HABIB ACEH PINTAR URUS HAJI DI MEKAH 200 TAHUN LALU
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM
Sejak 18 tahun lalu.
Para jemaah haji Aceh.
Selalu dapat dana wakaf.
Dari Baitul Asyi.
Baitul Asyi.
Pengelola dana wakaf
Milik Habib Bugak Asyi.
Warga Arab pernah di Aceh.
Pada tahun 1800-an.
Tahun 2024.
Sebanyak 4.780 orang.
Terima dana wakaf.
Tiap orang terima 1.500 riyal.
Sekitar Rp6,5 juta.
Terdiri atas.
Jemaah haji asal Aceh.
Dan tenaga musiman asal Aceh.
Tipa jemaah dapat:
1)
1.500 riyal
atau Rp 6,5 juta.
2)
1 mushaf
Al-Qur'an.
Syekh Abdul Latif Baltou.
Selaku Nadir wakaf
Dari Habib Bugak Asyi katakan.
Pembagian dana wakaf.
Sudah dilakukan 18 tahun lalu.
"Tahun 2024 ke-18.
Total dana wakaf 87 juta riyal," ujarnya.
Menurutnya dana wakaf.
Kompensasi diterima.
Jemaah haji asal Aceh.
Merek mestinya inap gratis.
Di beberapa hotel.
Milik Baitul Asyi.
Tapi hotel tak jadi bagian.
Jotel
jemaah haji Indonesia.
Ditetapkan pemerintah.
Penginapan gratis.
Kompensasi uang.
"Habib Bugak sangat cinta pada kita semua.
Maka berdoalah untuk beliau," pesan Syekh
Abdul.
Kepala Biro Keistimewaan dan Kesejahteraan
Pemerintah Aceh.
Yusrizal Zainal katakan.
Pemerintah Aceh dukung kegiatan ini.
Dia berharap wakaf ini.
Jadi contoh bagi warga lain.
Terus berbuat kebaikan.
Salah satu jemaah Fahrizal (56).
Kloter 2 dark Bireun.
Pergi bersama isterinya.
Senang dan terharu.
Terima dana wakaf.
Ia salurkan
sebagian dana wakaf.
Untuk bangun masjid di daerahnya.
Agar lebih berkah lagi," ujarnya.
Sejarah Wakaf Baitul Asyi.
Wakaf Habib Bugak Al Asyi.
Seitar 200 tahun lalu.
Pada tahun 1800-an.
Habib Bugak dari Arab Saudi.
Tiba di Aceh.
Habib Bugak punya ide.
Kumpulkan uang beli tanah di Mekah.
Diwakafkan pada jemaah haji asal Aceh.
Dana tersebut berasal dari uang Habib Bugak dan
juga urunan dari masyarakat Aceh kala itu.
Habib Bugak ke Tanah Suci Mekah.
Bawa bekal dana wakaf.
Dia membeli tanah.
Persis di samping Masjidil Haram.
Di atas tanah itu.
Didirikan penginapan.
Tampung jemaah asal Aceh.
Jemaah tak lagi bingung.
Cari tempat tinggal.
Selama di Mekah.
Masjidil Haram direnovasi.
Tanah wakaf milik Aceh.
Dipakai perluasan tawaf.
Uang ganti rugi.
Untuk beli 2 bidang tanah.
Sekitar 500
meter dari Masjidil Haram.
Tanah itu dibangun hotel.
Sistem bagi hasil.
Bonus bagi jemaah Aceh.
Mengalir tiap musim haji.
Sungguh cerdas Habib Aceh.
(Sumber detik)
.
.png)
0 comments:
Post a Comment