BEDANYA FAKIR DAN MISKIN
Oleh:
Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.
Perbedaan Fakir Miskin
PENGERTIAN FAKIR
Secara
bahasa.
الْفَقِيرُ
فِي اللُّغَةِ ضِدُّ الْغَنِيِّ، وَهُوَ مَنْ قَلَّ مَالُهُ
Fakir
secara bahasa adalah lawan kata dari “al-ghaniy” (kaya).
Yaitu
orang yang sedikit hartanya.
Secara istilah.
وَفِي
الاِصْطِلاَحِ: مَنْ لاَ يَمْلِكُ شَيْئًا وَ كَسْبًا لاَ يَقَعُ مَوْقِعًا مِنْ
كِفَايَتِهِ
Fakir
ialah orang yang tidak punya harta dan pekerjaan.
Sehingga
tidak bisa mencukupi kebutuhan hidupnya.
PENGERTIAN
MISKIN
Secara bahasa.
السُّكُونُ:
ضِدُّ الْحَرَكَةِ. سَكَنَ الشَّيْئُ يَسْكُنُ سُكُونًا إِذَا ذَهَبَتْ حَرَكَتُهُ
Miskin
secara bahasa adalah lawan kata dari “al-harakah” (bergerak).
Maksudnya
sesuatu yang diam ketika hilang gerakannya.
Secara istilah.
مَنْ
قَدَرَ عَلَى مَالٍ أَوْ كَسْبٍ يَقَعُ مَوْقِعًا مِنْ كِفَايَتِهِ وَلاَ
يَكْفِيهِ
Miskin
adalah orang yang punya harta dan pekerjaan.
Tapi
tidak mencukupi kebutuhan hidupnya.
Syekh Abdurrahman bin Nashir -Sa’di
dalam tafsirnya (hlm. 341) menjelaskan.
Fakir,
الفَقِيرُ:
اَلَّذِي لَا يَجِدُ شَيْئًا، أَوْ يَجِدُ بَعْضَ كِفَايَتِهِ دُونَ نِصْفِهَا.
Fakir
adalah orang yang tidak dapat mencukupi separuh kebutuhan pokok dirinya dan
orang yang menjadi tanggungannya (istri dan anak).
Seperti
kebutuhan pangan, sandang dan papan.
Miskin,
وَالْمِسْكِينُ:
اَلَّذِي يَجِدُ نِصْفَهَا فَأَكْثَرُ، وَلَا يَجِدُ تَمَامَ كِفَايَتِهِ،
لِأَنَّهُ لَوْ وَجَدَهَا لَكَانَ غَنِيًّا، فيعطون مِنَ الزَّكَاةِ مَا يزول بِهِ
فقرهم ومسكنتهم.
Miskin
adalah orang yang hanya dapat mencukupi separuh atau lebih kebutuhan pokok
dirinya dan orang-orang yang menjadi tanggungannya (istri dan anak).
Tapi
tidak dapat memenuhi seluruh kebutuhannya.
Misalnya,
orang butuh uang 1.000.000 rupiah sebulan.
Tapi
dia hanya mendapat 500.000 rupiah sebulan.
Sidang Tarjih Fikih Keagamaan
Tingkat Nasional Tahun 2019 di Banda Aceh.
Mang membahas “Redefinisi
Mustahiq Zakat Kontemporer”.
Dinyatakan fakir adalah orang
yang tidak punya kemampuan memenuhi kebutuhan dasarnya.
Seperti sandang (pakaian), pangan
makan), papan (tempat tinggal), kesehatan, dan pendidikan.
Serta mengalami kemiskinan multi
dimensi.
Seperti orang yang tidak mengenyam pendidikan formal.
Miskin adalah orang yang punya
penghasilan.
Tetapi tidak mencukupi kebutuhan
dasar.
Meskipun ia mampu mengenyam
pendidikan formal.
Tapi dibanding yang lain mereka tidak
bisa memenuhi kebutuhan hidupnya.
Seperti tidak punya modal untuk
usaha.
Dan menderita sakit tapi tidak
bisa berobat.
Berdasar
pengertian di atas.
Bahwa
orang fakir lebih utama menerima zakat dibanding
orang miskin.
Al-Quran
surah At-Taubah (surah ke-9) ayat 60.
۞ إِنَّمَا
الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا
وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ
وَابْنِ السَّبِيلِ ۖ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ
Sesungguhnya zakat itu, hanya untuk orang fakir, orang miskin, pengurus zakat, muallaf
yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang berutang, untuk jalan
Allah dan untuk orang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan
Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
Ayat di atas menyebut orang
fakir terlebih dahulu.
Baru disebut orang miskin.
(Sumber suara.muhammadiyah)
0 comments:
Post a Comment