  

QS Maryam (19:33-36).


وَالسَّلَامُ عَلَيَّ يَوْمَ وُلِدْتُ وَيَوْمَ أَمُوتُ وَيَوْمَ أُبْعَثُ حَيًّا

 

33. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali".

 

ذَٰلِكَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ ۚ قَوْلَ الْحَقِّ الَّذِي فِيهِ يَمْتَرُونَ

 

34. Itu Isa putera Maryam, yang mengatakan ucapan benar, yang mereka berbantahan tentang kebenarannya.

 

مَا كَانَ لِلَّهِ أَنْ يَتَّخِذَ مِنْ وَلَدٍ ۖ سُبْحَانَهُ ۚ إِذَا قَضَىٰ أَمْرًا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ

 

35. Tidak layak bagi Allah punya anak, Maha Suci Dia. JIka Dia menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya: "Jadilah", maka jadilah ia.

 

وَإِنَّ اللَّهَ رَبِّي وَرَبُّكُمْ فَاعْبُدُوهُ ۚ هَٰذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيمٌ

 

36. Sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahIah Dia oleh kamu sekalian. Ini adalah jalan yang lurus.

 

Catatan.

 

1)        Nabi Isa berbicara langsung.

2)        Mengajak kepada tauhid.

 

3)         Menyebutnya sebagai ṣirāṭ mustaqīm.

4)        Yaitu jalan yang lurus.

 

5)        Bahwa jalan lurus yaitu menyembah kepada Allah semata.

 

6)        Bukan menyembah pada Nabi Isa.

 

B.       Nabi Isa Menjadi Petunjuk ke Jalan Lurus.

 

1)        Nabi Isa disebut sebagai “tanda dan rahmat” bagi manusia.

 

QS Maryam (19:21).


قَالَ كَذَٰلِكِ قَالَ رَبُّكِ هُوَ عَلَيَّ هَيِّنٌ ۖ وَلِنَجْعَلَهُ آيَةً لِلنَّاسِ وَرَحْمَةً مِنَّا ۚ وَكَانَ أَمْرًا مَقْضِيًّا

 

Jibril berkata: "Demikian". Tuhanmu berfirman: "Hal itu mudah bagi-Ku; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu suatu hal yang sudah diputuskan".

 

QS Az-Zukhruf (43:61) .


وَإِنَّهُ لَعِلْمٌ لِلسَّاعَةِ فَلَا تَمْتَرُنَّ بِهَا وَاتَّبِعُونِ ۚ هَٰذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيمٌ

 

Dan sesungguhnya Isa benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu jangan kamu ragu-ragu tentang kiamat dan ikuti Aku. Inilah jalan yang lurus.

 

2)        Nabi lsa diutus membawa kitab Injil.

3)        Yang mengandung petunjuk.

 

QS Ali ‘Imran (3:51).


إِنَّ اللَّهَ رَبِّي وَرَبُّكُمْ فَاعْبُدُوهُ ۗ هَٰذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيمٌ

 

Sesungguhnya Allah, Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus".

 

Catatan.

 

1)        Nabi Isa tekankan bahwa risalahnya adalah hidayah menuju jalan lurus.

 

C.       Jalan Lurus yaitu Islam yang dibawa semua Nabi.

 

QS Al-An‘am (6:87-90).


وَمِنْ آبَائِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ وَإِخْوَانِهِمْ ۖ وَاجْتَبَيْنَاهُمْ وَهَدَيْنَاهُمْ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

 

87. Dan Kami lebihkan (pula) derajat sebagian dari bapak mereka, keturunan dan saudara mereka. Dan Kami memilih mereka (untuk menjadi nabi dan rasul) dan Kami menunjuki mereka ke jalan yang lurus.

 

ذَٰلِكَ هُدَى اللَّهِ يَهْدِي بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ ۚ وَلَوْ أَشْرَكُوا لَحَبِطَ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

 

88. Itulah petunjuk Allah, yang dengannya Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-Nya. Seandainya mereka menyekutukan Allah, niscaya lenyap dari mereka amalan yang mereka kerjakan.

 

أُولَٰئِكَ الَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ وَالْحُكْمَ وَالنُّبُوَّةَ ۚ فَإِنْ يَكْفُرْ بِهَا هَٰؤُلَاءِ فَقَدْ وَكَّلْنَا بِهَا قَوْمًا لَيْسُوا بِهَا بِكَافِرِينَ

 

89. Mereka itu orang yang Kami berikan kitab, hikmat dan kenabian Jika orang (Quraisy) itu mengingkarinya, maka sesungguhnya Kami akan menyerahkannya kepada kaum yang sekali-kali tidak akan mengingkarinya.

 

أُولَٰئِكَ الَّذِينَ هَدَى اللَّهُ ۖ فَبِهُدَاهُمُ اقْتَدِهْ ۗ قُلْ لَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ أَجْرًا ۖ إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرَىٰ لِلْعَالَمِينَ

 

90. Mereka itu orang yang diberi petunjuk oleh Allah, maka ikuti petunjuk mereka. Katakan: "Aku tidak meminta upah kepadamu dalam menyampaikan (Al-Quran)". Al-Quran tidak lain hanya peringatan untuk seluruh ummat.

 

Catatan.

 

1)        Semua nabi, termasuk Nabi Isa.

2)        Membawa agama tauhid yang satu.

 

3)        Hal itu disebut jalan lurus.

4)        Juga diminta dalam doa Al-Fatihah.

 

QS Al-Fatihah (1:6)


اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ

 

Tunjuki kami jalan yang lurus,

 

D.       Penegasan pada penyimpangan.

 

QS An-Nisa (4:171).


يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لَا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ وَلَا تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ إِلَّا الْحَقَّ ۚ إِنَّمَا الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ رَسُولُ اللَّهِ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَىٰ مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ ۖ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ ۖ وَلَا تَقُولُوا ثَلَاثَةٌ ۚ انْتَهُوا خَيْرًا لَكُمْ ۚ إِنَّمَا اللَّهُ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۖ سُبْحَانَهُ أَنْ يَكُونَ لَهُ وَلَدٌ ۘ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ وَكِيلًا

 

Wahai Ahli Kitab, jangan kamu melampaui batas dalam agamamu, dan jangan kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al-Masih, Isa putera Maryam adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka beriman kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan jangan kamu mengatakan: "(Tuhan itu) tiga", berhenti (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari punya anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukup Allah menjadi Pemelihara.

 

QS Al-Ma’idah (5:72-77).


لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ ۖ وَقَالَ الْمَسِيحُ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ ۖ إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ ۖ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

 

72. Sesungguhnya telah kafir orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam", padahal Al Masih (sendiri) berkata: "Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu". Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidak ada bagi orang-orang zalim seorang penolongpun.

 

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ ثَالِثُ ثَلَاثَةٍ ۘ وَمَا مِنْ إِلَٰهٍ إِلَّا إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۚ وَإِنْ لَمْ يَنْتَهُوا عَمَّا يَقُولُونَ لَيَمَسَّنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

 

73. Sesungguhnya kafir orang-orang yang mengatakan: "Bahwa Allah salah seorang dari yang tiga", padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.

 

أَفَلَا يَتُوبُونَ إِلَى اللَّهِ وَيَسْتَغْفِرُونَهُ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

 

74. Maka mengapa mereka tidak bertobat kepada Allah dan memohon ampun kepada-Nya?. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

 

مَا الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ إِلَّا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ وَأُمُّهُ صِدِّيقَةٌ ۖ كَانَا يَأْكُلَانِ الطَّعَامَ ۗ انْظُرْ كَيْفَ نُبَيِّنُ لَهُمُ الْآيَاتِ ثُمَّ انْظُرْ أَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ

 

75. Al-Masih putera Maryam hanya seorang Rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, keduanya biasa memakan makanan. Perhatikan bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (ahli kitab) tanda kekuasaan (Kami), kemudian perhatikan bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan ayat-ayat Kami).

 

قُلْ أَتَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَمْلِكُ لَكُمْ ضَرًّا وَلَا نَفْعًا ۚ وَاللَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

 

76. Katakan: "Mengapa kamu menyembah selain dari Allah, sesuatu yang tidak dapat memberi mudarat kepadamu dan tidak (pula) memberi manfaat?" Dan Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

 

قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لَا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ غَيْرَ الْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعُوا أَهْوَاءَ قَوْمٍ قَدْ ضَلُّوا مِنْ قَبْلُ وَأَضَلُّوا كَثِيرًا وَضَلُّوا عَنْ سَوَاءِ السَّبِيلِ

 

77. Katakan: "Hai Ahli Kitab, jangan kamu berlebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu. Dan jangan kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang sesat dahulunya (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus".

 

Catatan.

1)        Allah tegur orang yang berlebihan terhadap Isa.

 

2)         Yang menjadikan Nabi lsa sebagai Tuhan atau anak Tuhan.

 

 

3)        Penyembahan kepada Nabi Isa.

 

4)        Menyimpang dari jalan lurus yang diserukan Nabi lsa.

 

Inti Hubungan

 

1)        Jalan lurus = Tauhid.

2)        Isa = Nabi pembawa tauhid.

 

3)        Nabi Isa berkata bahwa menyembah Allah semata adalah jalan yang lurus.

 

4)        Mengikuti ajaran Nabi Isa yang asli.

5)        Bukan kultus ketuhanan.

 

6)        Berarti mengikuti jalan lurus.

7)        Yang diminta tiap Muslim dalam salat.

 

Kesimpulan.

 

1)        Hubungan jalan lurus dan Nabi Isa.

2)        Yaitu Nabi Isa diutus untuk menuntun manusia.

 

3)        Kembali pada penyembahan pada Allah.

4)        Hal itu inti “ṣirāṭ mustaqīm” (jalan lurus).

 

Sumber

1)        Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)        ChatGPT.

 

3)        Copilot.

4)        Cici.

 

5)        Claude.

6)        Grok.

 

Top of Form

Bottom of Form

 

 

43384. KELOLA UANG DAN HARTA VERSI QURAN

 

 





KELOLA UANG DAN HARTA VERSI ALQURAN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

 

Prinsip pengelolaan uang dan harta.

Menurut Al-Qur’an.

 

Jadi pedoman praktis:

Yaitu:

1)        Sadar bahwa harta adalah amanah, bukan milik mutlak.

 

2)        Cari rezeki halal dan baik.

 

3)        Atur dengan adil: tak boros dan tak kikir

 

4)        Sisihkan untuk zakat, infak, dan sedekah

5)        Rencanakan warisan dan hibah

 

6)        Investasi dan bisnis yang baik

 

 

A.       Sadar bahwa Harta Adalah Amanah, Bukan Milik Mutlak

 

QS Al-Hadid (57:7).


آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَأَنْفِقُوا مِمَّا جَعَلَكُمْ مُسْتَخْلَفِينَ فِيهِ ۖ فَالَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَأَنْفَقُوا لَهُمْ أَجْرٌ كَبِيرٌ

 

Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan infakkan sebagian dari hartamu yang Allah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menginfakkan (sebagian) dari hartanya mendapat pahala besar.

 

Catatan.

 

1)        Kita hanya “dipercayai” harta.

2)        Cara mengelola harus sesuai aturan Allah.

 

B.       Cari Rezeki Halal dan Baik

 

QS. Al-Baqarah (2:172).


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَاشْكُرُوا لِلَّهِ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

 

Hai orang-orang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar kepada-Nya kamu menyembah.

 

Catatan.

1)        Hindari riba.

2)        Tak suap.

 

3)        Tak curang.

4)         QS. Al-Baqarah (2:275).

 

5)        QS. An-Nisa (4:29).

6)        Utamakan usaha jujur, transparan.

7)        Memberi manfaat.

 

C.       Atur dengan Adil: Tidak Boros dan Tidak Kikir

 

QS. Al-Isrā’(17:26-27).


وَآتِ ذَا الْقُرْبَىٰ حَقَّهُ وَالْمِسْكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَلَا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا

 

26. Dan berikan kepada keluarga dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang musafir dan jangan kamu menghamburkan (hartamu) secara boros.

 

إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ ۖ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا

 

27. Sesungguhnya pemboros adalah saudara setan dan setan sangat ingkar kepada Tuhannya.

 

QS. Al-Isrā’ (17:29).


وَلَا تَجْعَلْ يَدَكَ مَغْلُولَةً إِلَىٰ عُنُقِكَ وَلَا تَبْسُطْهَا كُلَّ الْبَسْطِ فَتَقْعُدَ مَلُومًا مَحْسُورًا

 

Dan jangan kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan jangan kamu terlalu mengulurkannya karena itu kamu menjadi tercela dan menyesal.

 

Catatan.

 

1)        Larangan boros.

2)        Larangan kikir.

 

3)        Buat anggaran seimbang.

4)        Kebutuhan pokok, tabungan, dan sedekah.

 

D.       Sisihkan untuk Zakat, Infak, dan Sedekah

 

QS. At-Taubah (9:60).

 

۞ إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ ۖ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

 

Sesungguhnya zakat-zakat hanya untuk orang fakir, orang miskin, pengurus zakat, para muallaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang berutang, untuk jalan Allah dan untuk musafir, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

 

QS. Al-Baqarah (2:261).


مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

 

Perumpamaan (infak yang dikeluarkan oleh) orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.

 

Catatan.

1)        Zakat: Wajib bagi yang memenuhi nisab.

 

2)        Sedekah: sunah luas, bahkan sekadar memberi makanan .

 

3)        Manfaat: Menyucikan harta, melatih empati, dan memperkuat solidaritas.

 

E.       Rencanakan Warisan dan Hibah

 

QS. An-Nisā’ (4:11-12).


يُوصِيكُمُ اللَّهُ فِي أَوْلَادِكُمْ ۖ لِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْأُنْثَيَيْنِ ۚ فَإِنْ كُنَّ نِسَاءً فَوْقَ اثْنَتَيْنِ فَلَهُنَّ ثُلُثَا مَا تَرَكَ ۖ وَإِنْ كَانَتْ وَاحِدَةً فَلَهَا النِّصْفُ ۚ وَلِأَبَوَيْهِ لِكُلِّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا السُّدُسُ مِمَّا تَرَكَ إِنْ كَانَ لَهُ وَلَدٌ ۚ فَإِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُ وَلَدٌ وَوَرِثَهُ أَبَوَاهُ فَلِأُمِّهِ الثُّلُثُ ۚ فَإِنْ كَانَ لَهُ إِخْوَةٌ فَلِأُمِّهِ السُّدُسُ ۚ مِنْ بَعْدِ وَصِيَّةٍ يُوصِي بِهَا أَوْ دَيْنٍ ۗ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ لَا تَدْرُونَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ لَكُمْ نَفْعًا ۚ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمًا


11. Allah mensyari'atkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anakmu. Yaitu: bahagian seorang anak lelaki sama dengan bagahian dua orang anak perempuan; dan jika anak itu semuanya perempuan lebih dari dua, maka bagi mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan; jika anak perempuan itu seorang saja, maka ia memperoleh separo harta. Dan untuk dua orang ibu-bapa, bagi masing-masingnya seperenam dari harta yang ditinggalkan, jika yang meninggal itu mempunyai anak; jika orang yang meninggal tidak mempunyai anak dan ia diwarisi oleh ibu-bapanya (saja), maka ibunya mendapat sepertiga; jika yang meninggal itu mempunyai beberapa saudara, maka ibunya mendapat seperenam. (Pembagian-pembagian tersebut di atas) sesudah dipenuhi wasiat yang ia buat atau (dan) sesudah dibayar hutangnya. (Tentang) orang tuamu dan anak-anakmu, kamu tidak mengetahui siapa di antara mereka yang lebih dekat (banyak) manfaatnya bagimu. Ini adalah ketetapan dari Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

 

۞ وَلَكُمْ نِصْفُ مَا تَرَكَ أَزْوَاجُكُمْ إِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُنَّ وَلَدٌ ۚ فَإِنْ كَانَ لَهُنَّ وَلَدٌ فَلَكُمُ الرُّبُعُ مِمَّا تَرَكْنَ ۚ مِنْ بَعْدِ وَصِيَّةٍ يُوصِينَ بِهَا أَوْ دَيْنٍ ۚ وَلَهُنَّ الرُّبُعُ مِمَّا تَرَكْتُمْ إِنْ لَمْ يَكُنْ لَكُمْ وَلَدٌ ۚ فَإِنْ كَانَ لَكُمْ وَلَدٌ فَلَهُنَّ الثُّمُنُ مِمَّا تَرَكْتُمْ ۚ مِنْ بَعْدِ وَصِيَّةٍ تُوصُونَ بِهَا أَوْ دَيْنٍ ۗ وَإِنْ كَانَ رَجُلٌ يُورَثُ كَلَالَةً أَوِ امْرَأَةٌ وَلَهُ أَخٌ أَوْ أُخْتٌ فَلِكُلِّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا السُّدُسُ ۚ فَإِنْ كَانُوا أَكْثَرَ مِنْ ذَٰلِكَ فَهُمْ شُرَكَاءُ فِي الثُّلُثِ ۚ مِنْ بَعْدِ وَصِيَّةٍ يُوصَىٰ بِهَا أَوْ دَيْنٍ غَيْرَ مُضَارٍّ ۚ وَصِيَّةً مِنَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَلِيمٌ

 

12. Dan bagimu (suami-suami) seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh isteri-isterimu, jika mereka tidak mempunyai anak. Jika isteri-isterimu itu mempunyai anak, maka kamu mendapat seperempat dari harta yang ditinggalkannya sesudah dipenuhi wasiat yang mereka buat atau (dan) seduah dibayar hutangnya. Para isteri memperoleh seperempat harta yang kamu tinggalkan jika kamu tidak mempunyai anak. Jika kamu mempunyai anak, maka para isteri memperoleh seperdelapan dari harta yang kamu tinggalkan sesudah dipenuhi wasiat yang kamu buat atau (dan) sesudah dibayar hutang-hutangmu. Jika seseorang mati, baik laki-laki maupun perempuan yang tidak meninggalkan ayah dan tidak meninggalkan anak, tetapi mempunyai seorang saudara laki-laki (seibu saja) atau seorang saudara perempuan (seibu saja), maka bagi masing-masing dari kedua jenis saudara itu seperenam harta. Tetapi jika saudara-saudara seibu itu lebih dari seorang, maka mereka bersekutu dalam yang sepertiga itu, sesudah dipenuhi wasiat yang dibuat olehnya atau sesudah dibayar hutangnya dengan tidak memberi mudharat (kepada ahli waris). (Allah menetapkan yang demikian itu sebagai) syari'at yang benar-benar dari Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun.

 

Catatan.

1)        Buat wasiat jelas maksimal sepertiga harta .

 

2)        Hindari sengketa keluarga.

 

F.        Investasi dan Perdagangan yang Baik.

 

QS. Al-Baqarah (2:275).


الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا إِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبَا ۗ وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا ۚ فَمَنْ جَاءَهُ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّهِ فَانْتَهَىٰ فَلَهُ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُ إِلَى اللَّهِ ۖ وَمَنْ عَادَ فَأُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

 

Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

 

Catatan.

 

1)        “…Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba…” .

 

2)        Usaha produktif memberi nilai tambah.

 

3)        Hindari penimbunan.

4)        Tak spekulasi berlebihan.

 

Ringkasan Praktis.

 

1)        Sumber halal: usaha jujur, tanpa riba.

 

2)        Anggaran seimbang: kebutuhan, tabungan, sedekah.

 

3)        Zakat & sedekah rutin.

4)        Investasi halal & produktif.

5)        Siapkan warisan & wasiat.

 

Dengan prinsip ini.

 

Kelola uang dan harta.

Membuat sejahtera.

 

Membawa berkah.

Dan keberlanjutan social.

Sesuai nilai Qur’ani.

 

 

Sumber

1)        Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)        ChatGPT.

 

3)        Copilot.

4)        Cici.

 

5)        Claude.

6)        Grok.