AKU TAK SETUJU PENDAPATMU TAPI KUBELA KAU BERPENDAPAT
Oleh: Drs. HM Yusron
Hadi, MM
Pendapat Prof DR Mukti Ali.
Menteri Agama Rl.
Tahun 1971-1978.
Kelemahan pendidikan di Indonesia
1. Kurangnya
bacaan ilmiah.
2. Kurangnya
kegiatan penelitian ilmiah.
3. Kurangnya
diskusi akademis.
4. Rendahnya
penguasaan bahasa internasional.
Problem agama dan Negara
1. Konsep
Pembangunan dan dampaknya.
Selama ini hanya pembangunan ekonomi saja.
Akan mengulangi kesalahan Barat.
Dengan kemajuan dan segala dampak negatifnya.
Seperti:
1) Alienasi.
Yaitu tak memanusiakan manusia.
2)
Individual.
3)
Kapitalis.
4)
Imperialis.
Pedomannya:
“Pembangunan manusia lndonesia seutuhnya dan masyarakat
lndonesia seluruhnya”.
Manusia seutuhnya.
Artinya bukan hanya SDM aspek ekonomi saja.
Tapi juga aspek moral, spiritual, dan kemanuniaan.
Yaitu unggul materi dan spiritual.
Masyarakat seluruhnya.
Artinya pembangunan harus bisa dinikmati semua penduduk.
Harus adil dan merata.
2. Kerukunan
antar umat beragama.
Mengumpulkan para ahli agama.
Untuk dialog antar umat Bergama.
Agar umat beragama rukun.
Tak saling curiga.
Dan tak saling merasa
terancam.
3. Hubungan
Negara daan agama.
Kalangan agama khawatir menjadi negara sekuler.
Kalangan sekuler khawatir menjadi negara agama (teokratis).
Negara sekuler
Artinya agama urusan pribadi.
Bukan urusan negara.
Negara agama (teokratis)
Artinya negara berdasar agama tertentu.
Muncul slogan:
“Indonesia bukan negara sekuler dan bukan negara agama.”
Artinya:
Agama bukan hanya urusan pribadi.
Tapi kebebasan beragama dijamin oleh negara.
PROBLEM PENDIDIKAN AGAMA
Lulusan sekolah agama lslam sulit melanjutkan ke sekolah umum.
Kemudian muncul MTs dan Madrasah Aliyah.
Kurikulumnya materi agama 30 persen.
Dan umum 70 persen.
Ingin muncul pemikir lslam.
Mengirim dosen belajar ke luar negeri.
Ada 3 pihak penggerak pembangunan, yaitu:
1. Pemerintah.
2. Pemimpin
lokal.
3. Pemuka
agama.
Tahun 1975.
Mendirikan MUI (Majelis Ulama Indonesia).
Ketuanya Prof DR Hamka.
SENI ILMU DAN AGAMA
Dengan seni hidup jadi halus dan syahdu.
Dengan ilmu hidup jadi maju dan enak.
Dengan agama hidup jadi bermakna dan bahagia.
Ilmu tanpa seni lunglai.
Seni tanpa agama tak terarah.
Ilmu tanpa seni kasar.
Ilmu tanpa agama biadab.
Agama tanpa seni kering
Agama tanpa ilmu lumpuh.
FILOSOFI KERUKUAN BERAGAMA
Dasarnya: keadilan.
Prinsipnya:
1. Bebasnya
hati nurani.
2. Persamaan
manusia.
3. Solidaritas
masyarakat.
Bebasnya hati nurani
Yaitu tak terikat pada makhluk.
Hanya bersandar pada Allah saja.
Sehingga hilang segala khawatir dunia.
Membuat orang berlaku adil terhadap sesama.
Termasuk atas nama agama.
Persamaan manusia
Semua manusia sama.
Tak terkotak dalam bangsa, suku, warna kulit, etnis, kelompok, dan
agama.
Solidaritas masyarakat
Yaitu rukun dan damai dengan:
1)
Diri sendiri.
2)
Kerabat.
3)
Umat dan bangsa.
4)
Generasi berikut.
FUNGSI AGAMA
1.
Motivatif.
2.
Kreatif.
3.
Sublimatif.
4.
Integratif.
Motivatif.
Yaitu mendorong, mendasari cita-cita, dan amal perbuatan
manusia.
Dalam segala aspek hidupnya.
Kreatif
Yaitu mendorong manusia untuk produktif, kreatif, dan inovatif.
Sublimatif
Yaitu mementingkan segala kegiatan manusia
Untuk dunia dan agama.
Integratif
Yaitu memadukan kepentingan pribadi dan masyarakat.
MANFAAT PERBANDINGAN AGAMA
1.
Meluaskan cakrawala
intelektual dan spiritual.
2.
Manusia terkadang ingin
melihat pembanding yang lain.
3.
Memahami agama lslam
lebih mendalam.
4.
Menemukan kelebihan
lslam dibanding agama lainnya.
5.
Menemukan kesempurnaan
Al-Quran dan lslam.
6.
Meningkatkan keyakinan
terhadap ajaran lslam.
CARA MENGHADAPI KERAGAMAN AGAMA
1. Singkretis.
Menganggap semua agama sama.
2. Rekonsepsi.
Tafsir ulang.
Fokus yang sama.
Dan kondisi ideal lebih luas.
3. Sintesis.
Menciptakan agama baru.
Berdasar elemen berbagai agama.
4. Penggantian.
Ingin orang lain ikut agama yang dia peluk.
Cara mengatasi perbedaan agama.
Yaitu:
Setuju dalam perbedaan.
1. Tiap
pemeluk agama yakin dengan agamanya.
2. Tak
ada paksaan dalam beragama.
3. Hal
ini akar kerukunan beragama.
Pedoman lain:
Aku tak setuju dengan pendapatmu.
Tapi akan aku bela.
Hakmu untuk berpendapat.
Al-Quran surah Al-Kafirun (surah ke-109) ayat 6.
لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ
Untukmu agamamu dan untukku agamaku.
Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 256.
لَا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ ۖ
قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ ۚ فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ
وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَىٰ لَا
انْفِصَامَ لَهَا ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
Tidak ada paksaan untuk (memasuki)
agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan
yang benar daripada jalan sesat. Karena itu barang siapa ingkar kepada Thaghut
dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul
tali amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha
Mengetahui.
(Sumber Ngaji Filsafat DR
Fahrudin Faiz)
0 comments:
Post a Comment