GUBERNUR ANIES TEMUI SEMUA
TOKOH AGAMA MEDIA PILIH TERTENTU
oleh: Drs. H. M. Yusron
Hadi, M.M.
Dituduh Intoleran.
Anies Baswedan:
Nilai berdasar bukti nyata.
Bukan kata orang.
Anies Baswedan menjelaskan.
Saya sudah 5 tahun.
Sebagai Gubernur DKI
Jakarta.
Apakah ada:
1)
Diskriminasi?
2)
Intoleransi?
3)
Penindasan pada keberagaman?
Selama jadi Gubernur Jakarta.
Tahun 2017-2022.
Anies Baswedan.
Sering dituding sebagai:
1)
Intoleran.
2)
Radikal.
Oleh segelintir pihak.
Berusaha memojokkan.
Doktor dari Amerika Serikat.
Di panggung politik nasional.
Pada 16 Oktober 2022.
Anies Baswedan.
Purnatugas dari
jabatan Gubernur.
Anies membolehkan.
Dia dituduh intoleran
dan radikal.
Tapi harus dengan
bukti nyata.
Karena fakta 5 tahun
di Jakarta.
Bisa membantah.
Dan membatalkan.
Semua tuduhan itu.
“Saya sudah 5 tahun.
Bertugas sebagai
Gubernur DKI Jakarta.
Apakah ada
diskriminasi?
Apakah ada
intoleransi?.
Apakah ada
penindasan.
Pada keberagaman?”
kata Anies Baswedan.
Sabtu, 22 Oktober
2022.
Selama 5 tahun.
Malah terjadi
sebaliknya.
Yaitu di Jakarta.
Terjadi:
1)
Kesetaraan.
2)
Kebersamaan umat beragama.
3)
Tak ada konflik.
4)
Semua damai dan aman.
Selama 5 tahun.
Anies Baswedan.
Jadi Gubernur Jakarta.
Kondisi sangat kondusif.
“Lihat saja. Bukti
nyata.
Dalam 5 tahun.
Saya mengajak kepada
semua.
Untuk mengubah cara
menilai.
Dari menilai:
1)
Berdasar kata orang.
2)
Berdasar persepsi yang diciptakan.
Jadi menilai:
1)
Berdasar bukti nyata.
2)
Berdasar kenyataan yang sudah terjadi,” jelasnya.
Anies Baswedan menjelaskan.
Tahun 2017.
Saya tak bisa
menjawab.
Semua tuduhan.
Sebagai pemimpin intoleran.
Dan radikal.
Karena belum bekerja.
Dan tak bisa
menciptakan fakta di lapangan.
Tapi saat ini.
Setelah 5 tahun
bekerja.
Semua warga bisa
menyaksikan.
Secara langsung.
Apa yang sudah
dilakukan.
Anies Baswedan.
Selama jadi Gubernur.
“Jakarta,
alhamdulillah.
1)
Persatuan terjaga.
2)
Kesetaraan terjaga.
3)
Keteduhan terjaga.
Kami menjaga
persatuan, membangun keteduhan, dan ketenangan.
Hal itu usaha serius,” kata Anies.
Anies Baswedan
menjelaskan.
Menciptakan
persatuan antar-umat beragama.
Tak mudah dilakukan
di Jakarta.
Anies sering bertemu.
Dengan segala macam
kelompok.
Mulai berpaham
paling kanan.
Sampai paham paling
kiri.
“Saya mendatangi
semua kelompok.
Paling kiri saya
temui.
Paling kanan saya
temui.
Paling bawah saya
temui.
Paling atas saya
temui.
Semua saya temui.
Ada orang ketika saya
temui.
Ramai jadi berita.
Tapi itu masalah
pilihan media.
Untuk ambil yang
mana.
Alhamdulillah.
Kita syukuri.
Hubungan antar-umat
beragama.
Sangat tenang teduh,” jelasnya.
Anies Baswedan menjelaskan.
Pertemuan dengan tokoh
agama.
Yang dilabeli
radikal.
Bahwa Anies tak ragu
dan takut.
Jika juga dilabeli sama.
Tapi jika saya datang.
Ke tempat perjudian.
Saya datang ke
tempat.
Yang melanggar hukum.
Hal itu baru masalah,”
ujar Anies Baswedan.
(sumber kba)
0 comments:
Post a Comment